Share

Batal Di Madu
Batal Di Madu
Author: Meriatih Fadilah

01. Mimpi

last update Last Updated: 2023-12-15 19:48:30

“Vin, aku sangat mencintaimu apa pun yang terjadi aku akan selalu bersamamu, tapi bolehkah aku memelukmu sekali lagi? Anggap saja ini pelukan terakhir kali karena mungkin kita akan jarang bertemu, kamu tahu kan bagaimana papi, jika ketahuan beliau akan menjadikan aku daging guling.”

“Mas, aku selalu ada buat kamu, kapan pun dan di mana pun kamu meminta aku akan datang. Aku sangat mencintaimu, Mas Raga.”

“Aku juga sangat mencintai kamu, Vina.”

“Mas, lepas aku enggak bisa napas, jangan kuat-kuat! Kamu sengaja ya Mas!” teriak wanita itu seketika.

Pria itu semakin memeluknya erat. “Katanya kamu cinta buktikan sama aku, kamu harus menjadi milikku, Vina!”

“Vina? Aku bukan Vina? Aku Viona, Mas! Lagian aku ini bukan guling!” Kini suara wanita itu lebih meninggi.

Raga masih berpikir kalau yang dipeluknya adalah Vina. “Duh kok hangat banget sih kamu saja minta dipeluk terus.”  Kedua matanya masih terpejam merasakan kehangatan tubuh wanita itu.

“Ya Allah Mas, lepas! Aku enggak bisa napas kalau begini,” rengek wanita itu memelas. Ingin rasanya menendang kaki berotot itu tapi dia sangat takut kalau pria tampan itu terbangun dan marah besar. Namun, sesaat kemudian Raga sadar akan suara wanita di sebelahnya yang terus meronta, dia pun mencoba membuka mata perlahan-lahan seketika Raga terlonjak kaget saat yang dia lihat ada penampakan dengan rambut tergerai panjang tepat di hadapan wajahnya.

“Han ... hantu!” Raga melepaskan pelukannya dan  mundur lima langkah dari hadapan wanita itu.

“A—apa maksud Mas? Di mana hantunya?” rengek wanita ikutan panik.

“Ka—kamulah hantunya, siapa lagi? Kenapa ada di kamar saya? Cepat pergi dari sini saya sudah menikah!” Raga memberanikan diri mengusirnya.

Wanita itu  membetulkan rambutnya yang berantakan lalu mengambil ikatan rambut yang ada di bawah bantalnya. Rambut panjang itu lalu diikat tinggi-tinggi. Dan bodohnya  Raga  baru menyadari  siapa yang ada di hadapan dia ini yaitu  istrinya wanita yang dijodohkan oleh Papi Seno untuknya.

“Ada apa Mas?” tanyanya lagi mengagetkan Raga  yang masih berdiri terpaku melihat istrinya.

“Ah! Sial sekali hari ini rencana ingin bermalasan untuk pergi ke kantor sebentar ternyata aku salah memeluk wanita,” gumamnya kesal.

“Mas, ada apa kenapa keringat gitu, kurang dingin AC nya?” tanya wanita itu yang sudah sah menjadi istri sah Raga  enam  hari yang lalu.

Raga kembali  mengucek matanya, siapa tahu wanita itu bisa berubah wujud tapi nyatanya tidak sama sekali , dia tetap seperti itu, tampil apa adanya dan membosankan.

“Ya maaf saya kira kamu kuntilanak jadi-jadian lagian ngapain sih pakai begituan, wajah kamu itu tetap enggak glowing seperti kekasih saya!” bentak Raga  seketika tapi entah apa yang ada di pikiran wanita itu tidak marah atau pun sakit hati dia tetap memberikan senyuman manis dengan menampilkan deretan gigi yang rapi dan putih bersih. Mungkin ingin dipuji, meskipun enggak cantik tetapi dia tetap mempunyai keunggulan di bagian mulut dan giginya yang putih berseri seperti Iklan  ditelevisi.

“Ih Mas Raga so sweet banget sih pagi-pagi, padahal baru juga mau bangun tapi Mas sudah membangunkan aku dengan penuh cinta, tapi jangan kuat-kuat meluknya, enggak bisa napas loh,”  sahutnya dengan tersenyum manis.

“Membangunkan kamu? Enggak ada ya saya itu hanya kaget melihat benda asing di mata saya dan kamu salah satunya,” rutuk Raga kesal. Daripada meladeni wanita itu lebih baik Raga pergi membersihkan diri.

“Mas, mau ke mana?”

“Mau makan!”  sahut Raga tanpa menoleh.

“Kok di kamar mandi, kalau makan tuh di meja makan, nanti aku  siapkan di sana!” teriaknya masih bisa terdengar sampai kamar mandi.

Satu lagi yang menjadi keunggulan Viona, dia bisa memasak. Memang sih masakannya membuat Raga  ketagihan. Lidah dan perutnya bisa diajak kompromi dan menerima dengan ikhlas. Intinya untuk urusan rumah tangga dia sangat pandai dan cekatan, mungkin melebihi seperti pembantu rumah tangga. Sedikit kotor saja yang dia lihat tangan dan kakinya dengan sigap membersihkan kotoran itu tanpa terkecuali.

“Mas, aku mau ikutan arisan kompleks sama ibu-ibu di sini, sekalian silaturahmi dengan mereka, lagian kita kan orang baru tinggal di sini, boleh, kan?” tanyanya saat mereka sudah duduk di meja makan.

Raga yang masih menikmati sarapan paginya,  sungguh ini enak sekali  padahal hanya nasi goreng udang mentega, dan dia pun sudah menambahnya sampai dua kali.

“Terserah kamu saja, sesuai kesepakatan kita, kan? Kamu tidak perlu meminta izin dari saya untuk melakukan hal yang menurut kamu benar dan begitu juga dengan saya, kamu tidak perlu bertanya apa yang saya lakukan di luar, intinya kita jalani hidup masing-masing, kamu sudah tahu, kan alasannya?” tanya Raga  tanpa melihat wajah Viona yang membosankan karena masih menikmati sarapan pagiku itu.

“Terima kasih Mas, yang penting aku sudah kasih tahu Mas dan uangnya?” tanyanya lagi tanpa ragu.

Raga  menoleh dan terpaksa melihatnya. Lalu mengambil dompet mewahnya yang sudah bertengger di saku celana belakang. “Nggak ada uang cash tinggal lima ratus ribu di dompet   kamu perlu berapa?”

“Cukup seratus tujuh puluh ribu saja, Mas.”

“Nih, kamu ambil sendiri uangnya di ATM, dan ini nomor PIN-nya,  jangan seperti orang susah.” Raga menyerahkan sebuah kartu ATM untuknya, tapi Viona hanya menatap benda itu seperti kebingungan.

“Ada apa?” tanya Raga heran.

“Maaf Mas, kenapa malah kasih aku kartu ATM, uang Mas di dompet lebih dari cukup, aku hanya perlu sedikit saja,” tolaknya dengan halus.

Raga  mendengkus kesal, biasanya kalau wanita diberikan ATM pasti mereka bahagia atau mungkin melompat kegirangan tapi tidak dengan Viona dia tampak ragu dan terlihat murung. Untungnya pria tampan itu sudah selesai makan dan perutnya sudah tidak muat menampungnya lagi sehingga tidak merusak selera makan.

“Ada apa lagi? Jangan bilang kamu tidak tahu cara menggunakannya,” selidik Raga  menatap tajam ke arahnya.

“Bukan begitu Mas, nanti kalau aku kebablasan bagaimana?”

“Kamu tenang saja uang yang ada di dalam itu hanya untuk kamu, anggap saja uang bulanan, jadi kamu bebas untuk menggunakan uang itu, jangan khawatir semua adalah uang halal, saya tidak mungkin melakukan hal-hal yang aneh,” jelas Raga  meyakinkan hatinya.

“Sungguh, bisa dipakai untuk apa saja?” tanyanya memastikan.

“Benar sekali, untuk kebutuhan rumah tangga saya sudah serahkan kepada Mbok Darmi jadi kamu tidak perlu bersusah payah memikirkan listrik, kebutuhan dapur atau keperluan lainnya cukup urus dirimu sendiri.” Raga tersenyum mengejek saat melihat wajah istrinya begitu bahagia,

“Pasti hatinya sedang berbunga, ya iyalah wanita mana yang tidak menyukai uang, pasti mereka sangat membutuhkan untuk mempercantik diri, tapi apakah dia akan melakukannya atau dia tabung? Aku menjadi penasaran apa yang akan dia lakukan dengan uang bulanan yang aku berikan?” batin Raga kembali tersenyum.

Sepuluh juta, uang bulanan yang Raga berikan secara Cuma-Cuma, tanpa harus memikirkan yang lain.  Ya bagi Raga  tidak masalah buatnya  karena dia  seorang penguasa sukses. Bahkan baginya uang segitu tidak ada artinya karena biasa dia memberikan uang bulanan untuk Vina sebesar dua puluh lima juta untuk pegangannya belum termasuk jika Vina meminta di luar dari itu, sangat suka rela memberikan kepada Vina.

“Alhamdulillah, terima kasih Mas, kamu sangat baik sekali , tenang saja aku akan memakainya dengan baik,” sahutnya dengan mata yang berkaca-kaca, tapi Raga semakin tidak suka dengannya.

“Kamu lebay banget sih, ya sudah saya berangkat kerja dulu. Assalamualaikum!”

Viona mengantarkan Raga sampai pintu dan hal yang tak pernah dia lupakan adalah mencium takzim punggung tangan sang suami sebelum  masuk ke mobil mewahnya.

Tak berselang lama, Raga melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, karena ingin menjemput pujaan hati yang ingin sarapan di luar. Viona tidak tahu apa yang dia lakukan di luar sana. Raga memang tidak pernah menolak jika Vina memintaku untuk mengantarkan pergi ke mana saja. Saat lampu merah, dengan sabar menunggu, tapi mata pria tampan itu kembali dibuat terpana saat melihat Viona sedang berbicara dengan seseorang di sebuah minimarket.

“Apakah itu memang Viona? Dan sedang apa dia bersama dengan pria lain?” tanyaku sambil menatap ke arahnya terus tanpa sadar tangan Raga  mengepal kuat di pegangan setir mobil.

 

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Related chapters

  • Batal Di Madu   02. Cemburu

    Pria tampan itu melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya masih menunjukkan pukul setengah delapan pagi. Dia pun langsung menghubungi Mbok Darmi pembantu rumah mereka. “Assalamualaikum, Mbok.”“Walaikumsalam, Den, ada yang ketinggalan?” “Di mana wanita itu?”“Siapa Den, Resty, Markonah, Susi, Lestari ....”“Bukan mereka Mbok tapi wanita yang bernama Viona!”“Yang jelas toh Den, Bu Viona lagi keluar katanya mau ke minimaket sebentar, kenapa Den sudah rindu ya?” “Dia pergi sendiri atau ada yang jemput?”“Kenapa Den Raga enggak langsung tanya ke Bu Viona?”“Mbok apa susahnya sih langsung kasih tahu?” “Maaf Den, dia tadi naik mobil sendiri!” “Apa dia bisa naik mobil?”“Bukan naik saja Den, tapi menyetir juga bisa, hebat ya Bu Viona, sudah enam hari menjadi istri Den Raga ada saja keahliannya muncul ke permukaan.”“Mbok, enggak ada tamu atau siapa yang menjemput wanita itu?” “Bu Viona, Den?”“Iya dia siapa lagi?”“Enggak ada, tapi enggak tahu kalau janjian di luar, bagaiman

    Last Updated : 2023-12-15
  • Batal Di Madu   03. Galau

    “Ada apa kamu ke sini?” Raga mendekus kesal. Belum sempat dia mendaratkan bokongnya ke tempat duduk tiba-tiba saja Vina langsung menyambar bibir Raga. Pria itu tidak membalasnya dan segera menyudahi perbuatan wanita cantik itu. “Raga ada apa denganmu, kenapa kamu menolakku biasanya kamu tidak seperti ini?” Vina terkejut dan bingung dengan sikap pria tampan itu.“Maaf Vin, aku sedang banyak pekerjaan bisakah kamu pulang saja atau kamu pergi shopping sendirian, atau dengan teman-temanmu dulu, seminggu ini banyak sekali pekerjaan yang harus aku selesaikan.“Mas, kamu kok lebih mementingkan pekerjaan daripada aku? Kamu kan tahu aku tuh enggak bisa hidup tanpa kamu, dan aku ingin kamu tuh selalu ada buatku, mana janjimu itu?” “Ayolah Sayang, Jika aku tidak bekerja bagaimana aku bisa menghasilkan uang banyak sedangkan keperluan kamu saja sangat banyak.”“Iya aku tahu, tapi kan kamu itu Bos, pemilik perusahaan.”“Enggak Sayang, aku hanya menjalankannya saja pemiliknya masih Papi, bukan ak

    Last Updated : 2023-12-15
  • Batal Di Madu   04. Jauhi Istri Saya

    “Kenalkan nama saya Raga Handika Subrata, suaminya Viona Adila Zahra,” ucap Raga menatap tajam pria itu. “Oh ini toh suamimu yang kamu bilang seperti singa. Ya kamu benar Vio, wajahnya memang sangar tetapi dia juga tampan seperti saya,” pujinya membuat hidung Raga kembang kempis mendengar ocehan teman istrinya itu.“Ayo, silakan duduk, biar saya yang bayar, jangan khawatir uang saya juga banyak kok,” lanjutnya lagi sambil tersenyum.Jangan ditanya bagaimana wajah pria tampan itu sangat merah menahan amarah dan malu. Viona menatap takut. Tak lama kemudian seorang pelayan pun kemudian datang menghampiri meja mereka dengan membawa menu yang mereka pesan. Tanpa basa-basi lagi mereka pun menikmatinya dalam keheningan. *** “Ada apa dengan Mas Raga? Kenapa dia tampak marah? Kan dia sendiri yang bilang jangan mencampuri masalah pribadi,” gumam Viona dalam hati.Untung saja mood Raga sedikit terobati karena bisa melihat wajah Viona dari dekat dan entah kenapa dia baru menyadari wajah hitam

    Last Updated : 2023-12-15
  • Batal Di Madu   05. Ada Yang Salah

    Sepanjang jalan Raga tidak ada mengatakan sepatah kata pun. Wajahnya di tekuk tapi masih fokus menyetir. Viona menyadari akan satu hal ada yang tidak beres dengan suaminya itu. Biasanya Raga akan cuek dengan segala kegiatan yang dilakukan oleh Viona. Bahkan saat Viona ingin keluar dan meminta izin selalu ditanggapinya dengan acuh.“Mas Raga sedang marah ya?” tanya Viona ragu-ragu.“Menurutmu?” balas Raga dengan jutek. “Menurut aku iya sih lagi marah, tapi kenapa Mas?” Viona menatap wajah suaminya sendiri. Merasa diperhatikan membuat pria tampan itu menjadi salah tingkah dan semakin stres. Dia lalu menghentikan mobilnya secara mendadak sehingga hampir saja kening Viona kejeduk depan kaca mobil. Dia lalu turun dari mobil diikuti oleh Viona. “Mas, sakit nih, kenapa sih nyetirnya seperti itu, kalau kita kecelakaan bagaimana? Lagian ini di mana?” Viona memegang keningnya yang sakit sembari celingak-celinguk melihat tempat sekitarnya di mana mereka berhenti.“Kenapa? Kalau Ram yang bawa

    Last Updated : 2023-12-15
  • Batal Di Madu   06. Sadar Vio

    “Kenapa kamu ke sini, sudah selesai belanjanya?” tanya Raga dengan lembut dan tak tanggung-tanggung Vina duduk di pangkuan Raga tanpa memedulikan perasaan sang istri yang berdiri mematung. Mereka begitu intens berbicara. Pandangan Raga sangat berbeda saat berbicara dengan Viona. Wanita manis itu bisa merasakannya dan sadar akan posisinya sebagai istri yang tidak diinginkan oleh sang suami. “Oh ini istri kamu? Sangat buruk banget. Dia dari planet mana?” sindir Vina yang menatap tajam. “Kenalkan Mbak, nama saya Viona Adila Zahra,” ucapnya sambil menjulurkan tangannya ingin bersalaman dengan Vina, tapi wanita seksi itu malah menepisnya.“Maaf kita enggak selevel ya, lagian Papimu itu sudah pikun menikahkan kamu dengan wanita buluk seperti dia, enggak ada bagusnya sama sekali,” sindirnya lagi.“Ya Allah Mbak, jangan suka menghina ciptaan Allah, nanti Mbak malah kualat loh, lagian apa yang akan dibanggakan kalau sudah tua keriput dan meninggal tidak ada yang akan dibanggakan lagi. Dan j

    Last Updated : 2024-01-15
  • Batal Di Madu   07. Pikiran Kacau

    Mereka saling berpagut mesra. Vina begitu liar saat ini tapi semenjak Viona pergi bersama pria lain membuatnya cemburu dan penasaran. Biasanya dia tidak peduli tapi kali ini dia harus berhati-hati karena pria yang ditemuinya itu adalah orang yang dia kenal. Raga tidak memedulikan Vina yang berusaha membangkitkan gairahnya. “Vin, stop saya masih banyak pekerjaan!” bentaknya seketika membuat Vina terkejut dan menghentikan aksinya. “Ada apa Sayang, biasanya kamu menikmatinya?” Raga kembali menutup kedua matanya dan menghela napas panjang. “Bisakah kamu turun dari pangkuan saya dulu?” Raga begitu tidak nyaman dan terlihat sangat kesal. Vina kembali berusaha mencumbu wajah tampan itu tapi lagi-lagi Raga menolaknya.Mau tak mau Vina turun dari pangkuan Raga dan ikut mendekus kesal. “Kenapa sih Yang, kamu berubah banget? Apa kamu ada wanita lain yang lebih seksi dan cantik sudah menggodamu?” tanyanya kesal.“Tidak ada, hanya saja banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan, tolong mengert

    Last Updated : 2024-01-15
  • Batal Di Madu   08. Kelebihan Sang Istri

    “Kamu boleh pergi dari ruangan saya!” “Maksud Bapak saya dipecat?” Mata Santi mulai berkaca-kaca. “Kembali ke meja kerjamu dan lebih giat mempelajari apa yang dimau oleh perusahaan saya, sekarang pergilah!” Wajah Santi berbinar dia ingin sekali meluapkannya dengan berdiri dan menghampiri Raga, tapi malah mendapatkan tatapan dingin, seketika Santi sadar dan kembali menjauh.“Maaf Pak, enggak sengaja, kalau begitu saya permisi dulu Pak.” Santi bergegas pergi dari ruangan itu sebelum bosnya itu berubah pikiran. Dengan langkah bahagia Santi keluar dan langsung menuju meja kerjanya kembali.Sementara itu Raga yang penasaran dengan wanita yang telah membantu Santi segera menghubungi Dirga salah satu anak buahnya dan meminta CCTV di lantai dua bagian divisi pemasaran. Tidak butuh waktu lama Dirga membawa rekaman CCTV itu jam yang diinginkan oleh Raga. Pria tampan itu lalu memutarnya dan terlihat memang seorang wanita muda menghampiri Santi yang terlihat bingung. “Itu kan Viona? Jangan bi

    Last Updated : 2024-01-15
  • Batal Di Madu   09. Malam Pertama

    “Ah kenapa aku ini? Aku sama sekali tidak tahu siapa dirinya?” tanyanya kesal saat dalam posisi menyetir. Sudah enam hari mereka menjadi suami istri tetapi Raga masih belum mengetahui hidup seorang Viona Adila Zahra gadis berusia dua puluh empat tahun itu. Apalagi ada saja hal yang baru dia dapatkan.Awal menikah Raga bisa membayangkan kalau Viona akan menangis bombay, ternyata tidak justru wanita itu patuh dengan apa yang dikatakan Raga, malah terlihat tersenyum. Kedua Raga dikejutkan dengan dia pintar memasak. Sengaja tidak mengambil pembantu dan menyuruhnya untuk membersihkan rumah dan dia lakukan dengan cepat, rapi dan bersih. Pria tampan itu pun tertegun, tapi karena itu juga Opa Lukman memarahinya dan langsung membawakan seorang pembantu dari rumah opanya.Menikmati rasa masakan itu sangat cocok di lidah Raga. Ketiga dia pandai menyetir mobil. Hal yang sangat aneh untuk Raga. Ke empat dia sangat pintar karena bisa menyelesaikan laporan itu dengan benar. Raga tidak mengetahui a

    Last Updated : 2024-01-15

Latest chapter

  • Batal Di Madu   82. Perseteruan

    “Bagaimana, apakah kamu sudah menemukan menantu saya?”“Maaf Pak, saya belum bisa menemukan lokasi Bu Viona, terakhir ponsel Bu Viona aktif di rumah Nona Vina setelah itu tidak terlacak lagi.”“Apakah tidak ada cara lain?” “Saya akan tetap mencari Pak, atau di daerah rumah Nona Vina ada semacam CCTV di jalan, mungkin saja kita bisa mendapatkan petunjuk?” Seno berpikir sesaat kemudian mencoba mengamati lokasi jalan rumah Vina yang ternyata ada CCTV di jalan menuju rumah Vina. “Ya, kamu benar sepertinya ada CCTV di sana. Semoga saja berfungsi.”“Baik Pak, kami akan melacaknya.” “Oh iya berikan informasi tentang Rama Ardi Saputra, saya minta nomor ponselnya.”“Beri saya waktu satu menit untuk melacaknya.”“Baik, saya tunggu.” Seno menunggu sesaat kemudian informan itu pun memberikan nomor ponsel Rama. Informan pun memberitahukan lokasi di mana Rama berada. Seno langsung mengendarai mobilnya menuju lokasi yang dituju sembari menghubungi Rama. Teleponnya tersambung tapi tidak diangk

  • Batal Di Madu   81. Hilangnya Viona

    Viona terpaku dengan tulisan Vina. Memang dia sangat mencintai Raga tapi dia juga menyayangi Rama sebagai sahabat yang baik. Rama pernah menyatakan cinta kepada Vina tapi ditolak oleh Vina langsung. Sampai akhirnya Rama pun keluar dari kampus memilih untuk pergi dari kehidupan Meraka.Sampai akhirnya Rama kembali di kehidupan mereka dengan wajah baru. Hal yang pertama kali dilakukan oleh Rama adalah menemui Vina dan mengatakan masih tetap mencintai Vina sampai kapan pun sehingga mereka pun melakukan hubungan tanpa sepengetahuan Raga. Vina pun menerima cinta Rama karena pria yang pernah dia tolak itu sudah mampu menyaingi kehidupan Raga. Rama pun menceritakan tentang siapa dirinya kepada Vina kalau dia adalah saudara tiri Raga. Rama juga menceritakan tujuan kembali datang karena ada misi yang ingin dia capai yaitu balas dendam. Balas dendam kepada keluarga Subrata karena telah membuat ibunya menderita dan mengambil harta yang seharusnya milik Rama dari tangan keluarga Subrata. Rup

  • Batal Di Madu   80. Kebenaran Yang Terungkap

    Viona diberikan izin untuk memasuki kamar Vina. Wanita paru baya itu pun tak tega setelah mendengarkan cerita Viona yang merupakan istri sah dari Raga. Vina memang adalah selingkuhan Raga tapi dia juga adalah wanita yang baik di mata para pelayannya yang selalu bersikap ramah dan adil. Meskipun Vina di kenal sangat pemarah tapi tidak pernah membuat para pembantunya kesulitan. Bukan karena dia jahat tapi karena cintanya tak direstui oleh orang tua Raga sehingga dia menjadi berubah seperti itu. Kedua orang tuanya sudah lama berpisah saat Vina masih berusia sepuluh tahun. Mereka berdua secara perlahan telah mengabaikan Vina karena mereka pun sudah memiliki kehidupan masing-masing sehingga melupakan anak mereka. Vina pun diambil asuh oleh pembantu setianya itu.Viona mendengarkan semua kisah hidup Vina yang ternyata lebih miris darinya. Jika Viona ditinggal oleh kedua orang tuanya karena pengabdian kepada sang majikan, tapi Vina ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya karena keegoisan

  • Batal Di Madu   79. Kesepakatan

    “Berpikirlah sebelum kamu memutuskan karena saya tidak akan memberikan kesempatan untuk kedua kalinya,” ucap Rama tegas.“Apa yang kamu dapat dari semua ini, Mas? Apakah kamu sekarang bahagia?” tanya Viona.“Banyak Vio. Saya bisa menjatuhkan keluarga Subrata dan termasuk kamu Vio. Tawaran masih berlaku. Apapun yang saya lakukan tentu saja saya bahagia Vio, musuh sekaligus pesaing bisnis saya sudah menjadi hancur berkeping-keping,” sindir Rama tersenyum kecil. “Kenapa kamu ingin menikahi saya? Bukannya seleramu sangat tinggi. Saya hanya wanita kampung, tidak cantik dan tidak berkelas seperti kalian. Dengan cara curang seperti ini kamu saja seperti seorang pengecut. Memakai cara kotor untuk mendapatkan keinginanmu.” Viona menegaskan. “Saya tidak peduli dengan apa yang kamu katakan. Raga awalnya juga tidak mencintaimu bahkan berlaku kasar dan dingin denganmu. Awalnya saya juga mendekati kamu hanya ingin membuat Raga cemburu dan kamu lebih memilih dia yang lebih perhatian menurutmu. T

  • Batal Di Madu   78. Negosiasi

    Opa Lukman masih tak sadarkan diri. Guncangannya begitu hebat sehingga membuat pria tua itu syok berat dan harus dilarikan ke rumah sakit. Meskipun sudah tidak dalam kondisi kritis namun kesehatan Opa Lukman masih terus di pantau, sehingga beliau pun masih menginap di rumah sakit untuk beberapa Minggu ke depan. Setelah berita itu menyebar tentu banyak saja spekulasi apa pun yang beredar. Seno hampir kewalahan untuk membujuk beberapa investor yang bekerjasama dengan perusahaan keluarganya, tapi semua sia-sia sehingga mereka tidak mau menjalin kerjasama dengan perusahaan mereka. Perusahaan keluarga Subrata diambang kehancuran. ***Sudah hampir sepekan kasus Raga bergulir tetapi belum selesai. Pihak polisi masih mencari bukti keterlibatan Raga di dalamnya. Berita tentang perselingkuhan pun semakin hangat karena semua orang sudah tahu kalau tentang hal itu, yang mengakibatkan Vina sengaja mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri dalam keadaan hamil . Hal ini menambah deretan kesal

  • Batal Di Madu   77. Kalut

    Viona sudah sampai di kantor polisi bersama supir pribadinya. Papi Seno mengantarkan Opa Lukman ke rumah sakit terlebih dahulu. Dia pun menyuruh Mbok Ratmi ikut menemani Opa Lukman karena setelah dari rumah sakit Papi Seno akan menyusul ke kantor polisi. Viona terlihat khawatir kenapa suaminya ada di kantor polisi. Pihak polisi pun tak memberitahukan apa yang terjadi sebenarnya. “Pergi ke mana Mas Raga malam-malam dan sekarang dia ada di kantor polisi. Apakah Mas Raga menemui Mbak Vina atau Mas Raga telah melakukan sesuatu sehingga polisi menahannya?” pikir Viona sudah bercabang. ***“Selamat malam, Pak,” sapa Viona setelah masuk ke kantor polisi. “Selamat malam Bu Vio, silakan duduk.” Viona duduk dan kemudian bertanya, “Apa yang terjadi dengan suami saya, Pak? Dan di mana suami saya?” Viona semakin gelisah karena firasatnya mulai berpikir buruk.“Maaf Bu, Pak Raga kami tahan atas tuduhan melenyapkan seseorang,” ucap Pak Polisi terlihat sangat serius. “Apa, maksud Bapak suam

  • Batal Di Madu   76. Raga Di penjara

    “Kurang ajar kalian sudah mempermainkan aku! Eh Rama, kamu dan ibumu sama saja seorang pecundang. Aku tidak heran jika ayahmu juga mewariskan tabiat buruk itu. Mengambil hak milik orang lain secara paksa! Ditambah ibumu yang egois,” kesal Raga.“Oh rupanya kamu sudah tahu kalau kita bersaudara,” ejek Rama tersenyum kecil. “Aku bahkan tidak sudi mempunyai saudara sepertimu,” jawab Rama. Vina terdiam mendengarkan semuanya. Ekspresinya begitu datar. Raga memperhatikannya dan bisa menarik kesimpulan kalau dia pasti sudah tahu semuanya. “Kamu sudah tahu kan, kalau kami adalah saudara tiri? Jawab!” bentak Raga membuat Vina kaget. “Mas, aku ... aku ...”“Aku sangat bodoh. Seandainya aku menurut keinginan papi untuk memutuskan hubungan langsung dengan kamu, tentu hal ini tidak akan terjadi. Tapi ini belum juga terlambat juga, jadi aku memutuskan hari ini kalau kita sudah tidak mempunyai hubungan dengan kamu. Minta pertanggung jawabannya dengan Rama karena aku yakin kamu hamil dengan dia

  • Batal Di Madu   75. Jebakan Untuk Raga

    Raga masih memikirkan perkataan Clarissa. Bahkan sampai pulang ke rumah pun kalimat itu masih terniang-niang. “Ada apa Mas?” Viona memperhatikan suaminya yang terlihat gelisah. “Tidak ada, tidurlah , aku masih ada pekerjaan,” jawabnya kembali menatap layar laptop di hadapannya. “Apakah Mas, masih memikirkan ucapan Tante Clarissa?” tanyanya lagi. “Wanita itu lebih menyayangi dia. Rama ternyata dia adalah saudara tiriku. Pantas saja selama ini dia begitu ingin menyaingi aku. Apakah kamu sudah tahu tentang soal ini?” selidik Raga menatap tajam. “A—aku juga baru tahu Mas kalau dia adalah saudara tirimu. Mas sendiri dulu berteman baik dengannya tidak tahu siapa dia sebenarnya.”“Karena dulu memang dia tinggal sendiri. Bahkan tidak pernah ada keluarga yang mengunjunginya sekali pun. Dia juga meyakinkan kalau seorang anak yatim piatu. Pantas saja jika dari dekat lama-lama wajahnya ada kemiripan dengan wanita itu,” kesal Raga. “Dengar Vio, aku tidak ingin kamu terlalu seting ke panti

  • Batal Di Madu   74. Rencana Siap Dijalankan

    Viona menghampiri Clarissa dan membantubya berdiri dan kemudian berkata, “ Kenapa Tante menangis, ada apa Tante? Apakah Mas Raga mengatakan hal yang menyakiti hati Tante?” Viona merasa iba dengan Clarissa. Meskipun dia sudah tahu semua kejadian mas lalu yang pernah diceritakan oleh Opa Lukman. Dia juga tidak membenarkan sikap Clarissa yang lebih mementingkan uang daripada keluarga. Tapi melihat kondisi wanita paru baya saat ini membuat hatinya terenyuh. Viona membawabya duduk dan memberikan segala air putih. “Tante sudah merasa baikan?” tanyanya lagi. Clarissa mengelus pipi halu Viona dan tersenyum. “Kamu wanita yang baik pantas saja kamu menjadi rebutan para pria yang menyukaimu. Bolehkah Tante bertanya sesuatu denganmu?” “Tante mau tanya apa?” “Apakah kamu memang mencintai Raga? Bukankah Raga sudah mempunyai Vina dan sedang hamil anaknya? Kenapa kamu tidak bercerai dengan Raga? Apakah kamu mau di madu? Vio ... kita tidak boleh menerima nasib pasrah begitu saja. Jika kamu mema

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status