Share

Bab 878

Author: Erlina
Bagian perut Samuel terkena tembakan peluru. Dia tidak bisa membangkitkan tubuhnya lagi!

Hati Caden sungguh terasa tegang. Matanya disipitkan. Dia segera mengarahkan senjatanya ke sisi penembak, lalu melakukan tembakan sebanyak 3 kali!

Penembak jatuh dari tingkat atas. Saat ini, dia sudah kehilangan napasnya.

Caden segera berlari ke sisi Samuel. Darah segar sudah membasahi pakaian Samuel, bahkan sudah menyebar ke sisi lantai.

Caden buru-buru melepaskan pakaiannya untuk menyumbat cedera, memperlambat kecepatan alir darah.

Pada saat ini, Samuel menggenggam pergelangan tangan Caden. Kemudian, tangannya yang satu lagi menunjuk ke sisi Baby. Suaranya terdengar lemah. “Jangan urus aku! Cepat … cepat bawa Baby tinggalkan tempat ini. Bom akan segera meledak! Bawa … dia pergi … cepat!”

Jakun Samuel bergerak. Hatinya terasa kalut.

“Bom nggak akan meledak. Sekarang Baby juga sudah aman.”

Samuel merasa bingung.

Caden segera berkata, “Sekarang Baby sudah aman. Kamu jangan bicara lagi. Sekarang dokt
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (3)
goodnovel comment avatar
Nurhasanahjj_98
berharap kalian hidup Damai bersama, samuel harus selamat demi baby yaa
goodnovel comment avatar
Risye Viani
mengandung bawang.selamatkn Samuel biar mnjd Anggota keluarga,
goodnovel comment avatar
Aulia Latifah
menunggu update nya 24 jam,saya membaca cuman 22 menit,huedeeeh dikit amat sih up nya
Tignan lahat ng Komento

Kaugnay na kabanata

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 879

    Iya! Papa sangat mencintai Baby! Sangat amat mencintai Baby!Hanya saja … Papa juga bersalah kepada Baby. Papa telah ingkar janji.Malam ini, Papa tidak bisa menemani Baby untuk makan malam bersama. Ke depannya, Papa juga tidak bisa menemanimu lagi.Papa juga tidak bisa menemani Baby untuk melihat panda, tidak bisa membawa Baby untuk liburan lagi.Sebelumnya Papa janji akan mengajari Baby berenang dan tinju. Papa juga berjanji akan menemani Baby untuk mempersiapkan ujian masuk universitas, lalu mengantar Baby ke tangan suami Baby ….Papa bahkan pernah berpikir, kelak setelah kamu melahirkan anak, Papa bersedia untuk menjadi kakek rumah tangga. Papa akan menggunakan semua waktu Papa untuk menjaga anakmu. Hehe ….Janji Papa terhadap Baby terlalu banyak. Hanya saja, tidak ada yang berhasil Papa tepati.Papa sungguh menyesal. Jika tahu perpisahan akan datang terlalu awal, Papa pasti tidak akan meninggalkan Desa Baiza. Dalam waktu 5 tahun ini, Papa sudah berpisah 2 tahun dengan Baby. Papa

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 880

    Di dalam pabrik, anggota tim medis sudah selesai melakukan penanganan darurat terhadap cedera Samuel. Mereka hendak segera membawanya ke rumah sakit, tetapi Samuel malah menolak.“Jangan repot-repot lagi. Sudah nggak ada gunanya lagi. Sudah nggak bisa diselamatkan lagi.”Usai berbicara, Samuel langsung melihat Caden dan bergumam, “Waktuku hanya sisa sedikit saja. Biarkan aku melewati sisa waktuku dengan tenang. Ada yang ingin aku bicarakan dengannya.”Tim medis tidak berbicara. Para polisi yang berdiri di samping juga terdiam.Caden berjalan mendekat, lalu bertanya pada dokter, “Apa masih ada harapan lagi?”Dokter menggeleng dengan langsung. Cedera yang diderita Samuel tergolong sangat serius. Sudah syukur Samuel tidak langsung meninggal di tempat.Kening Caden berkerut. “Kalau begitu, jangan siksa dia lagi. Biarkan aku ngomong berdua sama dia.”Tim medis mengangguk, lalu meninggalkan tempat.Kedua polisi merasa ragu sejenak. Mereka juga tidak berbicara lagi, langsung berjalan pergi.S

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 881

    Samuel menghela napas dengan penuh kecewa.“Sayangnya, kelak aku nggak bisa menemaninya lagi. Kami mesti berpisah untuk selamanya. Aku sungguh nggak merelakannya. Ketika kepikiran nggak bisa bertemu dengannya lagi, aku … aku sungguh merasa sakit hati.”Mata Samuel mulai basah. Mungkin karena terlalu banyak bicara atau karena terlalu sedih, napasnya semakin kencang lagi. Dia menarik napas dalam-dalam, takut dirinya akan meninggal pada 1 detik kemudian. Dia pun bergegas berkata pada Caden, “Baby sangat suka dengan kelinci pemberianmu. Tapi kelinci itu mati dalam kebakaran. Kamu jangan kasih tahu dia kalau kelincinya sudah mati, aku … juga belikan kelinci yang sama persis untuknya.”“Tadinya aku ingin diam-diam menukarkannya. Tapi sekarang sudah nggak usah lagi. Nanti malam akan ada yang mengantar kelinci baru. Kamu kasih tahu Baby kalau kelinci itu … Angel-nya ….”Caden mengangguk. “Oke.”“Selain itu, selama beberapa tahun ini Baby tinggal di Desa Baiza. Dia nggak pernah pergi ke tempat

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 882

    Caden terbengong di tempat.Kali ini, napas Samuel semakin buru-buru lagi. “Mereka … mereka … mereka ….”Belum sempat Samuel mengatakannya, tiba-tiba tidak terdengar gerak-gerik lagi.Kedua mata Caden disipitkan. Dia segera menjerit, “Dokter!”Dokter dan polisi di dekat sana langsung berlari ke sisi mereka!Dokter segera memeriksa Samuel. Dia menggeleng, lalu berkata, “Sudah meninggal.”Caden terdiam membisu. Sebenarnya Caden bukan terkejut karena kabar kematian Samuel. Sebab, dia memang tahu nyawa Samuel sudah tidak lama lagi. Hanya saja, kenapa Samuel tiba-tiba mengungkit masalah orang tua kandungnya Naomi? Apa maksudnya?Apa karena Samuel sudah ingin meninggal, jadi dia ingin memberi tahu semua rahasianya kepada Caden? Atau karena orang misterius memiliki hubungan dengan orang tua kandungnya Naomi?Saat Caden sedang berpikir, tiba-tiba Naomi berlari ke dalam. Ketika melihat Samuel yang berbaring di atas lantai, napasnya langsung terasa sesak. Dia melebarkan matanya.Caden langsung m

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 883

    [ Saat Baby senang, Papa juga akan merasa senang. Saat Baby sedih, Papa juga akan ikut merasa sedih. Jadi, demi Papa, Baby mesti selalu gembira, ya? ][ Baby, selama Papa nggak ada di sisimu, kamu mesti hidup bersama Mama dan kakak-kakakmu. Selain itu, Baby juga mesti hidup bersama … papa baru Baby. Papa sudah mengujinya. Dia sama seperti Papa, sama-sama sangat mencintai Baby. Dia adalah seorang ayah yang baik! ][ Lagi pula, dia dan Papa juga sangat mencintai Baby. Baby bisa memperlakukannya seperti memperlakukan Papa. Baby juga nggak usah merasa kaku di hadapannya. Kamu bisa manja-manja, merengek, merajuk, bahkan memberi tahu rahasiamu kepadanya. ][ Mulai hari ini, dia bukan lagi pamannya Baby. Dia akan menjadi papa baru Baby. Baby bisa memanggilnya “Papa”. Baby, Papa sangat mencintaimu, sangat amat mencintaimu! ][ Baby, kamu mesti hidup dengan gembira dan sehat. Kamu mesti menjadi orang baik yang hidup dengan gembira. ][ Baby, Papa doakan kamu terbebas dari penyakit dan orang jah

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 884

    Naomi sangat salut dengan keputusan Caden. Dia menatap Caden dan berbicara dengan terisak-isak, “Hidup Samuel sungguh melelahkan. Selama hidup, dia menyaksikan sendiri seluruh anggota keluarganya mati mengenaskan. Setelah meninggal, dia nggak berhasil balas dendam demi anggota keluarganya. Sekarang jasadnya malah hanya bisa diurus oleh orang lain. Gimana kalau kita cari lokasi tanah yang lebih bagus untuk menguburnya? Biar dia bisa tenang di sana.”“Oke.” Caden menenangkannya.“Bagi Samuel, mati itu juga tergolong sebuah pelepasan. Kelak dia nggak perlu hidup dalam siksaan batin lagi. Sudah saatnya dia istirahat. Dia bisa berkumpul dengan anggota keluarganya.”“Di dunia ini, satu-satunya orang yang paling dia pedulikan adalah Baby. Dia bisa tenang dengan menyerahkan Baby kepada kita. Satu-satunya penyesalannya adalah dia nggak berhasil untuk balas dendam. Aku juga sudah janji sama dia, aku akan bantu dia untuk membalas dendamnya.”Naomi menatap Caden dengan khawatir. Caden memahaminya

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 885

    Tanpa izin dari Caden, tidak ada satu pun dokter yang diperbolehkan untuk mengobati Tony. Bagaimana kalau Tony benar-benar sakit nanti? Apa dia mesti menunggu mati di rumah?Caden tidak menjawab pertanyaannya, melainkan hanya menatap Tony lekat-lekat.Setelah melihat Tony, Caden pun kepikiran dengan Abigail, Yamin, kedua abangnya Samuel, dan juga Samuel. Selain itu, Caden juga kepikiran dengan sosok Wanda dan Darman.Orang yang tidak seharusnya mati malah sudah mati! Sekarang, iblis malah masih bertahan hidup di dunia ini!Apa ini yang namanya keadilan? Ternyata fakta memang sulit untuk diterima.Tony dapat merasakan aura membunuh dari tatapan Caden. Keningnya spontan berkerut. Dia sedang berpikir apakah hari ini dia telah menyinggung Caden?Setelah berpikir beberapa saat, Tony masih tidak kepikiran. Dia pun berkata dengan sinis, “Kamu nggak berhak untuk ikut campur dalam soal pengobatanku. Aku bebas mau diobati dokter mana pun.”Caden menarik napas dalam-dalam, berusaha menekan keingi

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 886

    Tony bernapas terengah-engah. Pakaiannya sudah dibasahi keringat dingin. Dia merasa murka. Namun, keadaan Caden hari ini agak aneh. Jadi, dia tidak berani melawan.Tony menekan amarahnya dan menatap Melvin, lalu berkata, “Katakan apa yang kamu katakan padaku tadi kepadanya dengan jujur!”Melvin juga takut pada Caden. Dia melangkah maju dengan gemetar dan berujar, “Setelah Pak Tony meninggalkan studio dulu, ada beberapa pengawal yang datang untuk tangani masalah akhirnya. Waktu bersihkan lokasi, mereka temukan kakak adik yang bersembunyi dalam lemari. Adiknya sudah pingsan, tapi kakaknya masih sadar.”“Kakaknya menatap pengawal dengan ketakutan dan memeluk adiknya sambil menangis tersedu-sedu. Karena takut tangisan itu menarik perhatian orang di luar, pengawal pun hendak menghabisi mereka. Alhasil, ada seorang pria yang tiba-tiba masuk.”“Dia pakai nama Pak Darman untuk bawa kakak beradik itu pergi, juga kasih selembar cek dengan nominal yang sangat besar. Pokoknya, dia pakai segala car

Pinakabagong kabanata

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1580

    [ Astaga, apa kalian berdua benar-benar telah jadian? ]Kepala Camila berdengung. Dia tidak membalas pesan, melainkan memalingkan kepala untuk membelalaki Dylan. “Apa kamu gila! Apa aku pulang demi kamu? Aku pulang karena Bibi Lyana dan Paman Kevin! Lagi pula ….”Dylan memotongnya, “Bukannya sama saja pulang demi orang tuaku dengan pulang demiku? Lagi pula, semua itu juga masalahku!”“Apa bisa disamakan?”“Kenapa nggak bisa? Sama saja!”Camila menggertakkan giginya. Kalau bukan karena sedang mengendarai mobil, Camila pasti akan menendangnya!Jika mengatakan Camila pulang demi Lyana dan Kevin, Helen pasti tidak akan berpikir banyak. Dia tahu hubungannya dengan Lyana cukup dekat.Namun sekarang, Camila pulang demi Dylan. Masalah itu akan memicu prasangka orang-orang.Apalagi Dylan juga mengatakan dirinya tidak memiliki selera makan. Hanya karena masalah kecil ini, Camila malah diam-diam pulang. Bukannya semua itu adalah gerak-gerik yang dimiliki sepasang kekasih?Kekasih yang lagi diland

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1579

    Camila menjulingkan bola matanya. Dia mengendarai mobil sembari menghubungi Naomi.“Naomi, apa kalian sudah sampai di rumah sakit?”“Kami akan segera tiba. Apa kamu sudah lapar?”“Lapar sekali. Tapi kali ini, terjadi sesuatu sama aku dan Dylan. Kalau kamu nggak ada masalah lain, kamu tunggu kami di kamar pasien.”Naomi merasa penasaran. “Kalian mau keluar?”“Emm, kalau nggak ada masalah, seharusnya kita bisa kembali dalam waktu 40 menit.”“Oke, kalau begitu, aku tunggu kamu di kamar pasien.”“Emm, emm.”Ketika melihat Camila memutuskan panggilan, Dylan spontan berkata, “Apa kita bisa pulang dalam waktu 40 menit?”“Bisa.”Dylan melihat navigasi sekilas.“Sekarang masih ada 10 menit baru bisa tiba di kantor catatan sipil. Dari kantor catatan sipil ke rumah sakit sekiranya butuh waktu 30 menit. Apa kamu nggak perlu tatap muka sama Catherine?”Camila membalas, “Ketemuan sama dia juga nggak butuh waktu panjang.”Saat Dylan ingin mengatakan sesuatu, ponsel Camila berdering. Dia menerima pang

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1578

    [ Kak, siapa yang bikin video ini? Tolong lepaskan Kota Yorta! Ular keberuntungan Kota Yorta nggak boleh disebarluaskan lagi! ][ Kak, dunia Kota Yorta sudah runtuh. Mohon danai yang versi baru. ]Selesai warganet di Kota Yorta menangis, giliran warganet Kota Ciawi yang menangis.[ Kak, mohon selamatkan ular pemakan manusia kami! ]Selesai warganet Kota Ciawi menangis, giliran warganet Kota Gora menangis.[ Kak, mohon selamatkan kami. Kami kebanyakan makan kentang di rumah. Huhuhu. ]Selesai warganet Kota Gora menangis, giliran warganet Kota Howi yang menangis.[ Kak, saudara kami sudah pingsan di toilet karena menangis kebanyakan. Mohon selamatkan mereka. Kami nggak sanggup lihat ular keberuntungan kami lagi. ]Bahkan ada yang sengaja datang untuk berlutut memohon kepada orang berotoritas untuk menstabilkan dunia hiburan.Pihak berotoritas pun melakukan respons.[ Dia nggak berada di dunia hiburan, tapi kedudukannya di dunia hiburan nggak bisa tergoyahkan. ]Dylan bahkan tidak membaca

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1577

    Camila merasa penasaran. “Kenapa kamu tiba-tiba melepaskannya?”Dylan terdiam beberapa detik baru membalas, “Aku juga nggak tahu. Tiba-tiba aku bisa mengobrol masalah dia dengan terang-terangan.”Camila pun terdiam.Mereka berdua bertukar pandang selama beberapa saat. Tiba-tiba Dylan berdeham, lalu berkata, “Itu … kamu jangan sembarangan tidur di luar sana. Cara yang aku ajari sepertinya nggak terlalu bagus.”Camila terdiam membisu.Dylan menjelaskan, “Coba kamu lihat aku, aku sudah tidur dengan begitu banyak wanita, tapi aku tetap nggak bisa melepaskannya. Hari ini aku baru merasa bisa melepaskannya. Jadi, cara bermain di luar sana nggak efektif!”Topik pembicaraan ini membuat Camila merasa canggung. Dia pun memaksa dirinya untuk bertanya sekali lagi, “Sebenarnya bagaimana kamu bisa melepaskannya hari ini?”Dylan membalas, “Aku juga nggak tahu, mungkin aku sudah melepaskannya dari beberapa hari lalu. Semuanya terasa aneh, tapi aku yakin bukan karena tidur dengan yang lain. Pokoknya, k

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1576

    Biasanya rasa sedih di hati tidak akan dibicarakan kepada orang luar. Dylan sama sekali tidak memberi Furla kesempatan untuk berbicara. Dia pun berkata, “Jujur saja, sekarang kamu adalah orang yang paling menjijikkan di antara mantan-mantanku.”“Kita nggak usah omong kosong lagi. Semakin banyak kamu bicara, aku malah akan semakin kesal sama kamu! Kelak mohon jauhi aku, juga jauhi leluhurku. Coba saja kalau kamu mengganggunya lagi!”Terlintas ekspresi syok di dalam mata Camila.Furla malah melihat Dylan dengan takut. Kali ini, dia merasa syok hingga tidak berani bernapas.Pemikirannya dibongkar dengan terang-terangan. Furla bukan hanya merasa gugup, melainkan juga merasa lebih takut lagi!Siapa si Dylan itu? Hanya dengan menggerakan jari tangannya, dia pun bisa menghabisi Furla!Furla bahkan tidak berani bersuara sama sekali. Dia menopang dirinya untuk berdiri, lalu meninggalkan kamar pasien dengan keadaan berantakan.Suasana di dalam kamar pasien kembali hening ….Camila masih sedang m

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1575

    Dylan bersandar di ranjang pasien sembari meminum air. Setelah tenggorokannya tidak kering lagi, dia baru berkata, “Masalah aku sakit juga nggak ada hubungannya sama kamu. Kamu nggak usah berpikir kebanyakan, apalagi merasa bersalah. Kamu seharusnya tahu karakterku. Setiap kalinya aku akan putus dengan tegas, nggak suka tarik ulur. Kalau sudah putus, ya berarti kita sudah putus. Aku pasti nggak akan bersedih.”“Kita juga nggak mungkin akan baikan lagi. Aku nggak suka balikan dengan mantan. Jadi, aku dan kamu sudah nggak memungkinkan lagi.”Furla pun menangis. “Waktu itu, aku juga gegabah, makanya aku bisa kepikiran untuk putus sama kamu. Aku ….”Furla benar-benar tidak menyangka Dylan benar-benar tidak mencarinya!Selama beberapa hari ini, Dylan bahkan tidak mengirim pesan apa pun kepadanya!Dylan berkata dengan tersenyum, “Furla, aku memang gampang luluh sama cewek cantik, tapi aku hanya peduli dengan air mata pacarku.”“Kita berdua sudah putus. Nggak ada gunanya kamu menangis di hada

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1574

    Furla merasa putus asa. Dia meminta pengampunan kepada Dylan dengan menangis. “Dylan, selamatkan aku. Huhuhu ….”Tanpa menunggu buka mulut dari Dylan, Camila mengambil setangkai bunga mawar merah dari buket bunga bawaan Furla. Dia mengopek kelopak bunga, lalu memasukkannya ke dalam mulut Furla!“Enak?” Furla merasa kesal hingga air mata tidak berhenti mengalir.Camila menyembunyikan senyumannya. Ekspresinya kelihatan dingin. “Kelak, kalau kamu berani menyinggungku lagi, aku nggak akan kasih kamu makan bunganya, aku akan kasih kamu makan duri bunga mawar! Kalau kamu nggak percaya, kamu bisa coba!”Kedua mata Furla memerah. Dia sungguh ketakutan.Camila melepaskannya, lalu melempar tangkai bunga ke wajahnya.Duri di tangkai bunga itu mengenai pipi Furla. Furla pun tidak berani bersuara lagi.Camila berdiri, lalu berjalan ke sisi ranjang. Dia mengambil tisu basah untuk menyeka tangannya, lalu merapikan rambutnya sembari melihat ke sisi Dylan. “Aku sudah selesai ngobrol sama dia. Aku kelu

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1573

    Furla benar-benar tidak menyangka ada Camila di dalam kamar pasien. Dia menatap Camila selama beberapa saat, baru tersadar dari bengongnya. Setelah itu, dia menyapa dengan tersenyum, “Kak Camila ….”Camila tidak menghiraukan Furla. Dia hanya tersenyum sembari mengamati Furla saja ….Hari ini Furla berpenampilan sederhana. Dia hanya merias wajahnya dengan polos, menguncir tinggi rambutnya, dengan mengenakan set seragam santai dan sepasang sepatu kanvas.Furla bergaya anak sekolah hari ini, kelihatannya seperti anak SMA saja.Tiba-tiba Camila teringat dengan cinta pertama Dylan, gadis yang bernama Citrus itu. Camila pun tersenyum sinis sembari membatin, ‘Furla ini cukup pintar. Dia tahu memanfaatkan keunggulannya untuk mendapatkan rasa suka Dylan.’Dylan bisa bersama Furla karena dia mirip sama Citrus. Dia belum pasti tahu siapa si Citrus itu. Hanya saja, Furla pasti bisa menebak orang yang tidak bisa dilupakan Dylan hanyalah cinta pertamanya.Bagaimanapun, cinta pertama itu biasanya ter

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1572

    Camila berkata, “Aku menganggapmu sebagai teman.”Kening Dylan berkerut. “Itu berarti karena masalah malam itu. Bukannya kamu menegaskan untuk melupakannya?”Camila terdiam membisu.Suasana di dalam ruang pasien tiba-tiba terasa agak canggung.Iya, Camila terus menegaskan untuk melupakannya, tetapi dia sendiri yang tidak bisa melupakannya. Hanya saja, mereka pernah tidur bersama, bagaimana cara melupakannya?Hati Camila sungguh terasa penat. Dia tidak tahu bagaimana membalas dalam seketika. Untung saja ponselnya tiba-tiba berdering pada saat ini, membantunya memecahkan rasa canggung.Orang yang menelepon adalah Naomi. “Camila, aku dan Caden lagi dalam perjalanan ke rumah sakit. Kamu mau makan apa? Biar aku bawakan.”Camila tersenyum. “Aku baru saja berencana buat pesan makanan. Kalau kamu lewat, tolong singgah ke toko kue langganan aku buat beli beberapa potong kue dan bawakan boba buat aku. Oh, ya ….”Demi memecahkan rasa canggung, Camila berinisiatif untuk bertanya pada Dylan, “Kamu

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status