Fahmi juga terkejut mendengar permintaan ibunya, sontak ia melihat ke arah Rania yang masih terdiam dengan rasa kagetnya. Fahmi memang akan melamar Rania tapi tak mengira akan secepat ini sang ibu memintanya. Ia juga tak yakin Rania akan menerima pinangannya bila diburu-buru seperti ini.“Bu.. jangan terburu-buru begini, kasihan Rania, dia pasti perlu waktu, Bu”, Fahmi berusaha mengklarifikasi.“Ma-maaf Rania. Ibu tidak bermaksud apa-apa, jangan dipikirkan”, ucap Fahmi pelan. Rania mengangguk mengerti.“Nak Rania”, panggil Nyonya Lastri. Tangannya yang sedang dipegang Fahmi berusaha dia lepaskan, kini dia tengah mencari tangan Rania untuk digenggam.“Inggih Bu”, jawab Rania menunduk. Tangannya digengam erat oleh Nyonya Lastri sekarang.“Jawab Nak, apakah kamu mau menikah dengan putra Ibu? Ibu merestui kalian kalau kalian sudah saling mencintai”, tanya Nyonya Lastri dengan suara pelan.Rania tak dapat berkata-kata, ingin hatinya menjawab 'iya', tapi rasanya terlalu cepat karena ia belum
Huling Na-update : 2025-03-02 Magbasa pa