Home / Rumah Tangga / Berhasil Usai Bercerai / Kabanata 51 - Kabanata 60

Lahat ng Kabanata ng Berhasil Usai Bercerai: Kabanata 51 - Kabanata 60

65 Kabanata

Bab 51 - Kondisi Angela

“Aku tak mengira bisa secara tidak sengaja bertemu kamu disini Rania, tapi sejak tadi entah kenapa Angela terus menyebut nama kamu dan meminta aku untuk memanggil kamu. Aku bahkan tidak tahu kalau kamu juga berada di rumah sakit ini”, terang Aldi dengan suara rendah. Bagaimanapun juga Ia merasa tak enak hati dengan lelaki di sebelah Rania yang terus menatap tajam ke arahnya.Mendengar itu, Rania hanya melirik Aldi sekilas dan kembali menatap wanita malang di depannya. Tak terbayangkan bagaimana perasaan Rania saat ini melihat wanita yang dulu nampak cantik dan seksi itu kini memiliki wajah yang kusam dan jauh dari kata menarik. Wanita yang berhasil merebut suaminya kala itu dan membuatnya terusir dari rumahnya sendiri, yang kala itu berdiri dengan sombongnya di samping suaminya saat tubuhnya limbung ke lantai setelah di dorong oleh sang suami tepat setelah kata talak diucapkan. Wanita yang dulu dengan lantangnya menyebut dirinya penyakitan dan mandul kini tengah berada di hadapannya d
last updateHuling Na-update : 2025-03-02
Magbasa pa

Bab 52 - Keikhlasan Hati

“Ran, Ibu sudah siuman”, ucap Fahmi pelan. Ia tahu keadaan sedang tak baik di depannya. Walaupun tadi ia begitu membenci sikap Aldi tapi tak dapat dipungkiri, mengetahui kelsulitan yang tengah dihadapi Aldi membuat rasa benci hilang begitu saja.“kalau begitu ayo kita lihat”, ajak Rania cepat. Ia tidak mungkin menangguhkan kepentingan ibunya fahmi hanya demi dua orang yang pernah mengacaukan hidupnya dulu.“Tunggu Ran, apa ada yang harus kita bantu?”, tanya Fahmi sedikit berbisik.Rania menghela nafas dan berpikir dengan cepat. Ia sebenarnya sudah inginmembantu hanya tak tahu dari mana harus memulainya.“Apakah Ibu ini tidak memiliki kartu jaminan kesehatan?”, tanya Rania pada petugas.“Kartunya sudah lama mati, kepesertaanya sudah tidak aktif dalam waktu yang cukup lama, Bu”, jawab petugas itu jujur.“Beri kami sedikit waktu untuk bicara, mbak”, ucap Rania. Petugas itu mengangguk sopan lalu meninggalkan mereka.Rania memandang Aldi dengan sinis, “memangnya berapa yang kamu butuhkan?
last updateHuling Na-update : 2025-03-02
Magbasa pa

Bab 53 - Pingsan

Angela menggeleng tak percaya dengan apa yang didengarnya. Ia hanya mau Rania memaafkannya saja, dia tak berharap banyak untuk sembuh karena menyadari kondisi keuangan dan kesehatannya semakin memburuk dari hari ke hari. Ia sudah menyadari kesalahannya dan hanya ingin pergi dengan tenang.“Ka-kamu jangan membantuku lagi Rania, dulu kamu begitu baik terhadapku yang membiarkanku menikahi suamimu, tapi kebaikanmu kubalas dengan penghinaan dan pengkhianatan karena aku ingin menjadi satu-satunya untuk mas Aldi. Aku sudah begitu jahat terhadap kamu”, Angela terisak semakin keras sehingga tubuhnya bergetar.Rania menepuk-nepuk pundak Angela dengan pelan, berharap bisa mengurangi kesedihan yang dirasakan.“Tolong maafkan aku, Rania... dengan begitu aku akan pergi dengan tenang”, pinta Angela. Tertatih Angela bicara.Rania memejamkan matanya, tak terasa bulir air mata berkejaran membasahi pipinya yang mulus. Ternyata masih sesakit ini luka yang kurasa ya Allah, Rania membatin sedih. Aku belum s
last updateHuling Na-update : 2025-03-02
Magbasa pa

Bab 54 - Permintaan Ibu

Semua orang terkejut, termasuk Rania yang memanggil nama Angela beberapa kali dengan keras tapi tak ada hasil. Aldi juga menepuk pelan pipi Angela tapi tetap ia tak bangun. Fahmi menyuruh Aldi melapor pada suster untuk diberikan penanganan segera. Begitu suster tiba di depan mereka, Fahmi bicara.“Tolong beri pengobatan yang terbaik, saya mau melihat ibu saya dulu di ruang V05. Beliau baru selesai di CT scan”, ucap Fahmi pada suster. Suster itu mengangguk hormat, dia cukup tahu ruangan itu adalah ruangan VVIP yang ada di rumah sakit itu.Kemudian Fahmi menarik tangan Rania untuk mengikutinya. Ia cemas melihat Rania yang tampak pucat setelah Angela pingsan tadi. Rania hanya mengikutinya dengan pandangan kosong.**“Hasil CT scan menyatakan nyonya Lastri mengalami penyumbatan sedikit di kepala”, terang dokter Joseph pada Fahmi. Rania ikut mendengarkan dan tetap berdiri di samping Fahmi.Fahmi mengernyitkan dahi, “apakah Ibu saya terkena stroke, dok?”, tanya Fahmi ragu.Dokter mengangguk,
last updateHuling Na-update : 2025-03-02
Magbasa pa

Bab 55 - Dilamar

Fahmi juga terkejut mendengar permintaan ibunya, sontak ia melihat ke arah Rania yang masih terdiam dengan rasa kagetnya. Fahmi memang akan melamar Rania tapi tak mengira akan secepat ini sang ibu memintanya. Ia juga tak yakin Rania akan menerima pinangannya bila diburu-buru seperti ini.“Bu.. jangan terburu-buru begini, kasihan Rania, dia pasti perlu waktu, Bu”, Fahmi berusaha mengklarifikasi.“Ma-maaf Rania. Ibu tidak bermaksud apa-apa, jangan dipikirkan”, ucap Fahmi pelan. Rania mengangguk mengerti.“Nak Rania”, panggil Nyonya Lastri. Tangannya yang sedang dipegang Fahmi berusaha dia lepaskan, kini dia tengah mencari tangan Rania untuk digenggam.“Inggih Bu”, jawab Rania menunduk. Tangannya digengam erat oleh Nyonya Lastri sekarang.“Jawab Nak, apakah kamu mau menikah dengan putra Ibu? Ibu merestui kalian kalau kalian sudah saling mencintai”, tanya Nyonya Lastri dengan suara pelan.Rania tak dapat berkata-kata, ingin hatinya menjawab 'iya', tapi rasanya terlalu cepat karena ia belum
last updateHuling Na-update : 2025-03-02
Magbasa pa

Bab 56 - Tiga Belas Tahun

Jam 05.30 Fahmi kembali ke kamar dengan membawa minuman hangat dan roti untuk Rania.“Terima kasih, Pak Fahmi”, ucap Rania saat menerima makanan dari Fahmi.“Sama-sama”, jawab Fahmi.Mereka sarapan bersama hingga tak lama terdengar pintu diketuk, pelayan membawakan sarapan untuk pasien dan penunggu.“Terima kasih, suster”, ucap Rania.“Dengan senang hati, Ibu”, balas suster tersebut dengan sopan.Fahmi meminta Rania membuka makanan dan memberikannya pada sang ibu. Rania menurut. Ia dengan telaten mulai menyuapi Nyonya Lastri yang sebenarnya belum mau makan, namun Rania cukup senang karena Nyonya Lastri tetap makan walau hanya sedikit. Itu dilakukan nyonya Lastri karena tak mau mengecewakan Rania yang terlihat begitu bersemangat menyuapi dirinya, meskipun nyatanya ia harus makan dengan terpaksa.Setelah selesai, Rania membereskan bekas kotak dan piring makanan lalu menaruhnya di nakas tempat menaruh piring kotor dekat pintu keluar. Rania lalu kembali menghampiri Fahmi dan ibunya di temp
last updateHuling Na-update : 2025-03-02
Magbasa pa

Bab 57 - Kesempatan

“Siapa yang sudah mencintai saya selama tiga belas tahun?”, tanya Rania tanpa mengalihkan pandangannya dari Fahmi. Ia tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Tak terasa mobil hampir memasuki komplek perumahan Rania.Fahmi mengurangi laju mobilnya perlahan kemudian menghentikannya di pinggir jalan.“Aku”, jawab Fahmi yakin sambil menatap lekat wanita di depannya. “Hah?”, Rania reflek menutup mulut dengan tangannya. Wajah herannya nampak begitu menggemaskan di mata Fahmi.Fahmi menarik nafas dan membuangnya perlahan. Ia mencoba mengumpulkan keberanian yang selama ini selalu menguap entah kemana saat berhadapan dengan Rania. Padahal dia adalah pemimpin yang kemampuan berbicaranya tak perlu diragukan lagi, tapi di depan Rania, untuk mengungkapkan perasaan saja musti dibantu ibunya segala untuk melamar, ah mengingat itu Fahmi jadi malu sendiri.“Aku sudah jatuh cinta sama kamu kira-kira beberapa bulan setelah kamu mulai bekerja di kantor dulu. Waktu itu kamu belum menikah dan jika kuhitu
last updateHuling Na-update : 2025-03-03
Magbasa pa

Bab 58 - Mencari Rania

Dokter menggeleng lemah melihat kondisi Angela, dia tahu tidak ada harapan lagi untuk menyembuhkannya. Berbagai cara sudah dilakukan tapi nafas Angela tetap tak terdengar, detak jantungnya sudah tak ada sejak tiga puluh menit yang lalu walau sudah diupayakan menggunakan alat defribillator untuk memberikan kejutan listrik ke jantungnya. Dokter dan suster saling menatap putus asa karena tak bisa melakukan apa-apa lagi."Pak Aldi, tolong hubungi orang yang dirasa penting untuk bu Angela. Apakah orang tuanya masih ada?", tanya sang dokter.Aldi menggeleng lesu. "Bu Angela butuh seseorang yang bisa membangkitkan semangatnya untuk hidup, entah siapa tapi saya yakin ada yang benar-benar ditunggu oleh bu Angela", ucap dokter lagi.Aldi menarik nafas dan membuangnya perlahan."Mungkin saya tahu ada orang yang sangat ingin ditemuinya, dok", jawab Aldi."Tidak ada salahnya mencoba, Pak Aldi. Silahkan dihubungi", pinta sang dokter. Aldi mengangguk sambil membuka daftar kontak di ponselnya."Kala
last updateHuling Na-update : 2025-03-16
Magbasa pa

Bab 59 - Curahan Hati Angela

Rania dan Fahmi tiba di depan kamar rawat Angela. Aldi mempersilahkan masuk.Kondisi Angela semakin memprihatinkan.Rania mulai mendekati Angela, ia memanggil Angela dengan berbisik di telinga kanannya, satu tangannya menggenggam tangan kanan Angela, ia berharap Angela bisa merasakan kehadirannya."Angela... Angela", panggil Rania. Tak ada jawaban, Angela masih tak sadarkan diri. Fahmi berdiri di samping Rania memberi kekuatan bagi wanita di sebelahnya. Aldi memperhatikan istrinya yang tertidur pulas, bibirnya terlihat pucat pasi, entah apa Angela masih punya kesempatan untuk hidup dan berbicara lagi dengan Rania, ia benar-benar tak tahu. Sesekali ia melirik ke arah Rania dan Fahmi, melihat lelaki itu begitu lembut saat berbicara dengan mantan istrinya, ada sejengkal rasa cemburu merajai hatinya. Penyesalah dirasakan menyeruak dari dasar hatinya mengingat masa dulu dirinya pernah mengkhianati ketulusan wanita itu, wanita penurut yang begitu ingin berbakti padanya, yang sayangnya semua
last updateHuling Na-update : 2025-03-18
Magbasa pa

Bab 60 - Hamil

Dokter datang memeriksa keadaan Angela, ia cukup heran dengan kemajuan yang ditunjukkan perempuan itu. Padahal sebelumnya sudah segala cara dikerahkan supaya pasien ini sadar dari pingsannya tapi tak juga menunjukkan hasil apa-apa. Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah tak adanya detak jantung dalam waktu yang relatif lama dimana grafik pada layar sempat stagnan berada di garis lurus, makanya ia mulai menyerah dan meminta Aldi untuk menghubungi orang-orang terdekatnya supaya Angela bisa pergi dengan tenang disaksikan keluarga agar tidak ada penyesalan.Dia juga merasa heran kenapa Aldi sebagai suami tidak mengatakan padanya kalau istrinya ini sedang hamil, sehingga dari awal dokter di rumah sakit pun tidak mereferensikan Angela ke dokter kandungan untuk memeriksa kondisi kehamilannya. Entah apa yang ada di pikiran sang dokter, image Aldi sebagai seorang suami memang sudah tampak jelek sejak bermasalah dari awal kedatangannya di rumah sakit ini. Tidak memiliki biaya tapi gayanya selan
last updateHuling Na-update : 2025-03-21
Magbasa pa
PREV
1234567
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status