All Chapters of Terlambat! Hatiku Tak Lagi untuk Kalian: Chapter 21 - Chapter 30

50 Chapters

Bab 21

Waldo Sentana adalah teman dekat Berto dan sekarang, dia datang untuk melihat bagaimana kondisi temannya itu. Dia tidak menyangka akan melihat adegan seperti ini, jadi dia langsung mendekat.Topengnya jatuh! Wenny terkejut, tak peduli lagi apa yang baru saja mengenai wajahnya, dia buru-buru membungkuk untuk memungutnya.Setelah mengenakan topengnya kembali, baru hatinya sedikit tenang, dan pada saat itulah Berto berjalan menghampiri.Wenny hampir saja menjerit kaget!Ya ampun!Apakah tadi Berto melihat wajahnya tanpa topeng?Bagaimana jika dia melihatnya?Wenny benar-benar panik!Sambil menarik napas gugup, dia menatap Berto. Namun, melihat ekspresi Berto tetap tenang dan wajah tampannya tidak berubah sama sekali, hatinya langsung merasa agak lega.Jadi, dia tidak menyadari. Jika dia sadar, pasti akan bertanya.Wenny diam-diam menghela napas lega, kemudian melihat ke dalam ruangan.Namun, tiba-tiba Berto berkata, "Sepertinya kamu sangat takut padaku. Kalau aku nggak salah, ini pertama
Read more

Bab 22

Mendengar tentang hal ini, mata Pak Dharma sampai merah saking senangnya!Waldo adalah cucu kesayangannya, namun pria itu menderita depresi. Selama bertahun-tahun, Pak Dharma telah mencoba berbagai cara untuk mengobati Waldo, tetapi semua usaha itu sia-sia.Pak Dharma menarik napas dalam-dalam, lalu berkata, "Nona Sheila, kamu sudah sangat membantuku, ini sedikit niat baik dari aku, kamu harus menerima."Tak lama setelah itu, pelayan di sampingnya bertepuk tangan. Pintu kamar terbuka, dan sekumpulan pelayan masuk dengan berbaris.Setiap pelayan datang membawa nampan yang berisi berbagai perhiasan emas dan perak!Ada perhiasan giok berkualitas terbaik, kalung mutiara yang berkilau, batu permata koleksi langka, lukisan dari seniman terkenal, dan terakhir sebuah cek senilai 20 miliar.Melihat semua ini, Wenny berusaha menahan emosinya, namun di dalam hati dia sangat menyesali dirinya!Bodoh sekali!Apa yang telah dia lakukan selama lima tahun ini! Apa yang dia lakukan!Jika dia tidak meng
Read more

Bab 23

Setelah sekali lagi ditolak, mata Berto yang dalam dan gelap memandangnya dengan lebih penasaran.Wanita itu sepertinya sangat menentangnya.Ingin mendapatkan uang darinya, tetapi tidak ingin bersikap ramah padanya.Setelah berpikir lagi sejenak, rasanya dia tidak pernah menyinggung perasaan wanita itu.Melihat dia sedang makan perlahan, Berto tiba-tiba bangkit dan mengambil beberapa potong kue dari meja hidangan, lalu menaruhnya di depannya."Nona Sheila, jangan buru-buru menolak. Kamu bisa pikirkan lagi."Dia mengamati wanita itu dengan tenang. Meski Wenny mengenakan topeng, perubahan ekspresi di matanya tidak bisa lolos dari pandangan Berto!Pandangan Wenny melayang di atas kue-kue itu, lalu setelah melihat sebuah kue dengan stroberi, matanya langsung menunjukkan ekspresi tidak suka.Berto menangkap momen ini!Mata lonjongnya menyipit sedikit, dan sebuah kilatan gelap melintas di matanya!Wenny tidak ingin berbicara lebih banyak dengannya, dia langsung bangkit dan pergi.Sebagai Non
Read more

Bab 24

Lima tahun yang lalu, insiden itu membuatnya terikat dengan Berto. Keluarga Syahreza dan keluarga Liwardi pun bekerja sama, menciptakan situasi yang saling menguntungkan.Namun, keluarga Syahreza sangat tidak puas.Mereka merasa Wenny telah mempermalukan mereka.Seorang putri keluarga kaya, menggunakan cara seperti itu untuk menaikkan posisi?Selama itu, banyak orang yang mencemooh keluarga Syahreza di belakang, sampai Wenny pun takut untuk pulang. Setiap kali pulang, yang dia hadapi hanya cercaan dan hinaan.Namun, sekarang dia ingin bercerai, mereka malah tidak setuju.Kenapa setiap orang makin sulit untuk diajak kompromi?"Gawat, ada orang yang datang ke rumahmu."Tiana berseru tiba-tiba.Wenny mengernyit. "Apa maksudmu?"Tiana mengeluarkan ponsel dan memberikannya kepada Wenny, menunjukkan gambar dari kamera pengawas di depan rumahnya.Seorang pria berjas hitam sedang menekan bel pintu.Wenny memicingkan matanya. Setelah mengenali pria itu, matanya langsung menyipit lagi, keringat
Read more

Bab 25

"Nona Sheila."Saat suasana makin tegang, pelayan Pak Dharma datang mendekat dengan senyum di wajahnya dan berkata, "Pak Dharma ingin berbicara pada Anda, silakan ikut saya."Wenny mengangguk santai, mengikuti pelayan tersebut ke lantai atas.Namun, tiba-tiba, pergelangan tangannya langsung dicengkeram. Berto berkata dengan suara dalam, "Wenny, aku panggil kamu, apa nggak dengar?"Wenny berbalik dan langsung mengangkat tangan, siap menampar wajahnya!Berto segera menghindar, melepaskan genggamannya dari tangan Wenny."Pak, apa kamu nggak terlalu berlebihan? Sejak di lift aku sudah menolakmu dengan tegas, tapi kamu terus saja mengganggu. Apa kamu nggak mengerti bahasa manusia? Aku sarankan kamu belajar lagi pendidikan wajib sembilan tahun dan pelajari budaya dengan baik!"Walaupun saat itu dia memakai topeng, kemarahannya tetap bisa terasa. "Dan soal kamu yang terus menerus menyebut nama Wenny, apa aku harus kenal dia? Atau kamu kira aku adalah dia? Aku nggak kenal orang itu, kamu salah
Read more

Bab 26

Wenny: [?]Setelah mendengar ucapan Berto, Wenny begitu geram sampai-sampai menyumpahi keluarga pria itu turun-temurun!Sungguh jahat!Baru dimaki sedikit saja, Berto langsung mau memutus rezekinya!Lalu, bagaimana dengan lima tahun masa mudanya?Bagaimana dengan semua hal buruk yang pria itu lakukan padanya?Bagaimana cara dia membalas semuanya?Makin dipikirkan, dia makin marah, sekaligus merasa sedih. Kenapa nasibnya seburuk ini?Saat menjadi Wenny, perceraian mereka saja sudah tidak berjalan lancar. Sekarang, sebagai Nona Sheila, dia malah membuat Berto murka.Tahun yang sial!Wenny pulang ke vila keluarga Syahreza tanpa semangat. Dia melepas topengnya, menelan satu pil, lalu suaranya kembali seperti semula.Dia mengucapkan terima kasih kepada sopir, lalu turun dari mobil dan pergi.Di dalam vila, semua lampu menyala terang.Begitu masuk ruang tamu, Wenny melihat Melani duduk di sofa. Wajahnya yang cantik terlihat dingin.Wenny langsung duduk di sofa satu dudukan dan berkata, "Apa
Read more

Bab 27

Berto: [Wenny, buka pintunya.]Tangan Wenny sedikit gemetar!Apa maksudnya ini?Berto ada di depan rumahnya?Secepat itu dia langsung datang ke rumahnya!Dia memang masih curiga.Detik berikutnya, pesan dari Tiana masuk. Sebuah tangkapan layar dari kamera keamanan rumahnya. Sosok tinggi Berto berdiri di depan pintu. Meski hanya dari kamera, aura menekannya tetap terasa.Wenny: [Aku sudah tahu.]Tiana: [Terus, apa rencanamu?]Wenny: [Nggak ada rencana, santai saja.】Tiana: [ .... ]Menutup jendela obrolan dengan Tiana, Wenny menggigit bibir.Sekarang gimana?Kalau dia tidak buka pintu, Berto bisa saja nekat mendobrak pintu untuk memastikan kecurigaannya.Kalau sampai itu terjadi, habislah sudah!Wenny mondar-mandir di kamarnya sambil berpikir keras, lalu akhirnya memutuskan untuk bertaruh.Dia langsung menelepon Berto."Kamu ke sini buat bahas soal perceraian?"Begitu telepon tersambung, dia langsung bicara. Suaranya tetap lembut, tetapi nadanya tetap sedingin sebelumnya.Berto berdiri
Read more

Bab 28

Tiana terus memperhatikan rekaman CCTV di tempat itu. Begitu melihat Berto pergi bersama orang-orangnya, dia langsung memberi tahu Wenny.Wenny langsung menghela napas lega. Nyaris saja! Perasaan lega karena selamat dari maut begitu kuat menyelimutinya.Dia menekan tombol pesan suara dan berkata, "Kamu tahu nggak? Aku sampai keringat dingin! Aku harus mandi dulu. Dasar pria berengsek! Aku harus bercerai, dia terlalu berbahaya!"Tiana berkata dengan santai, "Bukan cuma cerai, kamu juga baru saja menutup peluang yang baru mulai terbuka lagi."Wenny berkata santai, "Aku mau mandi."Satu masalah selesai, masalah lain sudah menunggu untuk diselesaikan.Huh ....Setelah mandi, Wenny berbaring di tempat tidur. Perasaannya sudah lebih tenang sekarang. Dia harus memikirkan cara tercepat untuk bercerai.Apakah keluarga Syaherza setuju atau tidak, itu tidak ada urusannya dengan dia. Jika dia ingin bercerai, tak ada yang bisa menghalangi!Saat sedang berpikir, tiba-tiba ponselnya berdering. Dia me
Read more

Bab 29

Apa yang baru saja dia lihat?Di dalam ruangan dengan pencahayaan hangat, tubuh kecil Chiro terbaring di pelukan Yuna. Tangannya yang kecil menggenggam erat tangan wanita itu, seolah mencari perlindungan. Wajahnya merah merona karena demam, alisnya pun berkerut dalam.Dengan lembut Yuna mengusap punggungnya, sesekali memeriksa dahinya, memastikan panasnya sudah turun.Berto duduk di sisi tempat tidur, alisnya berkerut sambil menatap Chiro. Ekspresi dinginnya sedikit melembut, memperlihatkan sedikit kekhawatiran."Mama ...."Dalam suasana yang tenang, suara Chiro yang serak dan lembut terdengar samar-samar.Yuna langsung memeluknya lebih erat. "Nggak apa-apa, Chiro. Kamu akan segera sembuh."Tangan Wenny mencengkeram bingkai pintu, kuku-kukunya hampir menancap ke dalamnya!Sakit sekali. Rasanya seperti ada ribuan pisau datang dari segala arah, menusuk dalam ke jantungnya.Rasa perih yang menyesakkan menyebar naik hingga ke matanya, dia cepat-cepat mengedipkan mata untuk menenangkan diri
Read more

Bab 30

Wenny benar-benar ingin membuka hati Berto dan melihat apa yang sebenarnya dia inginkan!Cinta sejatinya sudah ada di situ, tetapi dia tidak menemani mereka, malah keluar mengejarnya. Kenapa?Apa maunya, sih?Jari-jari Wenny sedikit gemetar, emosinya bergejolak di dalam dadanya. Dia merasa mungkin dia tidak bisa berpura-pura lagi.Untungnya, angin malam yang agak dingin bertiup, mengacaukan perasaannya yang hampir meledak, juga membuat hatinya sedikit tenang.Dia berkedip tanpa rasa bersalah dan berkata, "Aku sudah melihatnya, kok."Masih dengan ekspresi tidak peduli itu, matanya bahkan tidak menunjukkan sedikit pun rasa khawatir terhadap Chiro.Berto sangat tidak suka dengan Wenny yang kehilangan ingatannya ini!Pria itu menggenggam pergelangan tangan Wenny, urat-urat di punggung tangannya terlihat jelas. Matanya yang hitam menatap wanita itu dengan tajam. "Dia masih demam.""Oh." Wenny mengangguk, lalu berkata, "Kasih obat dulu, kalau nggak berhasil, langsung bawa ke rumah sakit saja
Read more
PREV
12345
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status