Malam larut, dan Julian tak kunjung tertidur. Pria itu kini hanya menatap Amber yang sudah lebih dulu tidur. Dia merasa tenang, karena Amber sudah tidur. Paling tidak, meski dirinya tak bisa tidur, tapi Amber sudah terlelap. Hal itu membuat ketenangan dalam dirinya. Hari ini adalah hari yang sangat berat dilalui oleh Amber. Meski Julian sedikit marah pada Amber yang pergi tanpa izin, tetapi pria itu mengerti bahwa kondisi terdesak yang membuat Amber bebuat nekat. Lepas dari apa yang terjadi, pria itu cukup merasa lega Amber dan kembar dalam keadaan baik-baik saja. Tiba-tiba, saat Julian sedang melamun menatap Amber, tatapannya teralih pada ponselnya yang di atas meja, dan terus bergetar. Detik itu juga, pria itu mengambil ponselnya yang ada di atas meja, dan menatap nomor Mark, asisten pribadinya yang menghubunginya. Tanpa pikir panjang, Julian menjawab panggilan itu. “Ada apa, Mark?” tanya Julian dingin, kala panggilan sudah terhubung. “Tuan, maaf mengganggu Anda di malam hari.
Terakhir Diperbarui : 2025-03-16 Baca selengkapnya