Semua Bab One Night Stand With A Billionaire: Bab 71 - Bab 80

82 Bab

Bab 71. Selalu Ada Ketenangan di Balik Badai yang Kencang

Mike dan Anette terus berontak di kala polisi menarik mereka. Pun anak buah mereka yang tersisa berhasil dibawa oleh polisi. Sementara Clara tewas ditempat akibat terjatuh dari lantai atas. Tentu Amber kini masih mengalami trauma berat. Sejak tadi, Amber terus ada dipelukan Julian. “Mommy, Daddy.” Victor dan Violet langsung menghamburkan tubuh mereka ke dalam pelukan kedua orang tua mereka. Tampak jelas kembar begitu bahagia kembali berkumpul dengan orang tua mereka. Julian dan Amber membalas pelukan kembar, dan Amber yang tadi masih menangis mulai terobati di kala mendapatkan pelukan dari kembar. Baik Julian dan Amber lega karena semua sudah berakhir. “Kalian baik-baik saja, kan?” Tiba-tiba seorang pria paruh baya muncul, bersamaan dengan Jessie, dan sukses membuat Julian dan Amber terkejut. “Dad? Kau di sini?” Julian tak menyangka ayahnya datang. Entah dari mana ayahnya tahu tentang kejadian yang menimpa Amber dan kembar. Namun yang pasti kedatangan sang ayah membuatnya benar-be
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-16
Baca selengkapnya

Bab 72. Meminta Keterangan Lebih Lanjut 

Malam larut, dan Julian tak kunjung tertidur. Pria itu kini hanya menatap Amber yang sudah lebih dulu tidur. Dia merasa tenang, karena Amber sudah tidur. Paling tidak, meski dirinya tak bisa tidur, tapi Amber sudah terlelap. Hal itu membuat ketenangan dalam dirinya. Hari ini adalah hari yang sangat berat dilalui oleh Amber. Meski Julian sedikit marah pada Amber yang pergi tanpa izin, tetapi pria itu mengerti bahwa kondisi terdesak yang membuat Amber bebuat nekat. Lepas dari apa yang terjadi, pria itu cukup merasa lega Amber dan kembar dalam keadaan baik-baik saja. Tiba-tiba, saat Julian sedang melamun menatap Amber, tatapannya teralih pada ponselnya yang di atas meja, dan terus bergetar. Detik itu juga, pria itu mengambil ponselnya yang ada di atas meja, dan menatap nomor Mark, asisten pribadinya yang menghubunginya. Tanpa pikir panjang, Julian menjawab panggilan itu. “Ada apa, Mark?” tanya Julian dingin, kala panggilan sudah terhubung. “Tuan, maaf mengganggu Anda di malam hari.
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-16
Baca selengkapnya

Bab 73. Siasat Julian 

Amber terpaku diam di tempatnya, menatap Anette yang berdiri di hadapannya dan memakai baju tahanan. Pun tangan ibu tirinya itu kini telah diborgol. Tatapan mata Amber menatap ibu tirinya itu dengan penuh arti khusus. Dia tak pernah sama sekali menyangka akan kembali bertemu dengan Anette setelah kejadian ibu tirinya itu melarikan diri, tetapi ternyata sosok Anette kembali muncul. Sebuah kejadian yang tak pernah sama sekali dirinya sangka. Amber berada di ruangan itu tidak hanya sendiri, ada Julian yang setia menemaninya. Tentu Julian tak mungkin mengizinkan Amber bertemu sendiri dengan Anette. Hal buruk mungkin saja terjadi, dan tugas Julian adalah selalu menjaga Amber dengan baik di mana pun itu. “Jika kau ke sini hanya untuk menghinaku, lebih baik kau pergi!” usir Anette tegas pada Amber, meminta untuk pergi. “Jaga bicaramu, Nenek Tua!” tegur Julian penuh peringatan. Amber menyentuh tangan Julian, meminta pria itu untuk tenang dan tak meladeni ucapan gila Anette. “Aku ke sini
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-16
Baca selengkapnya

Bab 74. Selalu Ingin Kau di Sisiku 

Amber membuka kedua matanya di kala sudah terbangun dari tidurnya, tatapannya mengendar ke sekitar—melihat ke jam dinding waktu menunjukkan pukul delapan malam, tapi dia belum melihat keberadaan Julian. Dia meraih ponsel, bermaksud ingin menghubungi Julian, tetapi belum juga dia menghubungi, ternyata pintu kamar terbuka—dan Julian muncul di ambang pintu. “Julian? Akhirnya, kau pulang.” Amber tersenyum lega melihat Julian pulang, dia mendekat dan memberikan pelukan hangat. “Maaf, membuatmu menunggu.” Julian membalas pelukan Amber, dan mengecupi puncak kepala wanita itu. Amber mendongak, menatap hangat Julian. “Apa Mark membahas pekerjaan padamu?” tanyanya ingin tahu. Julian membelai pipi Amber lembut. “Ya, ada beberapa hal mengenai pekerjaan yang dibahas Mark. Amber, ada yang ingin aku beri tahu.” “Kau ingin memberitahuku apa, Julian?” tanya Amber lembut. Julian menarik dagu Amber, mencium dan melumat lembut bibir wanita itu. “Besok kita harus datang ke pemakaman Clara.” Raut wa
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-17
Baca selengkapnya

Bab 75. Membeli Kembali Perusahaan Amber yang Hilang 

Suasana kafe di Manhattan tampak sunyi dan tentram. Beberapa pengunjung datang, dan tak menimbulkan suara berisik. Bisa dikatakan kafe itu memang tidak terlalu banyak pengunjung. Namun, meski tak terlalu banyak pengunjung—kafe itu memiliki desain klasik yang luar biasa menakjubkan. “Kau Tuan Johan Maes?” tanya Julian, dengan nada dingin di kala tiba di hadapan sosok pria bernama ‘Johan Maes’. Johan mengangguk singkat. “Kau Julian Kingston yang mengajakku bertemu?” balasnya, dengan nada tenang. Julian duduk di hadapan Johan. “Aku senang kau ada di New York, jadi pertemuan kita bisa berlangsung lebih cepat.” Julian meminta Mark untuk mengatur pertemuan dengan Johan Maes—pria asal Belgia—yang menahan perusahaan keluarga Amber. Beruntung Johan sedang ada di New York, jadi Julian bisa segera bertemu dengan pria itu. Johan mengambil wine yang ada di atas meja, dan menyesap perlahan. “Asistenmu Mark bilang kau ingin membahas sesuatu hal yang menguntungkan. Aku lihat profil perusahaanmu
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-17
Baca selengkapnya

Bab 76. Hanya Amber yang Diinginkan Julian 

“Yeay! Daddy dan Mommy sudah datang!” Victor dan Violet berseru riang gembira melihat kedua orang tuanya datang. Mereka berlari, menghamburkan tubuh mereka pada kedua orang tuanya itu. Julian dan Amber tersenyum hangat mendapatkan sambutan dari anak kembar mereka. Bisa dikatakan Julian dan Amber sudah tak sabar bertemu dengan anak kembar mereka yang belakangan ini dititipkan di rumah kedua orang tua Julian. “Selama bersama Grandpa dan Grandma kalian jadi anak yang patuh, kan?” tanya Amber seraya membelai pipi Victor dan Violet dengan lembut. Victor menoleh menatap Violet. “Mommy, aku selalu patuh. Violet suka nakal, Mommy. Violet tidak patuh pada Grandpa dan Grandma.” Violet berdecak kesal di kala Victor menyalahkan dirinya. “Aku ini anak yang patuh, Victor! Kau jangan sembarangan bicara.” Victor mengulurkan lidahnya, meledek Violet. “Kau menyebalkan!” Violet hendak memukul Victor, tetapi Amber segera menahan tangan Violet. “Violet, sudah jangan seperti itu,” kata Amber menging
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-18
Baca selengkapnya

Bab 77. Mendapatkan Restu 

Amber membantu Gracey dan pelayan yang menghidangkan makanan ke atas meja makan. Banyak menu makanan lezat yang terhidang. Tampak kembar riang sejak tadi riang dan tak sabar untuk menikmati makanan lezat itu. Namun, sayang di kala kembar riang, Amber malah terlihat muram. “Amber, ayo kita makan. Kembar sudah tidak sabar,” ajak Gracey lembut, mengajak Amber untuk makan bersama. Amber terdiam sebentar. “Tapi, Julian dan Tuan James masih belum turun, Mom. Lebih baik kita tunggu mereka saja.” Gracey tersenyum hangat. “Kau sebentar lagi akan menikah dengan Julian masih saja memanggil James dengan sebutan Tuan James. Harusnya kau memanggil ayah Julian itu dengan sebutan Daddy, Amber.” Amber belum merespon ucapan Gracey. Tentu selama ini dia tidak berani memanggil James dengan panggilan ‘Daddy’, karena dia sadar bahwa selama ini James tidak pernah menyukai dirinya. Gracey yang melihat Amber melamun, langsung menyentuh bahu Amber. “Lebih baik kita makan dulu. Tidak usah tunggu Julian dan
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-18
Baca selengkapnya

Bab 78. Mengembalikan Kalung Pada Sang Pemilik 

Amber dan Julian bersama kembar sudah pulang. Tinggal Gracey dan James berdua di mansion megah mereka. Tampak pasangan suami istri yang sudah tidak lagi muda itu terus berpelukan. Lebih tepatnya Gracey tak ingin melepaskan pelukannya pada James. “Jika kau terus menerus memelukku seperti ini, aku bisa mati karena sesak napas,” ucap James dingin, dengan raut wajah datar. Gracey langsung mengurai pelukannya, menatap hangat sang suami. “Maaf, aku terlalu senang akhirnya kau memberikan restu untuk putra kita menikahi Amber. Aku sangat bahagia, Sayang.” “Aku hanya melakukan apa yang sudah seharusnya aku lakukan,” jawab James lagi masih dengan nada dingin. Gracey tersenyum lembut. “Saat aku mendengar kau memanggil polisi untuk membantu Julian menyelamatkan Amber, aku sangat bahagia. Aku selalu berdoa pada Tuhan agar kau bisa memberikan restu agar Amber dan Julian menikah. Ternyata Tuhan benar-benar mendengar apa yang aku doakan. Terima kasih, Sayang.” Sebelumnya, Gracey sudah tahu tenta
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-18
Baca selengkapnya

Bab 79. Kejahatan Tidak Pernah Menang 

Kabar rencana pernikahan Amber dan Julian sudah tersebar di seluruh media. Pemberitaan sebelumnya yang heboh karena kematian Clara, mulai tergantikan dengan berita kebahagiaan rencana pernikahan Amber dan Julian. Dua insan saling mencintai itu bahkan tidak jarang mengumbar kemesraan di publik. Mereka saling menunjukkan cinta mereka yang luar biasa. Ya, ini bagaikan kisah yang tak pernah Amber sangka dalam hidupnya. Wanita cantik itu tidak pernah mengira akan bertemu kembali dengan Julian, dan melanjutkan kisah mereka yang berawal dari sebuah hal yang tak mungkin. Amber dulu terpuruk di saat ayahnya meninggal dunia. Dia merasakan sendiri di dunia. Sampai semua berubah di kala dirinya bertemu dengan Julian—membuatnya dan Julian terlibat hubungan yang sangat rumit. Seperti permainan takdir yang tak disangka-sangka. Hubungan Amber dan Julian tidak seperti kisah romansa yang lain. Mereka penuh lika-liku. Bahkan kejadian buruk kerap menghantam hubungan mereka, tetapi untungnya takdir mem
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-19
Baca selengkapnya

Bab 80. Mengunjungi Makam Kedua Orang Tua Amber

Amber menyambut kedatangan Julian. Wanita cantik itu memberikan kecupan dan pelukan di tubuh pria yang sangat dia cintai itu. Waktu menunjukkan pukul lima sore, dan Julian baru saja kembali ke kantor. Sementara kembar sudah pulang dijemput oleh sopir. “Kembar di mana?” tanya Julian seraya mengurai pelukan Amber, tapi memberikan kecupan di kening wanita itu. “Kembar sedang di ruang belajar. Mereka sedang menyelesaikan tugas-tugas mereka,” jawab Amber sambil membantu meletakan jas Julian ke tempat pakaian kotor. “Julian, bagaimana harimu di kantor? Semua baik-baik saja, kan?” tanyanya hangat. Julian melepaskan arlojinya, meletakan ke tempat penyimpanan arloji. “Ya, pekerjaanku semua baik. Tadi, ayahku mengubungiku, memintaku untuk tidak terlalu banyak memikirkan pekerjaan. Ayahku memintaku fokus pada rencana pernikahan kita. Tapi, aku sudah menjelaskan padanya, rencana pernikahan kita semua sudah diurus dengan baik. Mark banyak membantuku.” Amber mendekat, memeluk Julian dari belak
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-19
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status