Sari terperanjat, lalu buru-buru menarik tangan Ayu dari rambut Fatma. "Ayu! Kamu apa-apaan sih?! Lepasin!"Napas Ayu memburu, jemarinya masih mencengkeram erat. Di belakang mereka, Arjuna terus menangis, tangisannya menusuk telinga, mencerminkan luka yang sama di hati Ayu.Ayu akhirnya melepaskan rambut Fatma dengan kasar. Napasnya masih tersengal, matanya menatap tajam ke arah dua pengasuh itu."Gendong Arjuna. Sekarang!" suaranya dingin, nyaris seperti perintah. "Kalau kalian masih memperlakukan si kembar seperti ini, aku gak akan segan-segan kasih pelajaran."Fatma mengusap kepalanya yang masih terasa nyeri, raut wajahnya menunjukkan keterkejutan sekaligus ketakutan."Ayu... Kamu kok jadi begini, sih?" tanya Sari, suaranya melemah.Ayu menatap mereka tanpa ragu. "Kalian yang memaksa aku jadi begini," ujarnya, suaranya bergetar, bukan karena takut, tapi karena penuh tekad. "Aku gak pernah berbaik hati pada orang yang zalim. Da
Huling Na-update : 2025-03-27 Magbasa pa