All Chapters of Kebangkitan Istri yang Kau Khianati: Chapter 11 - Chapter 20

52 Chapters

11 - Kebohongan Putra

Dua bulan berlalu sejak kejadian nahas yang menimpa Hanna.Sayangnya, kondisi Hanna stagnan.Makin lama, tagihan rumah sakit semakin menumpuk. Kepala Putra rasanya ingin pecah memikirkannya.Perkataan ibunya pun terus terngiang di kepalanya.“Lepaskan Hanna. Tanda tangani surat yang menyatakan kalau kamu akan melepas alat-alat bantu itu,” ucap Nena tempo lalu. “Atau ceraikan saja dia dan mulai hidup yang baru.”Bercerai? Yah, mungkin itu pilihan yang akan diambil Putra.Lagi pula, rumah dan mobil yang dia pakai selama ini sudah jatuh ke tangan Lidya.Wanita itu bersikukuh untuk menjualnya demi mempertahankan kelangsungan hidup Hanna.Putra memandangi sekeliling ruang tengah yang nyaman. Sebentar lagi, dia harus keluar dari sini.Saat Putra sedang merenungi nasibnya, tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu rumahnya.“Marcella?” Bola mata Putra melebar begitu mendapati wanita itu berdiri dari balik pintu rumahnya. “Masuklah.”Cepat-cepat Putra mengunci pintu rumah.“Kenapa kamu enggak b
last updateLast Updated : 2025-02-27
Read more

12 - Pria Misterius

“Ini enggak adil, Putra,” Nena terlihat masam begitu mengetahui bahwa Lidya, besannya yang menyebalkan itu, seenak jidat mengusir anak lelaki kesayangannya keluar dari rumah yang seharusnya juga milik Putra.“Setelah menikah, seharusnya rumah ini juga jadi milikmu,” tandas Nena lagi dengan penuh emosi.Putra memasukkan beberapa barang miliknya ke dalam kardus.“Ada perjanjian pranikah, Bu, yang menyatakan kalau rumah dan mobil pemberian dari ayahnya Hanna memang milik Hanna sepenuhnya,” terang Putra.Dahi Nena mengerut. “Ibu enggak tahu kalau kalian membuat perjanjian semacam itu. Kalau saja Ibu tahu, Ibu bakal mencegah Hanna membuat perjanjian konyol seperti itu!”“Yah, s
last updateLast Updated : 2025-03-01
Read more

13 - Mempertahankan Pernikahan

Suasana di ruang tamu kali ini memang terasa agak canggung.Di hadapan Nena, Marcella duduk sambil terus memamerkan senyumnya.Sementara Nena masih heran, kenapa anaknya tiba-tiba saja membawa wanita ini ke rumahnya.“Begini Bu…” Putra berujar gugup. “Sebenarnya Marcella adalah teman spesialku.”“Maksudmu?” Mata Nena menyipit.“Dia pacarku.”“Bukannya kamu bilang kalian rekan kerja?”“Yah, rekan kerja sekaligus pacar, Bu.” Tukas Putra.Dahi wanita setengah baya itu tambah mengerut dalam. “Kamu bahkan belum
last updateLast Updated : 2025-03-01
Read more

14 - Sang CEO Baru

Sepatu kulit yang mengkilap itu menahan laju pintu lift yang hendak menutup.Sosok pria tampan dengan tubuh tegap melangkah ke dalam lift.Sontak Putra dan Marcella terkesiap dengan kehadiran CEO baru Beauty Inc., Erik Mahendra Soemardja, di depan mata mereka.Kehadiran Erik yang sedekat ini ternyata membuat Marcella gugup.Dia tidak menyangka, Erik begitu mempesona! Wangi pria itu, rambutnya yang klimis, serta lihat, urat-urat di punggung tangannya.Sungguh menggoda, pikiran Marcella melanglang buana dengan liar.‘Siapa wanita beruntung yang bisa bersanding dengan pria sempurna ini?’ batin Marcella sambil terus mencuri pandang ke arah bos barunya itu.
last updateLast Updated : 2025-03-02
Read more

15 - Tragedi Kapal Pesiar

Derap langkah Abraham menggema di selasar rumah sakit yang sepi.Pria itu sengaja datang tengah malam, sebelum besok pagi dirinya terbang ke Singapura dan memulai perjalanan liburan kapal pesiarnya dari sana.Di tengah kesunyian, Abraham menatap wajah putrinya itu lekat-lekat.Hanna terlihat pucat dengan mata yang terpejam. Wajah putrinya itu memang lebih mirip ibunya, namun Abraham menyadari dia mewarisi hidung mancungnya pada Hanna.“Aku dengar putra pertamamu akan menikah,” ujar Lidya saat mereka berada di luar kamar Hanna.“Ya, besok pagi aku akan pergi. Oleh karena itu, aku menyempatkan diri untuk menjenguk Hanna.”Lidya merapatkan kardigan tebal yang
last updateLast Updated : 2025-03-02
Read more

16 - Pernikahan

“Dasar tidak tahu malu,” cibir Lidya begitu melihat menantunya berdiri dihadapannya. “Mau apa kamu ke sini?”“Menjenguk istriku,” balas Putra enteng.“Masih berani kamu menganggap Hanna sebagai istrimu, hah? Kamu bahkan enggak membiayai perawatannya lagi.”“Walau bagaimanapun, kami belum bercerai.”Mata Lidya memicing tajam. “Aku tahu alasan sebenarnya kamu tidak menceraikan Hanna.”“Itu karena aku memang mencintainya, Ma.”Lidya tertawa getir di selasar rumah sakit, menggelengkan kepalanya heran. Dia pikir Putra bisa membodohinya dengan kalimat tadi?&
last updateLast Updated : 2025-03-03
Read more

17 - Mempermainkan Hanna

Degup jantung Hanna semakin menjadi-jadi.Dia panik karena tahu Marcella hendak membunuhnya. Wanita itu kini sedang tersenyum licik di hadapannya sambil memegang selang oksigen yang melintang di wajah Hanna.Jemari Hanna bergerak-gerak. Dadanya pun nampak naik turun.“Ya ampun, kayaknya kamu sedang ketakutan ya?” Ledek Marcella. Lantas tawanya berderai. “Hanna, Hanna… Kamu pikir aku akan membunuhmu?” Marcella menarik pelan selang oksigen itu.Seketika dada Hanna sesak. Kedua ujung bibirnya bergetar hebat dengan bola mata yang melebar.Marcella tertawa lagi. Astaga, dia benar-benar puas melihat pemandangan Hanna yang sekarat.
last updateLast Updated : 2025-03-03
Read more

18 - Hampir Sempurna

Daun kering berterbangan di sekitar area pemakaman yang sepi.Terik matahari menyipitkan mata Putra yang kini sedang memandangi makam istrinya, Hanna.Bunga-bunga segar memenuhi gundukan tanah itu, wanginya masih tercium semerbak.“Maafkan aku, Hanna,” ucap Putra lirih. Rasa sedih dan penyesalan mengisi relung hatinya.Kenangan dirinya bersama Hanna kembali berputar di kepala Putra. Walau bagaimanapun Hanna adalah cinta pertamanya. Mereka pernah saling mencintai dan menjalani hidup bahagia bersama.Putra menaburkan bunga di atas makam Hanna, setelah itu dia pun pergi, meninggalkan gundukan tanah yang masih basah itu.***Ma
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more

19 - Awal Kedekatan

Daun-daun di pepohonan yang ada di pinggir trotoar kawasan perumahan itu bergoyang-goyang ditiup angin.Di depan pagar rumah baru Putra dan Marcella, mereka saling bertukar pandang dengan sorot mata tajam.Kedua tangan Putra mengepal geram. Berani-beraninya Andin memeras dirinya seperti ini!Lantas tawa Andin berderai penuh kemenangan.“Astaga, muka kalian pucat seperti habis melihat hantu! Kenapa kalian begitu cemas dengan video yang dikirim Hanna padaku?” Andin geleng-geleng kepala. “Bahkan aku sendiri enggak tahu apa isi video itu.”“A-Apa?” tukas Putra dan Marcella bersamaan.Andin mendengus. “File-nya corrupt, mungkin karena terlalu b
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more

20 - Malam Itu

Bibir lembut Marcella menyapu bibir pria itu tanpa ragu.Sontak, kedua bola mata Putra membelalak. Dia sungguh tak menyangka Marcella berani menciumnya!Begitu Putra hendak melepas ciuman mendadak ini, kepala Marcella malah semakin menekan Putra, membuat pria itu tambah tak berkutik.Sekujur tubuh Putra meremang seiring ciuman Marcella yang semakin liar.Dalam hati, Marcella tersenyum penuh kemenangan.Akhirnya, Putra masuk ke dalam perangkapnya!Lidah Marcella pun menari di dalam rongga mulut Putra yang membuat napas pria itu jadi terengah-engah.“Cella,” akhirnya Putra mampu melepas ciuman panas itu. “I-Ini enggak benar. Aku sudah menikah–”“Sst…” telunjuk lentik Marcella langsung menempel di bibir Putra yang basah. “Kita bisa rahasiakan ini.”“Ma-maksudmu?”“Asal istrimu enggak tahu, semua aman,” Marcella mengerlingkan matanya dengan menggoda. “Sedari dulu, aku menyukaimu, Mas Putra. Bahkan setiap malam aku selalu membayangkanmu, memelukku di ranjang.”Satu tangan Marcella bergerak
last updateLast Updated : 2025-03-05
Read more
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status