Home / Romansa / Menikahi Duda Kaya / Chapter 31 - Chapter 40

All Chapters of Menikahi Duda Kaya: Chapter 31 - Chapter 40

58 Chapters

Bab 31. Laki-Laki Yang Dikagumi

Raihan menatap kepergian Rena dengan wajah kecewa. Hingga tiba-tiba seorang wanita cantik menghampirinya dan duduk di samping Raihan. "Amor, mau apa? Kamu belum puaskah dengan jawabanku tadi pagi, aku sudah punya tunangan, dan tidak mungkin menerima cintamu. Lebih baik kamu pergi dan menjaga jarak dariku, aku tidak mau nantinya ada masalah dengan hubunganku dan tunanganku karena kesalahpahaman," ucap Raihan. "Tapi aku dan kamu itu sudah lama menjadi teman, bukan? Kamu tahu sekali jika aku sudah lama menyukaimu. Tapi tiba-tiba aku dengar kamu sudah bertunangan, padahal dulu kamu bilang, kamu tidak akan menikah setelah kegagalan itu. Tapi ternyata kamu mengingkarinya sekarang!" ucap Amor merasa kesal. "Memangnya masalah hati bisa ditentukan sendiri? Aku mana tahu bisa bertemu dengan tunanganku yang sekarang? Kamu pikir selama ini aku pernah punya hubungan dengan wanita lain, setelah Dita kabur dan meninggalkan anak padaku. Aku sendiri tidak menyangka akan ada wanita yang bisa menggoy
last updateLast Updated : 2025-03-14
Read more

Bab 32. King And Queen Part 1

Rena dan Tirta berjalan menuju mobil Tirta yang berada di sebrang jalan. Tirta tersenyum senang, beberapa kali terlihat dia menatap Rena dengan penuh rasa kagum. Sementara Rena, bahkan tidak berani menoleh. Entah kenapa ada rasa canggung yang menggelitik di hati Rena. Setelah hampir satu setengah tahun mengagumi sosok pria dihadapannya, akhirnya kesampaian juga bisa jalan bersana pria yang dia suka.Tapi sebelum masuk mobil, tiba-tiba tangan Rena di tahan oleh pria yang berada tepat di belakangnya. Rena menoleh ke arah pria itu, yang tak lain adalah Raihan. Raihan menarik tubuh Rena ke dalam pelukannya."Mau pergi kemana? Kamu kencan dengan pria lain untuk membalasku kah?" ucap Raihan sedih."Kenapa mengejarku? Kenapa tidak bersama model cantik itu saja? Aku mau pergi, malas menghadapi pria menyebalkan sepertimu!" ucap Rena kesal."Aku tidak akan melepaskan tunanganku dan mengizinkan dia pergi dengan pria lain. Enak saja, sudah susah payah mengejar cintamu, lalu aku harus rela kamu pe
last updateLast Updated : 2025-03-14
Read more

Bab 33. King And Queen Part 2

Rena yang menatap banyak wartawan di sana segera bersembunyi di belakang tubuh Raihan. Menutupi wajahnya agar tidak tampak di foto dan menjadi sorotan publik."Jangan bergerak! Biarkan aku sembunyikan wajahku!" ucap Rena."Tapi kenapa? Apa kamu malu mengakui aku sebagai calon suamimu?" tanya Raihan."Kamu terlalu hebat! Rasanya tidak ada seujung kuku pun aku pantas berada di sampingmu. Aku akan mempermalukanmu, jika mereka tahu kalau aku adalah anak dari salah seorang pelayan yang bekerja di rumahmu. Aku tidak mau media melihatku!" ucap Rena bersikeras."Baiklah, jika itu yang kamu mau!" ucap Raihan sambil tersenyum."Kamu mau apa?" "Menyembunyikanmu dari media! Aku akan menggendongmu ke dalam pelukanku, dan kamu peluk aku yang erat. Jangan coba-coba menoleh atau menunjukkan wajahmu! Jika kamu menoleh sedikit saja, aku tidak bisa menyembunyikan hubungan kita lagi dari media!" ucap Raihan."Kenapa menjadi tunangan orang kaya begitu merepotkan seperti ini?" keluh Rena."St... Jangan bi
last updateLast Updated : 2025-03-15
Read more

Bab 34. Pesona Cinta

Rena terlihat masih tersipu malu, hal itu membuat Raihan semakin suka menggodanya. Raihan menyodorkan dirinya ke depan wajah Rena, Rena pun terkejut dibuatnya, namun tidak bisa bergerak karena kaget. "Kamu lihat baik-baik pria tampan yang sekarang menjadi tunanganmu ini. Bukankah wajahku ini sangat tampan? Banyak wanita yang antri karena terpesona dengan wajah tampanku. Apa kamu tidak merasa jika kamu sudah menyia-nyiakan kesempatan ini? Kamu punya tunangan setampan aku, tapi apa kamu tidak ingin melakukan apa-apa padaku?" tanya Raihan berusaha bergaya setampan mungkin untuk menggoda Rena. "Aku... Aku..." "Kenapa? Kenapa jadi gugup? Di tempat ini hanya ada aku dan kamu, tidak usah malu jika kamu mau melakukan sesuatu padaku!" ucap Raihan tersenyum manis. "Apa kamu sedang menggodaku sekarang?" tanya Rena. "Tentu. Memangnya kamu tidak tergoda?" tanya Raihan memamerkan bibirnya yang seksi. GLEKK... Rena menelan ludahnya menahan pesona di hadapannya. Sementara Raihan masih bergaya
last updateLast Updated : 2025-03-15
Read more

Bab 35. Setelah Tragedi

Setelah selesai bersiap untuk pulang dan memastikan tidak ada wartawan yang datang. Raihan dan Rena mengendap-ngendap keluar dari restoran itu. Rena dan Raihan berjalan pelan menuju parkiran mobil dan keluar dari halaman restoran itu.Rena masih diam, sementara Raihan sendiri bingung memahami eskpresi wajah Rena saat itu. Entah sedang marah, kesal, atau puas, tapi yang pasti Raihan merasa lega karena sudah mengikat Rena dengan hal yang baru saja dia lakukan."Apa yang sedang kamu lihat? Jangan menatapku seperti itu!" gerutu Rena ketus."Kamu masih marah? Aku minta maaf ya?" ucap Raihan sambil menggenggam tangan Rena."Mau bagaimana lagi, sudah terjadi dan tidak mungkin mengulang waktu. Tapi aku tidak mau pulang ke rumah, aku takut!" ucap Rena pelan."Pulang ke rumahku saja ya!" ucap Raihan antusias."Ya, pulang ke rumahmu saja. Aku juga sudah janji pada Alif untuk membantu mengerjakan tugas kerajinan tangannya. Aku tidak boleh mengecewakan Alif," ucap Rena menatap ke arah jendela mobi
last updateLast Updated : 2025-03-16
Read more

Bab 36. Gosip Besar Makan Hati

Rena dan Raihan sama-sama bingung dengan permintaan yang diajukan Alif. Sama-sama tidak tahu harus bagaimana menjawab permintaan Alif. Sebenarnya Raihan ingin sekali segera menikah dengan Rena, namun membujuk wanita seperti Rena tidak semudah itu. Bahkan setelah Raihan melakukan hubungan itu dengan Rena tetap saja Rena menolak untuk menikah."Ayah, Mama, kenapa kalian diam? Apakah kalian akan segera membuatkan adik untukku? Aku mau punya adik sepasang, 1 laki-laki dan 1 perempuan. Buatkan segera adik untukku agar aku tak kesepian lagi," ucap Alif membuat Rena gusar."Sudah malam, lebih baik Alif tidur dulu besok kita bicarakan lagi," ucap Raihan sambil tersenyum."Tapi Alif mau punya adik Ayah!" ucap Alif kekeh."Iya, akan segera Ayah dan Mama buatkan. Sekarang Alif cepat tidur!" ucap Rena sambil tersenyum.Alif tersenyum senang, dia melangkahkan kakinya keluar dari kamar tamu. Pikiran Alif melayang mengkhayalkan jika dia mendapatkan sepasang adik laki-laki dan perempuan. Alif begitu
last updateLast Updated : 2025-03-16
Read more

Bab 37. Kesempatan Jadi Desainer

Raihan menatap tajam ke arah Rena yang berada tepat di hadapannya. Tidak habis pikir dengan permintaan konyol yang diinginkan Rena padanya. Di saat Raihan begitu takut jauh dari tunangannya, justru Rena memilih untuk menjauh dari Raihan. Sebenarnya Raihan begitu takut kehilangan Rena, namun Rena seperti tidak perduli. Dia memilih menjauh dari Raihan untuk terbebas dari rumor buruk yang saat ini menjadi tranding topik di kantor. “Kenapa kamu ingin pindah? Aku tidak bisa melakukan hal itu! Kamu tahu kan, jika aku begitu takut kehilanganmu. Aku tidak mau ambil resiko jika nanti kamu meninggalkan aku, dan tak kembali!” ucap Raihan cemas. “Kenapa begitu khawatir? Bukankah sebentar lagi kita akan menikah? Kamu hanya tidak satu kantor denganku, tapi tetap tinggal satu rumah. Izinkan aku pindah kantor!” ucap Rena memohon. “Berikan alasan yang bisa membuatku setuju!” “Aku ingin menjadi bayanganku sendiri, bukan berdiri diantara bayang-bayangmu. Jika aku tetap bersamamu, walaupun suatu s
last updateLast Updated : 2025-03-17
Read more

Bab 38. Menjelang Pernikahan

Siang hari setelah Rena dan Raihan selesai makan siang bersama, mereka menemui Tuan Arnold untuk membicarakan tentang bisnis. Tuan Arnold bersedia untuk membeli beberapa saham perusahaan Raihan.Selesai bertemu dengan Tuan Arnold dan penandatanganan kontrak kerjasama, akhirnya Rena dan Raihan pergi ke butik untuk fitting baju pengantin. Rena mencoba beberapa baju pengantin rekomendasi dari pemilik butik. Raihan terlihat begitu senang, melihat wanita yang dia cintai begitu cantik memakai baju pengantinnya. Raihan mengambil beberapa foto Rena tanpa sepengetahuan wanita itu. Rasanya benar-benar seperti mimpi untuk Raihan, bisa segera menikahi wanita yang begitu dia cintai.“Mana baju pengantin yang menurutmu bagus?” tanya Rena.“Pilih semuanya. Aku lihat tidak ada gaun pengantin yang tidak cocok untukmu. Aku mau kamu memakai semua baju pengantin itu,” ucap Raihan bahagia.“Tapi kita hanya akan mengadakan pernikahan sederhana. Kita tidak akan mengundang banyak orang, jadi beli satu saja
last updateLast Updated : 2025-03-17
Read more

Bab 39. Wedding Vows

Keesokan harinya, Rena membuka matanya, terukir senyum dibibir tipisnya, mengingat jika hari ini adalah hari pernikahannya. Sebenarnya sampai saat ini Rena belum siap dengan sebuah pernikahan. Namun dia juga tidak berani menolak Raihan, terlebih keluarga Raihan begitu baik padanya. Rasanya tidak pantas untuk menolak orang yang sudah begitu baik padanya. Dulu Rena punya prinsip hidup, tidak mau menikah sebelum bisa membahagiakan keluarganya. Dia ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga dengan hasil jerih payahnya sendiri. Namun setelah mengenal Raihan, dia mulai melupakan prinsip itu. Kebencian yang melunak dan berubah jadi cinta yang membutakan hati Rena. Walau Rena keras kepala, tapi dia juga cukup takut akan kehilangan cinta Raihan. Tiba-tiba suara ketukan pintu membangunkan khayal Rena. Rena membuka pintu kamar, dan menatap seorang wanita cantik tersenyum di hadapannya. "Selamat pagi Nona! Saya Ana, saya adalah perias make up untuk acara pernikahan Nona Rena dan Tuan Raihan.
last updateLast Updated : 2025-03-18
Read more

Bab 40. Jadi Istri Sultan Part 1

Rena dan Raihan berjalan mendekati Tasya dan Selin yang baru masuk ke dalam rumah. Rena menyambut mereka dengan penuh kebahagiaan. Rena juga mengajak keduanya untuk menikmati pesta pernikahannya. Tak lama Selin dan Rasya pamit pulang setelah memberikan kado pernikahan pada kedua pengantin.Rena merasa lelah, pesta pernikahan juga sudah usai di jam 5 sore. Karena memang tidak mengundang tamu, mereka hanya mengadakan acara keluarga saja, sehingga pernikahan itu selesai lebih awal.Rena masuk ke dalam kamar mewah Raihan, dia dibantu dua pelayan berganti baju. Setelah mengganti baju, Rena berendam menggunakan air hangat. Mungkin karena kelelahan Rena tertidur di dalam bathtub kamar mandi.Raihan yang baru masuk ke dalam kamarnya, mencari keberadaan istri kesayangannya yang baru beberapa waktu dinikahinya. "Kemana dia?" bisik Raihan sambil mencari Rena.Raihan membuka pintu kamar mandi dan tersenyum menatap wanita yang terlelap di dalam bathtub. Dengan segera Raihan mengambil handuk untuk
last updateLast Updated : 2025-03-18
Read more
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status