Raihan berjalan pelan menuju ruangannya, tapi matanya masih mencari keberadaan istri tercintanya. "Jarang-jarang CEO datang ke kantor pusat, ada apa? Apa ada hubungannya dengan Rena?" ucap Septina sambil tersenyum. "Kenapa ada hubungannya denganku? Aku tidak tahu, mungkin memang dia ada urusan," ucap Rena sambil mengetik kembali dokumen di tangannya. "Kamu tidak lihat, semua karyawan menatap karena terpesona dengan Tuan Raihan. Apa kamu tidak?" Septina menggoda Rena. "Aku orang yang tidak suka berkhayal terlalu tinggi. Dia itu orang besar, sedangkan aku siapa? Aku sudah cukup bersyukur bisa diterima di kantor ini. Tidak mau hal yang lain!" ucap Rena tersenyum palsu. "Benar juga. Wanita biasa seperti kita, tidak akan bisa berdampingan dengan orang hebat seperti dia. Walaupun kita bersama dengannya, pasti hanya akan makan hati, karena setiap harinya dia digoda wanita-wanita cantik. Huh, yang menjadi istrinya pasti makan hati setiap hari, mendengar gosip suaminya bersama banyak wan
Last Updated : 2025-03-22 Read more