Home / Romansa / Menikahi Duda Kaya / Chapter 41 - Chapter 50

All Chapters of Menikahi Duda Kaya: Chapter 41 - Chapter 50

58 Chapters

Bab 41. Jadi Istri Sultan Part 2

Rena tidak mendengarkan hal yang dikatakan Raihan pada Alif. Dia masih terkesima dengan rumah mewah yang ada di hadapannya. Rena mengelilingi rumah mewah itu sambil sesekali menoleh ke arah Raihan dan Alif. Sementara Raihan sendiri hanya menatap ekspresi bahagia di wajah Rena."Ayah, aku mau lihat kamarku dulu!" ucap Alif sambil menarik ujung jas kantor Raihan. "Pergilah nak, dan beristirahatlah! Pelayan, tolong bawa Alif ke kamarnya!" ucap Raihan pada pelayan yang berbaris menyambut kedatangan mereka."Baik!" ucap salah satu pelayan sambil menuntun Alif ke kamar barunya.Sementara dua pelayan lagi, sibuk membawa koper Raihan, Rena, dan Alif. Dua orang pelayan lainnya diminta Raihan untuk memasak makanan. Rena benar-benar tidak menyangka jika dia akan menjadi seorang nyonya dari keluarga kaya. Walaupun sebenarnya ini tidak sesuai dengan mimpi Rena selama ini. Tapi menurut Rena menjadi seorang istri sultan seperti Raihan tidaklah buruk, tapi tentu tidaklah mudah."Apa yang sedang kamu
last updateLast Updated : 2025-03-19
Read more

Bab 42. Jadi Istri Sultan Part 3

Raihan terkejut dengan hal yang dilakukan Rena padanya. Ternyata hanya dengan mengikuti hal yang diinginkan Rena dan mendukungnya itu bisa membuat Rena bersikap manis pada Raihan. Sungguh di luar dugaan Rena berani memberikan kecupan mesra juga pelukan pada Raihan saat itu. "Ya sudah, kamu hati-hati! kabari aku jika ada sesuatu yang kamu butuhkan, aku akan membantumu!" ucap Raihan sambil tersenyum. "Baik, baik! Tidak usah terlalu mengkhawatirkanku!" ucap Rena sambil naik ke atas motornya. "Mama, aku naik dimana?" tanya Alif menatap Rena lekat. "Alif naik motor di belakang Mama. Mama antar Alif ke sekolah!" ucap Rena sambil tersenyum. Alif naik ke atas motor yang dikendarai Rena, lalu motor mereka berjalan keluar dari rumah mewah itu. Sampai di sekolah Alif, Rena tersenyum dan menatap ke arah anak laki-lakinya. Siapa yang akan menyangka jika wanita semuda Rena memiliki anak sebesar Alif. Tapi entah kenapa dia merasa bangga dan bahagia menjadi ibu dari Alif. "Mama, nanti sore
last updateLast Updated : 2025-03-19
Read more

Bab 43. Kebuasan Yang Tertunda

Rena dan Alif tertidur di dalam mobil, mungkin karena kelelahan berbelanja. Raihan hanya tersenyum menoleh ke arah putra dan istrinya yang mendengkur cukup keras."Benar-benar seperti ibu dan anak sungguhan! Kalian membuat aku cemas seharian, tapi kalian tidak merasa bersalah sama sekali, malah tidur setelah aku menjemput kalian. Kalau Alif yang melakukan, itu pasti masih ada toleransi. Tapi untuk istriku ini, sepertinya harus diberikan hukuman," senyum licik Raihan.Sampai di depan rumah Raihan menggendong Rena masuk ke dalam rumah. Dia juga meminta seorang pelayan untuk memindahkan Alif yang tidur di mobil ke kamarnya. Raihan membaringkan tubuh Rena di atas tempat tidur, menatap wanita cantik yang bahkan tak terusik dengan keberadaannya."Kamu belum mandi, tapi sudah tidur! Haruskah aku membangunkan istriku yang menggemaskan ini? Tapi rasanya tidak tega melakukannya. Bagaimana jika aku lap saja tubuhnya, dia akan merasa nyaman saat tidur!" ucap Raihan sambil berdiri mengambil air u
last updateLast Updated : 2025-03-20
Read more

Bab 44. Buket Bunga Bikin Heboh

Keesokan harinya Rena sudah siap untuk berangkat kerja. Tapi kali ini Raihan tidak mengizinkan istrinya menggunakan motor securitynya. Raihan membelikan sebuah mobil bekas layak pakai untuk Rena. Terlihat Rena senang dengan mobil yang dibekukan Raihan untuknya kali ini."Mulai sekarang tidak usah pakai motor saat pergi kerja. Aku takut kamu masuk angin jadi lebih baik pakai mobil ini saja. Aku sengaja mencarikan mobil yang tidak terlalu bagus. Ini hanya mobil second jadi kamu tidak boleh menolak!" ucap Raihan sambil memberikan kunci mobil pada Rena."Ini bagus, sesuai dengan yang kuinginkan!" "Memang istriku ini gadis bodoh! Menolak mobil mewah hanya untuk mobil butut seperti ini," ucap Raihan sambil mencubit pipi Rena."Sudah, aku mau berangkat! Alif mau ikut Ayah, atau Mama?" tanya Rena."Tidak bisakah aku ikut kalian berdua? Jangan naik mobil terpisah seperti ini," ucap Alif sedih."Anak pintar, jangan menangis! Hari ini kamu berangkat bersama Ayah, besok bersama Mama. Bukankah it
last updateLast Updated : 2025-03-20
Read more

Bab 45. Perang Dingin

Raihan berjalan pelan menuju ruangannya, tapi matanya masih mencari keberadaan istri tercintanya. "Jarang-jarang CEO datang ke kantor pusat, ada apa? Apa ada hubungannya dengan Rena?" ucap Septina sambil tersenyum. "Kenapa ada hubungannya denganku? Aku tidak tahu, mungkin memang dia ada urusan," ucap Rena sambil mengetik kembali dokumen di tangannya. "Kamu tidak lihat, semua karyawan menatap karena terpesona dengan Tuan Raihan. Apa kamu tidak?" Septina menggoda Rena. "Aku orang yang tidak suka berkhayal terlalu tinggi. Dia itu orang besar, sedangkan aku siapa? Aku sudah cukup bersyukur bisa diterima di kantor ini. Tidak mau hal yang lain!" ucap Rena tersenyum palsu. "Benar juga. Wanita biasa seperti kita, tidak akan bisa berdampingan dengan orang hebat seperti dia. Walaupun kita bersama dengannya, pasti hanya akan makan hati, karena setiap harinya dia digoda wanita-wanita cantik. Huh, yang menjadi istrinya pasti makan hati setiap hari, mendengar gosip suaminya bersama banyak wan
last updateLast Updated : 2025-03-22
Read more

Bab 46. Menghadapi Wanita Keras Kepala

Rena hening tak bicara, dia sesekali menatap wajah Raihan yang memeluk erat tubuhnya. Bibirnya digigit-gigit memikirkan hal yang dikatakan Raihan yang lagi-lagi membahas hal yang sama setiap harinya."Kenapa bibirnya terus digigit seperti itu? Apa bibirmu gatal? Sini aku obati!" ucap Raihan sambil mendekatkan bibirnya pada bibir Rena."ITSS... Jangan dekat-dekat denganku! Aku tidak tahu siapa saja wanita yang sudah menyentuh bibirmu hari ini. Masalah kita belum selesai, aku juga tidak akan pernah mengizinkan kamu mempublikasikan hubungan kita," ucap Rena kesal."Apa maksud kata-katamu? Apa kamu pikir aku akan melakukan hal yang sama pada wanita lain seperti aku melakukan hal romantis denganmu?" "Siapa tahu, aku juga tidak lihat!" "Rena, apa aku ini sangat buruk di matamu?""Kamu tidak buruk, hanya terlalu sempurna. Sudahlah aku mau mandi!" ucap Rena sambil masuk ke dalam kamar mandi.Raihan mengikuti Rena dari belakang, dia tersenyum penuh ancaman memikirkan hal yang tidak-tidak ber
last updateLast Updated : 2025-03-22
Read more

Bab 47. Tidak Ada Yang Percaya

Keesokan harinya Rena diantar Raihan ke kantor pusat. Awalnya Raihan meminta Rena untuk tidak pergi ke kantor karena kondisi Rena yang masih sakit. Tapi Rena bersikukuh untuk pergi ke kantor karena hari ini adalah hari pertama dia mempersentasikan hasil desainnya pada pemilik Rumah Sakit."Ingatlah untuk menghubungiku jika kamu mengalami kesulitan. Aku tidak mau dengar alasan kamu mengacuhkanku. Dimanapun dan kapanpun kamu bertemu denganku, kamu harus menyapaku dengan senyum manis. Jika kamu masih mengacuhkanku akan ada hukuman berat menantimu. Kamu mengerti?" ancam Raihan."Baiklah, aku akan mengikuti segala aturanmu. Sekarang biarkan aku turun dari mobilmu dan kamu kembali ke kantor cabang. Jangan ganggu aku!" "Kenapa harus kembali ke kantor cabang? Aku mau tetap disini agar bisa menatap istriku dari jauh. Percayalah, aku tidak akan mengganggumu!""Terserah kamu saja! Tapi aku selalu gusar setiap berdekatan denganmu. Terlalu banyak wanita menjijikkan, membuatku hilang kesabaran mel
last updateLast Updated : 2025-03-22
Read more

Bab 48. Emosi Jiwa

Rena berjalan menuju pintu keluar kantor, namun tak sengaja bertemu Galih di tempat parkir. Pria itu tersenyum manis dan mendekat ke arah Rena."Tuan Galih, kenapa kamu yang repot datang kemari? Hari ini aku berniat datang ke Rumah Sakit untuk bertemu denganmu. Tapi kenapa kamu malah ke sini?" tanya Rena menatap ke arah Galih yang bergaya bak model papan atas."Mungkin karena tidak sabar, jadi aku berniat menjemputmu. Tidak apa kan, jika aku yang datang kemari? Tiba-tiba saja rindu dengan seseorang di perusahaan ini," tawanya."Wah, kamu punya pacar di kantor ini? Bekerja di bagian apa? Nanti jika senggang, aku akan beritahu dia jika Tuan Galih mencarinya!" "Bukan pacar, hanya seseorang yang aku kagumi!" "Seseorang yang anda kagumi? Benar-benar wanita yang hebat dan sangat beruntung. Tuan, siapa namanya? Barang kali aku bisa mengenalnya!" "Kamu. Ya, orangnya adalah kamu! Memang ada wanita lain yang lebih mengagumkan dari dirimu?" ucap Galih menggenggam tangan Rena dengan tatapan pe
last updateLast Updated : 2025-03-24
Read more

Bab 49. Rahasia Terbongkar

Mendengar penuturan Raihan, Rena hanya bisa menundukkan kepalanya. Dia tidak mampu menatap ke arah Amor ataupun Galih. Namun Raihan tak gentar, membongkar semua rahasia tentang pernikahannya dengan Rena."Apa? Jadi wanita ini istrimu? Desainer rendahan? Apakah tidak ada wanita lain yang lebih baik dari dia? Kamu menolak cintaku hanya untuk wanita seperti ini?" teriak Amor tidak percaya."Rena adalah wanita yang aku cintai. Aku harap kedepannya jika kamu masih ingin tetap kuanggap teman, tolong bicara yang sopan pada istriku. Siapapun orang yang menyakiti istriku, aku akan membalasnya dengan harga yang setimpal!" ancam Raihan kesal."Lalu, bagaimana dengan proyekku? Aku butuh desainnya segera!" sambung Galih dengan senyum sinisnya."Aku akan menyuruh seseorang untuk menggantikan istriku. Aku tidak akan membiarkan istriku berhubungan dengan pria manapun, apalagi denganmu! Ayo kita pulang!" ucap Raihan menarik lembut tangan Rena masuk ke dalam mobil."Raihan, tidak bisa begini padaku! Ma
last updateLast Updated : 2025-03-24
Read more

Bab 50. Status Yang Rumit

Setelah selesai melakukan hubungan percintaannya bersama Rena, Raihan terkapar lemas di samping Rena berbaring. Dia mengecupi setiap bagian wajah istrinya penuh kasih sayang. Rena menundukkan kepalanya, walaupun sudah sering melakukan hal itu bersama suaminya, namun dia masih tidak bisa menyembunyikan rasa malunya."Kenapa sayang? Setelah kamu menggodaku, dan membuatku sepuas ini, wajahmu terlihat tidak bahagia? Apa kamu masih marah padaku?" bisik Raihan."Tidak. Tidak ada yang harus membuatku marah! Kamu suamiku, kamu berhak melakukan apapun padaku termasuk memberitahukan hubungan kita pada dunia. Aku yang minta maaf, selama ini aku bersikeras menyembunyikan hubungan kita. Maafkan aku!" bisik Rena merasa bersalah."Tidak apa-apa. Mulai sekarang, kamu tidak perlu berpura-pura tidak mengenalku. Aku adalah suamimu dan kamu adalah istriku. Kedepannya aku ingin kita tetap bersama-sama, dengan begitu tidak akan ada orang yang bisa mengganggu dan menghancurkan hubungan kita," ucap Raihan me
last updateLast Updated : 2025-03-24
Read more
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status