Home / Romansa / Menikahi Duda Kaya / Chapter 11 - Chapter 20

All Chapters of Menikahi Duda Kaya: Chapter 11 - Chapter 20

58 Chapters

Bab 11. Ingin Lebih Dekat Part 3

Rena masih menatap tajam ke arah wajah Raihan yang memeluknya. Dengan geram Rena mengiyakan keinginan Raihan saat itu."Baiklah, Tuan! Kamu menang, kamu bisa menganggap kita sekarang adalah pasangan kekasih. Apa kamu puas? Lepaskan aku!" ucap Rena kesal.Raihan tersenyum sambil melepaskan pelukannya di tubuh Rena. Kini Raihan menggenggam tangan Rena menuju tempat Alif dan ibunya duduk."Ibu lihat, ada yang mukanya bersinar terang? Ada apa? Apa kalian pacaran?" tawa ibu Raihan."Mama dan Ayah genit! Kalian berpelukan di depanku dan Oma tanpa malu!" tawa Alif.Rena menutup wajahnya dengan kedua tangan. Rasanya Rena malu sekali mendengar kata-kata yang diucapkan Alif padanya. Ingin sembunyi, namun tidak tahu harus menyembunyikan wajahnya dimana.Alif masih tersenyum ke arah Rena dan ayahnya sambil memasukkan kue bolu ke dalam mulutnya."Jangan begini! Kamu tidak lihat, anakmu menertawakan kita!" ucap Rena menepis tangan Raihan yang memegangi tangannya."Biarkan saja! Aku ingin seluruh dun
last updateLast Updated : 2025-03-02
Read more

Bab 12. Jalan-Jalan Bersama

Rena menatap tajam wajah Raihan yang masih menatapnya. Tiba-tiba Rena menginjak kaki majikannya itu."Aww... Kau ini apa-apaan?" teriak Raihan sambil mengusap kakinya yang diinjak Rena."Hukuman untuk duda nakal sepertimu!" ucap Rena sambil mencuci mukanya lagi. Rena mengambil handuk kecil lalu mengusap wajahnya yang basah dengan handuk itu. Raihan masih menggerutu sambil menatap wajah Rena."Benar-benar wanita tangguh! Saking tangguhnya, aku bahkan tidak bisa menaklukkan hatinya. Bagaimana cara agar aku bisa mendapatkan hatinya?" gumam Raihan putus asa.Rena melepas kunciran rambutnya, membiarkan rambutnya terurai. Rena mengganti bajunya dengan baju yang dia bawa di tasnya."Ternyata kamu mau tampil cantik ya, saat jalan-jalan bersamaku?" tawa Raihan menatap Rena yang baru keluar dari kamar mandi."Huh, ternyata selain kamu duda sombong, kamu juga duda tidak tahu malu! Siapa yang bilang aku berdandan untukmu? Lihat jam berapa sekarang? Ini sudah jam dua siang. Waktu kerjaku dua jam
last updateLast Updated : 2025-03-03
Read more

Bab 13. Menjadi Penguntit

Rena menatap ke arah Alif yang berdiri tak jauh dari tempat Rena dan Raihan berdiri. Rena tersenyum sambil berjongkok di hadapan Alif."Sayang, Kak Rena pamit dulu ya! Kak Rena harus kuliah hari ini," ucap Rena sambil tersenyum."Tidak mau. Aku ingin ikut bersamamu juga!" teriak Alif dengan wajah sedih. "St... Alif tidak boleh begitu! Mama Rena harus kuliah agar dia bisa menggapai cita-citanya. Alif pulang dengan Ayah ya! Besok Mama akan kembali ke rumah kita, dan Alif bisa bermain lagi bersama Mama Rena," ucap Raihan sambil tersenyum."Benarkah? Kamu akan kembali ke rumahku besok?" tanya Alif bertanya penuh harap.Rena hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Raihan dan Alif berjalan menuju mobil mereka. Sementara Rena berjalan menuju ojek online yang sudah dia pesan. Alif masih terus memikirkan Rena, wajahnya berubah sedih saat Rena pergi meninggalkannya."Kenapa dengan wajah putra Ayah ini? Apa kamu sedih kehilangan mama barumu?" tanya Raihan sambil tersenyum."Kenapa Mama
last updateLast Updated : 2025-03-03
Read more

Bab 14. Benih Cinta

Mobil mewah milik Raihan berhenti tepat di depan rumahnya. Raihan segera membuka pintu mobilnya dan turun sambil membukakan pintu mobil untuk Rena.Dengan wajah kesal, Rena turun dari mobil itu. Matanya melotot, siap untuk memaki sang duda untuk meluapkan kekesalannya."Kamu kenapa membawaku kemari? Apa kata orang rumah jika melihat aku bersamamu sepanjang hari? Kamu ingin mereka menikahkan kita? Pasti itu maumu, iya kan?" ucap Rena kesal."Aku tidak ingin bertengkar denganmu! Aku membawamu kemari karena Alif, tolong bantu aku. Alif ingin tidur bersamamu dan mendengarkan kamu bercerita tentang dongeng sebelum dia tidur," ucap Raihan."Ya sudah. Tapi hanya untuk hari ini saja!" balas Rena dengan wajah kesal."Iya. Untuk malam ini saja!" tawa Raihan.Rena dan Raihan masuk ke dalam rumah mewah dan megah milik keluarga Raihan. Saat masuk ke dalam rumah, Alif langsung menyambut Rena dengan pelukan hangatnya."Mama, kamu benar-benar datang!" ucap Alif dengan rasa bahagia."Iya. Ayahmu bilan
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more

Bab 15. Belajar Mencintai Part 1

Keesokan harinya, Rena membuka matanya, menatap dia berada didalam pelukan tubuh Raihan. Matanya langsung melotot, mencari keberadaan Alif. "Kenapa aku bisa berada didalam pelukan duda ini? Apa yang sebenarnya terjadi? Apa?" keluh Rena dalam hati.Rena mencoba melepaskan pelukan Raihan di tubuhnya, namun tidak bisa terlepas. Dengan keberanian yang dia kumpulkan, akhirnya dia berusaha membangunkan Raihan."Tuan, Tuan duda..." ucapnya sambil menggoncang tubuh Raihan."HM..." Hanya suara itu yang terdengar dari bibir Raihan. Rena benar-benar kehabisan akal, ternyata pria di hadapannya ini sulit dibangunkan."Tuan, Tuan duda!" ucap Rena semakin keras."Apa?" ucapnya tanpa membuka matanya."Lepaskan pelukan tubuhmu, aku merasa sesak sekali!" ucap Rena berusaha melepaskan diri."Pelukan? Aku masih mau memelukmu lebih lama. Tenanglah sedikit!" ucap Raihan pelan, masih enggan membuka matanya.Dengan kesal Rena meronta-ronta dari pelukan Raihan. Rena terus mengoceh kesal dengan duda di hadap
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more

Bab 16. Belajar Mencintai Part 2

Rena mengambil nampan sarapan yang dia siapkan untuk Raihan. Dia menyimpan nampan itu di dapur dengan wajah sedih. Tiba-tiba seorang pelayan wanita menatap ke arahnya sambil tersenyum."Kenapa dibawa kembali makanannya? Apa Tuan Raihan menolak makanan ini?" tanyanya.Rena tak menjawab, hanya mengangguk berlahan. Dia masih mematung, hingga Raihan datang ke dapur dan mengambil air dari lemari es.Saat itu Rena menatap setiap pergerakan yang dilakukan Raihan. Tapi kali ini berbeda, tidak ada lagi pria menyebalkan yang mengganggunya. Tidak ada Raihan yang memberikan perhatian dan cinta gilanya terhadap Rena.Raihan menoleh, namun eskpresi wajahnya datar. Tanpa berkata apa-apa pria itu keluar dari dapur dan mengacuhkan Rena. Saat itu ada hati Rena yang tak rela diabaikan oleh Raihan. Sikap angkuh Raihan membuat dia kehilangan pria yang selama ini mencintainya dengan tulus."Kenapa? Ada apa dengan kamu, dan Tuan? Kamu menolak cintanya ya? Wah, kamu cari masalah! Kamu harusnya bahagia, Tuan
last updateLast Updated : 2025-03-05
Read more

Bab 17. Membuka Hati

Rena menatap lekat ke arah Raihan, sementara Raihan sendiri menunggu jawaban dari Rena. Tiba-tiba Rena tersenyum, lalu menganggukkan kepalanya."Katakan dengan jelas, apa arti anggukan itu?" ucap Raihan."Aku akan belajar mencintaimu. Tapi jangan lagi bersikap dingin padaku!" ucap Rena dengan suara pelan.Raihan tersenyum, dia menarik tangan Rena ke dalam pelukannya. Rena terkejut, namun tidak berani menepis pelukan tubuh dari pria itu. Entah kenapa pelukan kali ini membuat hati Rena merasa nyaman. Sepertinya ada sesuatu yang menyerang hatinya hingga dia tak bisa mengendalikan perasaannya."Sekarang, ikut denganku!" ucap Raihan."Tapi aku sedang bekerja! Bagaimana dengan pekerjaanku?" ucap Rena cemas."Kafe ini milik Dave, kan? Dave, aku mau ajak karyawanmu untuk jalan-jalan ya!" ucap Raihan sambil tersenyum ke arah bos Rena."Ya Tuan, ajak kencan atau ajak nikah juga tidak apa-apa! Asal minta izin dulu pada keluarganya," tawa Dave yang terlihat sibuk dengan kafenya yang ramai pengunj
last updateLast Updated : 2025-03-05
Read more

Bab 18. Sweet Moments Part 1

Keesokan harinya setelah kejadian makan siang bersama Raihan, dan beberapa hadiah yang diberikan oleh Raihan. Entah kenapa Rena sulit untuk melupakan pria itu. Terkadang terlihat dia tersenyum sendiri di hadapan cermin, membayangkan tingkah duda yang membuat hatinya meronta-ronta merindukannya."Huh, aku sudah dibuat tidak waras oleh pria itu!" ucap Rena sambil membayangkan wajah Raihan."Pria mana yang sudah menaklukkan hati kakakku ini?" tawa Hana, penasaran. "Anak kecil, sejak kapan kamu menguping di sana?" "Sejak kamu senyum-senyum sendiri seperti orang gila. Apa kamu jatuh cinta, kak? Katakan! Siapa pria hebat yang membuat kau jatuh cinta itu? Ayo katakan padaku, katakan!" rengek Hana."Anak kecil, jangan mau tahu urusan orang dewasa!" balas Rena sambil tersenyum."Apanya yang dewasa? Kamu dan aku hanya berbeda 4 tahun, apa aku masih dianggap anak kecil?" ucap Hana kesal."Hahaha... Sudahlah, urusi saja hidupmu dan cintamu sendiri!""Huh, Kakak tidak asyik!" "Kamu mau pergi ke
last updateLast Updated : 2025-03-06
Read more

Bab 19. Sweet Moments Part 2

Rena keluar dari gerbang kampusnya, meninggalkan Selin dengan wajah kesal. Rena duduk di sebuah kursi panjang yang ada di depan kampus. Tiba-tiba seorang pria duduk tepat di sampingnya."Apa jam kuliahnya sudah selesai?" bisik pria itu di telinga Rena. Rena terkejut dengan suara yang tidak asing untuknya. Matanya melotot menatap ke arah pria yang berada tepat di sampingnya. Bibir Rena bergetar, sambil mencoba mengucak-ngucak matanya takut jika yang dilihat ini salah."Kamu? Kamu ada di sini? Hah, tidak mungkin! Ini kan masih jam kerja, pasti aku terlalu merindukannya hingga aku merasa dia ada didekatku!" oceh Rena tanpa sadar.Raihan tertawa dengan senyum tampan di wajahnya. Tiba-tiba Raihan mendekatkan bibirnya ke arah bibir Rena, dan....CUP ...Raihan mengecup Rena tepat di bibirnya, membuat Rena seketika tersipu malu dengan hal yang dia katakan barusan tentang Raihan. Namun Raihan justru merasa senang, dengan pengakuan yang diberikan Rena untuknya.Raihan menarik tubuh Rena agar
last updateLast Updated : 2025-03-06
Read more

Bab 20. Sweet Moments Part 3

Rena hanya bisa menutup wajahnya dengan buku yang ada di tangannya. Wajahnya memerah karena ulah pria tampan yang kini menjadi kekasihnya itu. Tapi Raihan malah tertawa dengan sikap Rena yang malah malu-malu kucing saat itu."Kenapa menyembunyikan wajahmu?" bisik Raihan sambil menggeser lebih dekat kursinya ke arah kursi Rena."Kamu mau apa?" tanya Rena terkejut."Sayang, apa kamu akan berekspresi seperti itu saat kekasihmu mendekatimu? Kamu harus mulai terbiasa dengan sedikit kecupan mengejutkan dariku. Aku benar-benar suka eskpresi lucu di wajahmu saat kamu terkejut," tawa Raihan."Tapi kita sedang ada di tempat umum, tidakkah kamu merasa malu jika ada yang melihat kamu mengecup bibirku?" ucap Rena mengendus kesal."Tidak, aku tidak malu! Bahkan kalau kamu bersedia menikah sekarang, aku akan langsung ke KUA untuk mendaftarkan pernikahan kita sekarang juga," tawa Raihan."Tidak waras!" "Hahaha... Tapi kamu menyukai pria tidak waras ini kan?" tawa Raihan.Rena tersenyum, sambil mencu
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status