Home / Romansa / Menikahi Duda Kaya / Chapter 21 - Chapter 30

All Chapters of Menikahi Duda Kaya: Chapter 21 - Chapter 30

58 Chapters

Bab 21. Kesal Tapi Rindu

Keesokan harinya, Rena sudah ada di kampus bersama keluarganya. Ada ibu, ayah, dan adik perempuannya yang saat itu menyemangati Rena di hari kelulusannya. Terlihat mereka gembira dengan gelar sarjana yang akhirnya bisa didapatkan oleh Rena saat itu. "Kamu benar putriku yang sangat membanggakan!" ucap ayah Rena penuh rasa bangga."Huh, apa Ayah hanya akan bangga pada Kak Rena saja? Padaku tidak ya?" ucap Hana sedih."Pada kamu juga, Ayah bangga pada kalian!" ucap ayah sambil tersenyum."Kamu benar-benar hebat! Kamu mendapatkan nilai terbaik, Ibu benar-benar tidak percaya. Bukankah selama ini kamu terlihat tidak fokus pada kuliahmu karena asyik memikirkan tuan Raihan?" tawa ibu."Itu tidak benar! Aku selama ini berusaha untuk mendapat nilai terbaik. Aku ingin dapat pekerjaan yang layak dan bisa membantu memperbaiki perekonomian keluarga kita. Ayah tidak usah bekerja lagi, begitupun dengan Ibu. Aku ingin Hana juga bisa melanjutkan kuliahnya yang terhenti karena aku. Pokoknya aku mau kit
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more

Bab 22. Modus Menjaga Alif

Rena menyuapi Alif dengan penuh kasih sayang, Alif terlihat begitu senang dengan hal yang dilakukan Rena untuknya. Biar bagaimanapun, Alif sudah lama mendambakan sosok seorang ibu dalam hidupnya. Sejak ibu kandung Alif meninggalkan Raihan dan dirinya, Alif dibesarkan oleh Raihan dan keluarganya tanpa sosok seorang ibu.Tiba-tiba Alif menangis, lalu memeluk tubuh Rena. Saat melihat Alif yang terlihat begitu sedih, Rena semakin tidak tega untuk pulang padahal hari sudah larut malam."Alif, ini sudah malam! Mama harus pulang, tapi besok Mama akan kembali ke sini untuk menjaga Alif. Bagaimana?" ucap Rena sambil tersenyum."Tidak mau. Alif mau Mama di sini temani Alif!" teriak Alif dengan wajah sedih."Tapi aku harus pulang, sayang! Jika tidak pulang, pasti akan dicari orang rumah," ucap Rena pelan."Ayah. Bujuk Mama tetap tinggal di sini menemaniku!" rengek Alif."Nak, Mama bilang akan kembali besok pagi! Kau bisa ditemani Ayah dulu, jangan merengek pada mamamu terus, dia juga butuh istir
last updateLast Updated : 2025-03-08
Read more

Bab 23. Mencari Kerja Part 1

Raihan tersenyum menatap Rena yang terlihat malu mendengar hal yang dia dikatakan. Rena masih menutup wajahnya dengan kedua tangannya, berusaha untuk tidak memperlihatkan ekspresi malunya pada Raihan. Rena menutupi wajahnya dengan jas kantor Raihan hingga dia tertidur lelap di atas sofa ruang rawat Alif.Raihan hanya tersenyum senang melihat ekspresi Rena yang malu-malu. Dia membuka jaket yang menutupi wajah Rena. Terlihat wanita itu tak bergeming dan tetap terlelap dalam tidurnya. Raihan mengusap lembut wajah Rena dan menutupi bagian tubuh Rena menggunakan jasnya itu. Tak terasa bibir manis Raihan mengecup lembut bibir Rena."Aku akan mengikatmu agar kamu selalu ada di sisiku, bagaimanapun caranya! Aku sudah lama mencari wanita yang bisa menggetarkan hatiku dan menyayangi putraku dengan tulus. Ternyata hanya kamu wanita hebat yang bisa melakukan ini padaku sekaligus. Kamu bisa menakhlukkan hatiku dan putraku!" ucap Raihan sambil memainkan jarinya di bibir Rena.Sesekali terlihat Rena
last updateLast Updated : 2025-03-08
Read more

Bab 24. Mencari Kerja Part 2

Raihan tersenyum sambil mendekat ke arah Rena berdiri. Dia menuntun Rena masuk ke dalam mobil mewahnya. "Kenapa kamu di sini? Bukankah harusnya ini masih jam kerja kantor?" tanya Rena menatap ke arah Raihan yang ada di hadapannya. "Aku mengkhawatirkanmu! Kamu tahu, tidak semua perusahaan memperlakukan karyawannya dengan baik. Ada banyak perusahaan yang sewenang-wenang pada para karyawannya. Aku tidak mau jika ada hal buruk terjadi pada calon istriku," ucap Raihan sambil mulai menyalakan mesin mobilnya. "Kamu benar! Aku hampir saja mendapatkan perilaku buruk dari direktur perusahaan itu. HRD langsung meminta aku dan Selin kerja hari ini, tapi...." "Tapi apa?" tanya Raihan penasaran. "Direktur memintaku menemuinya, dia menanyakan masalah pribadiku. Apa aku sudah menikah, apa aku punya pacar, dan dia minta aku untuk memutuskan pacarku jika aku ingin tetap bekerja di sana." "Lalu kau jawab apa?" "Tentu saja aku tidak mau! Perusahaan macam apa yang ingin karyawannya melayan
last updateLast Updated : 2025-03-10
Read more

Bab 25. Kantor Besar Raihan

Rena tersenyum malu-malu, menatap ke arah Raihan yang berada di hadapannya. Bibir tipis Raihan menyunggingkan senyum ke arah Rena, melihat ekspresi malu-malu Rena membuat Raihan semakin tak bisa mengendalikan hatinya. "Mulai besok kamu bekerja di kantorku! Ajak sahabatmu juga, agar kamu punya teman di sana. Tidak ada tawar menawar, aku sudah buat keputusan yang harus kamu ikuti!" ucap Raihan dengan wajah serius. "Tidak mau. Aku tidak mau bekerja di kantormu! Aku tidak suka jika dianggap memanfaatkan kedekatan kita sebagai jalan untuk aku mencari pekerjaan. Apa tanggapan orang jika mereka tahu, kekasih Tuan Raihan hanya memanfaatkan hubungannya untuk mendapatkan pekerjaan," ucap Rena menoleh ke arah Raihan yang diam terpaku. "Aku akan mempekerjakanmu sebagai karyawan biasa. Aku tidak akan memperlakukan kamu secara istimewa. Percayalah padaku, aku konsisten jika itu mengenai pekerjaan!" ucap Raihan sambil tersenyum. "Benarkah?" "Tentu!" "Kamu yakin?" "Apa kamu tidak percaya pada
last updateLast Updated : 2025-03-10
Read more

Bab 26. Cari Gara-Gara

Raihan masih asyik menyuapi Rena, dia mengusap lembut bibir Rena dengan sapu tangannya. Senyum terpancar indah dari bibir pria tampan itu. Padahal jelas-jelas saat ini Rena terlihat ketakutan setengah mati."Bisakah kamu lebih tenang? Kenapa wajahmu seperti maling yang takut ketahuan mencuri? Ini kantorku, apapun yang aku lakukan tidak akan ada karyawan yang berani protes. Jadi berikan senyuman termanismu untukku!" pinta Raihan mendekatkan bibirnya ke arah bibir Rena.Rena menelan ludah, berusaha menghindari serangan yang dilakukan Raihan padanya. Wajah Rena pucat, dia benar-benar tidak mau jika ada orang kantor yang tahu tentang hubungannya dengan Raihan. Tapi Raihan sebaliknya, dia ingin jika seseorang memergoki mereka bermesraan dan menjadi trending topik di kantornya. "Kenapa? Kamu sudah tidak suka aku bermesraan denganmu? Aku hanya mau mengecup bibirmu sebentar saja!" bisik Raihan."Tidak tahu malu! Ini kantor, dan di sini kamu adalah pemiliknya. Apa kamu tidak berpikir, bagaima
last updateLast Updated : 2025-03-11
Read more

Bab 27. Gelora Karena Cemburu

Rena berontak dari pelukan Raihan, wajahnya nampak kesal pada Raihan yang masih memeluknya erat. "Lepaskan aku!" teriak Rena."Tidak mau!" tawa Raihan."Jika kamu tetap begini, aku akan benar-benar marah!" "Apa kamu cemburu?""Tentu saja. Kamu itu pacarku, tidak boleh ada yang memelukmu selain aku. Jika kamu bisa sembarangan dipeluk wanita lain, aku akan melakukan hal yang sama. Aku akan peluk pria lain di hadapanmu biar kamu tahu rasa," ucap Rena mengancam.Mendengar kata-kata Rena, membuat Raihan semakin mempererat pelukannya. Raihan membisikkan sesuatu di telinga Rena hingga Rena terkejut."Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi! Aku akan membuat pria yang berani memelukmu tersiksa seumur hidupnya!" Tiba-tiba wajah Rena frustasi dengan hal yang dikatakan Raihan padanya."Kenapa jadi aku yang tersudut? Bukankah dia yang dipeluk wanita sembarangan? Menyebalkan!" ucap Rena dalam hati."Kenapa kamu merasa senang sekali? Apa kamu suka membuatku kesal dan marah?" ucap Rena sambil m
last updateLast Updated : 2025-03-11
Read more

Bab 28. Terikat Cinta

Rena kembali ke meja kerjanya, Selin terlihat khawatir dengan kondisi Rena yang tampak ketakutan."Ada apa?" tanya Selin."Tidak ada. Aku hanya habis menenangkan diri di pantry. Kenapa? Apa Pak Ahmad mencariku?" tanya Rena."Tentu saja dia mencarimu! Kamu ini baru pertama kali bekerja, tapi sudah menghilang saat jam kerja. Bagaimana jika Pak Ahmad mengeluarkanmu? Apa kamu benar-benar tidak butuh pekerjaan ini?" ucap Selin kesal."Maaf, tapi calon suamiku terus menggodaku!""Hahaha... Apa kamu cemburu buta tadi? Apa dia mencoba untuk membujukmu agar tidak marah?" tawa Selin."Tentu saja aku cemburu. Ini benar-benar sangat menyebalkan!""Rena, kamu lupa siapa pacarmu itu? Wanita mana yang punya pikiran sebodoh dirimu? Seluruh wanita di dunia pasti ingin punya pendamping hidup seperti Tuan Raihan, tapi kamu....""Kenapa denganku?""Kamu bodoh! Tuan Raihan itu jelas orang hebat dan berpengaruh di kantor ini. Kamu bisa meminta padanya untuk jadi manager atau apapun yang lebih baik daripada
last updateLast Updated : 2025-03-12
Read more

Bab 29. Menghabiskan Malam Bersama

Rena diminta menginap di rumah Raihan, sementara ibu Rena justru pulang kembali ke rumahnya untuk menyampaikan kabar gembira itu pada keluarganya. Bahkan keluarga Raihan meminta ibu Rena untuk tidak lagi bekerja sebagai pelayan di rumah mewah itu, dan memberikan pekerjaan yang cocok untuk ibu Rena saat itu. Ayah dan kakek Raihan berinisiatif untuk membukakan toko elektronik untuk keluarga Rena memulai usaha. Rena yang mendengar setiap ucapan yang dikatakan keluarga Raihan semakin merasa malu dan berhutang budi. Biar bagaimanapun, hal yang dilakukan keluarga Raihan yang terbaik untuk keluarga Rena, tapi merendahkan harga diri Rena sendiri. "Apa yang kamu lamunkan?" tanya Raihan sambil mengajak Rena ke taman belakang rumah. "Keluargamu. Kenapa keluargamu harus ikut campur dalam urusan keluargaku? Bukankah sudah kubilang, aku tidak ingin kamu atau keluargamu mencampuri perekonomian keluargaku. Aku tidak mau dianggap sebagai wanita matre yang memanfaaatkanmu!" "Rena, apa kamu harus s
last updateLast Updated : 2025-03-12
Read more

Bab 30. Main Kucing-Kucingan

Keesokan paginya, Rena yang menyadari dirinya tengah tidur bersama lawan jenis tanpa sehelai pakaian pun. Dia segera bangun dan memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai. Matanya menoleh ke arah Raihan yang masih terlelap dalam tidurnya. Rena mengingat jika tadi malam mereka hampir saja melakukan hal yang seharusnya tidak pernah dia lakukan sebelum menikah."Apa aku sudah dibutakan cinta? Apa aku sudah gila?" ucap Rena menggerutu.Rena masuk ke dalam kamar mandi, dan membersihkan diri. Dia memakai kembali bajunya dan terburu-buru keluar dari kamar Raihan sebelum sang tunangan benar-benar bangun dan mencegah kepergiaannya.Namun saat hendak melangkah pergi setelah menutup pintu kamar Raihan, tiba-tiba ibu Raihan tersenyum dan bertanya pada Rena. Rena terlihat sangat terkejut, melihat kehadiran ibu Raihan yang berada tepat di belakangnya."Matilah aku!" gumam Rena dalam hati."Rena, kamu ada di sini? Aku mencarimu di kamar tamu, ternyata kamu tidur sekamar dengan Raihan ya?" tawa i
last updateLast Updated : 2025-03-13
Read more
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status