Home / Romansa / Menikahi Duda Kaya / Bab 21. Kesal Tapi Rindu

Share

Bab 21. Kesal Tapi Rindu

Author: Risma123
last update Last Updated: 2025-03-07 15:55:46

Keesokan harinya, Rena sudah ada di kampus bersama keluarganya. Ada ibu, ayah, dan adik perempuannya yang saat itu menyemangati Rena di hari kelulusannya. Terlihat mereka gembira dengan gelar sarjana yang akhirnya bisa didapatkan oleh Rena saat itu.

"Kamu benar putriku yang sangat membanggakan!" ucap ayah Rena penuh rasa bangga.

"Huh, apa Ayah hanya akan bangga pada Kak Rena saja? Padaku tidak ya?" ucap Hana sedih.

"Pada kamu juga, Ayah bangga pada kalian!" ucap ayah sambil tersenyum.

"Kamu benar-benar hebat! Kamu mendapatkan nilai terbaik, Ibu benar-benar tidak percaya. Bukankah selama ini kamu terlihat tidak fokus pada kuliahmu karena asyik memikirkan tuan Raihan?" tawa ibu.

"Itu tidak benar! Aku selama ini berusaha untuk mendapat nilai terbaik. Aku ingin dapat pekerjaan yang layak dan bisa membantu memperbaiki perekonomian keluarga kita. Ayah tidak usah bekerja lagi, begitupun dengan Ibu. Aku ingin Hana juga bisa melanjutkan kuliahnya yang terhenti karena aku. Pokoknya aku mau kit
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Menikahi Duda Kaya   Bab 22. Modus Menjaga Alif

    Rena menyuapi Alif dengan penuh kasih sayang, Alif terlihat begitu senang dengan hal yang dilakukan Rena untuknya. Biar bagaimanapun, Alif sudah lama mendambakan sosok seorang ibu dalam hidupnya. Sejak ibu kandung Alif meninggalkan Raihan dan dirinya, Alif dibesarkan oleh Raihan dan keluarganya tanpa sosok seorang ibu.Tiba-tiba Alif menangis, lalu memeluk tubuh Rena. Saat melihat Alif yang terlihat begitu sedih, Rena semakin tidak tega untuk pulang padahal hari sudah larut malam."Alif, ini sudah malam! Mama harus pulang, tapi besok Mama akan kembali ke sini untuk menjaga Alif. Bagaimana?" ucap Rena sambil tersenyum."Tidak mau. Alif mau Mama di sini temani Alif!" teriak Alif dengan wajah sedih."Tapi aku harus pulang, sayang! Jika tidak pulang, pasti akan dicari orang rumah," ucap Rena pelan."Ayah. Bujuk Mama tetap tinggal di sini menemaniku!" rengek Alif."Nak, Mama bilang akan kembali besok pagi! Kau bisa ditemani Ayah dulu, jangan merengek pada mamamu terus, dia juga butuh istir

    Last Updated : 2025-03-08
  • Menikahi Duda Kaya   Bab 23. Mencari Kerja Part 1

    Raihan tersenyum menatap Rena yang terlihat malu mendengar hal yang dia dikatakan. Rena masih menutup wajahnya dengan kedua tangannya, berusaha untuk tidak memperlihatkan ekspresi malunya pada Raihan. Rena menutupi wajahnya dengan jas kantor Raihan hingga dia tertidur lelap di atas sofa ruang rawat Alif.Raihan hanya tersenyum senang melihat ekspresi Rena yang malu-malu. Dia membuka jaket yang menutupi wajah Rena. Terlihat wanita itu tak bergeming dan tetap terlelap dalam tidurnya. Raihan mengusap lembut wajah Rena dan menutupi bagian tubuh Rena menggunakan jasnya itu. Tak terasa bibir manis Raihan mengecup lembut bibir Rena."Aku akan mengikatmu agar kamu selalu ada di sisiku, bagaimanapun caranya! Aku sudah lama mencari wanita yang bisa menggetarkan hatiku dan menyayangi putraku dengan tulus. Ternyata hanya kamu wanita hebat yang bisa melakukan ini padaku sekaligus. Kamu bisa menakhlukkan hatiku dan putraku!" ucap Raihan sambil memainkan jarinya di bibir Rena.Sesekali terlihat Rena

    Last Updated : 2025-03-08
  • Menikahi Duda Kaya   Bab 24. Mencari Kerja Part 2

    Raihan tersenyum sambil mendekat ke arah Rena berdiri. Dia menuntun Rena masuk ke dalam mobil mewahnya. "Kenapa kamu di sini? Bukankah harusnya ini masih jam kerja kantor?" tanya Rena menatap ke arah Raihan yang ada di hadapannya. "Aku mengkhawatirkanmu! Kamu tahu, tidak semua perusahaan memperlakukan karyawannya dengan baik. Ada banyak perusahaan yang sewenang-wenang pada para karyawannya. Aku tidak mau jika ada hal buruk terjadi pada calon istriku," ucap Raihan sambil mulai menyalakan mesin mobilnya. "Kamu benar! Aku hampir saja mendapatkan perilaku buruk dari direktur perusahaan itu. HRD langsung meminta aku dan Selin kerja hari ini, tapi...." "Tapi apa?" tanya Raihan penasaran. "Direktur memintaku menemuinya, dia menanyakan masalah pribadiku. Apa aku sudah menikah, apa aku punya pacar, dan dia minta aku untuk memutuskan pacarku jika aku ingin tetap bekerja di sana." "Lalu kau jawab apa?" "Tentu saja aku tidak mau! Perusahaan macam apa yang ingin karyawannya melayan

    Last Updated : 2025-03-10
  • Menikahi Duda Kaya   Bab 25. Kantor Besar Raihan

    Rena tersenyum malu-malu, menatap ke arah Raihan yang berada di hadapannya. Bibir tipis Raihan menyunggingkan senyum ke arah Rena, melihat ekspresi malu-malu Rena membuat Raihan semakin tak bisa mengendalikan hatinya. "Mulai besok kamu bekerja di kantorku! Ajak sahabatmu juga, agar kamu punya teman di sana. Tidak ada tawar menawar, aku sudah buat keputusan yang harus kamu ikuti!" ucap Raihan dengan wajah serius. "Tidak mau. Aku tidak mau bekerja di kantormu! Aku tidak suka jika dianggap memanfaatkan kedekatan kita sebagai jalan untuk aku mencari pekerjaan. Apa tanggapan orang jika mereka tahu, kekasih Tuan Raihan hanya memanfaatkan hubungannya untuk mendapatkan pekerjaan," ucap Rena menoleh ke arah Raihan yang diam terpaku. "Aku akan mempekerjakanmu sebagai karyawan biasa. Aku tidak akan memperlakukan kamu secara istimewa. Percayalah padaku, aku konsisten jika itu mengenai pekerjaan!" ucap Raihan sambil tersenyum. "Benarkah?" "Tentu!" "Kamu yakin?" "Apa kamu tidak percaya pada

    Last Updated : 2025-03-10
  • Menikahi Duda Kaya   Bab 26. Cari Gara-Gara

    Raihan masih asyik menyuapi Rena, dia mengusap lembut bibir Rena dengan sapu tangannya. Senyum terpancar indah dari bibir pria tampan itu. Padahal jelas-jelas saat ini Rena terlihat ketakutan setengah mati."Bisakah kamu lebih tenang? Kenapa wajahmu seperti maling yang takut ketahuan mencuri? Ini kantorku, apapun yang aku lakukan tidak akan ada karyawan yang berani protes. Jadi berikan senyuman termanismu untukku!" pinta Raihan mendekatkan bibirnya ke arah bibir Rena.Rena menelan ludah, berusaha menghindari serangan yang dilakukan Raihan padanya. Wajah Rena pucat, dia benar-benar tidak mau jika ada orang kantor yang tahu tentang hubungannya dengan Raihan. Tapi Raihan sebaliknya, dia ingin jika seseorang memergoki mereka bermesraan dan menjadi trending topik di kantornya. "Kenapa? Kamu sudah tidak suka aku bermesraan denganmu? Aku hanya mau mengecup bibirmu sebentar saja!" bisik Raihan."Tidak tahu malu! Ini kantor, dan di sini kamu adalah pemiliknya. Apa kamu tidak berpikir, bagaima

    Last Updated : 2025-03-11
  • Menikahi Duda Kaya   Bab 27. Gelora Karena Cemburu

    Rena berontak dari pelukan Raihan, wajahnya nampak kesal pada Raihan yang masih memeluknya erat. "Lepaskan aku!" teriak Rena."Tidak mau!" tawa Raihan."Jika kamu tetap begini, aku akan benar-benar marah!" "Apa kamu cemburu?""Tentu saja. Kamu itu pacarku, tidak boleh ada yang memelukmu selain aku. Jika kamu bisa sembarangan dipeluk wanita lain, aku akan melakukan hal yang sama. Aku akan peluk pria lain di hadapanmu biar kamu tahu rasa," ucap Rena mengancam.Mendengar kata-kata Rena, membuat Raihan semakin mempererat pelukannya. Raihan membisikkan sesuatu di telinga Rena hingga Rena terkejut."Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi! Aku akan membuat pria yang berani memelukmu tersiksa seumur hidupnya!" Tiba-tiba wajah Rena frustasi dengan hal yang dikatakan Raihan padanya."Kenapa jadi aku yang tersudut? Bukankah dia yang dipeluk wanita sembarangan? Menyebalkan!" ucap Rena dalam hati."Kenapa kamu merasa senang sekali? Apa kamu suka membuatku kesal dan marah?" ucap Rena sambil m

    Last Updated : 2025-03-11
  • Menikahi Duda Kaya   Bab 28. Terikat Cinta

    Rena kembali ke meja kerjanya, Selin terlihat khawatir dengan kondisi Rena yang tampak ketakutan."Ada apa?" tanya Selin."Tidak ada. Aku hanya habis menenangkan diri di pantry. Kenapa? Apa Pak Ahmad mencariku?" tanya Rena."Tentu saja dia mencarimu! Kamu ini baru pertama kali bekerja, tapi sudah menghilang saat jam kerja. Bagaimana jika Pak Ahmad mengeluarkanmu? Apa kamu benar-benar tidak butuh pekerjaan ini?" ucap Selin kesal."Maaf, tapi calon suamiku terus menggodaku!""Hahaha... Apa kamu cemburu buta tadi? Apa dia mencoba untuk membujukmu agar tidak marah?" tawa Selin."Tentu saja aku cemburu. Ini benar-benar sangat menyebalkan!""Rena, kamu lupa siapa pacarmu itu? Wanita mana yang punya pikiran sebodoh dirimu? Seluruh wanita di dunia pasti ingin punya pendamping hidup seperti Tuan Raihan, tapi kamu....""Kenapa denganku?""Kamu bodoh! Tuan Raihan itu jelas orang hebat dan berpengaruh di kantor ini. Kamu bisa meminta padanya untuk jadi manager atau apapun yang lebih baik daripada

    Last Updated : 2025-03-12
  • Menikahi Duda Kaya   Bab 29. Menghabiskan Malam Bersama

    Rena diminta menginap di rumah Raihan, sementara ibu Rena justru pulang kembali ke rumahnya untuk menyampaikan kabar gembira itu pada keluarganya. Bahkan keluarga Raihan meminta ibu Rena untuk tidak lagi bekerja sebagai pelayan di rumah mewah itu, dan memberikan pekerjaan yang cocok untuk ibu Rena saat itu. Ayah dan kakek Raihan berinisiatif untuk membukakan toko elektronik untuk keluarga Rena memulai usaha. Rena yang mendengar setiap ucapan yang dikatakan keluarga Raihan semakin merasa malu dan berhutang budi. Biar bagaimanapun, hal yang dilakukan keluarga Raihan yang terbaik untuk keluarga Rena, tapi merendahkan harga diri Rena sendiri. "Apa yang kamu lamunkan?" tanya Raihan sambil mengajak Rena ke taman belakang rumah. "Keluargamu. Kenapa keluargamu harus ikut campur dalam urusan keluargaku? Bukankah sudah kubilang, aku tidak ingin kamu atau keluargamu mencampuri perekonomian keluargaku. Aku tidak mau dianggap sebagai wanita matre yang memanfaaatkanmu!" "Rena, apa kamu harus s

    Last Updated : 2025-03-12

Latest chapter

  • Menikahi Duda Kaya   Bab 59. Hukuman Cinta

    Air mata Rena membasahi jas yang dikenakan Raihan. Terlihat kesedihan yang mendalam dari tatapan mata Rena pada Raihan. Isak tangis masih terdengar, membuat Raihan merasa bersalah mengucapkan kata-kata kasar pada istrinya itu. "Maafkan aku! Tidak seharusnya aku meneriakimu seperti tadi. Aku khilaf, maafkan aku!" ucap Raihan mengusap lembut wajah Rena."Kamu jahat! Kamu bisa mengencani banyak wanita tapi kenapa aku tidak? Kamu bisa menempel pada banyak wanita, kenapa aku tidak? Kamu terus mengaturku ini dan itu, tapi pernahkah kamu bercermin untuk menghargaiku sedikit saja? Oh tidak, pria kaya raya sepertimu tidak akan menghargai orang lain. Kamu bisa melakukan apapun, karena kamu punya segalanya dan mampu membeli harga diri orang lain, termasuk harga diri istrimu sendiri!" teriak Rena kesal.Raihan tak bicara, dia menatap istrinya lekat, Raihan merasa sangat bersalah karena membuat istrinya marah padanya saat itu. CUP ...Raihan mengecup bibir Rena, Raihan juga menghapus air mata ya

  • Menikahi Duda Kaya   Bab 58. Image Yang Meresahkan

    Rena tersenyum dan akhirnya mengiyakan apa yang dikatakan Raihan padanya. Kini Rena mulai belajar menjadi wakil CEO didampingi oleh sang suami. Rena terlihat bersungguh-sungguh dalam mempelajari setiap hal yang diperintahkan oleh Raihan dan tugasnya sebagai wakil CEO. Tapi saat Rena benar-benar sedang serius, Raihan justru malah menggoda istrinya. Dia terlihat senang memberikan banyak pekerjaan yang bukan pekerjaan Rena sebagai wakil CEO. Rena diminta untuk menulis nama panjang Raihan di kertas seratus lembar. Tak hanya itu Rena diminta untuk memajang foto Reyhan disebelah mejanya. Walaupun terlihat pekerjaannya cukup aneh, tapi Rena berusaha untuk tidak melawan. Dia mengerjakan setiap pekerjaan yang diperintahkan oleh Raihan tanpa perdebatan. Padahal Rena tahu betul jika sang suami saat ini tengah mengerjainya. "Sudah selesai belum, pekerjaan yang barusan aku berikan? Setelah selesai kamu bisa memulai tugas yang lain. Di sini ada beberapa tumpukan dokumen yang harus kamu periksa. H

  • Menikahi Duda Kaya   Bab 57. Bukan Istri Sempurna

    Raihan tersenyum ke arah Rena, mengecup kening istrinya penuh cinta. Terlihat begitu takut jika kehamilan akan menyiksa sang istri."Jika kamu belum siap, aku bisa menunggu!" ucap Raihan pelan."Kenapa? Tadi kamu yang paling antusias? Sekarang tiba-tiba kamu berubah jadi khawatir seperti itu. Apa yang kamu pikirkan? Tidak mau aku mengandung anakmu? Apa aku tidak layak?" ucap Rena kesal."Hei, tajam sekali mulutmu ini! Aku melakukan itu karena mengkhawatirkan keadaanmu. Aku baru menyadari jika proses memiliki anak butuh perjuangan saat melahirkan. Aku tidak tega jika kamu harus merasakan sakit itu!" "Bodoh sekali! Aku ini wanita. Aku mau punya anak dari rahimku sendiri. Percayalah, aku pasti kuat!" ucap Rena memeluk tubuh Raihan."Benarkah? Kamu sudah siap untuk hal itu?" "Tenang saja, aku sudah siap!" ucap Rena sambil tersenyum.Beberapa hari kemudian, Rena kembali bekerja di kantor Raihan. Dia terlihat serius mengerjakan tugas dari manager Ana tentang desain kantor Amazong. Anggist

  • Menikahi Duda Kaya   Bab 56. Wanita Di Masa Lalu

    Rena meminta banyak hal malam ini, dan mendapatkan semuanya dari kerja keras suaminya. Entah kenapa Rena merasa bangga, menikmati hidup ala kadarnya seperti ini. Yang terpenting di saat hidup tak menjadi seorang sultan, Rena merasa jauh dicintai dan merasa percaya diri mendampingi Raihan. Satu-satunya ketakutan Rena selama ini adalah status Raihan sebagai orang terkaya yang mencolok."Kelihatannya kamu sangat menikmati makan ini ya? Apa kamu suka melihat suamimu jadi pedagang rendahan?" ucap Raihan kesal."Hahaha... Bukan begitu, tapi aku lebih tenang saat kamu bukan siapa-siapa. Terakhir kali, aku dan Amor berdebat karena dirimu. Hari ini, aku dan Sinta juga berdebat karenamu. Sejujurnya aku tidak suka dengan statusmu sebagai sultan. Tidak bisakah kita hidup sebagai rakyat biasa saja?" ucap Rena menyandarkan kepalanya di bahu Raihan."Kamu istriku yang konyol! Saat banyak wanita mendekatiku karena uang, kamu justru malah ingin aku meninggalkan semuanya. Tapi itulah yang membuat aku

  • Menikahi Duda Kaya   Bab 55. Honeymoon Ala Kadar

    Raihan mengunci pintu kamar hotel dengan senyum menggoda. Terlihat jelas keromantisan yang akan terjadi pada Rena dan Raihan saat itu. Hanya dengan sedikit sentuhan, Raihan mampu membuat Rena tak berdaya melawannya.Tubuh mungil Rena membuat Raihan beberapa kali menelan ludahnya. Merasakan nafsunya memuncak hingga ke ubun-ubun. Dalam sekejap, pakaian yang dikenakan Rena lepas dari tubuhnya. Raihan tersenyum menyeringai, menatap tubuh polos itu membuat dia langsung menyerang Rena tanpa aba-aba. Rena hanya mengerang, sesekali tangannya mencengkram kuat punggung Raihan yang berada di atas tubuhnya.Tak lama setelah selesai melakukan aktivitas kegemaran Raihan, Rena terlelap tidur. Raihan dengan bangga memeluk istrinya dan mengusap lembut pucuk kepala Rena. Terlihat wajah bahagia terpancar dari bibir Raihan."Jika kamu benar-benar berhasil mengandung anakku, aku akan semakin menyayangimu. Hal yang paling indah yang kumiliki, adalah menjadikan kamu pasangan hidupku dan ibu untuk putraku, A

  • Menikahi Duda Kaya   Bab 54. Jebakan Salah Alamat

    Rena kembali masuk ke dalam kamar hotel itu, menahan kesal menghadapi tingkah sekertaris suaminya. Secara terang-terangan dia ingin menjebak Raihan, tentu saja Rena merasa sangat kesal.Raihan tersenyum menatap ke arah Rena, dari atas tempat tidur. Dia masih terlihat lemah setelah menghabiskan waktu untuk bertarung dengan Rena. "Kenapa sayangku? Kenapa dengan ekspresi wajahmu yang menggemaskan itu? Apa kamu sedang marah?" tanya Raihan."Tentu saja aku marah. Sekertarismu bermasalah, sejak datang menemuiku dia terus mengancamku. Cih, dia pikir dia bisa mengancamku? Aku istrimu, aku lebih berhak atas kamu daripada wanita itu'kan?" ucap Rena kesal."Iya sayang, kamu lebih berhak atas aku dibanding siapapun! Jika kamu cemburu seperti ini, aku merasa sangat bahagia. Ayo kita buat adik untuk Alif!" bisik Raihan sambil mengedipkan sebelah matanya."Huh, apa-apaan! Ingin punya anak? Bisakah kamu jaga dirimu dulu agar tidak digoda wanita lain? Bagaimana jika saat aku sedang hamil, kamu digoda

  • Menikahi Duda Kaya   Bab 53. Rena Vs Sekertaris Licik Part 2

    Rena menoleh ke arah sekertaris Raihan yang berada di belakangnya. Merasa bisa menggagalkan rencana sekertaris itu untuk menjebak suaminya. Terlihat Sinta mengerutkan keningnya, menatap kesal ke arah Rena yang berada di dalam pelukan Raihan saat itu. "Kurang ajar! Kenapa wanita bodoh itu harus ikut ke luar kota segala? Jika ini terjadi, maka dia akan mengganggu rencanaku untuk mendapatkan hati Tuan Raihan!" gumam Sinta sambil meremas kesal tangannya sendiri.Rena dan Raihan duduk di kursi belakang mobil, sementara Sinta duduk di depan, disebelah supir pribadi Raihan. Sesekali mata sekertaris itu menatap ke arah Rena dan Raihan melalui kaca spion mobil. Rena yang sadar gerak-geriknya sedang diperhatikan, dengan sengaja memeluk mesra suaminya. Dia bisa melihat sekertaris itu terlihat kesal, ajang untuk memanas-manasi hati Sinta berjalan dengan sukses."Sayang, kenapa tiba-tiba kamu manja seperti ini? Apa yang terjadi padamu?" tanya Raihan seolah tahu ada hal yang tak biasa terjadi pad

  • Menikahi Duda Kaya   Bab 52. Rena Vs Sekertaris Licik Part 1

    Rena terkejut, dia dengan wajah bahagia menerima rangkaian bunga yang diberikan Raihan. Saat Raihan memberikan kotak perhiasan, Rena membuka kotak itu dengan gugup. Ternyata sebuah kalung canting dengan batu permata merah diberikan Raihan untuk Rena. Rena mengembangkan senyumnya, memeluk mesra suami yang ada di hadapannya."Terima kasih sayang," ucap Rena masih menenggelamkan wajahnya di tubuh Raihan."Apa kamu suka?" "Sangat suka, terima kasih!" ucap Rena mempererat pelukannya.Wanita-wanita sosialita yang ada diacara itu, menatap iri pada Rena. Tidak ada yang mengira jika Tuan Raihan yang dikenal arogan, cuek, dan pekerja keras itu, mampu memberikan kejutan manis untuk istrinya. Bisik-bisik itu membuat Rena enggan melepaskan pelukannya di tubuh sang suami."Sayang, lepaskan pelukanmu dulu! Aku mau pakaikan kalung ini untukmu," ucap Raihan sambil mengambil kalung dan memasangkan kalung itu di leher Rena.Semua orang bersorak-sorai menatap ke arah Rena dan Raihan. Senyum terukir inda

  • Menikahi Duda Kaya   Bab 51. Hari Menyenangkan Sebagai Nyonya

    Septina dan Erlina menatap ke arah Rena dengan senyum bersinar di wajah mereka. Seolah tidak percaya jika sahabat mereka tidak bohong tentang status pernikahannya dengan CEO pemilik perusahaan. "Rena, aku tidak mengira jika kamu benar-benar istri rahasia Tuan Raihan. Kenapa kamu menyembunyikan statusmu sebagai istri Tuan Raihan?" ucap Erlina sambil tersenyum. "Aku sudah bilang waktu itu, tapi kalian tidak percaya. Aku mau bilang apa, jika kalian tidak percaya padaku!" ucap Rena mulai memetik dokumen di tangannya. "Maafkan kami karena kami sempat tidak percaya dengan ucapanmu. Wajarlah kami meragukanmu, kamu bahkan tidak terlihat seperti seorang nyona besar. Kamu bahkan masih masih menjadi desainer rendahan setelah hubunganmu dan Tuan Raihan terkuak di media sosial. Apa yang kamu pikirkan?" ucap Septina bingung. "Memangnya hal mengasyikkan apa yang bisa dilakukan sebagai istri CEO kaya?" tanya Rena. "Apa kamu bertanya hal seperti ini pada kami? Tentu saja kami akan menghabiskan u

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status