Home / Romansa / Menikahi Duda Kaya / Bab 31. Laki-Laki Yang Dikagumi

Share

Bab 31. Laki-Laki Yang Dikagumi

Author: Risma123
last update Last Updated: 2025-03-14 22:33:11

Raihan menatap kepergian Rena dengan wajah kecewa. Hingga tiba-tiba seorang wanita cantik menghampirinya dan duduk di samping Raihan.

"Amor, mau apa? Kamu belum puaskah dengan jawabanku tadi pagi, aku sudah punya tunangan, dan tidak mungkin menerima cintamu. Lebih baik kamu pergi dan menjaga jarak dariku, aku tidak mau nantinya ada masalah dengan hubunganku dan tunanganku karena kesalahpahaman," ucap Raihan.

"Tapi aku dan kamu itu sudah lama menjadi teman, bukan? Kamu tahu sekali jika aku sudah lama menyukaimu. Tapi tiba-tiba aku dengar kamu sudah bertunangan, padahal dulu kamu bilang, kamu tidak akan menikah setelah kegagalan itu. Tapi ternyata kamu mengingkarinya sekarang!" ucap Amor merasa kesal.

"Memangnya masalah hati bisa ditentukan sendiri? Aku mana tahu bisa bertemu dengan tunanganku yang sekarang? Kamu pikir selama ini aku pernah punya hubungan dengan wanita lain, setelah Dita kabur dan meninggalkan anak padaku. Aku sendiri tidak menyangka akan ada wanita yang bisa menggoy
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Menikahi Duda Kaya   Bab 32. King And Queen Part 1

    Rena dan Tirta berjalan menuju mobil Tirta yang berada di sebrang jalan. Tirta tersenyum senang, beberapa kali terlihat dia menatap Rena dengan penuh rasa kagum. Sementara Rena, bahkan tidak berani menoleh. Entah kenapa ada rasa canggung yang menggelitik di hati Rena. Setelah hampir satu setengah tahun mengagumi sosok pria dihadapannya, akhirnya kesampaian juga bisa jalan bersana pria yang dia suka.Tapi sebelum masuk mobil, tiba-tiba tangan Rena di tahan oleh pria yang berada tepat di belakangnya. Rena menoleh ke arah pria itu, yang tak lain adalah Raihan. Raihan menarik tubuh Rena ke dalam pelukannya."Mau pergi kemana? Kamu kencan dengan pria lain untuk membalasku kah?" ucap Raihan sedih."Kenapa mengejarku? Kenapa tidak bersama model cantik itu saja? Aku mau pergi, malas menghadapi pria menyebalkan sepertimu!" ucap Rena kesal."Aku tidak akan melepaskan tunanganku dan mengizinkan dia pergi dengan pria lain. Enak saja, sudah susah payah mengejar cintamu, lalu aku harus rela kamu pe

    Last Updated : 2025-03-14
  • Menikahi Duda Kaya   Bab 33. King And Queen Part 2

    Rena yang menatap banyak wartawan di sana segera bersembunyi di belakang tubuh Raihan. Menutupi wajahnya agar tidak tampak di foto dan menjadi sorotan publik."Jangan bergerak! Biarkan aku sembunyikan wajahku!" ucap Rena."Tapi kenapa? Apa kamu malu mengakui aku sebagai calon suamimu?" tanya Raihan."Kamu terlalu hebat! Rasanya tidak ada seujung kuku pun aku pantas berada di sampingmu. Aku akan mempermalukanmu, jika mereka tahu kalau aku adalah anak dari salah seorang pelayan yang bekerja di rumahmu. Aku tidak mau media melihatku!" ucap Rena bersikeras."Baiklah, jika itu yang kamu mau!" ucap Raihan sambil tersenyum."Kamu mau apa?" "Menyembunyikanmu dari media! Aku akan menggendongmu ke dalam pelukanku, dan kamu peluk aku yang erat. Jangan coba-coba menoleh atau menunjukkan wajahmu! Jika kamu menoleh sedikit saja, aku tidak bisa menyembunyikan hubungan kita lagi dari media!" ucap Raihan."Kenapa menjadi tunangan orang kaya begitu merepotkan seperti ini?" keluh Rena."St... Jangan bi

    Last Updated : 2025-03-15
  • Menikahi Duda Kaya   Bab 34. Pesona Cinta

    Rena terlihat masih tersipu malu, hal itu membuat Raihan semakin suka menggodanya. Raihan menyodorkan dirinya ke depan wajah Rena, Rena pun terkejut dibuatnya, namun tidak bisa bergerak karena kaget. "Kamu lihat baik-baik pria tampan yang sekarang menjadi tunanganmu ini. Bukankah wajahku ini sangat tampan? Banyak wanita yang antri karena terpesona dengan wajah tampanku. Apa kamu tidak merasa jika kamu sudah menyia-nyiakan kesempatan ini? Kamu punya tunangan setampan aku, tapi apa kamu tidak ingin melakukan apa-apa padaku?" tanya Raihan berusaha bergaya setampan mungkin untuk menggoda Rena. "Aku... Aku..." "Kenapa? Kenapa jadi gugup? Di tempat ini hanya ada aku dan kamu, tidak usah malu jika kamu mau melakukan sesuatu padaku!" ucap Raihan tersenyum manis. "Apa kamu sedang menggodaku sekarang?" tanya Rena. "Tentu. Memangnya kamu tidak tergoda?" tanya Raihan memamerkan bibirnya yang seksi. GLEKK... Rena menelan ludahnya menahan pesona di hadapannya. Sementara Raihan masih bergaya

    Last Updated : 2025-03-15
  • Menikahi Duda Kaya   Bab 35. Setelah Tragedi

    Setelah selesai bersiap untuk pulang dan memastikan tidak ada wartawan yang datang. Raihan dan Rena mengendap-ngendap keluar dari restoran itu. Rena dan Raihan berjalan pelan menuju parkiran mobil dan keluar dari halaman restoran itu.Rena masih diam, sementara Raihan sendiri bingung memahami eskpresi wajah Rena saat itu. Entah sedang marah, kesal, atau puas, tapi yang pasti Raihan merasa lega karena sudah mengikat Rena dengan hal yang baru saja dia lakukan."Apa yang sedang kamu lihat? Jangan menatapku seperti itu!" gerutu Rena ketus."Kamu masih marah? Aku minta maaf ya?" ucap Raihan sambil menggenggam tangan Rena."Mau bagaimana lagi, sudah terjadi dan tidak mungkin mengulang waktu. Tapi aku tidak mau pulang ke rumah, aku takut!" ucap Rena pelan."Pulang ke rumahku saja ya!" ucap Raihan antusias."Ya, pulang ke rumahmu saja. Aku juga sudah janji pada Alif untuk membantu mengerjakan tugas kerajinan tangannya. Aku tidak boleh mengecewakan Alif," ucap Rena menatap ke arah jendela mobi

    Last Updated : 2025-03-16
  • Menikahi Duda Kaya   Bab 36. Gosip Besar Makan Hati

    Rena dan Raihan sama-sama bingung dengan permintaan yang diajukan Alif. Sama-sama tidak tahu harus bagaimana menjawab permintaan Alif. Sebenarnya Raihan ingin sekali segera menikah dengan Rena, namun membujuk wanita seperti Rena tidak semudah itu. Bahkan setelah Raihan melakukan hubungan itu dengan Rena tetap saja Rena menolak untuk menikah."Ayah, Mama, kenapa kalian diam? Apakah kalian akan segera membuatkan adik untukku? Aku mau punya adik sepasang, 1 laki-laki dan 1 perempuan. Buatkan segera adik untukku agar aku tak kesepian lagi," ucap Alif membuat Rena gusar."Sudah malam, lebih baik Alif tidur dulu besok kita bicarakan lagi," ucap Raihan sambil tersenyum."Tapi Alif mau punya adik Ayah!" ucap Alif kekeh."Iya, akan segera Ayah dan Mama buatkan. Sekarang Alif cepat tidur!" ucap Rena sambil tersenyum.Alif tersenyum senang, dia melangkahkan kakinya keluar dari kamar tamu. Pikiran Alif melayang mengkhayalkan jika dia mendapatkan sepasang adik laki-laki dan perempuan. Alif begitu

    Last Updated : 2025-03-16
  • Menikahi Duda Kaya   Bab 37. Kesempatan Jadi Desainer

    Raihan menatap tajam ke arah Rena yang berada tepat di hadapannya. Tidak habis pikir dengan permintaan konyol yang diinginkan Rena padanya. Di saat Raihan begitu takut jauh dari tunangannya, justru Rena memilih untuk menjauh dari Raihan. Sebenarnya Raihan begitu takut kehilangan Rena, namun Rena seperti tidak perduli. Dia memilih menjauh dari Raihan untuk terbebas dari rumor buruk yang saat ini menjadi tranding topik di kantor. “Kenapa kamu ingin pindah? Aku tidak bisa melakukan hal itu! Kamu tahu kan, jika aku begitu takut kehilanganmu. Aku tidak mau ambil resiko jika nanti kamu meninggalkan aku, dan tak kembali!” ucap Raihan cemas. “Kenapa begitu khawatir? Bukankah sebentar lagi kita akan menikah? Kamu hanya tidak satu kantor denganku, tapi tetap tinggal satu rumah. Izinkan aku pindah kantor!” ucap Rena memohon. “Berikan alasan yang bisa membuatku setuju!” “Aku ingin menjadi bayanganku sendiri, bukan berdiri diantara bayang-bayangmu. Jika aku tetap bersamamu, walaupun suatu s

    Last Updated : 2025-03-17
  • Menikahi Duda Kaya   Bab 38. Menjelang Pernikahan

    Siang hari setelah Rena dan Raihan selesai makan siang bersama, mereka menemui Tuan Arnold untuk membicarakan tentang bisnis. Tuan Arnold bersedia untuk membeli beberapa saham perusahaan Raihan.Selesai bertemu dengan Tuan Arnold dan penandatanganan kontrak kerjasama, akhirnya Rena dan Raihan pergi ke butik untuk fitting baju pengantin. Rena mencoba beberapa baju pengantin rekomendasi dari pemilik butik. Raihan terlihat begitu senang, melihat wanita yang dia cintai begitu cantik memakai baju pengantinnya. Raihan mengambil beberapa foto Rena tanpa sepengetahuan wanita itu. Rasanya benar-benar seperti mimpi untuk Raihan, bisa segera menikahi wanita yang begitu dia cintai.“Mana baju pengantin yang menurutmu bagus?” tanya Rena.“Pilih semuanya. Aku lihat tidak ada gaun pengantin yang tidak cocok untukmu. Aku mau kamu memakai semua baju pengantin itu,” ucap Raihan bahagia.“Tapi kita hanya akan mengadakan pernikahan sederhana. Kita tidak akan mengundang banyak orang, jadi beli satu saja

    Last Updated : 2025-03-17
  • Menikahi Duda Kaya   Bab 39. Wedding Vows

    Keesokan harinya, Rena membuka matanya, terukir senyum dibibir tipisnya, mengingat jika hari ini adalah hari pernikahannya. Sebenarnya sampai saat ini Rena belum siap dengan sebuah pernikahan. Namun dia juga tidak berani menolak Raihan, terlebih keluarga Raihan begitu baik padanya. Rasanya tidak pantas untuk menolak orang yang sudah begitu baik padanya. Dulu Rena punya prinsip hidup, tidak mau menikah sebelum bisa membahagiakan keluarganya. Dia ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga dengan hasil jerih payahnya sendiri. Namun setelah mengenal Raihan, dia mulai melupakan prinsip itu. Kebencian yang melunak dan berubah jadi cinta yang membutakan hati Rena. Walau Rena keras kepala, tapi dia juga cukup takut akan kehilangan cinta Raihan. Tiba-tiba suara ketukan pintu membangunkan khayal Rena. Rena membuka pintu kamar, dan menatap seorang wanita cantik tersenyum di hadapannya. "Selamat pagi Nona! Saya Ana, saya adalah perias make up untuk acara pernikahan Nona Rena dan Tuan Raihan.

    Last Updated : 2025-03-18

Latest chapter

  • Menikahi Duda Kaya   Bab 59. Hukuman Cinta

    Air mata Rena membasahi jas yang dikenakan Raihan. Terlihat kesedihan yang mendalam dari tatapan mata Rena pada Raihan. Isak tangis masih terdengar, membuat Raihan merasa bersalah mengucapkan kata-kata kasar pada istrinya itu. "Maafkan aku! Tidak seharusnya aku meneriakimu seperti tadi. Aku khilaf, maafkan aku!" ucap Raihan mengusap lembut wajah Rena."Kamu jahat! Kamu bisa mengencani banyak wanita tapi kenapa aku tidak? Kamu bisa menempel pada banyak wanita, kenapa aku tidak? Kamu terus mengaturku ini dan itu, tapi pernahkah kamu bercermin untuk menghargaiku sedikit saja? Oh tidak, pria kaya raya sepertimu tidak akan menghargai orang lain. Kamu bisa melakukan apapun, karena kamu punya segalanya dan mampu membeli harga diri orang lain, termasuk harga diri istrimu sendiri!" teriak Rena kesal.Raihan tak bicara, dia menatap istrinya lekat, Raihan merasa sangat bersalah karena membuat istrinya marah padanya saat itu. CUP ...Raihan mengecup bibir Rena, Raihan juga menghapus air mata ya

  • Menikahi Duda Kaya   Bab 58. Image Yang Meresahkan

    Rena tersenyum dan akhirnya mengiyakan apa yang dikatakan Raihan padanya. Kini Rena mulai belajar menjadi wakil CEO didampingi oleh sang suami. Rena terlihat bersungguh-sungguh dalam mempelajari setiap hal yang diperintahkan oleh Raihan dan tugasnya sebagai wakil CEO. Tapi saat Rena benar-benar sedang serius, Raihan justru malah menggoda istrinya. Dia terlihat senang memberikan banyak pekerjaan yang bukan pekerjaan Rena sebagai wakil CEO. Rena diminta untuk menulis nama panjang Raihan di kertas seratus lembar. Tak hanya itu Rena diminta untuk memajang foto Reyhan disebelah mejanya. Walaupun terlihat pekerjaannya cukup aneh, tapi Rena berusaha untuk tidak melawan. Dia mengerjakan setiap pekerjaan yang diperintahkan oleh Raihan tanpa perdebatan. Padahal Rena tahu betul jika sang suami saat ini tengah mengerjainya. "Sudah selesai belum, pekerjaan yang barusan aku berikan? Setelah selesai kamu bisa memulai tugas yang lain. Di sini ada beberapa tumpukan dokumen yang harus kamu periksa. H

  • Menikahi Duda Kaya   Bab 57. Bukan Istri Sempurna

    Raihan tersenyum ke arah Rena, mengecup kening istrinya penuh cinta. Terlihat begitu takut jika kehamilan akan menyiksa sang istri."Jika kamu belum siap, aku bisa menunggu!" ucap Raihan pelan."Kenapa? Tadi kamu yang paling antusias? Sekarang tiba-tiba kamu berubah jadi khawatir seperti itu. Apa yang kamu pikirkan? Tidak mau aku mengandung anakmu? Apa aku tidak layak?" ucap Rena kesal."Hei, tajam sekali mulutmu ini! Aku melakukan itu karena mengkhawatirkan keadaanmu. Aku baru menyadari jika proses memiliki anak butuh perjuangan saat melahirkan. Aku tidak tega jika kamu harus merasakan sakit itu!" "Bodoh sekali! Aku ini wanita. Aku mau punya anak dari rahimku sendiri. Percayalah, aku pasti kuat!" ucap Rena memeluk tubuh Raihan."Benarkah? Kamu sudah siap untuk hal itu?" "Tenang saja, aku sudah siap!" ucap Rena sambil tersenyum.Beberapa hari kemudian, Rena kembali bekerja di kantor Raihan. Dia terlihat serius mengerjakan tugas dari manager Ana tentang desain kantor Amazong. Anggist

  • Menikahi Duda Kaya   Bab 56. Wanita Di Masa Lalu

    Rena meminta banyak hal malam ini, dan mendapatkan semuanya dari kerja keras suaminya. Entah kenapa Rena merasa bangga, menikmati hidup ala kadarnya seperti ini. Yang terpenting di saat hidup tak menjadi seorang sultan, Rena merasa jauh dicintai dan merasa percaya diri mendampingi Raihan. Satu-satunya ketakutan Rena selama ini adalah status Raihan sebagai orang terkaya yang mencolok."Kelihatannya kamu sangat menikmati makan ini ya? Apa kamu suka melihat suamimu jadi pedagang rendahan?" ucap Raihan kesal."Hahaha... Bukan begitu, tapi aku lebih tenang saat kamu bukan siapa-siapa. Terakhir kali, aku dan Amor berdebat karena dirimu. Hari ini, aku dan Sinta juga berdebat karenamu. Sejujurnya aku tidak suka dengan statusmu sebagai sultan. Tidak bisakah kita hidup sebagai rakyat biasa saja?" ucap Rena menyandarkan kepalanya di bahu Raihan."Kamu istriku yang konyol! Saat banyak wanita mendekatiku karena uang, kamu justru malah ingin aku meninggalkan semuanya. Tapi itulah yang membuat aku

  • Menikahi Duda Kaya   Bab 55. Honeymoon Ala Kadar

    Raihan mengunci pintu kamar hotel dengan senyum menggoda. Terlihat jelas keromantisan yang akan terjadi pada Rena dan Raihan saat itu. Hanya dengan sedikit sentuhan, Raihan mampu membuat Rena tak berdaya melawannya.Tubuh mungil Rena membuat Raihan beberapa kali menelan ludahnya. Merasakan nafsunya memuncak hingga ke ubun-ubun. Dalam sekejap, pakaian yang dikenakan Rena lepas dari tubuhnya. Raihan tersenyum menyeringai, menatap tubuh polos itu membuat dia langsung menyerang Rena tanpa aba-aba. Rena hanya mengerang, sesekali tangannya mencengkram kuat punggung Raihan yang berada di atas tubuhnya.Tak lama setelah selesai melakukan aktivitas kegemaran Raihan, Rena terlelap tidur. Raihan dengan bangga memeluk istrinya dan mengusap lembut pucuk kepala Rena. Terlihat wajah bahagia terpancar dari bibir Raihan."Jika kamu benar-benar berhasil mengandung anakku, aku akan semakin menyayangimu. Hal yang paling indah yang kumiliki, adalah menjadikan kamu pasangan hidupku dan ibu untuk putraku, A

  • Menikahi Duda Kaya   Bab 54. Jebakan Salah Alamat

    Rena kembali masuk ke dalam kamar hotel itu, menahan kesal menghadapi tingkah sekertaris suaminya. Secara terang-terangan dia ingin menjebak Raihan, tentu saja Rena merasa sangat kesal.Raihan tersenyum menatap ke arah Rena, dari atas tempat tidur. Dia masih terlihat lemah setelah menghabiskan waktu untuk bertarung dengan Rena. "Kenapa sayangku? Kenapa dengan ekspresi wajahmu yang menggemaskan itu? Apa kamu sedang marah?" tanya Raihan."Tentu saja aku marah. Sekertarismu bermasalah, sejak datang menemuiku dia terus mengancamku. Cih, dia pikir dia bisa mengancamku? Aku istrimu, aku lebih berhak atas kamu daripada wanita itu'kan?" ucap Rena kesal."Iya sayang, kamu lebih berhak atas aku dibanding siapapun! Jika kamu cemburu seperti ini, aku merasa sangat bahagia. Ayo kita buat adik untuk Alif!" bisik Raihan sambil mengedipkan sebelah matanya."Huh, apa-apaan! Ingin punya anak? Bisakah kamu jaga dirimu dulu agar tidak digoda wanita lain? Bagaimana jika saat aku sedang hamil, kamu digoda

  • Menikahi Duda Kaya   Bab 53. Rena Vs Sekertaris Licik Part 2

    Rena menoleh ke arah sekertaris Raihan yang berada di belakangnya. Merasa bisa menggagalkan rencana sekertaris itu untuk menjebak suaminya. Terlihat Sinta mengerutkan keningnya, menatap kesal ke arah Rena yang berada di dalam pelukan Raihan saat itu. "Kurang ajar! Kenapa wanita bodoh itu harus ikut ke luar kota segala? Jika ini terjadi, maka dia akan mengganggu rencanaku untuk mendapatkan hati Tuan Raihan!" gumam Sinta sambil meremas kesal tangannya sendiri.Rena dan Raihan duduk di kursi belakang mobil, sementara Sinta duduk di depan, disebelah supir pribadi Raihan. Sesekali mata sekertaris itu menatap ke arah Rena dan Raihan melalui kaca spion mobil. Rena yang sadar gerak-geriknya sedang diperhatikan, dengan sengaja memeluk mesra suaminya. Dia bisa melihat sekertaris itu terlihat kesal, ajang untuk memanas-manasi hati Sinta berjalan dengan sukses."Sayang, kenapa tiba-tiba kamu manja seperti ini? Apa yang terjadi padamu?" tanya Raihan seolah tahu ada hal yang tak biasa terjadi pad

  • Menikahi Duda Kaya   Bab 52. Rena Vs Sekertaris Licik Part 1

    Rena terkejut, dia dengan wajah bahagia menerima rangkaian bunga yang diberikan Raihan. Saat Raihan memberikan kotak perhiasan, Rena membuka kotak itu dengan gugup. Ternyata sebuah kalung canting dengan batu permata merah diberikan Raihan untuk Rena. Rena mengembangkan senyumnya, memeluk mesra suami yang ada di hadapannya."Terima kasih sayang," ucap Rena masih menenggelamkan wajahnya di tubuh Raihan."Apa kamu suka?" "Sangat suka, terima kasih!" ucap Rena mempererat pelukannya.Wanita-wanita sosialita yang ada diacara itu, menatap iri pada Rena. Tidak ada yang mengira jika Tuan Raihan yang dikenal arogan, cuek, dan pekerja keras itu, mampu memberikan kejutan manis untuk istrinya. Bisik-bisik itu membuat Rena enggan melepaskan pelukannya di tubuh sang suami."Sayang, lepaskan pelukanmu dulu! Aku mau pakaikan kalung ini untukmu," ucap Raihan sambil mengambil kalung dan memasangkan kalung itu di leher Rena.Semua orang bersorak-sorai menatap ke arah Rena dan Raihan. Senyum terukir inda

  • Menikahi Duda Kaya   Bab 51. Hari Menyenangkan Sebagai Nyonya

    Septina dan Erlina menatap ke arah Rena dengan senyum bersinar di wajah mereka. Seolah tidak percaya jika sahabat mereka tidak bohong tentang status pernikahannya dengan CEO pemilik perusahaan. "Rena, aku tidak mengira jika kamu benar-benar istri rahasia Tuan Raihan. Kenapa kamu menyembunyikan statusmu sebagai istri Tuan Raihan?" ucap Erlina sambil tersenyum. "Aku sudah bilang waktu itu, tapi kalian tidak percaya. Aku mau bilang apa, jika kalian tidak percaya padaku!" ucap Rena mulai memetik dokumen di tangannya. "Maafkan kami karena kami sempat tidak percaya dengan ucapanmu. Wajarlah kami meragukanmu, kamu bahkan tidak terlihat seperti seorang nyona besar. Kamu bahkan masih masih menjadi desainer rendahan setelah hubunganmu dan Tuan Raihan terkuak di media sosial. Apa yang kamu pikirkan?" ucap Septina bingung. "Memangnya hal mengasyikkan apa yang bisa dilakukan sebagai istri CEO kaya?" tanya Rena. "Apa kamu bertanya hal seperti ini pada kami? Tentu saja kami akan menghabiskan u

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status