Semua Bab Ibu dari Anak Kakaknya Mantan: Bab 11 - Bab 20

34 Bab

Chapter 11

Sementara itu, di rumahnya, Naura duduk di sofa dengan tatapan kosong. Ia baru saja pulang kerja, tubuhnya lelah, tetapi pikirannya jauh lebih letih. Sejak pagi, ia tidak bisa berhenti memikirkan Lila—putrinya yang seharian ini berada di kantor Dirga dan sampai sekarang belum juga dikembalikan. Tangannya secara refleks meraih ponselnya, namun ia ragu. Ia ingin menelepon Dirga, menanyakan bagaimana keadaan Lila, tetapi di sisi lain, ia takut. Takut Dirga benar-benar akan mengambil Lila darinya. Selama empat tahun ini, Naura telah menjadi satu-satunya dunia bagi putrinya. Lila belum pernah berpisah dengannya lebih dari beberapa jam, apalagi seharian penuh seperti ini. Naura menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan hatinya. "Mungkin Dirga cuma ingin menghabiskan waktu dengan Lila," gumamnya pelan, berusaha mencari alasan agar hatinya tidak semakin sesak. Namun, ia tiba-tiba teringat sesuatu yang membuatnya tersenyum miris. Ia bahkan tidak memiliki nomor Dirga. Betapa lucunya, pri
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-10
Baca selengkapnya

Chapter 12

Setelah keluar dari apartemennya, Dirga mengendarai mobil menuju kantornya di pusat kota. Pagi itu lalu lintas tidak terlalu padat, tetapi pikiran Dirga jauh lebih penuh dibandingkan jalanan. Ia memikirkan banyak hal, termasuk keputusan yang akan diambil mengenai Lila dan Naura.Begitu tiba di gedung megah yang merupakan kantor pusat Wiratama Hospitality Group, Dirga memarkir mobilnya di area VIP yang sudah disediakan untuknya. Langkahnya mantap memasuki lobi utama, di mana para karyawan yang sudah lebih dahulu datang menyambutnya dengan sedikit gugup dan hormat.Di meja resepsionis, seorang perempuan muda terlihat sibuk dengan komputer di depannya. Ia tampak kaget ketika melihat Dirga berdiri di depannya."Ada yang mencariku hari ini?" tanya Dirga dengan suara rendah dan tegas, membuat gadis itu langsung berdiri tegak.Resepsionis itu terlihat gugup, wajahnya memerah, sementara suaranya terdengar terbata-bata saat menjawab. "Ti-tidak ada, Tuan. Tidak ada yang datang mencari Anda hari
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-11
Baca selengkapnya

Chapter 13

Keesokan paginya, suasana di apartemen Dirga terasa lebih sunyi dari biasanya. Di meja makan, Lila duduk dengan tangan terlipat di depan dada, wajahnya cemberut. Di depannya, sepiring roti panggang dan segelas susu tetap utuh, sama sekali belum disentuh.Dirga yang duduk di seberangnya menghela napas pelan. "Lila, kenapa nggak dimakan rotinya? Nanti perut Lila lapar."Lila hanya menggeleng pelan, bibir mungilnya masih manyun. Ia menunduk, memainkan ujung bajunya. "Nggak mau... nggak enak."Dirga mengusap wajahnya, berusaha tetap sabar. Ini pertama kalinya putrinya kehilangan nafsu makan sejak kemarin. Gadis kecil itu menjadi murung, meskipun terkadang ia tetap bermain dan tertawa. Tapi tetap saja, ada sesuatu yang hilang dalam binar matanya."Kenapa nggak enak? Papa bisa buat roti yang lain kalau Lila mau," ujar Dirga, mencoba membujuk.Lila menggeleng lagi, kali ini lebih pelan. "Bukan lotinya..."Dirga menunggu, memberi ruang bagi putrinya untuk melanjutkan. Saat Lila akhirnya menga
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-12
Baca selengkapnya

Chapter 14

Dirga tiba di depan apartemen dengan langkah berat. Amarah yang tadi ia tahan selama di kantor kini mendidih di dadanya. Namun, sebelum sempat memasukkan angka-angka kode apartemennya, pintu itu terbuka sendiri.Di ambang pintu, Bima—adik laki-lakinya—berdiri dengan senyum lebar, kedua tangannya penuh dengan berbagai macam boneka unicorn berwarna-warni."Halo, Lila! Uncle datang lagi nih bawa unicorn kesukaan Lila!" serunya riang, meskipun gadis kecil itu belum terlihat.Dirga mengernyit, menatap adiknya dengan tajam. "Apa yang lo lakukan di sini?"Bima mengangkat bahu santai. "Jelas-jelas mengunjungi keponakan kesayangan gue! Gue dengar dari pengasuhnya kalau dia sedang murung, jadi gue beli ini untuk menghiburnya."Dirga pun menghela napas dan mulai masuk bersama. Bima langsung berjalan ke ruang tengah, meletakkan boneka-boneka unicorn di sofa, sementara Lila yang baru saja bangun dari tidurnya perlahan menghampiri mereka dengan mata berbinar."Lila, lihat! Uncle bawa banyak unicorn
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-13
Baca selengkapnya

Chapter 15

Dokter yang memeriksa Lila menatap Dirga dengan tenang sebelum akhirnya berbicara, "Tuan Dirga, putri Anda hanya mengalami demam biasa. Ini wajar terjadi pada anak-anak. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan."Mata Dirga menyala marah mendengar kata-kata itu. Rahangnya mengeras, dan tanpa sadar, tangannya mengepal di sisi tubuhnya. "Hanya, kau bilang? Hanya?! Anak saya panas tinggi, napasnya tersengal, dan kau bilang ini hanya demam biasa?" suaranya meninggi, nada tajamnya memenuhi ruangan.Dokter itu tetap tersenyum tenang, sudah terbiasa menghadapi pasien atau keluarga pasien yang panik. Terlebih lagi, pria yang berdiri di hadapannya ini bukan orang sembarangan. Arjuna Dirga Wiratama, seorang pebisnis besar yang dikenal dingin dan arogan."Saya mengerti kekhawatiran Anda, Tuan Dirga," ujar dokter itu dengan nada lembut namun tegas. "Namun, percayalah, kami sudah menangani banyak kasus seperti ini. Putri Anda hanya butuh istirahat yang cukup, hidrasi yang baik, dan per
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-14
Baca selengkapnya

Chapter 16

Begitu pintu tertutup dan langkah kaki Dirga menghilang di lorong rumah sakit, Naura menghembuskan napas berat. Tangannya masih menggenggam sendok yang baru saja ia gunakan untuk menyuapi Lila. Namun, sebelum ia bisa benar-benar menenangkan pikirannya, ponselnya tiba-tiba berdering.Naura menatap layar sekilas, nama yang tertera membuatnya sedikit lega—Raffa.Tanpa ragu, ia segera mengangkat panggilan itu. "Halo, Raff?"“Nau gue di depan rumah lo nih. Ayo berangkat bareng gue, biar gue anter lo ke butik”Naura menghela napas pelan, lalu lirih menjawab, "Sorry, Raff, gue lagi nggak di rumah."Raffa terdengar bingung. "Hah? Terus lo di mana?""Ehmm... gue di rumah sakit," jawab Naura.Raffa bertanya dengan nada panik, "Lo sakit, Nau?""Bukan, bukan gue, tapi Lila," jelas Naura.Raffa semakin kaget. "Apa? Lila sakit? Sekarang di rumah sakit mana kalian? Biar gue ke situ."Naura pun memberi alamat rumah sakitnya kepada Raffa.Tak lama kemudian, suara langkah kaki yang tergesa-gesa terdeng
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-15
Baca selengkapnya

Chapter 17

Keesokan paginya, suasana kamar inap Lila terasa lebih hangat. Gadis kecil itu sudah terlihat jauh lebih baik, pipinya yang kemarin pucat kini mulai bersemu kembali. Tawa kecilnya terdengar memenuhi ruangan, terutama karena kehadiran Raffa yang duduk di lantai bermain bersamanya.Sebelumnya, Dirga sempat menolak membiarkan Raffa masuk. Namun, Lila bersikeras ingin bertemu dengan pria itu, dan pada akhirnya, Dirga tak punya pilihan lain selain mengizinkannya masuk dengan ekspresi yang tetap penuh kewaspadaan."Tadaaa! Lihat apa yang Daddy bawa ini buat Lila!" seru Raffa sambil mengeluarkan beberapa boneka kesayangan Lila yang ia bawa dari rumah Naura.Mata Lila berbinar senang. Ia langsung meraih boneka kesayangannya dan memeluknya erat. "Thank you, Uncle!" ucapnya dengan polos.Raffa yang awalnya tersenyum lebar, tiba-tiba mengernyitkan dahinya, merasa ada sesuatu yang aneh. "Uncle?" ulangnya dengan bingung. Biasanya, Lila selalu memanggilnya Daddy Yaffa.Lila mengangguk kecil lalu me
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-16
Baca selengkapnya

Chapter 18

Chapter 18Di dalam mobil yang mulai melaju menjauh dari rumah Naura, Anthony melirik sekilas ke arah Dirga yang tampak diam dan termenung. Pria itu tersenyum kecil sebelum akhirnya membuka mulut, mencoba mencairkan suasana."Sepertinya Tuan sedang berpikir keras," ujar Anthony santai. "Tidak biasanya Tuan seserius ini setelah bertemu dengan Lila."Dirga menghela napas pelan, namun tetap menatap lurus ke depan. "Biasa saja," jawabnya singkat.Anthony tertawa kecil, lalu melanjutkan, "Hmm… tadi suasananya seperti keluarga bahagia ya? Apalagi panggilannya juga sangat cocok, 'Mommy' dan 'Daddy'." Nada suaranya sedikit menggoda, meski tetap terdengar sopan.Mendengar itu, rahang Dirga mengeras. Ia menoleh sekilas, menatap Anthony dengan tatapan tajam, tapi asisten pribadinya itu hanya tersenyum penuh arti."Tuan sadar, kan? Lila selalu memanggil Raffa dengan sebutan 'Daddy', sementara Tuan tetap 'Papa'." Anthony melanjutkan dengan nada tenang, namun ada sedikit penekanan di ujung kalimatn
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-17
Baca selengkapnya

Chapter 19

"Selama ini kamu tinggal di mana, sayang? Apa kamu kesulitan?" suara Mila Rose bergetar, penuh penyesalan. Matanya kembali berkaca-kaca, menatap putri yang telah ia tinggalkan bertahun-tahun lamanya. "Maafkan Mama dan Papa, ya? Kamu pulang saja ke rumah."Naura menunduk, meremas tangannya sendiri di bawah meja. Keinginannya untuk memperbaiki hubungan dengan orang tuanya memang besar, tetapi kembali ke rumah yang penuh dengan kenangan menyakitkan? Ia tidak yakin sudah siap untuk itu."Ma, aku baik-baik saja," jawab Naura dengan suara lembut namun tegas. "Selama ini aku tinggal di London. Aku juga bekerja di sebuah butik. Memang tidak besar, tapi gajinya cukup untuk aku dan Lila. Aku... aku sudah memaafkan Mama dan Papa. Tapi untuk kembali ke rumah, biarkan aku tetap seperti ini dulu, ya?"Ethan Prasetya Lark yang sejak tadi diam, menghela napas panjang. Pria itu terlihat jauh lebih tua dibanding lima tahun lalu, dengan kerutan di wajah yang semakin dalam. Ia menatap putrinya dengan sor
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-18
Baca selengkapnya

Chapter 20

Setelah puas memandangi Lila, Dirga pun berniat pulang. Namun, saat menoleh ke arah sofa, ia melihat Naura sudah tertidur pulas di sana. Rasa bersalah menyelusup di hatinya. Ia tahu perempuan itu pasti sangat lelah. Dengan langkah pelan, ia mendekati sofa dan menatap Naura yang tidur dengan begitu damai.Walaupun Naura mengenakan piyama panjang, tetap saja ada sesuatu yang menggoda dalam ketenangan wajahnya. Dirga mengumpat dalam hati, mencoba menepis pikiran yang mulai berkelebat di kepalanya.Tanpa berpikir panjang, ia membungkuk dan mengangkat Naura dalam gendongan bridal style. Perempuan itu menggeliat kecil, tetapi tetap terlelap. Dengan hati-hati, Dirga membawanya ke tempat tidur dan membaringkannya di samping Lila.Saat diperhatikan, gaya tidur ibu dan anak itu terlihat begitu mirip. Dirga tersenyum kecil, merasa ada kehangatan yang menjalar dalam dirinya. Tanpa sadar, ia mengeluarkan ponselnya dan memotret mereka berdua.Dirga menatap layar ponselnya, melihat hasil foto yang b
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-19
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status