Begitu pintu tertutup dan langkah kaki Dirga menghilang di lorong rumah sakit, Naura menghembuskan napas berat. Tangannya masih menggenggam sendok yang baru saja ia gunakan untuk menyuapi Lila. Namun, sebelum ia bisa benar-benar menenangkan pikirannya, ponselnya tiba-tiba berdering.Naura menatap layar sekilas, nama yang tertera membuatnya sedikit lega—Raffa.Tanpa ragu, ia segera mengangkat panggilan itu. "Halo, Raff?"“Nau gue di depan rumah lo nih. Ayo berangkat bareng gue, biar gue anter lo ke butik”Naura menghela napas pelan, lalu lirih menjawab, "Sorry, Raff, gue lagi nggak di rumah."Raffa terdengar bingung. "Hah? Terus lo di mana?""Ehmm... gue di rumah sakit," jawab Naura.Raffa bertanya dengan nada panik, "Lo sakit, Nau?""Bukan, bukan gue, tapi Lila," jelas Naura.Raffa semakin kaget. "Apa? Lila sakit? Sekarang di rumah sakit mana kalian? Biar gue ke situ."Naura pun memberi alamat rumah sakitnya kepada Raffa.Tak lama kemudian, suara langkah kaki yang tergesa-gesa terdeng
Terakhir Diperbarui : 2025-03-15 Baca selengkapnya