Hari pertama masa orientasi mahasiswa. Suasana kampus ramai, penuh wajah-wajah baru yang tampak canggung, gugup, dan bersemangat. Di tengah hiruk-pikuk itu, Bima menggenggam tangan Naura erat, seolah dunia di sekitar mereka tidak ada artinya.“Kita beneran kuliah bareng sekarang,” gumam Bima sambil tersenyum, menatap wajah gadis di sebelahnya dengan sorot mata hangat. “Aku masih nggak percaya kita bisa masuk universitas ini bareng.”Naura terkekeh pelan, mengangguk kecil. “Iya, kayak mimpi. Tapi ternyata nyata,” jawabnya, matanya bersinar cerah. “Janji SMA kita kesampaian, ya.”Mereka berhenti di depan gedung utama tempat registrasi berlangsung. Naura memandangi bangunan tinggi itu dengan kagum, lalu menoleh ke arah Bima yang masih menatapnya. “Jangan ninggalin aku pas Ospek nanti,” ujarnya setengah bercanda, setengah sungguh-sungguh.Bima mencubit ujung hidungnya pelan. “Mana bisa. Kamu nempel kayak perangko, Naur. Lagian, kalau bukan sama kamu, aku maunya sama siapa lagi?”Naura ter
Terakhir Diperbarui : 2025-03-22 Baca selengkapnya