All Chapters of Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan: Chapter 101 - Chapter 110

224 Chapters

Bab 101

Tanpa perlu diragukan lagi, mereka yang diundang pasti akan menerima sambutan baik dan juga ucapan terima kasih dari wali kota.Sebaliknya, usaha keras yang dilakukan oleh Edward sendiri tidak membuahkan hasil sama sekali.Yang paling sulit dia terima adalah Nathan, si pecundang yang tidak berguna itu.Atas dasar apa si pecundang itu lebih unggul dibandingkan dirinya?Edward adalah pemuda berbakat dan juga generasi muda di Beluno yang punya masa depan menjanjikan."Nathan, dasar bajingan! Kamu terus-terusan mencuri perhatian. Aku pasti akan cari kesempatan untuk menyingkirkanmu!"Sembari memendam emosi dalam hati, Edward pun meninggalkan kediaman wali kota dengan kesal.Emilia menelepon dan bertanya, "Edward, bagaimana kondisi Pak Samuel sekarang?"Edward memaksakan sebuah senyuman dan menjawab, "Sudah nggak apa-apa. Pak Samuel sudah sembuh.""Baguslah kalau begitu. Tapi siapa yang begitu hebat dan bisa menyembuhkan Pak Samuel? Apa Dokter Bayu yang kamu undang itu?" seru Emilia dengan
Read more

Bab 102

Pak Samuel sangat perhatian dan segera memerintahkan pengawal untuk mengambil Daun Tujuh Bintang untuk Nathan.Dokter Bayu merasa bingung dan bertanya, "Dokter Nathan, Daun Tujuh Bintang ini punya zat yang sangat beracun. Kamu ingin menginginkannya untuk apa?""Untuk memurnikan obat!" jawab Nathan.Dokter Bayu tertegun dan berkata, "Dokter Nathan bisa memurnikan obat?"Nathan tersenyum dan berkata, "Tahu sedikit!"Pak Samuel bertanya dengan penasaran, "Tuan Nathan, Dokter Bayu, apa ada yang istimewa tentang pemurnian obat yang barusan kalian bicarakan itu?"Dokter Bayu berkata dengan emosi, "Pak Samuel, memurnikan obat adalah metode pengobatan rahasia kuno, yang sudah ada sejak zaman dulu. Sebenarnya memurnikan obat juga disebut sebagai memurnikan pil.""Asal menguasai metode rahasianya dan mencampur berbagai ramuan ajaib untuk membuat obat, kita bisa mendapatkan pil yang punya khasiat mujarab. Contohnya, Pil Mujarab dari Gunung Grima. Itu juga hasil dari pemurnian obat. Khasiatnya san
Read more

Bab 103

Setelah meninggalkan kediaman Pak Samuel, Dokter Bayu buru-buru pulang dan tampak tidak sabar.Regina tersenyum dan menjelaskan kepada Nathan. "Bisnis Keluarga Wijaya nggak terlalu besar. Reputasi keluarga mereka selalu didukung oleh keterampilan medis Dokter Bayu.""Kali ini, sepertinya Dokter Nathan akan berusaha keras dan menghasilkan banyak uang."Nathan mengerti dan tersenyum. "Ini memang kesempatan bagus."Bisa dikatakan, Pak Samuel barusan telah membagikan informasi yang sangat menguntungkan pada Keluarga Suteja dan juga Keluarga Wijaya.Bahkan, orang bodoh pun tahu bahwa ini adalah anugerah dari Langit.Regina menatap Nathan dan berkata dengan suara lembut, "Dokter Nathan, sejujurnya, baik Dokter Bayu ataupun aku, kami semua diberkati olehmu.""Pak Samuel memang punya hubungan baik dengan keluarga kami, tapi hubungan kami belum sampai pada titik di mana dia akan memberitahukan informasi berharga seperti tadi. Aku harus berterima kasih kepadamu, Dokter Nathan."Nathan juga menya
Read more

Bab 104

"Dokter Nathan, kita masih belum memastikan hubungan kita berdua, jadi hal seperti itu nggak boleh dilakukan ...."Nona Regina menatap Nathan dan berkata dengan suara yang sangat kecil, "Tapi kalau kamu ingin, kita bisa ... berciuman!"Sekarang giliran Nathan yang panik.Dia tidak menyangka Regina akan mengatakan ini.Apalagi, sikap lembut dan polos Regina benar-benar memberikan dampak besar pada Nathan.Dalam hati Nathan, selama ini Regina selalu memberikan kesan wanita yang ceria, murah hati, dan tenang.Namun saat ini, bibir merah muda Regina yang sedikit terbuka, tatapan matanya yang menawan dan malu-malu itu tampak bagai gadis cantik dan polos dari keluarga kecil.Bagai es yang tiba-tiba mencair menjadi air dan membasahi hati orang.Untuk sesaat, hati Nathan sempat tergerak.Namun, dering ponsel yang tiba-tiba berbunyi langsung memecah suasana ambigu di antara keduanya.Regina menutup mulutnya dan tertawa. "Dokter Nathan, kamu angkat telepon dulu. Aku nggak buru-buru kok!"Nathan
Read more

Bab 105

Mata Alfian penuh dengan nafsu. Pria itu kemudian menunjuk ke bagian bawah tubuhnya. "Grup Sebastian nggak perlu memikul tanggung jawab karena Bu Emilia sendiri bisa menyelesaikannya dengan mudah. Kamu hanya perlu merentangkan kakimu yang indah dan melayaniku. Bagaimana?"Ekspresi wajah Emilia tiba-tiba berubah jelek. "Pak Alfian, apa maksudmu?""Apa maksudku? Bukankah kamu ingin mendapatkan pinjaman? Aku sendiri ingin menidurimu. Dengan begitu, kita berdua mendapatkan apa yang kita inginkan, 'kan?"Alfian tidak lagi menyembunyikan hasrat dalam hatinya dan mengungkapkannya secara langsung.Emilia tampak emosi. "Nggak tahu malu!"Alfian mencibir dan menepuk pahanya. "Emilia, sekarang kamulah yang sedang meminta bantuanku dan bukan aku yang butuh bantuanmu.""Jujur saja, aku selalu ingin mencoba seperti apa rasanya wanita cantik nomor satu di Beluno kita ini.""Asalkan kamu bersedia bersenang-senang hari ini dan membuatku puas, aku akan segera mengalokasikan dananya."Emilia langsung ber
Read more

Bab 106

Ada darah di sudut mulut Emilia. Dia juga sangat panik.Bagaimanapun juga, ini ruangannya Alfian. Dia kini terkunci di dalamnya. Siapa yang bisa datang menolongnya?Apa dia benar-benar akan dinodai oleh pria cabul ini di sini?Tanpa sadar, air mata yang menggenang di pelupuk matanya pun turun membasahi wajahnya.Di saat kritis seperti ini, orang pertama yang muncul di benaknya bukanlah Edward, sang tunangannya.Melainkan Nathan.Tepat di saat ini!Terdengar suara pintu didobrak!Pintu ruangan Alfian ditendang hingga terbuka.Emilia dan Alfian terkejut. Keduanya langsung menoleh.Nathan melangkah masuk sambil memasang ekspresi dingin. Dia mengangkat kakinya dan langsung menendang dada Alfian.Terakhir, terdengar suara jeritan keras. Tubuh Alfian yang beratnya melebihi 100 kg terpental ke belakang dan menghantam meja.Tendangan kuat itu seketika membuat Emilia tercengang."Ke ... kenapa kamu bisa datang?"Emilia memperlihatkan tatapan kosong. Bekas tamparan di wajahnya tampak merah sekal
Read more

Bab 107

Para satpam dan karyawan semuanya terkejut. Langkah mereka juga terhenti.Bukankah bocah yang berani masuk ke dalam kantor Pak Alfian ini terlalu arogan?Emilia juga tercengang. Semua orang sudah datang sekarang, kenapa Nathan masih berani mengambil tindakan?"Sekelompok pecundang, kenapa kalian masih berdiri di sana? Bunuh dia sekarang. Bunuh dia!"Alfian tergeletak di lantai. Dia terus-terusan menjerit. Tatapan matanya seakan-akan ingin menelan Nathan hidup-hidup.Sejak menjabat sebagai kepala bank, dia tidak pernah mengalami kerugian seperti sekarang ini!Tepat di saat ini, ada dua mobil yang berhenti di depan bank.Tamara dan Ken, bersama dengan satpam Grup Sebastian, yang datang untuk membantu."Emilia, kamu baik-baik saja?" tanya Tamara buru-buru."Bu, aku baik-baik saja. Untung saja Nathan menyelamatkanku," jawab Emilia.Tamara malah tidak berterima kasih. "Masa? Kalau dia menyelamatkanmu, kenapa wajahmu bisa terluka?"Emilia berkata dengan tidak senang, "Bu, tolong bersikaplah
Read more

Bab 108

Setelah mengarang cerita, Alfian memandang anggota Keluarga Sebastian dengan ekspresi meremehkan.Beraninya mereka mempermainkannya! Dasar tidak tahu diri! Mereka terlalu melebih-lebihkan kemampuan mereka sendiri!Karyawannya segera menjawab, "Ya, kami semua melihat Bu Emilia datang menemui atasan kami untuk mengajukan pinjaman. Namun saat negosiasi gagal, Bu Emilia segera memanggil orangnya untuk menggunakan kekerasan."Emilia sangat marah. "Apa karyawan Bank Beluno begitu nggak tahu malu?"Alfian berkata, "Emilia, inilah akibatnya kamu nggak patuh. Kamu masih berpikir untuk mengalahkanku? Jangan harap!"Tamara mengumpat. "Dasar bajingan! Kami akan menggunakan rekaman CCTV sebagai bukti nanti."Alfian tersenyum sinis. "Bahkan, wanita tua sepertimu bisa memikirkan hal ini, apa kamu kira aku begitu bodoh?""Asal kalian tahu saja, CCTV bank kami hari ini semuanya bermasalah."Emilia diam-diam menggertakkan giginya. Alfian ini benar-benar kejam!Para karyawan Bank Beluno menatap anggota K
Read more

Bab 109

Samuel berkata dengan nada wibawa, "Apa yang terjadi sebenarnya?"Alfian menunjuk ke arah anggota Keluarga Sebastian sambil mengeluh, "Pak Samuel, Grup Sebastian datang untuk meminjam uang, tapi aku nggak menyetujui permintaan mereka, jadi mereka pun memukulku.""Emilia juga mengancamku dengan perangkap madu."Wajah Samuel berubah gelap. "Ada hal seperti itu?"Dia langsung menatap anggota Keluarga Sebastian dengan ekspresi dingin.Emilia berkata dengan nada serius, "Pak Samuel, situasinya nggak seperti yang dia katakan. Alfian-lah yang menggunakan kekuatannya dan berusaha untuk menodaiku. Aku hanya membela diri."Alfian menunjuk lukanya sendiri dan berkata dengan marah, "Emilia, apa yang kamu katakan? Kamu itu CEO Grup Sebastian. Siapa yang memberimu keberanian untuk berbohong di depan Pak Samuel?""Pak Samuel, lihatlah. Luka-lukaku ini adalah buktinya. Emilia nggak berhasil mengancamku, jadi dia memanggil lelakinya untuk datang memukulku. Tolong buat keputusan untukku, Pak Samuel!"Me
Read more

Bab 110

"Tuan Nathan, jangan khawatir. Aku pasti akan memberikan penjelasan yang memuaskan untuk masalah ini!"Ekspresi wajah Samuel tampak serius. Nada bicaranya pada Nathan terdengar tulus.Sikap Samuel yang berbeda itu tentu membuat orang di sekitarnya tercengang.Bahkan, Emilia pun terkejut. Bukankah Pak Samuel terlalu segan pada Nathan?Nathan berkata dengan nada datar, "Pak Samuel, kamu harus memberiku sebuah penjelasan. Kalau nggak, ini bukan hanya perkara mematahkan satu tangan direktur Bank Beluno, bawahanmu ini saja!"Kelopak mata Samuel berkedut. Dia diam-diam memaki Alfian dalam hatinya dan menyebutnya bodoh.Samuel tidak peduli kalau Alfian menyinggung orang lain, tetapi mengapa dia malah berani menyinggung Tuan Nathan?Bahkan, Samuel sendiri juga ingin menjalin hubungan yang baik dengan Nathan.Alfian, si kepala bank kecil ini, sepertinya sudah bosan hidup.Makin memikirkannya, Samuel makin marah. Pria itu pun berkata dengan nada tegas, "Pak Alfian, kemarilah dan jelaskan masalah
Read more
PREV
1
...
910111213
...
23
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status