Luna berjalan mondar-mandir di teras runah sambil terus menghubungi nomor Hendri. Perasaannya sudah kacau, saat matanya melihat petunjuk waktu di layar ponselnya.Sudah jam sembilan lewat tetapi Hendri belum ada tanda-tanda pulang membawa Rafi. Luna sudah sangat frustasi. Panik, khawatir, dan marah bercampur manjadi satu.Luna bangkit berdiri ketika sebuah mobil berhenti di depan pagar rumahnya. Berharap itu adalah Rafi. Namun harapannya kembali pupus saat yang dilihatnya adalah Mbak Jum bukan Hendri."Loh, Ibu, kok di luar?" tanya pengasuh Rafi itu sedikit terkejut saat melihat majikannya berada di luar rumah."Iya, Mbak, lagi nunggu Rafi pulang." jawab Luna tak bisa menutupi rasa khawatirnya."Loh, Den Rafi ke mana, Bu? Sama siapa?" "Sama Papanya, mungkin jalan-jalan. Mbak Jum masuk saja dulu, istirahat dulu pasti capek perjalanan jauh." Luna berusaha tersenyum meski hatinya menjerit saat ini."Iya, Bu. Maaf, ya, Bu, saya lama di kampung.""Iya, Mbak, gak apa-apa. Sudah, Mbak Jum i
Terakhir Diperbarui : 2025-02-04 Baca selengkapnya