Home / Thriller / Kekasih Di Balik Kabut / Chapter 51 - Chapter 60

All Chapters of Kekasih Di Balik Kabut: Chapter 51 - Chapter 60

65 Chapters

Bab 51

51Kamis pagi menjelang siang, kediaman Arsyad dipenuhi banyak orang. Tenda besar yang menutupi seluruh halaman depan, seolah-olah tidak mampu meneduhi banyaknya tamu. Supaya rekan-rekan dan warga sekitar bisa mengikuti acara dengan khidmat, akhirnya Hendri memindahkan anggota rombongan dari Jakarta ke rumah seberang, yang juga milik orang tuanya. Arsyad juga telah memasang tenda yang sama besarnya di depan rumah bercat krem, yang menjadi tempat menginap keluarga besarnya dari Garut. Tanti dan Divia yang ditugaskan sebagai ketua bagian konsumsi, bekerja cepat menyiapkan meja prasmanan. Para istri tim PC juga turut membantu. Hingga dua meja besar siap digunakan untuk menampung berbagai hidangan.Seorang Ustaz kenamaan memberikan tausiah yang sangat menyentuh. Meskipun disampaikan dengan santai tetapi semua orang bisa memahami maksud sang ustaz. Setelahnya, Arsyad dan Zainab mempersilakan semua tamu untuk menyicipi hidangan yang disediakan di empat stand, di halaman samping kanan.
last updateLast Updated : 2025-02-22
Read more

Bab 52

52Jumat pagi, iring-iringan bus dan mobil-mobil Jeep Mercedes-Benz, meluncur di jalan raya Kota Bandung. Mereka hendak menuju Lembang, untuk menghadiri acara walimahan esok hari di resor BPAGK. Pada perempatan Dago, beberapa mobil van mengikuti di belakang. Para penumpang kelima mobil itu adalah karyawan restoran, dan perkebunan serta kolam ikan, milik keluarga Danantya. Taslim dan Anjas, kedua supervisor restoran, menjadi pemimpin kelompok karyawan. Mereka bertugas membawakan berbagai oleh-oleh khas Bandung, yang akan menjadi souvenir buat seluruh anggota rombongan teman-teman Hendri dan Martin. Sesampainya di tempat tujuan, sang manajer hotel dan semua staf menyambut seluruh tamu dengan ramah. Kemudian mereka mengajak para tamu untuk berpindah ke restoran guna menikmati hidangan. Jauhari, Yusuf, Harun dan Aditya berkeliling untuk membagikan kunci kamar pada semua bos. Sementara Nirwan, Nawang dan Riaz membagikan kunci untuk keluarga Ragnala dan Danantya. "Kita nginap di mana?"
last updateLast Updated : 2025-02-23
Read more

Bab 53

53Taman besar di depan resor BPAGK di Lembang, pagi menjelang siang itu terlihat ramai. Ratusan orang berkumpul untuk menikmati hidangan, sekaligus menunggu pertunjukan yang akan segera dimulai. Akad nikah telah dilaksanakan tadi tepat jam delapan. Rangkaian adat Sunda diadakan dengan khidmat sekaligus mengharukan bagi semua orang. Bunyi motor besar terdengar dari kejauhan. Hadirin serentak berdiri dan bertepuk tangan menyambut kedatangan pasangan pengantin baru serta keluarganya. Berbeda dengan acara sejenis lainnya, keluarga inti Ragnala dan Danantya memasuki area perhelatan dengan menaiki motor besar milik para bos PC Bandung. Penonton tersenyum kala motor pertama berhenti di dekat pelaminan sisi kanan area. Sebab Yuanna-lah yang mengendarai motor, sedangkan Martin membonceng di belakang istrinya. Selanjutnya, Arsyad, Hendri, Muammar, Razman dan Dzaki, menantunya, berhenti di belakang motor pertama. Mereka memarkirkan kendaraan, lalu membantu istri masing-masing turun dari mo
last updateLast Updated : 2025-02-24
Read more

Bab 54

54Perhelatan akbar di resor BPAGK, usai tepat jam setengah dua siang. Semua orang kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Yuanna mengangkat roknya supaya bisa lebih nyaman melangkah. Perempuan yang rambutnya digelung, telah melepaskan semua hiasan rambut yang tadi dipasang tim Leni. Martin membuka pintu kamar pengantin. Dia spontan tersenyum, karena ruangan itu dipenuhi banyak bunga nan harum. Nirwan yang membantu membawakan tas pasangan tersebut, meletakkan barang bawaannya di dekat lemari. Irshava dan Fenita yang mengikuti di belakang, membantu Yuanna melepaskan gaunnya di kamar mandi. Kemudian keduanya keluar untuk memberikan kesempatan pada pasangan pengantin buat beristirahat. Puluhan menit terlewati. Yuanna dan Martin telah menunaikan salat berjemaah perdana mereka sebagai suami istri. Saat pembacaan doa, Martin terlihat begitu khusyuk, hingga Yuanna penasaran. "Koko doa apa? Kayaknya panjang banget," tutur Yuanna, sesaat setelah mereka selesai beribadah. "Ban
last updateLast Updated : 2025-02-24
Read more

Bab 55

55Jamuan makan malam dilaksanakan di restoran resor. Semua orang bersantao sambil menonton video acara akad dan resepsi, yang telah dibuat oleh tim dokumentasi. Hadirin terbahak ketika Wirya muncul dari pintu pembatas pantry, menggunakan kostum Engkoh yang tadi siang dikenakannya. Gelakak penonton kian mengencang, kala Hendri dan Zein hadir dengan kostum sejenis, hanya berbeda warna dari yang dike Wirya.Ketiga pria tersebut berdiri di panggung kecil, yang telah disiapkan panitia. Mereka menyapa hadirin dengan tiga bahasa, yakni Melayu, Sunda dan Mandarin. "W, itu tadi artinya apa?" tanya Zein. "Selamat malam. Sudah kenyang? Kalau belum, silakan makan sendok, piring dan gelasnya. Nanti dihitung dan dikasih bon sama dirit BPAGK," jelas Wirya yang seketika diteriaki hadirin. "Dirut BPAGK, lengserkeun, W. Biar aku yang gantiin," kelakar Hendri. "Ngeri aku. Nanti dia pundung, dan bonusku dipotong. Bahaya. Aku nggak bisa bayar cicilan mobil," balas Wirya. "Mobil yang mana? Punyamu c
last updateLast Updated : 2025-02-25
Read more

Bab 56

56Jalinan waktu terus bergulir. Rangkaian acara pernikahan telah usai. Rombongan keluarga besar Yuanna, sudah seminggu kembali dari Kuala Lumpur, tempat diadakannya resepsi ngunduh mantu oleh Razman Ragnala dan Shayana. Yuanna dan Martin juga telah menempati rumah mereka yang merupakan pemberian dari Arsyad. Hendri mendapatkan bagian rumah di seberang kediaman Arsyad. Sementara Fenita menempati bangunan di bagian depan jalan itu. Yuanna mendapatkan rumah di seberang kediaman Fenita. Bentuk kedua bangunan itu hampir sama dan hanya berbeda detail teras serta cat-nya. Hari itu, Martin dan Yuanna berangkat pagi-pagi menuju pasar. Mereka hendak berbelanja tambahan bahan makanan, untuk dibawa ke tempat proyek KARZD di pinggir kota. Sementara di kediaman Arsyad, Zainab dan belasan ibu-ibu sedang berjibaku menyiapkan ayam ungkep, dan berbagai makanan lainnya. Semua makanan akan dikemas dalam tempat khusus dan dimasukkan ke cooling box besar, yang akan dibawa tim HWZ menggunakan mobil bo
last updateLast Updated : 2025-02-25
Read more

Bab 57

57Matahari baru naik sepenggalah, ketika sekelompok orang berkumpul di dua tempat. Kelompok Zainal berada di belakang kantor pengelola proyek. Sedangkan kelompok Zein berada di dekat mulut goa tepi sungai. Yìchèn yang ikut dalam rombongan kedua, memerhatikan sekeliling sambil bergumam. Dia kaget, karena tempat itu memang mirip dengan sungai di Guandong, yang pernah didatanginya tempo hari. Yìchèn memegangi beberapa bebatuan yang landai. Sungai yang airnya menyusut karena musim kemarau, menjadikan batu-batu itu bisa terlihat jelas. Pria berambut sebahu, duduk di salah satu batu. Dia meraih seruling khas Chinese yang dibawakan Chyou dari Taiwan, lalu menempelkan benda itu di bibirnya.Alunan musik tunggal nan lembut, menyebabkan semua orang terdiam. Mereka menonton Yìchèn yang tengah bermain musik sambil membayangkan sosok orang-orang yang dikasihinya. Yìchèn begitu merindukan Mùchèn dan kedua orang tuanya. Bahkan pria berambut sebahu tersebut juga merindukan kudanya, yang telah ma
last updateLast Updated : 2025-02-26
Read more

Bab 58

58"Baru kali ini aku masuk lorong waktu. Ternyata sepi dan ... aneh," tutur Zulfi dengan suara pelan. "Aku juga baru tahu bagian dalamnya kayak gini. Kemarin itu cuma masuk beberapa meter," jawab Wirya. "Kita melalui jalur aman, Bang. Ini bagian paling dalam dari lingkaran kumparan waktu," jelas Rahman yang berjalan di depan bersama Wirya. "Ada berapa lapisan, Man?" tanya Zulfi yang berdampingan dengan Dante di barisan kedua. "Biasanya, ada tiga." Rahman menunjuk keluar. "Tim Kang Hendti ada di lapisan kedua. Lorongnya lebih besar, tapi banyak akar dan bebatuan. Nggak kayak yang kita lewati ini," lanjutnya. "Lapis ketiga, lebih gelap sekaligus banyak gangguan. Itu yang dilewati kelompok Kang Hendri, waktu mencari Koko Martin tempo hari," pungkas Rahman. "Pantas mereka semua luka-luka," sahut Wirya. "Ya, karena di sana mereka bertemu dengan berbagai bentuk makhluk gaib. Paling banyak, kurcaci yang bentuknya mengerikan," terang Rahman. "Kayak di film The Lord Of The Ring?" "Be
last updateLast Updated : 2025-02-26
Read more

Bab 59

59Kelompok satu dan dua akhirnya tiba di ujung lorong. Kabut putih tebal nan dingin menyelimuti tempat hening dan sangat terang itu.Semua orang mengatur barisan sesuai rencana yang telah dibuat ketiga komisaris HWZ. Mereka menunggu Martin mengatur napas, lalu mereka mengikuti langkah pria berpakaian bangsawan Tionghoa tersebut, menembus kabut. Hendri, Ubaid, Zein dan Bayu, mendampingi Martin di barisan terdepan. Keempat pria berpakaian prajurit tersebut, menembakkan tenaga dalam ke sisi kanan serta kiri, agar orang-orang di belakang bisa melihat lebih jelas ke depan. Tiba di depan gerbang besar bernuansa putih, Ubaid dan Bayu mundur. Posisi mereka digantikan Chyou dan Qianfan, yang akan bertugas sebagai pendamping utama Martin. Martin menempelkan telapak tangan kanannya ke gerbang. "Bibi, aku datang," tuturnya menggunakan bahasa Tiociu. Martin mundur selangkah ketika gerbang membuka sedikit demi sedikit, hingga terbuka sepenuhnya. Martin tertegun menyaksikan seorang perempuan pa
last updateLast Updated : 2025-02-27
Read more

Bab 60

60Rombongan pimpinan Chyou tiba di depan rumah besar berarsitektur khas zaman dulu. Batu hitam menghiasi sisi bawah dinding, sedangkan bagian atasnya di-cat putih. Shin Fung mempersilakan semua orang memasuki ruangan. Dia penasaran, karena tidak ada seorang pun yang membuka kain penutup di wajah mereka. Selain itu, nyaris tidak ada yang berbincang. Selain Yìchèn, Qianfan, dan beberapa pengawal berselempang kain merah.Para pelayan bergegas menyuguhkan minuman dan makanan di belasan meja besar. Loko, Michael, Gibson dan Cedric mengelilingi setiap meja untuk mengecek, apakah ada racun pada hidangan. Shin Fung membatin, bila sepertinya anak buah Yìchèn memahami berbagai cara pengamanan, dan hal itu kian meningkatkan rasa keingintahuannya. "Saya belum tahu nama Tuan," ujar Shin Fung sambil memandangi pria berbaju cokelat di kursi sebelah kanannya. "Saya, Vong Qianfan," jawab lelaki yang rambutnya telah dihiasi uban. "Berasal dari mana?" "Guangzhou." "Bagaimana Tuan bisa bertemu de
last updateLast Updated : 2025-02-27
Read more
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status