All Chapters of Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda : Chapter 21 - Chapter 30

57 Chapters

Bab 21

"Nona, lukisannya udah ketemu." Seseorang berbicara di saluran telepon dengan Ciara. Orang itu adalah Quden. Ciara berdiri di bawah jendela kamar yang terbuka, menatap pemandangan di luar rumah. "Tunggu! Jangan ditutup dulu teleponnya!" pinta Ciara. Dia membalikkan badan. Sore hari ini, Linda dan beberapa pelayan telah selesai melakukan pekerjaan di kamar utama. Mereka mengeluarkan seluruh pakaian serta alas kaki berwarna biru dari dalam lemari sesuai perintah Ciara. Ciara bertanya, "Bi Linda, udah selesai semua, kan? Kalian bisa keluar sekarang!" "Baik, Nyonya." Linda melirik 4 pelayan yang bersamanya. "Tunggu apalagi? Ayo keluar sekarang!" Setelah memastikan pintu tertutup rapat, Ciara langsung duduk di atas ranjang. Lalu, mengaktifkan laptop. "Quden, kamu yakin itu lukisan yang aku cari?" tanya Ciara. Jari-jari tangannya berselancar dengan cepat di atas keyboard. "Iya, Nona," jawab Quden, yakin. "Aku udah pastiin itu lukisan Desa Rancakbengawan karya mendiang Nenek ka
last updateLast Updated : 2025-01-10
Read more

Bab 22

Ciara mendongakkan kepala, menatap wajah sempurna suaminya. Untuk sesaat, timbul rasa kagum akan ciptaan Tuhan yang sempurna di depannya. Keadaan di dalam kamar menjadi ambigu. Ciara menyadari jakun putih Liam bergerak bebas naik turun. Sebelum terjadi sesuatu yang tidak Ciara inginkan, dia segera mengambil tindakan. "Liam, kamu bisa baca, nggak? Tinggal baca aja kok repot?" Dengan gaya cueknya, Ciara berkata dengan tujuan membangkitkan api amarah di dalam diri Liam. Brak! Tangan kanan Liam menggebrak meja. Tatapannya semakin buas saat melihat Ciara, seolah istrinya itu adalah mangsa barunya. Mendapatkan gertakan seperti itu, jantung Ciara terkejut. Dia memejamkan mata sebentar untuk mengontrol degup jantungnya. Terdengar suara tegas Liam. "Cia, jangan main-main! Aku tanya sekali lagi, apa tujuan kamu nulis kayak gini?!"Jari telunjuk kanan Liam menyentuh dagu tirus Ciara. Dagu adalah bagian wajah Ciara yang disukai Liam, selain bibir kecil yang ranum, hidung mancung dan bola
last updateLast Updated : 2025-01-11
Read more

Bab 23

"Kamu berhasil memicu kemarahanku, Cia!" Suara Liam lebih keras dari biasanya. Dia bergegas merebut ponsel Ciara. Namun, terlambat. Ciara berlari menuju ranjang dan naik ke atasnya. "Cia, jangan ceroboh! Gimana bisa kamu ngelakuin hal kayak gini?!" Liam menggertak istrinya. "Sini HP kamu!" Ciara tidak terprovokasi dengan kata-kata Liam ataupun sikapnya yang manipulatif. Ciara tidak mau kalah. Dia berkata, "Kalo gitu, kasih aku uang denda. Liam, cuma segini aja, kok!" Ciara menggoyangkan jari telunjuk, jari tengah dan jari manis sambil mengedipkan sebelah mata. Liam menghela napas. "Oke. Rp 3 juta, kan? Aku transfer kamu sekarang juga." Liam merogoh saku celana dan mengeluarkan ponsel. Dia membuka akun e-wallet. Ketika hendak mengetik sesuatu, dia mendengar kata-kata Ciara yang menggelitik. "Siapa bilang cuma Rp 3 juta? Rp 30 miliar, Tuan Liam." Liam menghela napas panjang. Lalu, mengalihkan pandangan dari layar ponsel kepada istrinya. Liam menatap Ciara sinis. "Kamu gila?
last updateLast Updated : 2025-01-11
Read more

Bab 24

"Cia, kamu pakai kalung punya siapa?"Mobil sudah berhenti di balai Kota Baubau. Namun, Ciara dan Liam masih berada di dalamnya."Kalung aku-lah," jawab Ciara, ketus. "Emangnya kamu ngerasa beliin aku perhiasan?"Aksa duduk di kursi sopir. Dia melirik kedua majikannya dari kaca depan mobil. Punggungnya berkeringat dingin saat melihat wajah masam Liam.Aksa menegur Ciara. "Nyonya Muda, di dalam ruang ganti kamar utama kan banyak perhiasan. Tuan udah sediain perhiasan buat kamu. Kenapa nggak dipakai?"Ciara tersenyum lebar. "Pak Aksa, kamu udah lama kerja sama Liam, kan? Masa kamu nggak tau?"Liam menarik lengan Ciara, lalu mencengkeramnya. Saat itu pula, pandangan mata mereka beradu."Maksudnya apa, Cia?!" Liam menahan emosi yang sudah meluap sejak berangkat tadi. Ciara menepis tangan Liam. "Perhiasan emang banyak, tapi semua laci penyimpanan dikunci. Yaa, aku bisa apa?"Ada makna tersirat dari kata-kata Ciara. Dia melirik Aksa yang terdiam dan menatap sinis Liam."Suamiku, apa semua
last updateLast Updated : 2025-01-13
Read more

Bab 25

Tidak jauh dari pintu masuk, dua pria sedang merokok. Pria jangkung dengan tatapan tajam bersandar pada mobil sport Lamborghini Veneno hitam miliknya. Dia adalah Viko Bart yang sebentar lagi akan mengambil alih keluarga Bart. Pria satunya lagi menikmati rokok sambil berjongkok. Dia adalah Tuan Muda Atlas Valor yang terkenal playboy dan royal. Viko menghisap rokok terakhir. "Atlas, siapa cewek itu?"Atlas menebak bahwa cewek yang dimaksud Viko adalah Ciara Darwin. Karena Ciara memang menjadi pusat perhatian di depan pintu masuk balai kota. "Maksud kamu, Nona Ciara Darwin?" Atlas balik bertanya. "Aku nggak percaya di Kota Baubau ini masih ada yang nggak kenal dia!"Dengan cuek, Viko mendorong kepala Atlas ke samping. "Aku baru pulang dari luar negeri. Inget, nggak?""Iya, iya. Maaf, aku yang salah," kata Atlas, sedikit kesal. Keluarga Bart dan keluarga Valor adalah keluarga kelas atas yang sudah berabad-abad menguasai Kota Baubau. Selain itu, masih ada 3 keluarga lagi. Mereka adalah
last updateLast Updated : 2025-01-14
Read more

Bab 26

"Oii, Viko!"Suara Atlas terdengar dari belakang Ciara dan Viko. Ciara menghentikan langkah, Viko pun mengikutinya. Atlas protes. "Kalo kamu masuk sama Nona Ciara, terus aku gimana?!"Atlas datang bersama Viko ke acara pesta lelang. Jadi, bagaimana bisa Viko tega meninggalkannya demi wanita secantik Ciara?Viko mengangkat tangan kiri tinggi-tinggi. Dia merasa sahabatnya ini agak bodoh.Tanpa menoleh ke belakang, Viko menjawab, "Kamu kan punya kartu undangan satu lagi. Bisa pakai itu, kan?!"Ciara merasa tidak enak hati. Dia menoleh ke belakang dan melihat wajah Atlas merah padam. "Tuan, diaー"Viko tersenyum. "Abaikan aja!"Karena Viko sudah berkata seperti itu, Ciara hanya bisa mengikutinya. Atlas dengan cepat mengeluarkan kartu undangan miliknya. Sekarang Ciara dan Viko sudah berada di dalam balai kota. Tamu-tamu sudah berdatangan. Ciara berhenti hendak mengatakan sesuatu.Ciara menatap Viko, lalu membungkuk. "Makasih, Tuan ...." Ciara diam sejenak. Dia bukannya tidak mengingat na
last updateLast Updated : 2025-01-15
Read more

Bab 27

"Vierra, kamu duluan aja! Aku mau nunggu Istriku."Liam melepaskan tangan Vierra dari lengannya. Dia menoleh ke kanan dan kirinya, mencari keberadaan Ciara."Tapi, Liamー"Tanpa memedulikan perasaan Vierra, Liam berkata, "Cia nggak punya undangan. Kalo aku masuk sekarang, nanti dia gimana?"Aksa tertegun dengan sikap bosnya. Masih membekas di ingatannya, Liam ingin buru-buru masuk ke tempat lelang. Liam juga menyuruhnya mencari orang untuk mengantarkan Ciara pulang. Hati manusia memang cepat sekali berubah!Vierra cemberut. Dia telah dipermalukan Ciara satu kali. Bahkan sekarang, Liam tidak memedulikannya. "Aku dengar-dengar, ada tanah berkualitas tinggi yang dilelang malam ini."Suara Vierra barusan berhasil menghentikan Liam memikirkan istrinya. Liam datang ke pesta lelang bukan tanpa tujuan. Dia tentu sudah memikirkan banyak hal.Tanpa terduga, Liam berseru pada asistennya, "Aksa, ayo masuk!"Sementara itu di dalam ruang lelang, suasana ramai langsung terasa. Beberapa orang yang m
last updateLast Updated : 2025-01-16
Read more

Bab 28

"Sial! Aku lupa, kalo nggak punya nomor HP Cia."Liam sudah mengeluarkan ponsel dan hendak mengirimkan pesan teks untuk Ciara. Dia ingin menghentikan kebodohan Ciara. Tetapi saat itu juga, dia menggertakkan gigi. Dia tidak memiliki nomor telepon sang istri. Sebelum perjodohan, Aksa sudah memberikan data pribadi Ciara pada Liam. Dia sendiri yang tidak peduli pada perjodohannya dengan Ciara. Jadi ini mutlak kesalahan Liam, bukan Aksa. Liam terlihat ragu. Maka, Vierra buru-buru berseru, "Liam, cepetan tegur Cia! Jangan sampai kamu rugi karena dia!"Liam pasrah. Jika harus merugi karena istrinya, dia tidak akan tinggal diam. Dia akan meminta pertanggung jawaban Ciara. "Rp 3 triliun, sekali ....""Rp 3 triliun, dua kali ...."Ciara tersenyum ketika Liam menatapnya tajam. Dia tahu, Liam pasti ingin menghentikannya. Tiga detik kemudian, senyum Ciara menghilang.Seorang pria mengangkat papan. "Rp 5 triliun."Ciara terkejut dengan suara pria itu. Dia langsung menoleh dan menyadari Viko sed
last updateLast Updated : 2025-01-17
Read more

Bab 29

"Nona, kamu harus bayar mahal resort Sun Kissed Beach Club. Belum lagi, lukisan mendiang Nenek kamu. Uang kamu nggak cukup, kan?"Sepanjang acara pesta lelang, Ciara memasang satu headset di telinga kanannya. Dia mendengarkan suara Quden dan memikirkan perkataannya sejenak. Demi menghindari hal yang tidak diinginkan, Quden dan Ciara datang ke pesta lelang dengan terpisah. Ciara datang dengan tujuan membeli resort. Sedangkan Quden datang untuk membeli lukisan mendiang neneknya Ciara. "Dengerin aku, Nona!" pinta Quden. "Sekarang, udah saatnya kamu gunain kartu gold Bank Commonwealth Internasional pemberian Tuan Kevan."Dulu ketika Ciara masih sakit-sakitan, Kevan memberikan kartu gold Bank Commonwealth Internasional kepada FeliciaーIbu kandung Ciara. Limitnya mencapai Rp 1 triliun. Namun sampai akhir hidupnya, Felicia tidak pernah menggunakannya. Dia justru meminta Ciara menyimpannya. Ciara menjadi ragu sesaat. Dia menghela napas berat. "Quden, kamu yakin? Apa nggak bahaya?" Berdasa
last updateLast Updated : 2025-01-20
Read more

Bab 30

"Liam, nggak usah!"Vierra spontan mencegah Liam membeli lukisan klasik Desa Rancakbengawan mahakarya Sofia Muller. Liam dan Aksa menatap Vierra bersamaan. Liam mengerutkan kening. "Akuー""Kamu kan tau, aku nggak suka lukisan apapun," kata Vierra lagi, memotong kata-kata Liam. "Tapi, Vierraー"Vierra menyilangkan kedua tangan. "Bukan cuma nggak suka, bahkan aku sama sekali nggak ngerti tentang lukisan. Jadi, jangan buang-buang uang Rp 100 miliar untukku!"Seorang wanita yang duduk di sebelah Vierra berkata pada pasangannya, "Tuan Liam bener-bener murah hati. Dia pasti mau hadiahkan pacarnya lukisan dari Pelukis Emerit."Ya, Sofia Muller adalah seorang pelukis asal Nexterra yang terkenal dengan aliran realisme. Gaya lukisannya unik dan penuh emosi. Dia sering disebut sebagai Pelukis Emerit. Karya-karyanya yang eksploratif menggambarkan kehidupan dan budaya telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap dunia seni. Itulah mengapa, harga setiap mahakarya Sofia Muller selalu berni
last updateLast Updated : 2025-01-21
Read more
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status