"Nona, lukisannya udah ketemu." Seseorang berbicara di saluran telepon dengan Ciara. Orang itu adalah Quden. Ciara berdiri di bawah jendela kamar yang terbuka, menatap pemandangan di luar rumah. "Tunggu! Jangan ditutup dulu teleponnya!" pinta Ciara. Dia membalikkan badan. Sore hari ini, Linda dan beberapa pelayan telah selesai melakukan pekerjaan di kamar utama. Mereka mengeluarkan seluruh pakaian serta alas kaki berwarna biru dari dalam lemari sesuai perintah Ciara. Ciara bertanya, "Bi Linda, udah selesai semua, kan? Kalian bisa keluar sekarang!" "Baik, Nyonya." Linda melirik 4 pelayan yang bersamanya. "Tunggu apalagi? Ayo keluar sekarang!" Setelah memastikan pintu tertutup rapat, Ciara langsung duduk di atas ranjang. Lalu, mengaktifkan laptop. "Quden, kamu yakin itu lukisan yang aku cari?" tanya Ciara. Jari-jari tangannya berselancar dengan cepat di atas keyboard. "Iya, Nona," jawab Quden, yakin. "Aku udah pastiin itu lukisan Desa Rancakbengawan karya mendiang Nenek ka
Last Updated : 2025-01-10 Read more