Share

Bab 27

last update Last Updated: 2025-01-16 05:50:25

"Vierra, kamu duluan aja! Aku mau nunggu Istriku."

Liam melepaskan tangan Vierra dari lengannya. Dia menoleh ke kanan dan kirinya, mencari keberadaan Ciara.

"Tapi, Liamー"

Tanpa memedulikan perasaan Vierra, Liam berkata, "Cia nggak punya undangan. Kalo aku masuk sekarang, nanti dia gimana?"

Aksa tertegun dengan sikap bosnya. Masih membekas di ingatannya, Liam ingin buru-buru masuk ke tempat lelang. Liam juga menyuruhnya mencari orang untuk mengantarkan Ciara pulang.

Hati manusia memang cepat sekali berubah!

Vierra cemberut. Dia telah dipermalukan Ciara satu kali. Bahkan sekarang, Liam tidak memedulikannya.

"Aku dengar-dengar, ada tanah berkualitas tinggi yang dilelang malam ini."

Suara Vierra barusan berhasil menghentikan Liam memikirkan istrinya. Liam datang ke pesta lelang bukan tanpa tujuan. Dia tentu sudah memikirkan banyak hal.

Tanpa terduga, Liam berseru pada asistennya, "Aksa, ayo masuk!"

Sementara itu di dalam ruang lelang, suasana ramai langsung terasa. Beberapa orang yang m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 28

    "Sial! Aku lupa, kalo nggak punya nomor HP Cia."Liam sudah mengeluarkan ponsel dan hendak mengirimkan pesan teks untuk Ciara. Dia ingin menghentikan kebodohan Ciara. Tetapi saat itu juga, dia menggertakkan gigi. Dia tidak memiliki nomor telepon sang istri. Sebelum perjodohan, Aksa sudah memberikan data pribadi Ciara pada Liam. Dia sendiri yang tidak peduli pada perjodohannya dengan Ciara. Jadi ini mutlak kesalahan Liam, bukan Aksa. Liam terlihat ragu. Maka, Vierra buru-buru berseru, "Liam, cepetan tegur Cia! Jangan sampai kamu rugi karena dia!"Liam pasrah. Jika harus merugi karena istrinya, dia tidak akan tinggal diam. Dia akan meminta pertanggung jawaban Ciara. "Rp 3 triliun, sekali ....""Rp 3 triliun, dua kali ...."Ciara tersenyum ketika Liam menatapnya tajam. Dia tahu, Liam pasti ingin menghentikannya. Tiga detik kemudian, senyum Ciara menghilang.Seorang pria mengangkat papan. "Rp 5 triliun."Ciara terkejut dengan suara pria itu. Dia langsung menoleh dan menyadari Viko sed

    Last Updated : 2025-01-17
  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 29

    "Nona, kamu harus bayar mahal resort Sun Kissed Beach Club. Belum lagi, lukisan mendiang Nenek kamu. Uang kamu nggak cukup, kan?"Sepanjang acara pesta lelang, Ciara memasang satu headset di telinga kanannya. Dia mendengarkan suara Quden dan memikirkan perkataannya sejenak. Demi menghindari hal yang tidak diinginkan, Quden dan Ciara datang ke pesta lelang dengan terpisah. Ciara datang dengan tujuan membeli resort. Sedangkan Quden datang untuk membeli lukisan mendiang neneknya Ciara. "Dengerin aku, Nona!" pinta Quden. "Sekarang, udah saatnya kamu gunain kartu gold Bank Commonwealth Internasional pemberian Tuan Kevan."Dulu ketika Ciara masih sakit-sakitan, Kevan memberikan kartu gold Bank Commonwealth Internasional kepada FeliciaーIbu kandung Ciara. Limitnya mencapai Rp 1 triliun. Namun sampai akhir hidupnya, Felicia tidak pernah menggunakannya. Dia justru meminta Ciara menyimpannya. Ciara menjadi ragu sesaat. Dia menghela napas berat. "Quden, kamu yakin? Apa nggak bahaya?" Berdasa

    Last Updated : 2025-01-20
  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 30

    "Liam, nggak usah!"Vierra spontan mencegah Liam membeli lukisan klasik Desa Rancakbengawan mahakarya Sofia Muller. Liam dan Aksa menatap Vierra bersamaan. Liam mengerutkan kening. "Akuー""Kamu kan tau, aku nggak suka lukisan apapun," kata Vierra lagi, memotong kata-kata Liam. "Tapi, Vierraー"Vierra menyilangkan kedua tangan. "Bukan cuma nggak suka, bahkan aku sama sekali nggak ngerti tentang lukisan. Jadi, jangan buang-buang uang Rp 100 miliar untukku!"Seorang wanita yang duduk di sebelah Vierra berkata pada pasangannya, "Tuan Liam bener-bener murah hati. Dia pasti mau hadiahkan pacarnya lukisan dari Pelukis Emerit."Ya, Sofia Muller adalah seorang pelukis asal Nexterra yang terkenal dengan aliran realisme. Gaya lukisannya unik dan penuh emosi. Dia sering disebut sebagai Pelukis Emerit. Karya-karyanya yang eksploratif menggambarkan kehidupan dan budaya telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap dunia seni. Itulah mengapa, harga setiap mahakarya Sofia Muller selalu berni

    Last Updated : 2025-01-21
  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 31

    "Tuan Liam, kamu cemburu?"Suara Ciara yang lembut membuat emosi di hati Liam berangsur-angsur padam. Ciara mendongakkan kepala, menatap wajah suaminya yang masam. Lalu, mengusap dadanya."Tuan Liam, kamu cemburu pada orang yang salah," kata Ciara sambil senyum. Suara Ciara pelan agar hanya Liam yang dapat mendengarnya. Ciara dan Liam saling pandang. Sikap Liam tidak terkontrol. Dia mencengkeram erat lengan kiri Ciara hingga wajah istrinya memerah karena menahan sakit. Quden sangat tidak senang dengan perlakuan Liam kepada Ciara. 'Di depan umum aja Liam berani bersikap kasar sama Nona Cia. Gimana kalo mereka cuma berdua? Tubuh Nona udah pasti penuh memar.' "Tuan Liam?!" Liam mengulangi kata-kata Ciara. "Aku ini Suami kamu. Panggil aku Sayang!""Pppfff ...." Ciara tertawa kecil, meledek Liam. Lalu, melirik Vierra.Di sisi lain, Vierra terpaku. Dia seolah tidak percaya dengan semua perkataan Liam.Vierra mengepalkan tangan sambil bergumam dalam hati, 'Baru sehari nikah sama Ciara, k

    Last Updated : 2025-01-24
  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 32

    "Cia, kamu punya hubungan apa sama Viko?"Liam menarik tangan Ciara saat mereka sampai di lobi balai kota. Ciara ingin menghempas tangan Liam. Tapi, dia mengurungkan niat karena banyaknya mata yang memandang. Ciara melihat dua mobil Liam sudah menunggu. Dia termenung sesaat. 'Sopir? Liam bawa sopir? Apa ini mobil untuk Vierra?'Dugaan Ciara tidak salah. Karena Lima memang meminta seorang sopir untuk antar jemput Vierra selama wanita itu berada di Kota Baubau.Ciara tersenyum sinis. "Aku nggak punya hubungan apa-apa. Aku bahkan nggak kenal sama dia.""Tapi, Cia, ingat status kamu! Sekarang, kamu udah nikah sama aku."Ciara tidak menghiraukan Liam. Dia menunjuk sebuah mobil Maybach Exelero hitam. "Liam, itu mobil kamu kan? Sejak kapan kamu pakai sopir? Seingetku, Aksa selalu jadi sopir kamu."Setidaknya Liam memliki 10 mobil mewah dan 7 motor mewah di garasi rumahnya. Ciara sudah menghapal semua beserta nomor plat kendaraannya.Ciara menatap Liam yang kebingungan. "Liam, kamu bawa dua

    Last Updated : 2025-01-24
  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 33

    "Nona, kamu nggak istirahat aja? Angin malem nggak baik buat kamu."Quden mencoba membujuk Ciara. Di sebelahnya, seorang pria berusia 62 tahun berdiri dengan gelisah. Dia adalah Ruslan Zakki, kepala pelayan di rumah ini. Dia mencoba menasehati Ciara. "Nona, meskipun kamu hidup dengan katup jantung yang baru dan sakit jantung kamu jarang kambuh, tapi bukan berarti kamu bisa seenaknya. Kamuー"Ciara memotong omongan Ruslan. "Menahan emosi sama aja membunuhku perlahan. Paman Ruslan pasti ngerti."10 menit yang lalu, Ciara dan Quden sudah sampai di Hunian Exclusive Green Lake. Itu adalah rumah pemberian Kevan untuk Ciara. Ciara melihat lukisan tangan Kevan yang terpampang di ruang tamu. Benaknya mengulang kejadian 2 tahun lalu. Dua tahun silam, Miguel Wijaya menjebak ayah kandung CiaraーRudi Darwin. Ciara dan Miguel sebelumnya terlibat perjodohan bisnis. Belum sampai ke tahap pernikahan, Miguel sudah memperlihatkan wajah aslinya. Akibat ulah Miguel, keluarga Darwin terjerat utang piutan

    Last Updated : 2025-01-28
  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 34

    "Huhh!"Ciara mengembuskan napas. Dia menghentikan motor Kawasaki KLX150 BF SE firecracker red di pinggir jalan layang. Dia turun dari motor sambil membuka helm merah kesayangannya. Ciara menoleh ke samping kiri, menatap pemandangan malam kota Baubau dari atas jalan layang. "Udah lama banget aku nggak lihat pemandangan malem kayak gini. Rasanya tenang banget!"Ciara mengeluarkan susu kotak rasa stroberi dari dalam saku jaket kulit. Dia menusuk sedotan dengan sekali tusuk dan meminumnya hingga habis. Di kejauhan, Quden memperhatikan Ciara sambil merokok. Nona-nya ini masih muda dan sangat cantik. Sifat manja Nona-nya mampu mendominasi situasi. "Hemm ...."Tidak perlu merasa terharu! Karena yang Quden tahu, di balik sifat manja Ciara tersimpan kecerdikan yang jarang dimiliki oleh putri dari keluarga kaya. Memang pada dasarnya Ciara pintar. Dia mampu belajar banyak hal dengan cepat.Di kehidupan sebelumnya, Ciara terlalu dimanja oleh kedua orang tua dan orang-orang di sekitarnya. Tap

    Last Updated : 2025-01-30
  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 35

    "Kenapa Liam masih di rumah? Dia nggak kerja?" Jam 07:00 pagi di kawasan elit Majestic Manor Kota Baubau. Ciara baru kembali ke rumah. Saat sampai di depan pintu masuk utama, dia melihat mobil Liam masih terparkir. Detik berikutnya, Ciara tersadar bahwa sekarang adalah akhir pekan. Tentu saja suaminya akan berada di rumah."Sial!" umpatnya, kesal.Begitu melangkah masuk, Linda segera menyambut Ciara dengan wajah tegang. Linda mengikuti Ciara. "Akhirnya Nyonya Muda pulang. Kami nggak bisa tidur mikirin kamu." Ciara tidak merespon. Dia tahu maksud dari kata "kami" yang diucapkan Linda. Dia meyakini bahwa artinya Linda yang tidak bisa tidur, bukan Liam. Jadi, Ciara tidak perlu merasa bersalah."Nyonya, lain kali kalo kamu nggak pulang, tolong kabarin aku!" seru Linda, mengingatkan.Linda adalah kepala pelayan yang ditunjuk Tuan Besar Griffin. Jadi, dia-lah yang bertanggung jawab atas semua yang terjadi di rumah ini. Lantas, jika terjadi sesuatu pada Ciara, bagaimana dia akan memper

    Last Updated : 2025-01-31

Latest chapter

  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 57

    "Nona, dia adalah Tuan Lucas Griffin."Quden mencondongkan badan. Lalu, berbisik di telinga Ciara. Setelah mengetahui identitas Lucas yang bersembunyi di balik topeng, Ciara tetap mempertahankan sikap tenang. Ciara menganggap dia adalah Kakak Ipar, walaupun sebenarnya Lucas hanyalah anak angkat keluarga Griffin. Kemunculan Lucas yang tiba-tiba, membuat ekspresi Omar dan Quden berubah lebih cepat daripada membalikkan halaman buku. Ekspresi yang sama juga diperlihatkan oleh beberapa pejabat eksekutif. Mereka adalah Adnan Mahdi selaku CEO K.C Tobacco, Rauf Hendrawan sebagai CMO, Deyan Anggara sebagai CTO dan Martin sebagai CIO. Selain mereka, Inura dan tim kuasa hukum perusahaan juga terkejut dengan kemunculan Lucas. Namun, mereka buru-buru menyembunyikan sikapnya. Lucas menatap Ciara sebentar. Dia meletakkan kedua tangan di atas meja. Seketika, suhu ruangan menjadi lebih dingin daripada sebelumnya. Tidak ada satu orang pun yang luput dari tatapan pengintai Lucas. Karena tidak ada

  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 56

    "Bu Bintang, berhenti beromong kosong!"Ciara yang sejak tadi bersikap acuh tak acuh, kini tanpa segan berseru menegur Bintang Seruni. Amarah yang besar di dadanya seolah akan meledak seperti gunung berapi. Tapi, gesture tubuh Ciara menunjukkan bahwa dia sedang menekan amarahnya.Ciara menyandarkan punggung di kursi. Sikap santainya ini menunjukkan bahwa Ciara tidak panik juga tidak takut terhadap mereka yang mempersuasinya. Dahi Bintang berkerut. "Aku beromong kosong?!" Lalu, Bintang mengangkat kedua bahu. "Yang bener aja, Nona? Seperti yang kamu ketahui, aku bahkan udah bekerja di sini sebelum kamu ambil alih posisi Komisaris Utama hari ini."Benar!Karena Ciara sudah kembali, maka hari ini dia mengambil posisinya sebagai Komisaris Utama sekaligus pemilik sah K.C Tobacco."Terus?!"Ciara membiarkan Bintang berkata sesuka hatinya. Omar yang duduk di samping Ciara mencondongkan badan. "Nona, aku akan beresin dia.""Nggak perlu, Pak Omar," tolak Ciara. "Biarin dulu! Aku mau denger,

  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 55

    "Apa?!""Nona Ciara, kamu nggak salah ambil keputusan begini?!""Jangan gegabah, Nona! Karena keputusan kamu hari ini akan berdampak besar pada nasib ribuan karyawan."Hampir satu jam Ciara berada di dalam ruang meeting. Sebagai Komisaris Utama, dia duduk di kursi paling ujung yang diapit Quden dan Omar. Di sisi kanan, Inura duduk bersama tim kuasa hukum serta notaris K.C Tobacco yang dibentuk Kevan di masa lalu. Meeting pertama ini dihadiri oleh jajaran Direksi dan Eksekutif. Mereka semua adalah orang-orang yang kompeten di bidangnya. Agenda meeting hari ini membahas tentang keberlangsungan operasional perusahaan. Setelah selesai mendengar laporan perkembangan perusahaan dari seorang CEO, Ciara membuat keputusan yang menghebohkan.Dikatakan bahwa Ciara akan mereshuffle jajaran direksi dan eksekutif K.C Tobacco.Akibatnya, suasana di dalam ruang meeting bergejolak. Sebanyak 70% pejabat senior menentang keputusan CiaraBeberapa pejabat mengungkapkan kekhawatiran dan ketidakpuasan mer

  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 54

    "Jadi, Kak Kevan punya vila di Kota Heavenly? Dia juga bangun bisnis rokok di sana?"Sudah hampir satu jam Ciara bertemu Henry Adam dan orang-orangnya. Dia mendengarkan penjelasan tentang Kevan dari Henry dan mencatat semua dengan baik di memori otaknya. "Benar, Nona," sahut Henry, tenang. Bukan tanpa alasan Henry ingin mendapatkan kepercayaan dari Ciara. Dia telah mengenal Kevan lebih baik daripada siapapun. Selain sebagai nasabah prioritas, Kevan telah mengatasnamakan semua asetnya di Bank Commonwealth Internasional kepada Ciara. Jadi, Henry harus menjalankan amanah Kevan dengan baik atau dia akan merasakan penyesalan. Ciara membaca daftar aset Kevan yang dialihkan padanya. Semuanya dikelola oleh Bank Commonwealth Internasional. "Dan, Tuan Kevan hanya mempercayakannya pada Pak Henry," kata salah seorang karyawan Henry. Ciara mengangguk. "Oke. Aku ngerti."Siapa yang tidak tahu, King's Island terkenal dengan negara tercantik dan terkaya di dunia. Ibukotanya adalah Heavenly. Ci

  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 53

    "Makasih, Kak."Ciara melepaskan pelukannya. Dia menatap Inura. Tidak lama, datang Deyan Anggara dan beberapa orang lagi. Quden langsung mengambil tindakan."Nona, ayo masuk dulu!"Quden membukakan pintu. Ciara dan semua orang kepercayaannya masuk.Setelah pintu tertutup, mereka berdiri di hadapan Ciara."Sebelum mulai agenda pagi, aku mau kenalin orang-orang kamu yang terpercaya Nona," kata Quden, memecah ketegangan. Quden menunjuk Laki-laki di samping Inura. "Dia Rauf Hendrawan," katanya. "Awalnya dia adalah ketua team Sekretaris K.C Tobacco. Karena Tuan Kevan melihat kemampuannya di bidang strategi pemasaran dan branding perusahaan, dia diangkat menjadi Chief Marketing Officer atau CMO." Ciara mengerti penjelasan Quden. Itu artinya Rauf Hendrawan adalah salah satu jajaran eksekutif perusahaan.Quden menunjuk laki-laki selanjutnya. "Dia Fauzanーsahabat Tuan Kevan. Dia menjabat sebagai General Manager di K.C Tobacco."Ciara mengangguk. Lalu, menatap pria di sisi Fauzan. Quden ber

  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 52

    "Nona, kamu nggak lupa sama agenda pagi ini, kan?"Quden berjalan di sisi kanan Ciara, sedangkan Omar di sisi kiri. Sementara Ali Osman berada di belakang bersama para pejabat perusahaan. Ciara melirik jam tangan di pergelangan tangan kanan. "Jam 9 di ruanganku, kan?""Benar, Nona," jawab Quden. "Deyan sama Pak Henry udah nunggu di sana."Omar melirik pergelangan tangan kanan Ciara. Bukan melihat jam tangan mewahnya, melainkan gelang emas putih Teddy Bear pemberian Kevan di masa lalu. Akhirnya, Omar tersadar. Walaupun Ciara telah menikah, tetapi posisi Kevan di hatinya belum tergantikan. "Nggak disangka-sangka, Nona Ciara terlihat sangat cantik daripada foto-foto yang beredar di sosial media.""Betul. Bahkan Nona terlihat penuh semangat dan percaya diri," timpal pria yang berjalan di belakang Ciara. Para pejabat perusahaan mulai pandai menjilat Ciara. Mereka tahu, siapa saja orang-orang di belakang Ciara yang mendukungnya. "Aku yakin, ke depannya ... K.C Tobacco akan semakin berj

  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 51

    Saat berpapasan dengan Santo di ruang tamu, Ciara memelankan langkah. "Jangan sampai Bi Linda mencurigai kamu!"Ciara berkata dengan pelan dan sangat hati-hati. Dia tahu, banyak CCTV yang terpasang di rumah ini. Dia juga tahu, Linda tidak sesederhana penampilannya. Santo tidak menjawab. Dia justru memberikan salam kepada Ciara. "Selamat pagi, Nyonya!"Ciara mengangguk tanpa bersuara. Lalu, dia terus berjalan. Di belakang Santo, terdapat orang-orang yang berjalan mengikutinya sambil membawa beberapa barang. Ciara sudah berada di luar. Dia menatap sopir yang berdiri di samping mobil. "Silakan, Nyonya!" seru sopir.Sebelumnya, Ciara sudah memerintahkan Linda agar sopir menyiapkan mobil. Itulah sebabnya, Linda tidak banyak bertanya. Karena dia sudah tahu Ciara akan pergi.Saat Ciara sudah duduk di dalam mobil, sopir bertanya dengan keheranan, "Apa Nyonya beneran nggak mau diantar aja? Jalanan di Kota Baubau macet parah.""Nggak perlu. Aku terbiasa pergi sendirian."Kata-kata lugas C

  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 50

    Keesokan hari. Pukul 07:00 pagi waktu Kota Baubau. Ciara sudah rapi dan sedang memakai sepatu boots yang biasa dipakainya. Dia berdiri di depan cermin besar ruang ganti. Ciara mengambil liptint stroberi dan mengolesi bibirnya dengan lembut. Liptint itu memberikan warna merah muda yang segar dan natural pada bibirnya.Ciara membiarkan rambut panjang coklatnya tergerai. Dia teringat dengan etalase perhiasan. "Ah, iya!"Tanpa pikir panjang, Ciara langsung berjalan ke sana dan mengambil salah satu penjepit rambut kristal Swarovski berkualitas tinggi. Mendiang ibunya pernah berkata, penampilan adalah yang pertama. Karena kesan pertamalah yang akan diingat oleh semua orang. Ciara tahu, ini adalah pertemuan pertamanya dengan Henry Adam. Di masa depan, dia akan sering melakukan kerja sama dengan Bank Commonwealth Internasional. Jadi, dia harus menunjukkan dirinya yang cerdas dan elegan tanpa kehilangan aura kecantikannya. "Oke, perfect!"Bagi seorang perfeksionis seperti Ciara, dia tida

  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 49

    "Ah, lupain aja!"Ciara tahu, dia tidak boleh ceroboh. Dia tidak boleh menunjukkan ketidaksenangannya di hadapan semua orang. Untuk sesaat, Ciara tidak tahu harus berkata apa! Untungnya, Chef datang membawa makan malam. "Silakan, Nyonya Muda!"Chef mempersilakan dengan penuh hormat. Dia kemudian berdiri di samping kursi Ciara. Chef tersebut bernama Antonio Lukito. Dia datang ke rumah ini sebulan sebelum hari pernikahan Ciara dan Liam. Dia dengan khusus ditunjuk oleh Tuan Besar Griffin untuk melayani Cucu dan Cucu menantunya. Potongan daging pertama masuk ke mulut Ciara. Dia mulai mengunyah. Tanpa disadari, air matanya mengembang dan siap terjatuh. Ciara terus memotong dan mengunyah tanpa berkata apa-apa. Setelah piring keramik kosong, dia meminum segelas air dan bangkit.Sejak tadi, Antonio bersabar menunggu Ciara menilai masakannya. Dia tidak yakin Ciara menyukainya. Karena dia tidak melihat kepuasan pada wajah ataupun sikap Ciara."Chef Antonio, makasih untuk makan malamnya," k

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status