Share

Bab 24

last update Last Updated: 2025-01-13 12:07:57

"Cia, kamu pakai kalung punya siapa?"

Mobil sudah berhenti di balai Kota Baubau. Namun, Ciara dan Liam masih berada di dalamnya.

"Kalung aku-lah," jawab Ciara, ketus. "Emangnya kamu ngerasa beliin aku perhiasan?"

Aksa duduk di kursi sopir. Dia melirik kedua majikannya dari kaca depan mobil. Punggungnya berkeringat dingin saat melihat wajah masam Liam.

Aksa menegur Ciara. "Nyonya Muda, di dalam ruang ganti kamar utama kan banyak perhiasan. Tuan udah sediain perhiasan buat kamu. Kenapa nggak dipakai?"

Ciara tersenyum lebar. "Pak Aksa, kamu udah lama kerja sama Liam, kan? Masa kamu nggak tau?"

Liam menarik lengan Ciara, lalu mencengkeramnya. Saat itu pula, pandangan mata mereka beradu.

"Maksudnya apa, Cia?!" Liam menahan emosi yang sudah meluap sejak berangkat tadi.

Ciara menepis tangan Liam. "Perhiasan emang banyak, tapi semua laci penyimpanan dikunci. Yaa, aku bisa apa?"

Ada makna tersirat dari kata-kata Ciara. Dia melirik Aksa yang terdiam dan menatap sinis Liam.

"Suamiku, apa semua
Locked Chapter
Continue Reading on GoodNovel
Scan code to download App

Related chapters

  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 25

    Tidak jauh dari pintu masuk, dua pria sedang merokok. Pria jangkung dengan tatapan tajam bersandar pada mobil sport Lamborghini Veneno hitam miliknya. Dia adalah Viko Bart yang sebentar lagi akan mengambil alih keluarga Bart. Pria satunya lagi menikmati rokok sambil berjongkok. Dia adalah Tuan Muda Atlas Valor yang terkenal playboy dan royal. Viko menghisap rokok terakhir. "Atlas, siapa cewek itu?"Atlas menebak bahwa cewek yang dimaksud Viko adalah Ciara Darwin. Karena Ciara memang menjadi pusat perhatian di depan pintu masuk balai kota. "Maksud kamu, Nona Ciara Darwin?" Atlas balik bertanya. "Aku nggak percaya di Kota Baubau ini masih ada yang nggak kenal dia!"Dengan cuek, Viko mendorong kepala Atlas ke samping. "Aku baru pulang dari luar negeri. Inget, nggak?""Iya, iya. Maaf, aku yang salah," kata Atlas, sedikit kesal. Keluarga Bart dan keluarga Valor adalah keluarga kelas atas yang sudah berabad-abad menguasai Kota Baubau. Selain itu, masih ada 3 keluarga lagi. Mereka adalah

    Last Updated : 2025-01-14
  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 26

    "Oii, Viko!"Suara Atlas terdengar dari belakang Ciara dan Viko. Ciara menghentikan langkah, Viko pun mengikutinya. Atlas protes. "Kalo kamu masuk sama Nona Ciara, terus aku gimana?!"Atlas datang bersama Viko ke acara pesta lelang. Jadi, bagaimana bisa Viko tega meninggalkannya demi wanita secantik Ciara?Viko mengangkat tangan kiri tinggi-tinggi. Dia merasa sahabatnya ini agak bodoh.Tanpa menoleh ke belakang, Viko menjawab, "Kamu kan punya kartu undangan satu lagi. Bisa pakai itu, kan?!"Ciara merasa tidak enak hati. Dia menoleh ke belakang dan melihat wajah Atlas merah padam. "Tuan, diaー"Viko tersenyum. "Abaikan aja!"Karena Viko sudah berkata seperti itu, Ciara hanya bisa mengikutinya. Atlas dengan cepat mengeluarkan kartu undangan miliknya. Sekarang Ciara dan Viko sudah berada di dalam balai kota. Tamu-tamu sudah berdatangan. Ciara berhenti hendak mengatakan sesuatu.Ciara menatap Viko, lalu membungkuk. "Makasih, Tuan ...." Ciara diam sejenak. Dia bukannya tidak mengingat na

    Last Updated : 2025-01-15
  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 27

    "Vierra, kamu duluan aja! Aku mau nunggu Istriku."Liam melepaskan tangan Vierra dari lengannya. Dia menoleh ke kanan dan kirinya, mencari keberadaan Ciara."Tapi, Liamー"Tanpa memedulikan perasaan Vierra, Liam berkata, "Cia nggak punya undangan. Kalo aku masuk sekarang, nanti dia gimana?"Aksa tertegun dengan sikap bosnya. Masih membekas di ingatannya, Liam ingin buru-buru masuk ke tempat lelang. Liam juga menyuruhnya mencari orang untuk mengantarkan Ciara pulang. Hati manusia memang cepat sekali berubah!Vierra cemberut. Dia telah dipermalukan Ciara satu kali. Bahkan sekarang, Liam tidak memedulikannya. "Aku dengar-dengar, ada tanah berkualitas tinggi yang dilelang malam ini."Suara Vierra barusan berhasil menghentikan Liam memikirkan istrinya. Liam datang ke pesta lelang bukan tanpa tujuan. Dia tentu sudah memikirkan banyak hal.Tanpa terduga, Liam berseru pada asistennya, "Aksa, ayo masuk!"Sementara itu di dalam ruang lelang, suasana ramai langsung terasa. Beberapa orang yang m

    Last Updated : 2025-01-16
  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 28

    "Sial! Aku lupa, kalo nggak punya nomor HP Cia."Liam sudah mengeluarkan ponsel dan hendak mengirimkan pesan teks untuk Ciara. Dia ingin menghentikan kebodohan Ciara. Tetapi saat itu juga, dia menggertakkan gigi. Dia tidak memiliki nomor telepon sang istri. Sebelum perjodohan, Aksa sudah memberikan data pribadi Ciara pada Liam. Dia sendiri yang tidak peduli pada perjodohannya dengan Ciara. Jadi ini mutlak kesalahan Liam, bukan Aksa. Liam terlihat ragu. Maka, Vierra buru-buru berseru, "Liam, cepetan tegur Cia! Jangan sampai kamu rugi karena dia!"Liam pasrah. Jika harus merugi karena istrinya, dia tidak akan tinggal diam. Dia akan meminta pertanggung jawaban Ciara. "Rp 3 triliun, sekali ....""Rp 3 triliun, dua kali ...."Ciara tersenyum ketika Liam menatapnya tajam. Dia tahu, Liam pasti ingin menghentikannya. Tiga detik kemudian, senyum Ciara menghilang.Seorang pria mengangkat papan. "Rp 5 triliun."Ciara terkejut dengan suara pria itu. Dia langsung menoleh dan menyadari Viko sed

    Last Updated : 2025-01-17
  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 29

    "Nona, kamu harus bayar mahal resort Sun Kissed Beach Club. Belum lagi, lukisan mendiang Nenek kamu. Uang kamu nggak cukup, kan?"Sepanjang acara pesta lelang, Ciara memasang satu headset di telinga kanannya. Dia mendengarkan suara Quden dan memikirkan perkataannya sejenak. Demi menghindari hal yang tidak diinginkan, Quden dan Ciara datang ke pesta lelang dengan terpisah. Ciara datang dengan tujuan membeli resort. Sedangkan Quden datang untuk membeli lukisan mendiang neneknya Ciara. "Dengerin aku, Nona!" pinta Quden. "Sekarang, udah saatnya kamu gunain kartu gold Bank Commonwealth Internasional pemberian Tuan Kevan."Dulu ketika Ciara masih sakit-sakitan, Kevan memberikan kartu gold Bank Commonwealth Internasional kepada FeliciaーIbu kandung Ciara. Limitnya mencapai Rp 1 triliun. Namun sampai akhir hidupnya, Felicia tidak pernah menggunakannya. Dia justru meminta Ciara menyimpannya. Ciara menjadi ragu sesaat. Dia menghela napas berat. "Quden, kamu yakin? Apa nggak bahaya?" Berdasa

    Last Updated : 2025-01-20
  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 30

    "Liam, nggak usah!"Vierra spontan mencegah Liam membeli lukisan klasik Desa Rancakbengawan mahakarya Sofia Muller. Liam dan Aksa menatap Vierra bersamaan. Liam mengerutkan kening. "Akuー""Kamu kan tau, aku nggak suka lukisan apapun," kata Vierra lagi, memotong kata-kata Liam. "Tapi, Vierraー"Vierra menyilangkan kedua tangan. "Bukan cuma nggak suka, bahkan aku sama sekali nggak ngerti tentang lukisan. Jadi, jangan buang-buang uang Rp 100 miliar untukku!"Seorang wanita yang duduk di sebelah Vierra berkata pada pasangannya, "Tuan Liam bener-bener murah hati. Dia pasti mau hadiahkan pacarnya lukisan dari Pelukis Emerit."Ya, Sofia Muller adalah seorang pelukis asal Nexterra yang terkenal dengan aliran realisme. Gaya lukisannya unik dan penuh emosi. Dia sering disebut sebagai Pelukis Emerit. Karya-karyanya yang eksploratif menggambarkan kehidupan dan budaya telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap dunia seni. Itulah mengapa, harga setiap mahakarya Sofia Muller selalu berni

    Last Updated : 2025-01-21
  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 31

    "Tuan Liam, kamu cemburu?"Suara Ciara yang lembut membuat emosi di hati Liam berangsur-angsur padam. Ciara mendongakkan kepala, menatap wajah suaminya yang masam. Lalu, mengusap dadanya."Tuan Liam, kamu cemburu pada orang yang salah," kata Ciara sambil senyum. Suara Ciara pelan agar hanya Liam yang dapat mendengarnya. Ciara dan Liam saling pandang. Sikap Liam tidak terkontrol. Dia mencengkeram erat lengan kiri Ciara hingga wajah istrinya memerah karena menahan sakit. Quden sangat tidak senang dengan perlakuan Liam kepada Ciara. 'Di depan umum aja Liam berani bersikap kasar sama Nona Cia. Gimana kalo mereka cuma berdua? Tubuh Nona udah pasti penuh memar.' "Tuan Liam?!" Liam mengulangi kata-kata Ciara. "Aku ini Suami kamu. Panggil aku Sayang!""Pppfff ...." Ciara tertawa kecil, meledek Liam. Lalu, melirik Vierra.Di sisi lain, Vierra terpaku. Dia seolah tidak percaya dengan semua perkataan Liam.Vierra mengepalkan tangan sambil bergumam dalam hati, 'Baru sehari nikah sama Ciara, k

    Last Updated : 2025-01-24
  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 32

    "Cia, kamu punya hubungan apa sama Viko?"Liam menarik tangan Ciara saat mereka sampai di lobi balai kota. Ciara ingin menghempas tangan Liam. Tapi, dia mengurungkan niat karena banyaknya mata yang memandang. Ciara melihat dua mobil Liam sudah menunggu. Dia termenung sesaat. 'Sopir? Liam bawa sopir? Apa ini mobil untuk Vierra?'Dugaan Ciara tidak salah. Karena Lima memang meminta seorang sopir untuk antar jemput Vierra selama wanita itu berada di Kota Baubau.Ciara tersenyum sinis. "Aku nggak punya hubungan apa-apa. Aku bahkan nggak kenal sama dia.""Tapi, Cia, ingat status kamu! Sekarang, kamu udah nikah sama aku."Ciara tidak menghiraukan Liam. Dia menunjuk sebuah mobil Maybach Exelero hitam. "Liam, itu mobil kamu kan? Sejak kapan kamu pakai sopir? Seingetku, Aksa selalu jadi sopir kamu."Setidaknya Liam memliki 10 mobil mewah dan 7 motor mewah di garasi rumahnya. Ciara sudah menghapal semua beserta nomor plat kendaraannya.Ciara menatap Liam yang kebingungan. "Liam, kamu bawa dua

    Last Updated : 2025-01-24

Latest chapter

  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 54

    "Jadi, Kak Kevan punya vila di Kota Heavenly? Dia juga bangun bisnis rokok di sana?"Sudah hampir satu jam Ciara bertemu Henry Adam dan orang-orangnya. Dia mendengarkan penjelasan tentang Kevan dari Henry dan mencatat semua dengan baik di memori otaknya. "Benar, Nona," sahut Henry, tenang. Bukan tanpa alasan Henry ingin mendapatkan kepercayaan dari Ciara. Dia telah mengenal Kevan lebih baik daripada siapapun. Selain sebagai nasabah prioritas, Kevan telah mengatasnamakan semua asetnya di Bank Commonwealth Internasional kepada Ciara. Jadi, Henry harus menjalankan amanah Kevan dengan baik atau dia akan merasakan penyesalan. Ciara membaca daftar aset Kevan yang dialihkan padanya. Semuanya dikelola oleh Bank Commonwealth Internasional. "Dan, Tuan Kevan hanya mempercayakannya pada Pak Henry," kata salah seorang karyawan Henry. Ciara mengangguk. "Oke. Aku ngerti."Siapa yang tidak tahu, King's Island terkenal dengan negara tercantik dan terkaya di dunia. Ibukotanya adalah Heavenly. Ci

  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 53

    "Makasih, Kak."Ciara melepaskan pelukannya. Dia menatap Inura. Tidak lama, datang Deyan Anggara dan beberapa orang lagi. Quden langsung mengambil tindakan."Nona, ayo masuk dulu!"Quden membukakan pintu. Ciara dan semua orang kepercayaannya masuk.Setelah pintu tertutup, mereka berdiri di hadapan Ciara."Sebelum mulai agenda pagi, aku mau kenalin orang-orang kamu yang terpercaya Nona," kata Quden, memecah ketegangan. Quden menunjuk Laki-laki di samping Inura. "Dia Rauf Hendrawan," katanya. "Awalnya dia adalah ketua team Sekretaris K.C Tobacco. Karena Tuan Kevan melihat kemampuannya di bidang strategi pemasaran dan branding perusahaan, dia diangkat menjadi Chief Marketing Officer atau CMO." Ciara mengerti penjelasan Quden. Itu artinya Rauf Hendrawan adalah salah satu jajaran eksekutif perusahaan.Quden menunjuk laki-laki selanjutnya. "Dia Fauzanーsahabat Tuan Kevan. Dia menjabat sebagai General Manager di K.C Tobacco."Ciara mengangguk. Lalu, menatap pria di sisi Fauzan. Quden ber

  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 52

    "Nona, kamu nggak lupa sama agenda pagi ini, kan?"Quden berjalan di sisi kanan Ciara, sedangkan Omar di sisi kiri. Sementara Ali Osman berada di belakang bersama para pejabat perusahaan. Ciara melirik jam tangan di pergelangan tangan kanan. "Jam 9 di ruanganku, kan?""Benar, Nona," jawab Quden. "Deyan sama Pak Henry udah nunggu di sana."Omar melirik pergelangan tangan kanan Ciara. Bukan melihat jam tangan mewahnya, melainkan gelang emas putih Teddy Bear pemberian Kevan di masa lalu. Akhirnya, Omar tersadar. Walaupun Ciara telah menikah, tetapi posisi Kevan di hatinya belum tergantikan. "Nggak disangka-sangka, Nona Ciara terlihat sangat cantik daripada foto-foto yang beredar di sosial media.""Betul. Bahkan Nona terlihat penuh semangat dan percaya diri," timpal pria yang berjalan di belakang Ciara. Para pejabat perusahaan mulai pandai menjilat Ciara. Mereka tahu, siapa saja orang-orang di belakang Ciara yang mendukungnya. "Aku yakin, ke depannya ... K.C Tobacco akan semakin berj

  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 51

    Saat berpapasan dengan Santo di ruang tamu, Ciara memelankan langkah. "Jangan sampai Bi Linda mencurigai kamu!"Ciara berkata dengan pelan dan sangat hati-hati. Dia tahu, banyak CCTV yang terpasang di rumah ini. Dia juga tahu, Linda tidak sesederhana penampilannya. Santo tidak menjawab. Dia justru memberikan salam kepada Ciara. "Selamat pagi, Nyonya!"Ciara mengangguk tanpa bersuara. Lalu, dia terus berjalan. Di belakang Santo, terdapat orang-orang yang berjalan mengikutinya sambil membawa beberapa barang. Ciara sudah berada di luar. Dia menatap sopir yang berdiri di samping mobil. "Silakan, Nyonya!" seru sopir.Sebelumnya, Ciara sudah memerintahkan Linda agar sopir menyiapkan mobil. Itulah sebabnya, Linda tidak banyak bertanya. Karena dia sudah tahu Ciara akan pergi.Saat Ciara sudah duduk di dalam mobil, sopir bertanya dengan keheranan, "Apa Nyonya beneran nggak mau diantar aja? Jalanan di Kota Baubau macet parah.""Nggak perlu. Aku terbiasa pergi sendirian."Kata-kata lugas C

  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 50

    Keesokan hari. Pukul 07:00 pagi waktu Kota Baubau. Ciara sudah rapi dan sedang memakai sepatu boots yang biasa dipakainya. Dia berdiri di depan cermin besar ruang ganti. Ciara mengambil liptint stroberi dan mengolesi bibirnya dengan lembut. Liptint itu memberikan warna merah muda yang segar dan natural pada bibirnya.Ciara membiarkan rambut panjang coklatnya tergerai. Dia teringat dengan etalase perhiasan. "Ah, iya!"Tanpa pikir panjang, Ciara langsung berjalan ke sana dan mengambil salah satu penjepit rambut kristal Swarovski berkualitas tinggi. Mendiang ibunya pernah berkata, penampilan adalah yang pertama. Karena kesan pertamalah yang akan diingat oleh semua orang. Ciara tahu, ini adalah pertemuan pertamanya dengan Henry Adam. Di masa depan, dia akan sering melakukan kerja sama dengan Bank Commonwealth Internasional. Jadi, dia harus menunjukkan dirinya yang cerdas dan elegan tanpa kehilangan aura kecantikannya. "Oke, perfect!"Bagi seorang perfeksionis seperti Ciara, dia tida

  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 49

    "Ah, lupain aja!"Ciara tahu, dia tidak boleh ceroboh. Dia tidak boleh menunjukkan ketidaksenangannya di hadapan semua orang. Untuk sesaat, Ciara tidak tahu harus berkata apa! Untungnya, Chef datang membawa makan malam. "Silakan, Nyonya Muda!"Chef mempersilakan dengan penuh hormat. Dia kemudian berdiri di samping kursi Ciara. Chef tersebut bernama Antonio Lukito. Dia datang ke rumah ini sebulan sebelum hari pernikahan Ciara dan Liam. Dia dengan khusus ditunjuk oleh Tuan Besar Griffin untuk melayani Cucu dan Cucu menantunya. Potongan daging pertama masuk ke mulut Ciara. Dia mulai mengunyah. Tanpa disadari, air matanya mengembang dan siap terjatuh. Ciara terus memotong dan mengunyah tanpa berkata apa-apa. Setelah piring keramik kosong, dia meminum segelas air dan bangkit.Sejak tadi, Antonio bersabar menunggu Ciara menilai masakannya. Dia tidak yakin Ciara menyukainya. Karena dia tidak melihat kepuasan pada wajah ataupun sikap Ciara."Chef Antonio, makasih untuk makan malamnya," k

  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 48

    "Deyan, suruh Martin mengawasi Gibran! Jangan sampai gerak-geriknya luput dari pengawasan!"Kobaran api dendam tersulut di kedua mata indah Ciara. Tidak ada yang tahu, bagaimana Ciara mengatasi dendamnya selama ini. Quden dan Deyan hanya tahu Ciara memendamnya hingga sakit-sakitan. "Oke." Deyan mengambil ponsel dan menghubungi Martin.Keluarga Hanindra adalah yang terkaya di Kota Paloma, Pulau Orion. HHC Tower berdiri tegak di kota Horizon yang sibuk. Tuan Besar Christian dan Nyonya Cinta Hanindra memiliki 4 orang anak. Mereka adalah Jasmine Hanindra, Leon Hanindra, Julian Hanindra dan Ken Hanindra. Kevan merupakan Cucu pertama keluarga Hanindra yang lahir dan besar di luar. Dia adalah anak dari Jasmine Hanindra dan Theo Walcott. Jasmine memutuskan keluar dari keluarga Hanindra dan hidup pas-pasan karena tekanan dari ketiga adik laki-lakinya yang serakah. Kemampuan bisnis Kevan yang mumpuni membuat Christian dan Cinta datang ke Kota Tango, Pulau Pearl. Mereka memaksa Kevan untuk

  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 47

    "Jadi, pihak Bank Commonwealth Internasional minta secepatnya ketemuan sama aku?"Jam 6:00 sore di Hunian Exclusive Green Lake, Kota Baubau. Di sinilah Ciara berada. Setelah pergi dari pemakaman Sun Burst Hills, Ciara memacu motornya agar lekas menghilang dari pandangan Khalid.Ciara sedang duduk bersama Quden dan Deyan di ruang kerja yang biasa Kevan pakai di masa lalu. Sebagai kepala pelayan, Ruslan Zakki menjaga kediaman Ciara dengan sangat ketat agar selalu aman dari orang-orang suruhan Liam.Deyan Anggara menjawab, "Iya, Non. Pak Henry Adam sendiri yang chat di email kamu."Ciara memang sengaja tidak menghubungkan ponselnya dengan email pribadi demi menghindari kecurigaan Liam padanya.Tanpa menurunkan sikap waspada, Ciara bertanya lagi, "Kamu udah periksa Henry Adam? Apa ciri-cirinya sama kayak yang aku bilang?"Deyan mengangguk. "Sama persis. Aku udah retas akun chat dan data-data pribadinya."Deyan menyodorkan laptop pada Ciara. Quden berdiri di bawah jendela yang terbuka.

  • Aduh! Nona Manja Mencampakkan Tuan Muda    Bab 46

    Plak!Setelah menatap wajah Liam agak lama tanpa berkata-kata, akhirnya timbul keinginan Ciara untuk menamparnya. Menukar uang Liam dengan tubuhnya?! Jangan harap!Itu tidak pernah ada di dalam benak Ciara dan tidak akan pernah terjadi!Walaupun keluarga Darwin berada di ujung tanduk sekalipun, Ciara yakin ... Tuhan akan memberikan solusi tanpa harus merendahkan diri di depan Suami bajingan ini!Ciara mendorong dada Liam. Dia berdiri secepat kilat di atas ranjang. "Apa kamu anggap aku seperti pelacur?!"Liam berdiri membeku di lantai, menatap mata Ciara yang terlihat tenang. Dia kesulitan menerjemahkannya. "Liam Griffin, apa kamu bener-bener akan merusak pernikahan ini?!"Liam enggan menjawab apapun yang ditanyakan Ciara.Ciara merasa tidak nyaman dengan situasi kali ini. Dia juga merasa, Liam telah bersikap keterlaluan.Ciara menghunuskan tatapan matanya pada Liam. "Jawab aku, Liam!"Dengan santai, Liam menjawab, "Apa salahnya jadi pelacur untuk Suaminya sendiri, hemm?"Ada kilat

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status