Malam semakin larut, dan hawa dingin mulai menyelimuti rumah tua itu. Angin berdesir melewati celah-celah jendela yang tak terawat, membuat suasana semakin mencekam. Alisa duduk di sudut ruangan, tubuhnya tegang. Meski tangannya sudah terbebas, pikirannya masih terkunci dalam ketakutan.Di seberang ruangan, Elzio berjalan mondar-mandir, sesekali tertawa kecil tanpa alasan yang jelas. Tatapannya kosong, seperti seseorang yang tersesat dalam pikirannya sendiri. Sementara itu, Rio duduk di kursi dengan wajah kesal, jelas sekali dia tak suka bagaimana keadaan berbalik melawan rencananya."Kita nggak bisa nunggu Tari datang begitu aja," geram Rio. "Aku nggak mau buang waktu!"Elzio tiba-tiba menghentikan langkahnya. Ia menoleh tajam ke arah Rio. "Diam kau! Aku yang memutuskan di sini!" suaranya bergetar, entah karena emosi atau kondisi mentalnya yang semakin tak stabil.Alisa memanfaatkan momen itu untuk berbicara. "Jika kau ingin ibuku datang, kau harus membiarkanku menghubunginya," katan
Last Updated : 2025-03-18 Read more