Home / Romansa / Istri Perawan Disangka Janda / Chapter 151 - Chapter 154

All Chapters of Istri Perawan Disangka Janda: Chapter 151 - Chapter 154

154 Chapters

Bab 151

Kamar ICU di rumah sakit terasa sungguh sunyi, hanya suara mesin pemantau jantung yang berbunyi pelan di samping ranjang. Osara duduk di kursi, matanya sembab, sementara Daishin berdiri dengan wajah muram di dekat jendela.Sama-sama sedang merasa cemas dan merasa bersalah. Terlebih beberapa kali tatapan Mama Azizah yang tajam seperti sedang mengiris dan menguliti. Di atas ranjang, Papa Handy berbaring lemah meski kesadarannya sudah kembali. Wajah memucat tetapi matanya tetap memancar sorot tegas. "Aku hanya ingin melihat kalian menikah sebelum aku pergi," suara Papa Handy terdengar lirih namun penuh harapan. Kembali mengungkit perkara penyebab kambuh sakitnya. Osara menggigit bibir. "Tapi, Pa ... jangan bicara seperti itu. Kumohon, mengertilah. Kami tidak saling mencintai. Aku juga tidak terpikir untuk menikah dengannya. Keinginan Papa, aku tidak bisa." Osa bersikeras pelan dan hati2. Daishin yang sudah berdiri di sebelahnya pun mengangguk. "Ini bukan hal yang bisa kami jalani beg
last updateLast Updated : 2025-04-01
Read more

Bab 122

Daishin yang terbang ke Jepang lebih cepat beberapa hari daripada Osara, hari ini terpaksa kembali ke bandara untuk menjemput kedatangan gadis itu malam ini. Mama Azizah dan Papa Handy akan menyusul dua hari kemudian. Setelah dirasa kesehatan papanya benar-benar fit tanpa keluhan. Daishin baru saja berdiri di pintu kedatangan saat dari jauh terlihat calon istri dadakannya mendorong koper baru yang berwarna coklat susu. Setelah berada dekat dan mereka saling menghampiri, sangat jelas jika wajah cantik Osara sangat masam dan tanpa senyum memandangnya. “Sudah kubilang, tidak perlu jemput aku. Temanku sudah siaga menyambutku.” Osara berkata dingin seperti biasa belakangan ini. Sikapnya pada Daishin kembali ketus dan kaku setelah mereka dijodohkan. Sikap membaik saat saling dukung untuk mendapat video bukti Firash waktu lalu, kini hilang tak tersisa. “Mana temanmu? Jika siaga harusnya sudah di sini.” Daishin menyahut datar. “Dia masih dalam perjalanan. Lambat beberapa menit hingga bela
last updateLast Updated : 2025-04-01
Read more

Bab 153

Sebab tidak ingin menjadi obat nyamuk. Daishin memilih duduk di meja sendiri dan makan dengan santai tanpa perlu berhadapan dengan dua manusia yang di matanya sungguh kekanakan. Namun, membiarkan juga saat tagihan di mejanya dibayarkan oleh teman Osara bernama Tengku itu. Daishin juga acuh tak acuh saat lelaki muda itu terlihat segan yang mungkin sudah menganggapnya calon kakak ipar. “Begitu ya, kelakuanmu di luaran? Orang tua menganggap kamu gadis baik, sampai dicarikan jodoh sultan, nyatanya kamu punya laki-laki di sini?” Daishin menegur Osa setelah saling diam di sepanjang jalan pulang. Tengku adalah orang yang mengantar mereka menuju hotel dan baru saja berlalu. “Kamu kuno sekali. Makan dan ketemuan model gini bukankah lazim? Ini cuma pendekatan dan bukan lamaran. Untuk apa diakui di depan keluarga kalo cuma sebatas makan malam. Aku bukan gadis brengsek. Hari itu aku menolak Firash sebab sudah ada Tengku yang kusaka dan sepertinya dia juga sama. Aku berencana kembali ke Jepang.
last updateLast Updated : 2025-04-02
Read more

Bab 154

Osara tidak menyadari jika salah kamar. Bahkan dirinya hampir tertidur pulas saat Daishin menelponnya dan berkabar bahwa kamar mereka telah tertukar. Maklum, hanya dari koper pribadinya semua keperluan dia ambil. Secara kasat mata memang seperti kamar hotel pada umumnya. Serba warna putih. Namun, aroma kamar yang maskulin memang mencolok dan ini diabaikan Osara. Kini baru disadari jika isi dalam almari memang full barangan pribadi milik lelaki. Boxer, kaos dalam dan kaus kaki besar yang semua serba warna hitam. Juga beberapa piyama polos navy yang modelan lelaki. Serta T-shirt keren yang semuanya berwarna gelap khas pujaan lelaki. “Ish, ada ada saja, pria brengsek, pasti sengaja!” Osara sangat kesal hingga merutuki sambil menyeret koper keluar kamarnya. Meski lengang dan larut, terpaksa ditempuh demi sikap baiknya yang terpendam. Menuju lantai sembilan di nomor kamar yang sudah Daishin sebutkan. Meski ada rasa trauma dan takut akan kejadian waktu itu, tetapi salah kamar yang mem
last updateLast Updated : 2025-04-02
Read more
PREV
1
...
111213141516
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status