"Sudah, Hanan!" ujar Halimah tersenyum dan mengusap lengan Maher."Dia yang mulai, Oma!" adu Maher memasang wajah memelas.Hanan berdecih, "sekarang dia merayu Oma!""Istirahatlah, Maher, Hanan! Kalian pasti lelah dan masih banyak yang akan dikerjakan hari ini kan?" Halimah tersenyum menatap kedua lelaki seumuran itu."Aku akan kembali ke apartemenku. Pagi aku akan ke sini lagi. Please!" "Iya, sarapan di sini, ya. Hafsah akan memasak untukmu," jelas Halimah dan Hafsah menatap neneknya."Gak usah, Oma. Pesan aja nanti. Aku gak mau Hafsah masuk dapur. Kasihan dia harus bangun pagi hanya untuk hal yang tidak penting," jawab Maher tersenyum menatap pujaannya.Maher melangkah mendekati Hafsah dan Hanan langsung menghalangi dengan merentangkan tangan."Aku pulang, Beb!" ucap Maher menyikut perut Hanan yang langsung menangkisnya.Hafsah tertawa begitupun Halimah. Mereka pulang dengan kembali ke setelan awal. Padahal baru saja berkelahi dan saling melindungi dari serangan musuh. Tidak ada ya
Terakhir Diperbarui : 2025-03-08 Baca selengkapnya