All Chapters of GADIS DESA PENAKLUK HATI TUAN MUDA : Chapter 71 - Chapter 80

96 Chapters

BAB. 71 Bisnis Tante Belva

"Cih! Tapi kan gue baru kali ini gue nggak fokusnya!" ujar Junot mencoba membela diri."Justru karena Anda berubah seperti ini, makanya mereka menjadi berubah juga Tuan Muda." tutur Asisten Eki."Makanya tadi saya katakan tolong Anda bisa memilah-milah dan bisa memisahkan mana yang menjadi prioritas dalam perusahaan dan mana yang tidak," lanjut, Asisten Eki.Junot terdiam sambil memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing."Lilian, ternyata kehilanganmu sangat menyakitkan bagiku, tapi aku harus bangkit! Aku tidak mau terpuruk terus seperti ini!" tegasnya, dalam hati."Asisten Eki, apakah masih ada jadwal meeting untuk sore ini?" tanyanya, kepada asistennya. "Ada Tuan Muda, meeting sore ini terkait dengan kerjasama kita dengan perusahaan yang berasal dari China." ujarnya, menjelaskan."Siapkan mobil ke lokasi meeting. Kita berangkat sekarang," seru Junot."Tuan Muda, apa Anda yakin akan menghadiri meeting sore ini?" tanya Asisten Eki kepada Junot."Tentu saja! Ayo buruan nanti kit
last updateLast Updated : 2025-01-30
Read more

BAB. 72 Tak Bersemangat

"Cepat katakan di mana alamat rumah bordil itu berada!" teriak, Asisten Eki.Keduanya terdiam dan saling melirik. "Kami tidak tahu apa-apa, Tuan." ujar keduanya, takut."Oh, jadi kalian tidak mau jujur juga?" tanyanya, tajam."Pengawal, hajar mereka!" Beberapa orang mulai memberi pelajaran bagi keduanya karena memilih untuk diam. Namun salah satu dari antara mereka, mulai menyerah."Tuan, tolong jangan pukul saya lagi. Saya mau jujur tentang semuanya," lirihnya, sambil menahan sakitnya pukulan-pukulan dari para pengawal itu.Lalu dengan cepat, orang itu memberitahukan di mana alamat rumah bordil itu berada.Asisten Eki segera mencatat alamat yang mereka katakan."Coba jelaskan secara detail, di mana letaknya dan bisnis itu khusus untuk siapa?" tanya Asisten Eki, lagi.Karena sudah kepalang basah, keduanya pun kembali jujur.Salah satu diantara mereka, mengatakan jika rumah bordir itu, berada di salah satu perumahan mewah sehingga tidak ada yang curiga jika di dalamnya ada perbudakan
last updateLast Updated : 2025-01-30
Read more

BAB. 73 Merencanakan Pelarian

Di suatu pagi,Dahlia keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat. Baru saja dirinya memuntahkan semua yang dia makan.Akhir-akhir ini, gadis itu sering merasakan tubuhnya sangat lemah yang kadang disertai mual dan muntah. Tapi anehnya, hal tersebut hanya terjadi di pagi hari sedangkan menjelang siang, dia terlihat mulai membaik."Nona, apakah Anda yakin, Anda baik-baik saja?" tanya Dita, khawatir. Dia mendengar semuanya saat Dahlia mulai muntah-muntah di dalam kamar mandi Toserba tersebut."Aku baik-baik saja kok, Mbak. Tolong jangan katakan apapun kepada Mas Noah.""Tapi, Nona ...." Dita ingin sekali menceritakan kondisi Dahlia kepada Noah. tapi gadis itu, malah melarangnya."Saya mohon, Mbak. Saya tidak mau lagi berurusan dengannya!" tegas, sang gadis.Dahlia sudah mengambil tekad dalam hatinya untuk melupakan Noah yang menurutnya pria yang tidak bertanggung jawab.Hari ini hari Sabtu, kampus Dahlia libur. Dia pun memutuskan untuk bekerja full time di hari ini. Dahlia sengaja mengh
last updateLast Updated : 2025-02-06
Read more

BAB. 74 Dahlia Hamil

Walaupun jauh dari dalam lubuk hati Tuan Abian, dia memiliki kekhawatiran tingkat tinggi dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.Sehari sebelumnya, di kediaman keluarga Jhon.Tuan Jhon terlihat meremas hasil test DNA yang menyatakan jika Lastri, 99,9 % bukanlah keturunannya.Bersamaan dengan itu, Tuan Jhon juga mendapatkan bukti perselingkuhan istrinya dengan Abian, sahabatnya sendiri.Belum lagi dia dikejutkan dengan hasil laboratorium yang menyatakan jika dirinya mandul dan tidak dapat memiliki anak.Semakin besarlah kecurigaannya jika Lastri bukanlah darah dagingnya.Dengan hati yang sangat kacau, Tuan Jhon perlahan masuk ke dalam kamar pribadi Lastri, putri yang sangat dia sayangi dari segenap apapun di dunia ini. Putri yang Tuan Jhon kira adalah anak kandungnya. Namun hasil pemeriksaan DNA menjawab semua jika Lastri, bukanlah putri kandungnya.Tuan Jhon memandang wajah Lastri yang sedang tertidur dengan sangat nyenyak saat ini."Maafkan Papa, Lastri." ujarnya, lalu membelai le
last updateLast Updated : 2025-02-06
Read more

BAB. 75 Ingin Mengakui Kesalahan

"Bu, Ibu sebenarnya mau ngomong apa, sih? Tolong jangan buat aku menjadi semakin takut, Bu," seru Lilian, lagi."Baiklah, Lil. Ibu akan jujur. Sebenarnya saat ini Dahlia sedang hamil lima minggu," ujar Bu Jayanti hati-hati."A ... apa?" Lilian benar-benar kaget mendengar kabar itu dari Bu Jayanti. Bukan apa-apa, tadi pagi juga dia melihat pemberitaan tentang Noah. Kabar menghebohkan itu, juga dilihat oleh Lilian dari layar televisi."Ibu harap kamu bisa bijak menyikapi masalah yang sedang menimpa Dahlia. Anak dalam kandungannya tidak memiliki dosa apa-apa. Kita sama-sama sangat menyayangi dirinya. Menurut Ibu, kita tidak berhak untuk menghakiminya," nasihat Bu Jayanti.Lilian tidak kuasa menahan air matanya mendengar nasib yang menimpa saudaranya itu.Lilian pun masuk ke dalam ruangan di mana Dahlia dirawat."Lilian..." lirihnya saat melihat saudaranya masuk.Keduanya pun saling berpelukan menangisi nasib satu sama lain. Hidup mereka mulai hancur karena laki-laki. Keduanya sedikit lup
last updateLast Updated : 2025-02-06
Read more

BAB. 76 Berita Menghebohkan

Kembali kepada Dahlia yang sedang dirawat di rumah sakit."Bu, Pak, Lilian … untuk sementara aku akan tinggal bersama Mbak Dita," tutur Dahlia kepada semua orang yang ada di dalam ruangan itu."Lho Dahlia, kok begitu?" tanya Lilian bingung."Kamu tahu kan Lilian, bagaimana para tetangga kita? Tukang gosip semua. Jadi untuk menghindari semua itu. Terpaksa aku harus pindah," serunya, menjelaskan."Menurut Ibu pilihan Dahlia itu adalah yang terbaik saat ini, bagaimana menurut Bapak?" tanya Bu Jayanti kepada suaminya."Bapak juga setuju. Nanti Ibu dan Bapak akan sering mengunjungimu dan juga cucu kami. Iya kan, Bu?""Tentu saja, Pak." jawab, Bu Jayanti.Akhirnya Lilian pun setuju. Dahlia pindah ke apartemen milik Noah."Bu Jayanti, nanti jika Ibu pulang, saya ikut ya Bu? Saya ingin mengemasi barang-barang Nona Dahlia untuk dibawa ke apartemen," seru Dita.Sementara Silvi sudah pulang dari tadi karena di jemput suaminya."Bu, bagaimana kalau pulangnya, numpang di mobil saya saja, sekalian
last updateLast Updated : 2025-02-06
Read more

BAB. 77 Pengakuan Tuan Abian

Karena dilanda rasa panik, salah satu anak buah Tuan Jhon segera berlari untuk mencari dokter dan para suster."Sus, tolong ke ruangan Tuan Jhon. Beliau tiba-tiba pingsan tak sadarkan diri." seru Asisten Toni panik.Para suster dan dokter pun segera berlari menuju ruang perawatan Tuan Jhon.Dokter pun segera melakukan pemeriksaaan."Dokter, bagaimana keadaan Tuan Jhon?" tanya Asisten Toni khawatir."Memangnya tadi Tuan Jhon sedang apa? Kok bisa langsung pingsan?"Asisten Toni pun menceritakan jika Tuan Jhon mendengar suatu berita tentang perusahaannya. "Lalu tiba-tiba, beliau pingsan," jawabnya, kepada dokter itu."Tidak ada masalah serius kok, Tuan Jhon hanyalah merasa mengantuk berat karena tadi saya menyuntikkan obat tidur kepadanya. Karena tekanan darahnya agak tinggi. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan." jelas sang dokter, lalu berlalu dari ruangan itu.Asisten Toni dan yang lainnya sedikit lega mendengarnya. Mereka pikir tadi ada sesuatu hal buruk yang terjadi kepada Tuann
last updateLast Updated : 2025-02-11
Read more

BAB. 78 Lastri Pingsan

"Seandainya dulu, aku tidak terjerumus dalam lembah hitam itu! Aku pasti bisa punya keturunan. Walaupun hanya satu orang!" Tuan Jhon semakin sedih meratapi masalah yang bertubi-tubi, menimpanya.Seorang anak buahnya membisikkan sesuatu di telinga Asisten Toni. Lalu menyerahkan sebuah amplop berwarna merah muda di tangan Toni dan hal itu diketahui oleh Tuan Jhon."Amplop itu apa, Toni?" tanyanya."Maaf Tuan, amplop ini dari Nona Lastri untuk Anda," jawabnya lalu menyerahkan amplop itu di tangan Tuan Jhon."Dari mana Lastri mendapatkan amplop ini?" Tuan Jhon pun menerima amplop itu dan merasai wanginya yang semerbak melalui indera penciumannya."Ini kan wangi parfum Lastri," gumamnya."Amplop ini ditemukan dalam ruang kerja Anda, Tuan." jawab Asisten Toni, lalu menyuruh beberapa anak buahnya untuk segera keluar dari ruangan itu. Yang tersisa kini tinggal dia dan Tuan Jhon yang masih berada di dalam ruangan itu.Tuan Jhon pun mulai membuka surat dari Lastri dan membacanya,“Papa, apa k
last updateLast Updated : 2025-02-11
Read more

BAB. 79 Noah Mual Muntah

"Lastri dalam keadaan stabil kok saat ini. Ibu tidak perlu khawatir," ujar dokter Darwin. Lalu dia pun diantar oleh Noah untuk keluar dari kamar Lastri."Bro, kita ngobrol-ngobrol sebentar, boleh tidak?" tawar Noah kepada sahabatnya.Darwin melirik arlojinya, ternyata ada waktu satu jam lagi untuk dirinya kembali memulai pekerjaannya, di rumah sakit."Boleh, Bro." jawabnya.Noah lalu memerintahkan asisten rumah tangga yang dia bawa dari Jakarta untuk menyiapkan makan siang mereka."Kamu, apa kabar? Makin jaya saja kamu, aku lihat!" tanya Noah kepada Darwin."Aku masih biasa aja, Bro masih mengadu nasib di negeri orang demi sesuap nasi." lirihnya."Semangat ya buat kamu!" seru Noah."Oh ya, Lastri kok bisa jadi adikmu? Bukannya setahuku, kamu anak tunggal kan?"“Lastri adalah adik tiri ku, tapi lain Ibu. Akan tetapi satu ayah. Tadi wanita tua yang ada di dalam, adalah ibu kandungnya." jelas, Noah."Maaf nih, jika aku bertanya, suami Lastri kok nggak mendampinginya?" tanyanya."Oh, Las
last updateLast Updated : 2025-02-11
Read more

BAB. 80 Kehamilan Kembar

Sementara di Indonesia, Pagi ini Dahlia sedang sarapan dengan lahapnya. Dia sangat menikmati hasil masakan Dita, untuknya. Entah kenapa setelah dirawat di rumah sakit, keadaannya lumayan membaik. Dahlia tidak pernah merasakan mual dan muntah lagi dan dia sangat bersyukur untuk itu."Non, jangan lupa vitamin dari dokter untuk diminum." Dita mengingatkan Dahlia."Ok, Mbak." jawabnya, sambil menghabiskan segelas susu ibu hamil yang juga dibuat oleh Dita, untuknya."Non, apa hari ini Nona ke kampus?""Ke kampus, Mbak. Tapi siangan, kok.""Nanti, Non bareng siapa ke kampusnya?" tanya Dita, khawatir."Aku dijemput sama Pak Andi, Mbak." jawabnya."Oh syukurlah. Oh ya Non, pagi ini aku ada urusan sebentar, jadi toko pagi ini dijaga sama Silvi, ya." tuturnya."Mbak Dita mau ke mana pagi-pagi begini?" tanya Dahlia."Eh, itu. Aku mau ketemu teman lamaku." jawabnya, gugup.Karena sebenarnya, Dita pergi ke rumah tahanan untuk bertemu Tuan Abian. Tadi malam Asisten Taufik menelponnya dan menyampa
last updateLast Updated : 2025-02-11
Read more
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status