Setelah meninggalkan ruangan, Bara berjalan dengan langkah cepat, ekspresinya sulit ditebak. Bayu mengikuti di belakangnya, berusaha tetap tenang meski pikirannya penuh dengan kemungkinan buruk.Begitu mereka sampai di parkiran, Bara tiba-tiba berhenti dan menoleh."Bayu," panggilnya.Bayu hampir tersentak, tapi segera mengendalikan diri. “Iya, Pak Bara?”Bara menatapnya lama. Ada sesuatu dalam sorot mata pria itu yang membuat Bayu merasakan hawa tekanan yang tak kasat mata.“Kau percaya dengan hasil tes tadi?” tanya Bara tiba-tiba.Bayu menelan ludah, berpikir cepat. “Tentu saja. Hasil tes DNA itu kan bukti ilmiah, Pak.”Bara mengangguk pelan, tapi ekspresinya tetap tidak berubah. “Lalu, menurutmu… nenek itu benar-benar Liyana?”Pertanyaan itu membuat Bayu merasa dadanya sesak. Kenapa Bara masih mempertanyakan ini?Dengan hati-hati, Bayu menjawab, “Kalau Pak Bara masih ragu, bukankah ada tes DNA beriku
Last Updated : 2025-03-18 Read more