Keesokan harinya, Bayu terbangun lebih awal dari biasanya. Matanya terasa berat karena kurang tidur, tapi pikirannya sudah berputar sejak fajar menyingsing. Ia duduk di tepi ranjang, menatap ponsel yang tergeletak di sampingnya. Tidak ada pesan baru.Bayu meremas ujung selimut, mencoba meredakan kegelisahan yang merayap di dadanya. Ia harus menemui orang itu malam ini. Tapi sebelum itu, ada satu hal yang harus ia lakukan.Setelah mandi dan berganti pakaian, Bayu keluar dari kamar. Lorong rumah masih sepi. Ia berjalan menuju dapur untuk membuat kopi, namun langkahnya terhenti ketika melihat sosok Bara sudah duduk di ruang makan, menatap secangkir kopi yang mulai dingin di hadapannya.“Pagi, Pak Bara,” sapa Bayu pelan.Bara menoleh sekilas, lalu mengangguk kecil. “Pagi.”Bayu menahan napas. Wajah Bara tampak lelah, dengan lingkaran hitam samar di bawah matanya. Mungkin pria itu juga tidak tidur nyenyak semalam.Bayu berjalan ke dapur, membuat secangkir kopi untuk dirinya sendiri, lalu d
Last Updated : 2025-03-23 Read more