Home / Rumah Tangga / AKU ISTRIMU MAS! / Chapter 41 - Chapter 50

All Chapters of AKU ISTRIMU MAS! : Chapter 41 - Chapter 50

82 Chapters

Rencana jahat

Gustur Danendra duduk di kursi kepala meja, dengan Sapphire duduk di sebelahnya. Nenek Liyana duduk di seberang mereka, dengan mata yang masih memandang Bara."Bara, aku ingin berbicara dengan kamu tentang sesuatu yang penting," kata Gustur Danendra dengan nada yang serius.Bara memandang ayahnya dengan mata yang penuh pertanyaan. "Apa itu, Ayah?" tanya Bara dengan nada yang ragu-ragu.Gustur Danendra memandang Bara dengan mata yang keras. "Aku telah memutuskan untuk menikahkan kamu dengan Sapphire," kata Gustur Danendra dengan nada yang dingin.Bara terkejut dan merasa seperti dipukul oleh petir. Dia tidak percaya apa yang ayahnya terus katakan. "Tidak, Ayah! Sudah kubilang Kamu tidak bisa menikahiku dengan dia!" teriak Bara dengan nada yang keras.Bara merasa muak ketika ayahnya terus berbicara tentang pernikahan dengan Sapphire. Dia tidak ingin mendengar lagi tentang hal itu, tapi ayahnya terus memaksakan keinginannya."Ayah, aku tidak ingin mendengar lagi tentang hal itu," kata Ba
last updateLast Updated : 2025-02-16
Read more

Berapi-api

Bara memutuskan untuk pergi ke kantor di temani Bayu dan dia juga mengajak Nenek Liyana. Tentu saja Bayu yang baru datang ke tempat makan kaget mendengarnya.Bayu terkejut ketika Bara mengajak Nenek Liyana untuk pergi ke kantor bersama mereka. "Pak Bara, apa yang kamu lakukan? Nenek Liyana tidak bisa pergi ke kantor!" kata Bayu dengan nada yang terkejut.Bara tersenyum dengan santai. "Kenapa tidak? Nenek Liyana bisa pergi ke kantor bersama kita. Selain itu, aku ingin dia melihat bagaimana aku bekerja," kata Bara dengan nada yang santai.Bayu memandang Bara dengan mata yang tidak percaya. "Bara, kamu tidak bisa membawa nenek Liyana ke kantor! Apa yang akan orang lain pikirkan?" tanya Bayu dengan nada yang khawatir.Nenek Liyana tersenyum dengan lembut. "Bayu, jangan khawatir. Aku ingin melihat bagaimana Bara bekerja. Selain itu, aku ingin menghabiskan waktu bersama suamiku," kata Nenek Liyana dengan nada yang lembut.Bayu memandang Nenek Liyana dengan mata yang tidak percaya. "Tapi..
last updateLast Updated : 2025-02-17
Read more

Tiba-tiba saja

Sapphire berjalan menuju Bara dengan langkah yang cepat dan marah. "Bara, aku tidak bisa percaya bahwa kamu melakukan ini kepada aku!" teriak Sapphire dengan nada yang marah.Bara memandang Sapphire dengan mata yang tenang. "Sapphire, aku sudah bilang bahwa aku tidak ingin menikah dengan kamu. Aku tidak bisa memaksakan diri untuk melakukan sesuatu yang tidak aku inginkan," kata Bara dengan nada yang santai.Sapphire memandang Bara dengan mata yang berapi. "Kamu tidak bisa melakukan ini kepada aku! Aku sudah memberikan segalanya untuk kamu, dan kamu tidak bisa membalasnya dengan cara yang sama?" teriak Sapphire dengan nada yang marah.Bara memandang Sapphire dengan mata yang lembut. "Sapphire, aku tidak bisa memaksakan diri untuk mencintai kamu. Aku hanya bisa mencintai orang yang aku cintai, dan itu bukan kamu," kata Bara dengan nada yang santai.Sapphire memandang Bara dengan mata yang terkejut dan marah. Dia tidak bisa percaya bahwa Bara bisa mengucapkan kata-kata yang begitu pedas
last updateLast Updated : 2025-02-18
Read more

Pura-pura Baik

Setelah mereka berempat berbicara dan berbagi perasaan, mereka memutuskan untuk melanjutkan hari mereka dengan melakukan sesuatu yang menyenangkan. Bayu menyarankan mereka untuk pergi ke taman dan menikmati udara segar.Sapphire, yang sebelumnya terlihat sedih, sekarang tersenyum dan setuju dengan saran Bayu. "Ya, aku ingin pergi ke taman!" kata Sapphire dengan nada yang ceria.Bara dan Nenek Liyana juga setuju dan mereka berempat berangkat ke taman. Di taman, mereka berjalan-jalan, menikmati udara segar, dan berbicara tentang hal-hal yang menyenangkan.Saat mereka berjalan, Bara tiba-tiba berhenti dan memandang Sapphire dengan mata yang serius. "Sapphire, aku ingin bertanya sesuatu kepada kamu," kata Bara dengan nada yang serius.Sapphire memandang Bara dengan mata yang penasaran. "Apa itu, Bara?" tanya Sapphire dengan nada yang santai.Bara mengambil napas dalam-dalam sebelum berbicara. "Sapphire, apakah kamu mau menjadi teman baikku?" tanya Bara dengan nada yang serius.Sapphire me
last updateLast Updated : 2025-02-19
Read more

Rindu

Ketika Bayu dan Nenek Liyana sedang berbicara di ruang tengah, terlihat lelaki tampan itu baru pulang dan Bara langsung memasuki kamar, dia langsung menuju ke tempat tidur dan melemparkan dirinya ke atas kasur. Nenek Liyana mengikutinya dan masuk ke dalam kamar, namun Bara memohon untuk kali ini dia ingin tidur sendiri. Nenek Liyana menyetujui dan membiarkan Bara sendirian. Sekarang nenek Liyana mencoba agar menjadi sosok yang lemah lembut serta penurut dan tidak tantrum lagi agar Bara semakin percaya bahwa dia adalah Liyana istrinya. Ia pun membuatkan Bara sendirian untuk menenangkan diri.Namun, ketika Bayu masuk ke dalam kamar untuk mengambil pakaiannya, dia melihat Bara sedang tertidur dan mengigau. Bara menyebut nama Liyana dan rindu padanya. Bayu melihat itu merasa sedih dan khawatir. Dia mendekati Bara dan merasakan suhu tubuhnya. Ternyata Bara demam dan sedang sakit."Aku akan mengompresmu, Bara," kata Bayu pelan-pelan.Bayu mengambil handuk kecil dan merendamnya dalam air din
last updateLast Updated : 2025-02-20
Read more

familiar

Bayu merasa bahagia dan sedih pada saat yang sama. Dia bahagia karena Bara akhirnya mengenali dirinya dan mengungkapkan perasaannya walaupun dalam keadaan tidak sepenuhnya sadar. Tapi dia juga sedih karena dia tahu bahwa dia harus menyembunyikan identitasnya sebagai Liyana untuk melindungi Bara dari bahaya.Bara terus menatap Bayu dengan mata yang lembut dan penuh harapan. "Liyana, aku rindu kamu," kata Bara lagi dengan suara yang lembut.Bayu tidak bisa menahan dirinya lagi. Dia merasa bahwa dia harus memberitahu Bara tentang identitasnya yang sebenarnya. Tapi dia juga tahu bahwa dia harus berhati-hati agar tidak membahayakan Bara."Aku... aku juga rindu kamu, Bara," kata Bayu dengan suara yang lembut dan tidak pasti.Bara menatap Bayu dengan mata yang lembut dan penuh harapan. "Liyana, apa yang terjadi dengan kamu?" tanya Bara dengan suara yang lembut.Bayu merasa sedih dan khawatir. Dia tidak tahu bagaimana cara menjawab pertanyaan Bara karena dia terlalu takut untuk sekarang. Dia
last updateLast Updated : 2025-02-21
Read more

Suara dari sebrang telpon

Bara memutuskan untuk tidak membangunkan Bayu, dan dia membiarkan Bayu terus tidur. Dia sendiri berusaha untuk mengingat kembali apa yang terjadi waktu semalam, dan dia berharap bahwa dia bisa mengingat sesuatu yang penting.Sementara itu, Bayu masih tertidur, tidak sadar bahwa Bara sudah terbangun dan memandangnya dengan lembut. Bayu masih memeluk Bara dengan lembut, dan dia masih memiliki senyum lembut di wajahnya.Bara memandang Bayu dengan lebih teliti, dan dia merasa bahwa dia merasa pernah bertemu Bayu sebelumnya dengan waktu yang cukup lama. Dia ingin mengingat, namun entah bagaimana ia bisa lupa. Tetapi dia ingin membuat Bayu merasa aman tanpa tersakiti. Bara tidak tahu apa yang terjadi di masa lalu, tapi dia tahu bahwa dia merasa memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Bayu.Tanpa mempedulikan lagi, Bara memutuskan untuk bangun dari tempat tidur dan melakukan beberapa kegiatan untuk membuat dirinya menjadi lebih nyaman. Dia berjalan ke dapur untuk membuat sarapan, dan dia j
last updateLast Updated : 2025-02-22
Read more

Cemburu

Bara memandang Bayu dengan kebingungan dan penasaran. "Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan," kata Bara dengan suara yang sedikit ragu.Bayu memandang Bara dengan mata yang penuh ketenangan. "Aku akan selalu ada di sampingmu, Bara. Apa pun yang terjadi, aku akan membantumu," kata Bayu dengan suara yang lembut.Bara tersenyum dan memandang Bayu dengan mata yang penuh rasa harapan. "Terima kasih, Bayu. Aku sangat beruntung memiliki kamu sebagai asisten sekaligus teman," kata Bara dengan suara yang lembut.Tiba-tiba, telepon di meja kerja Bara berdering lagi. Bara mengangkat telepon dan menjawab. "Halo?""Aku sudah mengirimkan alamat dan waktu pertemuan ke kamu melalui SMS. Tolong jangan lupa untuk datang," suara di seberang telepon mengatakan sebelum menutup telepon.Bara memandang Bayu dengan kebingungan dan penasaran. "Aku harus pergi ke pertemuan itu," kata Bara dengan suara yang sedikit ragu.Bayu memandang Bara dengan rasa cemas. "Aku akan pergi bersamamu, Bara. Aku tidak ingi
last updateLast Updated : 2025-02-23
Read more

Ancaman

Bayu mencoba untuk mengendalikan perasaannya dan memutuskan untuk bergabung dengan tamu-tamu lain yang sedang menari. Dia berharap bahwa dengan bergabung dengan kerumunan, dia bisa melupakan perasaan cemburunya.Namun, saat dia menari, matanya selalu kembali ke Bara dan Sapphire yang masih dansa bersama. Bayu bisa melihat bahwa Bara terlihat tidak nyaman, tapi Sapphire tampaknya sangat menikmati momen itu.Bayu merasa sedikit lega melihat bahwa Bara tidak terlalu menikmati dansa itu, tapi dia masih merasa cemburu karena Sapphire terlihat sangat dekat dengan Bara.Saat lagu dansa berakhir, Bara dan Sapphire berpisah dan Sapphire memandang Bayu dengan senyum yang seakan mengejek. "Hai, Bayu! Kamu tidak ingin dansa bersama aku?" tanya Sapphire dengan nada yang sedikit menggoda.Bayu merasa sedikit terkejut dengan pertanyaan Sapphire, tapi dia mencoba untuk tetap tenang. "Aku... aku tidak tahu, Sapphire. Aku tidak terlalu pandai menari," jawab Bayu dengan nada yang sedikit ragu.Sapphire
last updateLast Updated : 2025-02-24
Read more

Rasa Penasaran

Baru hanya bisa pura-pura tersenyum. Padahal saat di bar tadi, Sapphire tiba-tiba berbicara dengan nada yang sedikit keras. "Kamu juga tahu, Bayu, aku sudah tahu siapa kamu sebenarnya," kata Sapphire dengan mata yang sedikit mencorong.Bayu memandang Sapphire dengan mata yang sedikit terkejut. "Apa yang kamu maksud, Sapphire?" tanya Bayu dengan nada yang santai, tapi sedikit ragu.Sapphire tersenyum dengan nada yang sedikit menakutkan. "Apa kamu lupa? Aku tahu kamu adalah Liyana, Bayu. Aku tahu kamu telah menyamar sebagai Bayu untuk mengawasi aku dan Bara," kata Sapphire dengan nada yang sedikit keras.Bayu memandang Sapphire dengan mata yang sedikit tajam. Dia tidak menyangka bahwa Sapphire yang sudah tahu akan tentang identitasnya yang sebenarnya. Menggunakan itu sebagai ancaman bagi dirinya.Sapphire melanjutkan, "Aku ingin memberitahu kamu, Liyana, bahwa aku tidak ingin kamu ikut campur dalam hidupku dan Bara. Jika kamu tidak mau aku ikut campur dalam hidupmu, maka kamu harus dia
last updateLast Updated : 2025-02-25
Read more
PREV
1
...
34567
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status