Sebastian bangkit dari tempat tidurnya dini hari itu. Cahaya lampu meja menerangi sebagian wajahnya yang tampak lelah namun penuh tekad. Ia melangkah pelan keluar kamar, menyusuri lorong sunyi mansion menuju ruang kerjanya. Di tangannya, ia masih menggenggam foto yang diberikan pria itu siang tadi.Ia duduk di kursi kerjanya, meletakkan foto di atas meja, dan membuka laci kecil di sisi kanan. Dari sana, ia mengeluarkan sebuah kotak logam kecil yang sudah lama tidak disentuh. Kotak itu berisi berkas-berkas lama—rekaman transaksi, nama-nama, dan catatan yang ia pikir sudah tidak akan pernah dibuka kembali.Namun malam ini, masa lalu memaksa untuk dihadapi.Sebastian mulai memeriksa satu per satu dokumen itu. Ia mencari nama pria tadi—Daniel Prasetya, mantan rekan bisnis yang dulu pernah terlibat dalam operasi investasi gelap di luar negeri. Operasi itu bubar karena pengkhianatan dari dalam, dan Sebastian memilih keluar tepat sebelum semuanya runtuh. Tapi Daniel, tampaknya, tidak pernah
Last Updated : 2025-04-04 Read more