Pagi itu, Maxime Abraham duduk di kursi empuk di ruang baca rumahnya, menatap ke luar jendela besar yang menghadap taman belakang. Sinar matahari yang menyusup melalui kaca memberi kehangatan, tetapi wajahnya tetap terlihat pucat. Tubuhnya masih lemah, tetapi pikirannya tetap tajam.Sejak keluar dari rumah sakit, dia menjalani pemeriksaan rutin untuk memastikan kondisinya stabil. Hari ini, seperti biasa, dokter keluarga telah dipanggil untuk mengecek kesehatannya. Maxime bukan pria yang suka dikekang oleh aturan medis, tetapi untuk saat ini, dia tidak punya pilihan selain mengikuti prosedur.Di luar ruangan, suara langkah kaki terdengar. Tak lama, Leonard dan Sania muncul di ambang pintu, membawa kehangatan di tengah atmosfer rumah tua yang kini terasa semakin sunyi.“Ayah, bagaimana perasaanmu hari ini?” tanya Sania, meletakkan sebuah baki kecil berisi teh hangat di meja.Maxime mengangkat wajahnya, memberi anggukan kecil. “Lebih baik,” jawabnya singkat, meski suaranya masih sediki
Dernière mise à jour : 2025-03-15 Read More