“Luar biasa, Sayang. Aku yakin seribu persen, jurnalmu yang akan dipilih untuk dipublikasikan secara meluas,” ujar Katon menarik Ratih kepadanya dan menyalami sekaligus memberinya selamat dengan perasaan meluap-luap. “Mas! Please, kendalikan dirimu,” bisik Ratih. “Eh?!” Katon seolah tersadar ketika Ratih melepaskan tangannya dari genggaman Katon dengan sedikit memaksa lalu Ratih menerima uluran tangan kedua orang tuanya yang mengucapkan selamat sambil mengulum senyum simpul melihat kelakuan Katon yang meluncur turun dari bangku tempat dia duduk begitu para penonton dipersilakan meninggalkan tempat duduk. Katon sadar, barusan dia bertingkah norak. Sekarang ia berdehem dan mencoba menggapai martabatnya kembali. Saat Ratih disalami dan diberi selamat oleh para orang tua, lanjut kepada timnya yang lain, Katon berdiri gagah menjadi bodyguard Ratih. “Selamat Kak Ratih, melihat cara Anda menjelaskan tadi, Anda wanita yang cerdas. Dan berdasar cerita Mas, Anda juga wanita yang tangguh. Su
Last Updated : 2025-01-21 Read more