Home / Urban / PLAYBOY KENA BATUNYA / Chapter 121 - Chapter 130

All Chapters of PLAYBOY KENA BATUNYA: Chapter 121 - Chapter 130

244 Chapters

Bab 121

Katon sedang membuka makanan kaleng yang berisi ikan dan daging lalu memutuskan untuk membuat sup ikan dan quesadillas—makanan khas Meksiko yang berisi keju di dalam tortilla tepung terigu dan daging sebagai isian utama. Selama ia memanggang quesadillas dan merebus ikan dalam kuah sup, Katon kembali mengoprek lemari es Ratih dan kini membuka kacang hitam kaleng. Kacang hitam memiliki rasa yang kaya dengan tekstur krim saat dimasak. Sangat cocok berpasangan dengan sup ikan. Katon beruntung menemukan rempah-rempah Indonesia di lemari dapur Ratih seperti jintan, ketumbar, dan kunyit. Maka ia gabungkan semua dan menambahkan percikan jus lemon untuk keseimbangan rasa. Katon menata makanan di atas meja saat Ratih selesai menjemur pakaian mereka di ruang kosong sebelah kamar mandi. Ratih yang baru tiba di ruang makan langsung melotot. “Maaassss!!!” Katon terlonjak terkejut, nyaris menjatuhkan sepiring quesadillasnya. “Apa? Astaga ... ada apa?” tanyanya panik. Ratih memburu ke ruang makan
last updateLast Updated : 2025-01-19
Read more

Bab 122

Beberapa hari kemudian, Katon disibukkan menemani Ratih wira-wiri mengurus laporan ke kampus maupun mengikuti penyelidikan atas kematian Devon Robert Grant. Ia sampai mengabaikan dua sahabatnya yang susah payah datang ke Perancis untuk membantu, sampai dengan Morgan dan Stuart kembali ke negara masing-masing, dan hanya berpamitan dengan Katon melalui pesan tertulis. Untungnya, Universitas bertanggung jawab penuh sampai mendatangkan tim legal dan investigasi mandiri selain dari Lembaga Funai untuk dipertemukan langsung dengan kedua orang tua Devon Robert Grant, Michael James Grant dan Jessica Marie Carter. Entah keberuntungan atau tidak untuk Katon karena ia tidak perlu mengantarkan Ratih dan Christopher sampai ke Tuscany, Italy. "Pertama-tama, ijinkan kami menyampaikan duka yang mendalam atas peristiwa yang terjadi pada Devon Robert Grant hingga berujung pada kematiannya," kata Graham Possuelo, pimpinan Lembaga Funai kepada kedua orang tua Devon yang berwajah sedih. Jessica bahkan t
last updateLast Updated : 2025-01-20
Read more

Bab 123

Katon hampir tidak tinggal lagi di rumah tapak. Ia sudah seperti roommate Ratih di unit apartemennya. Wanita itu memang sudah menerima Katon walaupun tetap enggan melakukan kontak fisik lebih jauh. Katon yang sudah memiliki ponsel baru dan memboyng laptopnya ke apartemen Ratih bisa bekerja dengan nyaman, bersisian dengan tunangannya yang mengerjakan laporan jurnal. Terkadang, tim mereka berkumpul bersama di unit Ratih. Untungnya Christopher menunjukkan tanda-tanda yang membaik. Dan, tanpa adanya Stuart di antara mereka. Sepertinya hubungan Emily dan Daniel telah membaik kembali. Hari ini, Ratih dan timnya berpindah mengerjakan jurnal di unit Emily karena Katon harus menghadiri rapat online melalui sambungan video call dengan jajaran eksekutif Growth Earth Company yang dipimpin oleh Satria. Ratih baru kembali ke unitnya menjelang makan malam. Katon yang sudah menyelesaikan sambungan internasionalnya mendengar suara ceklik kunci dibuka dan berinisitif menunggu di foyer. Benar dugaan
last updateLast Updated : 2025-01-20
Read more

Bab 124

“Kapan dan di mana?” tanya Katon kepada selulernya. Ratih hanya menoleh sekilas dan kembali sibuk mengupas apel dan menyiapkan snack yang lain. Sementara Arini sampai berhenti dari pekerjaan menyediakan minuman segar dan menatap dalam-dalam ke arah putera sulungnya. Lily yang memahami tatapan khawatir mamanya, menatap bergantian ke wajah Arini dan Katon sambil menyesap jeruk segar diantara dua bibirnya. “Tangier. Secepatnya,” jawab Stuart yang tidak bisa didengar oleh tiga wanita di sekitar Katon. “Aku tidak bisa secepatnya, Stu. Semua keluargaku sedang berkumpul di sini dan kami akan menghadiri presentasi jurnal ilmiah Ratih. Aku akan menyusul,” ujar Katon. Ia menatap Arini yang khawatir dan Lily yang penasaran. Katon mengusap wajah Lily memintanya melihat ke arah lain. “Bugger! Aku butuh bantuan secepatnya, Ton!” seruan Stuart hanya masuk ke telinga Katon. “Aku akan meminta Cia dan Lorna mendatangimu. Aku menyusul setelah urusan di sini selesai,” jawab Katon. “Oke. Suruh merek
last updateLast Updated : 2025-01-20
Read more

Bab 125

Katon merapatkan rahangnya dan sekuat tenaga menahan diri. Ia menunggu saat Ratih melonggarkan pelukan tangannya yang melingkar di leher Katon. Baru lelaki ini bergerak pelan meletakkan dan meninggalkan Ratih di atas tempat tidurnya sendiri. Ia bergerak cepat menuju ke kamar mandi dan melucuti semua pakaiannya lalu berdiri dibawah kucuran shower dan menyelesaikan urusannya sendiri hingga tuntas dengan bantuan sabun lembut milik Ratih. Setidaknya ia melakukan sambil membayangkan aroma Ratih. Setelah selesai dengan urusan pribadi, Katon lanjut mandi dan keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk. Ia berdiri di pintu kamar tidur Ratih, menatap wanita yang membuatnya acak-acakan barusan. “Demi apa, Neng? Demi menjagamu tetap utuh aku terpaksa bekerja sendiri. Spermakuyang terbuang di lantai kamar mandi adalah bukti nyata aku mencintaimu sepenuh hati, Ratih,” bisiknya. Dan Ratih menggeliat lalu menggumam. Katon terbirit menghindar. Keesokan paginya Ratih bangun dengan terkejut. Ia
last updateLast Updated : 2025-01-21
Read more

Bab 126

“Luar biasa, Sayang. Aku yakin seribu persen, jurnalmu yang akan dipilih untuk dipublikasikan secara meluas,” ujar Katon menarik Ratih kepadanya dan menyalami sekaligus memberinya selamat dengan perasaan meluap-luap. “Mas! Please, kendalikan dirimu,” bisik Ratih. “Eh?!” Katon seolah tersadar ketika Ratih melepaskan tangannya dari genggaman Katon dengan sedikit memaksa lalu Ratih menerima uluran tangan kedua orang tuanya yang mengucapkan selamat sambil mengulum senyum simpul melihat kelakuan Katon yang meluncur turun dari bangku tempat dia duduk begitu para penonton dipersilakan meninggalkan tempat duduk. Katon sadar, barusan dia bertingkah norak. Sekarang ia berdehem dan mencoba menggapai martabatnya kembali. Saat Ratih disalami dan diberi selamat oleh para orang tua, lanjut kepada timnya yang lain, Katon berdiri gagah menjadi bodyguard Ratih. “Selamat Kak Ratih, melihat cara Anda menjelaskan tadi, Anda wanita yang cerdas. Dan berdasar cerita Mas, Anda juga wanita yang tangguh. Su
last updateLast Updated : 2025-01-21
Read more

Bab 127

“Aku menagih cerita semua pembicaraanmu dengan Stuart, Mas!” desisnya dengan mata marah lalu segera berganti dengan mata ramah saat melihat Lily datang bersama pelayan untuk membawakan makanan pesanan mereka. “Chawarma dari daging sapi terbaik, mangga dan taboule salad dan sayuran serta roti maryam, untuk Mas tersayang yang udah beliin aku banyak hadiah,” kata Lily saat pelayan membagi makanan di atas meja. Mau tidak mau Ratih jadi tersenyum melihat Lily plek ketiplek seperti Katon setiap kali memberinya makan di luar. Membawa begitu banyak makanan untuk dihidangkan. Selesai makan siang, Katon harus mengembalikan Lily ke rumah tapak terlebih dahulu, kemudian mengantar Ratih kembali ke apartemennya. Katon bertekad penuh untuk meredakan kemarahan Ratih ketika mengikuti gadis itu hingga ke unitnya. “Cerita.” perintah Ratih ketika mereka sudah berada di ruang tengah. Ia duduk di sofa dan meminta Katon duduk di sebelahnya. Katon dengan tunduk menceritakan semua pembicaraannya dengan Stu
last updateLast Updated : 2025-01-21
Read more

Bab 128

Maroko terletak di ujung utara bagian barat benua Afrika. Secara geografis, Maroko memiliki wilayah yang sebagian besar terdiri dari pegunungan yang terjal. Selain itu, negara ini juga memiliki garis pantai yang sangat panjang, berbatasan dengan Laut Mediterania di utara dan Samudra Atlantik di barat. Untuk daratannya, Maroko berbatasan darat dengan Aljazair di timur dan wilayah sengketa Sahara Barat di selatan. Berdasarkan kondisi geografisnya, Maroko jadi memiliki iklim yang beragam. Tangier, kota yang dituju Katon, terletak di ujung utara Maroko, berbatasan dengan Laut Mediterania. Kota ini memiliki garis pantai yang panjang dan pemandangan indah ke arah laut. Meskipun Tangier terletak di dekat pantai, wilayah sekitarnya juga mencakup Pegunungan Rif yang terjal. Maka iklim di Tangier pun beragam. Katon tiba saat musim panas. Musim panas di Tangier biasanya hangat, lembab, dan kering. Udara itulah yang menyambut Katon saat ia keluar dari pesawat setelah terbang selama lima jam dua
last updateLast Updated : 2025-01-22
Read more

Bab 129

Katon segera berbalik arah, kembali menuju motor yang ia parkir sembarangan di tepi jalan. Tujuannya jelas. Ia akan kembali ke Pasar Medina untuk menyelamatkan Stuart dan Morgan. “Ton, mau kemana?” teriak Lorna dan Katon mengabaikan pertanyaan wanita cantik itu. Sampai kemudian bahunya diremas dan Katon dengan reflek menepis tangan yang meremas bahunya. Tangan itu membalas dan menghajar Katon dengan sikunya. Katon menangkis dengan telapak tangan lalu ia putar untuk menangkap lengan yang menyerangnya dan memutar lengan itu ke arah berlawan. “Akh! Sakit, bangsat!” teriak Cia. Katon melepas pitingannya. Cia cemberut dan mengelus lengan sampai sikunya. “Jangan halangi aku,” desis Katon dan akan pergi lagi. “Stuart yang minta aku untuk membawamu pergi! Katanya kamu sudah puas bersenang-senang di Amazon sana, sekarang giliran dia dan Morgan!” seru Cia. Katon membeku. Ia sudah membalikkan badan dan Cia meneriakinya dari belakang. Katon melihat ke sekitarnya. Meski Cia berbicara lantang m
last updateLast Updated : 2025-01-22
Read more

Bab 130

Katon menatap perkamen usang yang dipegang oleh Stuart. Di atas perkamen tersebut, tinta kuno pada permukaannya terlihat pudar, tetapi gambar yang terukir jelas terbentuk. Perkamen itu menggambarkan peta makam yang tersembunyi di dalam sebuah piramida yang telah lama terlupakan. Stuart menatap Katon dengan mata berbinar. “Ini adalah kesempatan kita,” bisiknya. “Piramida ini belum pernah dieksplorasi. Kita bisa menjadi orang pertama yang menemukan rahasia di dalamnya.” Katon diam saja, hatinya terbelah. Perkamen itu menjadi kunci menuju petualangan yang tak pernah terpikirkan oleh Katon dan mungkin satu-satunya yang akan ia alami seumur hidup. Mereka berdua tahu bahwa di balik peta ini tersembunyi misteri kuno yang bisa mengubah nasib siapapun yang memasukinya untuk pertama kali. Mereka bisa menorehkan nama dalam sejarah sebagai kelompok pertama yang memasuki makam. Asalkan tidak tergoda menjarah harta di dalam makam. “Apa tujuanmu masuk ke dalam makam ini, Stu?” tanyanya penuh rasa
last updateLast Updated : 2025-01-22
Read more
PREV
1
...
1112131415
...
25
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status