Home / Urban / PLAYBOY KENA BATUNYA / Chapter 141 - Chapter 150

All Chapters of PLAYBOY KENA BATUNYA: Chapter 141 - Chapter 150

244 Chapters

Bab 141

“Minggir!” teriak Stuart melepas talinya dan mendorong Cia agar lari mendekati Morgan. Katon melakukan hal yang sama bersama Lorna. Mereka berlima menjauhi sarkofagus yang terjatuh miring. Kelimanya menatap ke arah benda itu. Stuart bahkan berjongkok untuk mengetahui sudut yang menghantam lantai. Tidak ada asap. Tidak ada debu. Semua tampak baik-baik saja. Dan bagian sarkofagus yang menghantam lantai sedikit terbuka. Menumpahkan sekaligus menunjukkan isinya sedikit. Tanpa menunggu sahabat-sahabatnya, Stuart melangkah mendekati sarkofagus dengan berani. Katon hendak melarangnya. Namun, melihat keteguhan dan kerinduan di wajah Stuart, Katon memutuskan untuk melihat saja. “Setidaknyanya pake sarung tangan sama masker gas, kek,” celutuk Lorna. Katon berniat meneriakkan saran Lorna tetapi Stuart telah tiba di sisi sarkofagus dan membuka paksa tutupnya yang sudah rusak. Sesosok jenazah terbungkus kain kusam terjatuh dan kainnya robek menunjukkan isi yang ternyata hanya sisa-sisa residu t
last updateLast Updated : 2025-01-28
Read more

Bab 142

“Crap!” Katon segera sadar sepenuhnya dari kondisi baru bangun tidur dan kelelahan. Ia bangkit dan memilih duduk di tepi tempat tidur, melanjutkan mendial nomor telepon lain. Bukan Ratih, kali ini ia menghubungi Lily. Perbedaan waktu tujuh jam antara Kairo dan Riquewihr membuat Katon merasa bebas saja menghubungi Lily meski sekarang masih pukul dua dini hari di Kairo. Karena di Riquewihr adalah pukul sembilan pagi. Keluarganya pasti sedang menikmati sarapan pagi. “Halo!” Suara Lily ceria. “Lily, Ratih masih di Riquewihr, ‘kan?” tanya Katon panik. “Masih. Kenapa gak telepon Mbak Ratih aja, Mas?” Lily balik bertanya dengan heran. Lily bicara dengan intonasi yang jelas, antara mereka belum mulai sarapan atau sudah selesai. “Mas butuh bantuanmu. Mbakmu ngambek karena Mas gak telepon dua hari ....” “Kapok!” potong Lily. “Lily!” “Iyaaa, Lily dengerin. Lanjut!” “Kamu coba bicara padanya. Mas akan meminta bantuan Maxime untuk mengantar Ratih ke Kairo,” ujar Katon. Maxime adalah salah
last updateLast Updated : 2025-01-28
Read more

Bab 143

"Halo Gamal,” sapa Lorna ceria. Di sisinya ada Cia yang sibuk memakaikan jas untuk Lorna yang sedikit terbuka malam ini, mendadak sembuh dari demam ketika dikatakan akan diajak clubbing. “Mari, saya antar ke meja Anda.” Gamal meluruskan lengan dan mempersilakan rombongan Stuart. “Tolong kendalikan pesanan alkohol, Gamal. Aku tidak mau ada yang mabuk malam ini,” kata Katon seraya menyelipkan segepok uang ke genggaman tangan Gamal ketika mereka berjalan bersama-sama, seolah bersalaman ringan. “Baik, Tuan Tenan.” Gamal mengangguk khidmat dan dengan luwes memasukkan uang dari genggaman tangannya ke saku celana. Mereka dibawa ke meja di samping jendela sehingga bisa menikmati pemandangan kota. Sesuai janji Gamal sebelumnya, dia mengendalikan pemesanan alkohol dan menjaga kesadaran tamu-tamunya. Yang menjadi masalah ketika mereka puas menikmati makan malam, ternyata Stuart meneruskan keinginannya. Yang tidak diduga Katon karena ia dan Morgan sudah menolaknya. Lagipula, ada Lorna dan C
last updateLast Updated : 2025-01-29
Read more

Bab 144

Mereka kembali ke griya tawang yang mereka sewa dengan berjalan kaki. Stuart yang setengah mabuk berjalan sambil merangkul dua wanita. Morgan masih berusaha membebaskan diri dari satu wanita yang bandel menempel padanya. Cia dan Lorna yang saling bergandengan sambil sesekali berdansa di tengah jalan. Dan Katon yang berusaha mempertahankan Ratih di tangannya. Meski Ratih gigih melawan, tetapi Katon memaksa menggenggam tangannya dan menggandeng sepanjang perjalanan kembali. Sesekali ia akan membawa punggung tangan Ratih ke mulutnya dan mengecup ringan untuk meredakan kesal wanita itu. Saat ini mereka berjalan di Midan Tahrir, distrik tengah yang ingin menjadi “Paris di Sungai Nil,” tempat restoran-restoran dan kafe-kafe terkenal berada. Salah satunya yang baru saja mereka tinggalkan. Lampu-lampu jalan menghiasi tepian Sungai Nil, menciptakan jejak cahaya yang membelah gelapnya air. Bangunan-bangunan bersejarah seperti Menara Kairo dan Benteng Saladin berdiri megah. “Dan pemandangan s
last updateLast Updated : 2025-01-29
Read more

Bab 145

Sesuai dengan rencana yang sudah disusun Katon. Mereka akan bertolak dari Kairo kembali ke Paris, Perancis terlebih dahulu untuk mengantarkan rombongan Katon, Ratih, Morgan dan Stuart, baru ke Barcelona, Spanyol untuk mengantarkan Lorna dan Cia. Ketika jet pesawat pribadi milik Satria telah dipakai untuk mengantarkan keluarga kembali ke Indonesia, pesawat tersebut mengubah jadwal dan mengurus perijinan terbang ke Kairo untuk menjemput putera sulung Satria dan Arini. Dengan memakai pesawat jet pribadi, pemeriksaan keimigrasian melalui jalur khusus tidak terlalu ketat. Mereka yang telah mensortir harta-harta karun dan menentukan ranking nilainya, lebih leluasa menyembunyikan di berbagai tempat pada bagasi pribadi mereka. Mereka melalui jalur pemeriksaan khusus dan bisa pulang ke Paris dengan mudah. Seperti biasa, ketika tiba di Charles de Gaulle International Airport. Katon mempersilakan Morgan dan Stuart untuk memakai rumah tapak miliknya sementara ia akan mengantar Ratih ke apart
last updateLast Updated : 2025-01-29
Read more

Bab 146

Karena Katon sudah mendapatkan keinginannya untuk mempersunting Ratih, walau pernikahan belum ditetapkan karena menunggu Ratih wisuda. Tetap saja, Katon sudah mendapatkan keinginannya maka Satria akan memberikan tanggung jawab lebih besar untuk bekerja. Jadwal sudah ditetapkan dan Katon harus pergi ke Yunani untuk menemui perusahaan telekomunikasi terbesar di Yunani. Growth Earth Company mempunyai rencana kerjasama dengan Outentic Telecommunication Organization S.A salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Yunani yang bergerak di bidang layanan telepon fixed-line dan mobile, layanan internet broadband, layanan televisi berbayar. Mereka juga berkontribusi pada transformasi digital dengan memungkinkan infrastruktur dan menjadikan Yunani negara yang menarik untuk investasi dan bisnis. “Jam dan tempat pertemuan dengan Michael Tsamas Kaissariani sudah dikirimkan ke emailmu. Demikian juga dengan dokumen-dokumen yang kamu perlukan untuk berkonsiliasi dengannya. Pelajari dulu dokumen
last updateLast Updated : 2025-01-30
Read more

Bab 147

Konitsa, yang terletak di Epirus, Yunani, adalah surga bagi para pecinta alam dan olahraga ekstrem. Sesuai dengan kesukaan Katon, di sini ia akan menemukan pemandangan yang menakjubkan, gunung-gunung megah, hutan lebat, lembah-lembah yang hijau, dan desa-desa yang memesona. Salah satu alasan membawa Ratih. Katon yang tiba lebih dulu sudah menunggu kedatangan Ratih di Ioannina National Airport. Ia sudah menyewa mobil Ferrari 458 Spider warna hitam yang sengaja ia buka bagian atap seluruhnya. Ia sengaja memilih mobil ini agar Ratih dan dirinya bisa menikmati sinar matahari Yunani. Katon bisa mengenali Ratih dari jauh dan segera menghampiri untuk menyambutnya. meminta satu-satunya duffel bag yang dibawa Ratih. “Konitsa? Kirain Mas mau tetap di Athena. Kenapa Konitsa?” tanya Ratih setelah mencium punggung tangan tunangannya yang dibalas dengan perlakuan sama. “Kenapa tidak? Di sini indah,” jawab Katon. Katon membawa Ratih ke Konitsa Mountain Hotel yang terletak di titik tertinggi di
last updateLast Updated : 2025-01-30
Read more

Bab 148

Katon tidak tahu sama sekali jika Rosalind memiliki rumah dan kebun di sini. Para wanita di keluarganya memang menyukai anggrek. Katon tahu itu. Neneknya, mamanya karena terbawa Maya dan Rosalind karena terpengaruh Arini. Lily? Belum memperlihatkan kegilaannya pada anggrek. Tapi tentu saja karena gadis itu masih remaja dan masih mencari jati diri. Tetapi ia tidak tahu jika Rosalind akan menekuni hingga serius seperti sekarang. Dan menyembunyikannya di Yunani? Jauh sekali. “Terima kasih.” Karena Katon masih terpesona menatap adiknya dan Morgan, maka Ratih yang menggantikannya untuk mengucapkan terima kasih pada pelayan yang menjawab pertanyaan Katon. Pelayan itu mengangguk pada Ratih dan Katon lalu meninggalkan mereka. “Mas?” “Waaah ... aku merasa ditelikung,” desis Katon dengan nada tak percaya. “Oleh Rosalind? Dia pasti memiliki alasan tersendiri. Tentu saja,” kata Ratih sambil tersenyum penuh pengertian. “Apa maksudmu dengan tentu saja?” tanya Katon keheranan. “Aku memiliki b
last updateLast Updated : 2025-01-30
Read more

Bab 149

Rumah Rosalind ternyata sangat nyaman. Jika di luarnya begitu asri dengan taman yang seolah tumbuh sendiri secara liar. Di bagian dalam bertema vintage seolah masuk ke rumah yang ada di dongeng-dongeng kuno. Ruang tamu terbuka menghadap taman, dengan furnitur minimalis yang menggabungkan kayu alami dan logam. Di tengah ruangan, terdapat perapian dengan dinding batu alam yang memberikan sentuhan romantis. Di depan perapian adalah karpet bernuansa yunani yang kental dan sebuah sofa model chaise lounge, sebuah kursi panjang yang dimaksudkan untuk bersandar sebagai kursi sekaligus tempat berbaring. Chaises milik Rosalind memiliki punggung sandaran satu, dan menyambung ke sofa kedua tanpa lengan. Beberapa bantal tersebar di konturnya, membuat terlihat lebih enak untuk berbaring dan bersantai. Katon mengheka napas melihat sofa itu dan bisa membayangkan malam-malam romantis di depan perapian sambil berpelukan di atas sofa yang nyaman. “Duduklah di sana, Sayang,” kata Katon pelan saar Rat
last updateLast Updated : 2025-01-31
Read more

Bab 150

“Ayo, sekarang saatnya kamu menyatakan cinta. Naikkan moodku,” perintah Katon penuh kuasa. Wajah senang Ratih langsung lenyap. Ia melirik ke kanan dan kiri dengan panik, berusaha mencari jalan keluar. Dan jalan keluar itu bernama Rosalind yang baru muncul dari lorong yang menyambungkan ruang tamu dan dapur sambil membawa baki berisi kopi. “Rosie, sini aku bantu.” Dengan cekatan Ratih berdiri, berhasil menghindari sambaran tangan Katon yang akan menahannya. “Ratih!” desis Katon dongkol. Ratih yang menyambut baki dari Rosalind, membebaskan calon adik iparnya untuk kembali ke dapur dan mengambil kudapan. Ratih meletakkan kopi ke atas meja dan ia disambar Katon kembali ke sofa sebelum sempat kabur. “Duduk!” Katon menahan tangan Ratih. “Mesti balikin baki iniloooh,” jeritnya manja. “Gak usah!” geram Katon. Dan tetap saja pria itu tidak mendapatkan pernyataan cinta dari Ratih karena Morgan dan Rosalind sudah bergabung dengan mereka. Ratih mengikik senang karena Katon gagal memaksanya.
last updateLast Updated : 2025-01-31
Read more
PREV
1
...
1314151617
...
25
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status