Home / Fantasi / Penakluk Sihir Iblis / Chapter 111 - Chapter 120

All Chapters of Penakluk Sihir Iblis : Chapter 111 - Chapter 120

173 Chapters

Di Antara Canda dan Kekhawatiran

Malam telah larut ketika mereka kembali ke Akademi. Langit hitam pekat menggantung di atas Yè Jū, diterangi hanya oleh sejumput bintang yang berkelap-kelip samar. Suasana sunyi menyelimuti kompleks itu, hanya terdengar sayup-sayup suara angin menerpa dedaunan di kejauhan.Namun, di dalam kamar Huànyǐng, cahaya lentera masih menyala. Dua sosok kakak beradik dari keluarga Jian masih terjaga, tenggelam dalam obrolan yang tampaknya jauh dari kata serius. Jian Lei duduk bersila di atas dipan, sementara Huànyǐng bersandar santai dengan ekspresi riang."Huànyǐng, mengapa Yuè Èr Gōngzǐ ada di Chén Lù Quán bersamamu?" tanya Jian Lei tiba-tiba, suaranya tenang, tetapi sorot matanya menelisik.Huànyǐng mengangkat bahu, jemarinya dengan malas memainkan pinggiran lengan bajunya. "Aku juga tidak tahu, Lei," jawabnya pelan. "Sampai kami berpisah tadi, Tiānyin belum sempat memberitahu alasannya."Jian Lei menghela napas. "Bukankah seharusnya dia masih bermeditasi
last updateLast Updated : 2025-03-09
Read more

Di Balik Turnamen Bì Xiāo

Turnamen Bì Xiāo Guāng Huì, ajang lawan tanding para kultivator muda Akademi Bìxiāo, akan digelar dalam beberapa hari lagi. Akademi Bìxiāo yang biasanya tenang kini dipenuhi kesibukan. Para murid sibuk mempersiapkan diri, sementara tamu undangan dari berbagai sekte, klan, dan bahkan kekaisaran mulai berdatangan.Di salah satu sudut taman akademi, di bawah pohon pinus yang menjulang tinggi, Ling Qingyu duduk santai, memainkan kipas lipatnya dengan gerakan ringan. Di sekelilingnya, Jian bersaudara, Yāo bersaudara, dan Qing Yǔjiā tengah berbincang. Mereka selalu terlihat bersama, jarang berbaur dengan kultivator dari sekte lain. Tak heran jika ada yang menganggap mereka sombong, meskipun sebenarnya mereka hanya lebih nyaman dengan lingkaran kecil mereka sendiri."Menurut kabar, turnamen kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bahkan berbeda dari tradisi yang selama ini dijunjung Akademi Bìxiāo," ujar Ling Qingyu, mengayunkan kipasnya perlahan."Perbedaa
last updateLast Updated : 2025-03-09
Read more

Qing Yǔjiā dan Yāo Yu, Antara Rumor dan Kebenaran

Qing Yǔjiā dan Yāo Yu berdiri di sisi aula, mengamati kerumunan murid akademi yang tengah berkumpul dengan riuh. Suasana semakin ramai setelah kedatangan beberapa tamu penting, membuat percakapan di antara para kultivator muda semakin hidup."Yuè Èr Gōngzǐ," gumam Yāo Yu pelan, matanya menelusuri sosok berjubah putih yang berdiri mencolok di antara para tamu. Sosok itu membawa aura yang sulit diabaikan, bagaikan bulan yang bersinar lembut di tengah malam.Qing Yǔjiā berdiri di sebelahnya, matanya juga mengikuti arah pandangan Yāo Yu. Sosok itu memang menarik perhatian, tetapi bukan hanya dia yang hadir di sana."Ehm, dan ada juga Jìng Zhenjun Wángyé," sahut Qing Yǔjiā dengan nada santai, meskipun jelas ada ketertarikan dalam suaranya.Qing Yǔjiā menghela napas pelan. "Ternyata benar rumor itu. Ling Qingyu memang selalu memiliki informasi yang akurat," ucapnya sambil tersenyum tipis."Bocah itu lebih suka berburu kabar ketimbang melatih ke
last updateLast Updated : 2025-03-09
Read more

Sepertinya Turnamen Kali Ini Berbeda

"Benarkah ini hanya Turnamen Bì Xiāo Guāng Huì?" Yāo Yu bertanya dengan nada ragu kepada Qing Yǔjiā.Tatapan mereka saling bertaut sebelum akhirnya jatuh pada sekelompok orang yang tengah berbincang tak jauh dari mereka. Suasana di sekitar aula terasa berbeda dari biasanya. Ada keheningan yang samar, seolah-olah setiap orang yang hadir menahan napas, menanti sesuatu yang belum jelas bentuknya."Wah, rupanya Qing Gūniang dan Yāo Gūniang!" Suara akrab itu milik Mo Chen, yang tanpa sengaja menoleh dan mendapati dua gadis itu di antara kerumunan."Mo Gōngzǐ!" Qing Yǔjiā dan Yāo Yu segera memberi hormat, sikap mereka anggun dan penuh tata krama.Mo Chen hanya tersenyum kecil, mengangkat tangannya sebagai isyarat agar mereka tidak perlu terlalu formal. Kedua gadis itu pun membalas dengan anggukan sopan sebelum melangkah mendekat. Di sekeliling Mo Chen, berdiri beberapa sosok yang tak asing, Héxié Zhìzūn, Jian Wei, Jian Xue, Ling Zhì, dan bahkan Jìng Jūn
last updateLast Updated : 2025-03-10
Read more

Lambang Sekte

Hari ini, Bì Xiāo Guāng Huì dimulai. Langit cerah di akhir musim panas, meski angin musim gugur mulai berhembus, membawa kesejukan yang samar. Di sepanjang arena turnamen, bendera-bendera dengan lambang Kekaisaran Bìxiāo dan berbagai sekte berkibar gagah, berderet rapi dalam barisan yang seolah mengawasi jalannya perhelatan akbar.Huànyǐng berdiri di tepi tribun, membiarkan pandangannya melayang pada selembar bendera yang berkibar tak jauh dari tempatnya. "Kupu-kupu," gumamnya pelan, nyaris seperti bisikan yang terbawa angin."Lambang Sekte Musik Abadi. Kupu-kupu biru dalam lingkaran kabut ungu," sahut suara yang sudah sangat dikenalnya.Huànyǐng menoleh cepat, dan wajahnya seketika berseri. "Chénxī!" serunya riang. Dia sangat mengenali suara itu, tenang dan dalam, selalu membawa rasa nyaman setiap kali terdengar di telinganya.Tiānyin, pemuda yang dipanggil Chénxī oleh Huànyǐng, berdiri di sampingnya d
last updateLast Updated : 2025-03-10
Read more

Karena Kau

"Yang Mulia!" Huànyǐng dan Tiānyin segera memberi hormat begitu sosok itu tiba.Dia adalah Jìng Zhenjun Wángyé, putra kedua Kaisar Jìng, sekaligus adik dari Jìng Jūnlán Wángyé. Seorang pemuda seusia Huànyǐng dan Tiānyin, yang menempuh jalan kultivasi di Gerbang Sembilan Kuali, salah satu sekte alkimia terkemuka. Bersama Qing Yǔjiā dan Qing Héng Zhì, dia termasuk murid utama sekte tersebut."Jian Wu Gōngzǐ! Yuè Èr Gōngzǐ! Senang akhirnya bertemu dengan kalian," sapanya ramah.Huànyǐng hanya tersenyum tipis, sementara Tiānyin tetap berdiri tegak dengan ekspresi tenang seperti biasa. Ini pertama kalinya mereka bertemu langsung dengan salah satu putra Kaisar Jìng, selain Jìng Jūnlán Wángyé. Situasi ini terasa canggung, meskipun mereka telah mendengar banyak rumor tentang keluarga kekaisaran."Ini pertama kalinya kita bertemu, bukan? Sayangnya, perjumpaan ini terjadi dalam turnamen," ujar Jìng Zhenjun Wángyé dengan nada penuh arti.Tersirat se
last updateLast Updated : 2025-03-10
Read more

Riak Turnamen di Akademi Bìxiāo

Huànyǐng terus berlari, jemarinya erat menggenggam tangan Tiānyin. Bisik-bisik dari sekitar hanya lewat di telinganya, bagai hembusan angin yang tak berarti. Saat ini, satu-satunya hal yang ada dalam pikirannya adalah tiba di arena sebelum giliran Ling Qingyu bertanding."Huànyǐng!" Suara lantang itu menembus keramaian. Lei bergegas menghampiri, wajahnya sedikit memerah karena berlari ke sana-kemari mencari sang adik. Namun, alisnya langsung bertaut saat mendapati Huànyǐng justru tengah berlarian sambil bergandengan tangan dengan Tiānyin."Yuè Tiānyin… kenapa kau selalu menempel pada adikku?" gumamnya dalam hati, dadanya dipenuhi rasa kesal yang tak jelas asalnya."Lei!" Huànyǐng berseru balik. "Ayo kita ke sana, Chénxī!" serunya riang, sebelum kembali menarik Tiānyin tanpa banyak bicara.Tiānyin, dengan mata birunya yang selalu tenang, hanya mengikuti tanpa protes. Langkahnya stabil, kontras dengan Huànyǐng yang penuh semangat.
last updateLast Updated : 2025-03-11
Read more

Kemunculan Zhèngyì Tiān Jūn

Seorang pria tampan berhanfu biru langit berdiri di antara Jian Lei dan Yāo Ming. Hanfu yang ia kenakan terbuat dari kain halus yang berkilau samar di bawah sinar matahari, menunjukkan kemewahan yang tak mencolok tetapi berkelas. Sebuah kipas lipat berada di tangannya, perlahan dikibaskan, mengiringi senyum lembut nan menawan yang muncul di sudut bibirnya. "Zhèngyì Tiān Jūn." Yuè Tiānyin segera mengangkat tangan dan membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada pria itu. Gerakannya anggun, menunjukkan rasa hormat yang tak bisa disembunyikan. Pria itu terkekeh pelan, suaranya sehalus angin yang berembus di awal musim semi. Dengan nada bergurau yang sedikit berlebihan, ia berkata, "Aiyo! Tidak perlu bersikap formal seperti itu padaku." "Zhèngyì Tiān Jūn?" Nama itu diucapkan hampir bersamaan oleh Huànyǐng dan kawan-kawan, membuat mereka serentak menatap pria berhanfu biru itu deng
last updateLast Updated : 2025-03-11
Read more

Pasangan Kultivasi Sekaligus Kekasih

Huànyǐng dan kawan-kawannya memperhatikan jalannya turnamen dengan penuh semangat. Di tengah arena, para peserta sedang diuji dalam keahlian berkuda dan memanah. Mereka harus menunggang kuda dengan kecepatan tinggi, membidik lampion-lampion yang melayang di udara. Setiap lampion berisi roh, dan hanya mereka yang benar-benar terampil yang mampu mengenainya dengan presisi.“Mirip dengan Perburuan Roh Musim Gugur tahun lalu, bukan?” bisik Yāo Ming kepada Lei.Kakak Huànyǐng itu hanya mengangguk. Tahun lalu, mereka sempat menyaksikan dan mengikuti Ujian Lima Seni dalam Perburuan Roh Musim Gugur. Namun, karena mereka masih berada di tingkat Huáshēn, belum cukup umur, serta tidak pernah mengikuti pendidikan resmi di Akademi Bìxiāo, mereka tidak diizinkan ikut serta dalam Perburuan Roh resmi.“Tahun lalu kita hanya menonton dan mengikuti ujian lima seni saja,” sahut Yāo Yu, melirik dua pemuda yang asyik berbisik-bisik itu.“Jangan berisik! Sebentar lagi
last updateLast Updated : 2025-03-11
Read more

Qingyu, Kau Pasti Bisa

Di tengah arena luas yang dikelilingi deretan tribun kayu bertingkat, Ling Qingyu berdiri tegak dengan busur di tangan. Matahari menggantung tinggi di langit biru cerah, menyinari lampion-lampion yang berterbangan di udara. Mereka melayang ringan, mengikuti tarian angin yang sulit ditebak. Cahaya siang menembus permukaan lampion tipis itu, memperlihatkan bayangan samar roh-roh yang terperangkap di dalamnya.Ling Qingyu harus menjatuhkan sebanyak mungkin lampion dengan anak panahnya. Ia harus bergerak cepat dan tepat. Tak boleh mengenai lampion milik peserta lain, tak boleh melukai peserta, dan terlebih lagi, tak boleh ada panah yang meleset hingga mengenai penonton. Skor ditentukan dari kecepatan dan jumlah lampion yang berhasil ia jatuhkan."Qingyu, kau pasti bisa!" suara Huànyǐng menggema dari tribun.Ling Qingyu menoleh. Senyumnya mengembang tipis melihat teman-temannya yang bersorak memberi semangat. Di antara mereka, dua telah tersingkir lebih awal ka
last updateLast Updated : 2025-03-12
Read more
PREV
1
...
1011121314
...
18
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status