Home / Horor / Pesugihan Kandang Bubrah / Chapter 211 - Chapter 213

All Chapters of Pesugihan Kandang Bubrah: Chapter 211 - Chapter 213

213 Chapters

211. Leluhur yang Mengutuk Darahnya Sendiri

Pria tua itu duduk diam di tengah ruangan. Matanya hitam pekat senyumnya lebar.Dan ketika ia berbicara, suaranya nyaris seperti suara Arif."Pesugihan ini dimulai dariku… dan kalian tidak akan bisa mengakhirinya."Lila menelan ludah.Jatinegara menggenggam tangannya erat, tubuhnya gemetar.Dimas melangkah maju, ekspresinya waspada. "Siapa kau?"Pria tua itu tersenyum lebih lebar. "Kalian sudah tahu jawabannya."Ustadz Harman mengerutkan kening. "Kau bagian dari keluarga Arif?"Pria itu tertawa kecil. "Bukan bagian."Dia menatap Jatinegara dengan tatapan yang sulit dijelaskan."Aku adalah awal dari semuanya."Lila merasakan bulu kuduknya meremang.Pria itu bukan sekadar anggota keluarga Arif.Dia adalah orang yang pertama kali membuka jalan bagi pesugihan ini.Lila mencoba mengatur napasnya. "Jika kau yang memulainya, kau pasti tahu bagaimana cara mengakhirinya."
last updateLast Updated : 2025-04-01
Read more

212. Pertarungan di Antara Bayangan

Angin kencang berputar di dalam ruangan.Tangan-tangan hitam yang keluar dari lantai semakin liar, semakin banyak.Dari sudut ruangan, makhluk-makhluk tanpa wajah mulai merangkak keluar, tubuh mereka berwarna abu-abu, mata kosong, dan mulut mereka bergerak seolah-olah menggumamkan sesuatu yang tidak bisa dipahami.Lila memeluk Jatinegara erat.Ustadz Harman berusaha membaca doa, tetapi suara bisikan di ruangan ini lebih keras daripada doanya.Dimas mencabut keris kecil yang masih tertancap di lantai, matanya penuh kewaspadaan. "Kita harus keluar dari sini!"Tapi pria tua itu tersenyum, tubuhnya semakin berubah, kulitnya semakin gelap, seolah-olah bayangan sedang menyatu dengan dirinya."Kalian tidak bisa pergi," bisiknya.Kemudian, dengan satu gerakan tangan, dia mengangkat Lila dan Dimas tanpa menyentuh mereka.Lila menjerit saat tubuhnya terlempar ke belakang dan menghantam dinding.Dimas juga terdorong keras, t
last updateLast Updated : 2025-04-02
Read more

213. Jejak yang Masih Tertinggal

Udara malam terasa lebih berat.Lila masih memeluk Jatinegara erat, menangis dalam diam.Anaknya selamat.Dimas berdiri di sampingnya, menatap tanah kosong tempat rumah pria tua itu berdiri beberapa menit yang lalu.Tidak ada apa-apa di sana.Hanya tanah kosong.Seolah-olah rumah itu tidak pernah ada sebelumnya.Ustadz Harman menghela napas panjang, lalu menatap mereka dengan mata yang masih dipenuhi kewaspadaan. "Kita harus pergi sekarang."Dimas mengangguk cepat. "Ya, aku juga tidak ingin berada di tempat ini lebih lama."Mereka semua berjalan cepat menuju mobil yang mereka parkir di luar desa.Namun, saat mereka melewati gerbang Desa Pagerwesi, sesuatu terasa aneh.Lila berhenti.Dimas menoleh. "Kenapa?"Lila menggigit bibirnya.Dia tidak yakin, tapi…Saat mereka pertama kali datang ke desa ini, suasananya terasa berat, penuh bisikan, dan seperti dihuni oleh sesuatu yan
last updateLast Updated : 2025-04-03
Read more
PREV
1
...
171819202122
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status