Semua Bab ISTRI YANG TAK DIAKUI: Bab 61 - Bab 70

111 Bab

Mungkin

Baru saja Eliza membuka mata, lalu bangun dan duduk di atas ranjang, melihat Diego sudah menyiapkan sarapan untuknya, senyuman manis menghiasi wajah Diego."Ada apa ini?" tanya Eliza, suaranya penuh kewaspadaan.Diego mendekat, duduk di tepi ranjang, lalu menggenggam kedua tangan Eliza dengan erat. "Sebagai permintaan maafku," ucapnya pelan. "Maukah kau memaafkanku?"Eliza menarik tangannya perlahan dan turun dari ranjang. Ia berdiri dengan jarak yang cukup, merasa tidak nyaman dengan sikap Diego yang tiba-tiba lembut."Masalahnya bukan sekadar maaf, Diego," jawab Eliza, suaranya tegas namun terdengar berat."Lalu apa?" tanya Diego, ikut berdiri, mendekatinya dengan tatapan serius.Eliza terdiam cukup lama. Ia tidak tahu bagaimana menjelaskan perasaan dan isi kepalanya. Ia tahu, untuk menerimanya sebagai letnan Quenza sulit untuk di terima orang lain, bahkan dirinya sendiri."Soal Quenza? Renzo? Kelvin?" tanya Diego dengan suara yang lebih rendah.Eliza terkejut. Ia mendongak, menatap
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-16
Baca selengkapnya

Jangan hilang harapan

Renzo menatap dokter dengan raut wajah bingung. Eliza bukanlah ibu-Kelvin. Bahkan dokter, menyarankan untuk membawa Eliza, agar Kelvin sembuh. Eliza, nama itu yang selalu mengganggu hidupnya dan Kelvin."Eliza...," gumam Renzo pelan. "Dia bukan ibunya, Dok. Kelvin hanya salah paham."Dokter menggeleng perlahan, menatap Renzo dengan tatapan tegas. "Mungkin kau bisa meyakinkan dirimu sendiri dengan mengatakan itu. Tapi Kelvin berbeda. Anak sekecil itu tahu siapa yang membuatnya merasa aman dan dicintai. Sekarang, tugasmu adalah memastikan dia tidak kehilangan harapan."Renzo menghela napas panjang, pandangannya terarah pada Kelvin yang terbaring lemah di ranjang periksa. Tubuh kecil itu tampak rapuh, dan setiap kali Kelvin memanggil nama Eliza dalam tidurnya, hati Renzo terasa semakin hancur."Aku hanya ingin dia bahagia," bisik Renzo lebih kepada dirinya sendiri."Kalau begitu, temui Eliza," ujar dokter lugas. "Kalau benar dia punya pengaruh sebesar itu terhadap Kelvin, mungkin dia ada
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-16
Baca selengkapnya

Ancaman

Eliza membungkuk untuk memeluk Kelvin yang melompat ke arahnya dengan senyuman lebar di wajahnya."Ibu!" seru Kelvin dengan suara penuh kebahagiaan, memeluk Eliza seolah takut kehilangan lagi.Eliza membalas pelukan itu dengan lembut, matanya berkaca-kaca melihat Kelvin yang terlihat begitu lemah namun tetap penuh cinta. "Ibu di sini, sayang," bisiknya, menenangkan Kelvin.Renzo berdiri di sudut ruangan, memperhatikan dengan campuran emosi yang sulit dijelaskan. Ia merasa bingung sekaligus terkejut. Bagaimana bisa Kelvin menganggap Eliza sebagai ibunya?"Kelvin... kenapa kau..." Renzo menghentikan ucapannya, merasa kehilangan kata-kata. Melihat kedekatan Kelvin dan Eliza layaknya anak dan ibu. Isabel yang berdiri tak jauh dari mereka, menatap penuh kebencian pada Eliza dan Kelvin. Otaknya di penuhi cara licik untuk menyingkirkan Eliza secepatnya."Renzo, ini tidak masuk akal," gumam Isabel dengan nada berbisik, cukup keras agar hanya didengar suaminya. "Kita tidak tahu apa yang perem
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-16
Baca selengkapnya

Ikatan batin

Dalam waktu singkat, kehadiran Eliza membawa perubahan besar dalam hidup Kelvin. Anak itu sudah mulai tertawa ceria, kebahagiaannya yang telah lama hilang, kini kembali. Seperti saat dimana Letnan Quenza masih ada di sisinya Kedekatan antara Eliza dan Kelvin tumbuh begitu cepat. Mereka berbagi tawa, cerita, dan momen hangat layaknya ibu dan anak. Kelvi tak ragu memanggil Eliza dengan sebutan "ibu," membuat hati Renzo tersentuh sekaligus kebingunganSementara Isabel menyaksikan semua itu dengan penuh kebencian. Hatinya diliputi kecemburuan yang mendalam setiap kali melihat Kelvin bersandar pada Eliza atau tertawa bersamanya. Baginya, Eliza adalah ancaman nyata, bukan hanya bagi posisinya di keluarga tetapi juga atas kontrol yang selama ini ia coba pertahankan.Isabel menggenggam tangannya erat, berjanji dalam hati untuk tidak membiarkan Eliza mengambil tempat dalam kehidupan Kelvin dan Renzo. Di balik senyum manis yang ia tampilkan, Isabel menyusun rencana licik untuk menyingkirkan E
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-16
Baca selengkapnya

Drama penculikan

Keesokan paginya, suasana rumah masih sunyi ketika Renzo bersiap berangkat. Kelvin masih terlelap, dan Isabel belum menampakkan diri. Renzo menemui Eliza di ruang tamu, di mana ia tampak sedang menikmati secangkir kopi sambil menatap ke luar jendela.Tanpa banyak basa-basi, Renzo berkata, "Aku harus pergi sekarang. Aku tak ingin Kelvin tahu aku pergi tanpa pamit."Eliza berbalik dan menyodorkan sesuatu ke arah Renzo. "Ini, kunci mobilmu," katanya dengan nada datar.Renzo tertegun sejenak, menatap kunci yang berada di tangan Eliza. Pikirannya melayang—bagaimana mungkin Eliza tahu dia sedang mencari kunci mobilnya? Sebelum ia sempat bertanya, logika cepatnya menepis hal itu sebagai kebetulan semata. "Mungkin dia melihatku mencari tadi malam," pikirnya.Renzo mengambil kunci itu dari tangan Eliza dengan sedikit ragu. "Terima kasih," ujarnya, meski nada bicaranya terdengar agak kaku. Ia melirik wajah Eliza, mencoba membaca maksud di balik sikapnya, tapi seperti biasa, Eliza sulit ditebak.
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-16
Baca selengkapnya

Siapkan uang tebusan

Eliza berlari dengan napas tersengal-sengal, kakinya terus melangkah mengejar mobil yang semakin jauh. Namun, usahanya sia-sia. Mobil itu sudah lenyap di tikungan, meninggalkan Eliza berdiri di tengah jalan dengan perasaan putus asa.Langkahnya terhenti, dan ia memutuskan untuk kembali ke rumah. Saat berjalan perlahan, mencoba merangkai rencana untuk mencari Kelvin, ponselnya tiba-tiba berdering. Suara nada panggil yang tajam membuat jantungnya berdegup lebih cepat.Dengan tangan gemetar, Eliza mengambil ponsel dari sakunya dan menjawab panggilan itu."Halo?" suaranya terdengar serak, penuh ketegangan.Dari seberang telepon terdengar suara laki-laki yang dingin dan mengancam."Jika kau ingin anak itu tetap hidup, jangan bertindak bodoh.""Siapa kau?! Apa yang kau lakukan pada Kelvin?!" seru Eliza panik, matanya mulai berkaca-kaca."Tenang, wanita. Kelvin ada bersama kami, dan dia masih hidup—untuk saat ini. Tapi, itu tergantung pada dirimu," suara pria itu terdengar santai, namun meng
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-16
Baca selengkapnya

Membebaskan Kelvin

Diego menatap Eliza yang sedang menggam erat kemudi. Dia tidak terlihat seperti wanita lemah dan penurut seperti dulu. Lebih tegas, mandiri dan pemberani, ketiga hal yang belum pernah ia lihat sebelumnya.“Sayang, bisa pelankan sedikit mobilnya? Kita masih punya waktu,” kata Diego mencoba menenangkan situasi.Eliza tidak mengalihkan pandangannya dari jalan, ekspresinya tegas. “Tidak, Diego. Kita harus tepat waktu. Kelvin dalam bahaya, dan aku tidak akan mengambil risiko.”Diego menghela napas, memalingkan wajahnya ke jendela sambil berpikir. Semakin lama ia mengamati Eliza memang sangat berbeda. Seseorang yang tegas dan tidak ragu mengambil tindakan ekstrem.“Kau sangat berbeda sekarang?” tanya Diego perlahan, suaranya hampir tenggelam oleh deru mesin mobil yang melaju kencang.“Tidak, aku masih sama seperti yang dulu?” balas Eliza tanpa menoleh, tetap fokus ke jalan.“Berani. Tegas. Dan…” Diego berhenti, tidak ingin menimbulkan pertengkaran di tengah situasi genting ini.Eliza tersen
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-16
Baca selengkapnya

Drama isabel

Sore hari, Renzo baru saja pulang dari luar kota. Begitu ia melangkahkan kaki ke ruang tamu, pandangannya langsung tertuju pada Isabel yang duduk di sofa, terisak dengan wajah pucat.Tanpa berpikir panjang, Renzo meletakkan koper kecilnya di lantai dan menghampirinya. “Isabel, ada apa? Apa yang terjadi?” tanyanya dengan nada tegas, matanya sekilas melirik ke arah pintu kamar Kelvin yang tertutup rapat.Isabel berdiri dengan gemetar, air matanya masih mengalir. Tanpa sepatah kata, ia menyerahkan ponselnya pada Renzo. Di layar terlihat pesan singkat berisi ancaman dan beberapa panggilan tak terjawab dari nomor yang tidak dikenal.“Mereka… mereka menculik Kelvin,” ucap Isabel dengan suara bergetar. “Mereka meminta tebusan.”“Apa?!” Renzo langsung menegang, rahangnya mengeras. “Katakan yang sebenarnya, Isabel. Dan di mana Eliza? Kenapa dia tidak di sini?”Isabel menghapus air matanya dengan punggung tangan. “Kelvin hilang bersama Eliza,” katanya, suaranya penuh nada tuduhan. “Tapi aku yak
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-16
Baca selengkapnya

Kerjasama Yoona dan Isabel

Isabel menyelinap diam-diam menuju markas Victor, memastikan langkahnya tak terdengar siapa pun, termasuk Renzo. Di tempat itu, ia bertemu Yoona, yang sudah menunggunya dengan wajah penuh tekad. Keduanya segera memulai pembicaraan yang menjadi awal dari rencana gelap mereka."Kalau dia lenyap dari muka bumi ini, aku akhirnya bisa hidup bahagia bersama Renzo," kata Isabel, suaranya penuh keyakinan.Yoona mengangguk setuju. "Kau benar. Dan aku... aku bisa memiliki Diego seutuhnya tanpa ada gangguan lagi."Isabel menatap Yoona dengan antusias. "Jadi, apa rencanamu? Bagaimana kita melakukannya?"Yoona terdiam, bibirnya mengatup rapat sejenak sebelum akhirnya berkata, "Papa Victor bilang... aku tidak boleh gegabah."Isabel mengerutkan kening, tidak sabar mendengar jawaban itu. "Kenapa? Bukankah dia hanya wanita lemah? Kau tahu sendiri, Yoona. Eliza bukan ancaman besar," katanya dengan nada mengejek.Yoona menarik napas dalam, lalu menatap Isabel dengan serius. "Bukan itu masalahnya. Papa b
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-16
Baca selengkapnya

Rencana penculikan

"Aku ada rencana buat memancing Eliza keluar dari persembunyiannya," kata Victor dengan nada penuh percaya diri.Komisaris John menyilangkan tangan di dadanya, wajahnya serius. "Aku percayakan semuanya padamu, Victor. Tapi ingat, jangan sampai gagal lagi. Kau tahu kan, apa akibatnya kalau ini berantakan?"Victor hanya tersenyum tipis, sedikit geli dengan ancaman itu. Dia sendiri masih ragu apakah Eliza benar-benar Letnan Quenza atauhanya orang lain yang menjadi alat dari pihak yang lebih besar. Namun, dia tidak akan membiarkan keraguan menghalangi langkahnya."Tenang saja," jawab Victor santai. "Kalau Eliza memang Quenza, aku akan pastikan dia tidak punya tempat untuk kabur. Dan kalau ternyata dia cuma boneka pihak lain... ya, aku akan menghabisinya juga. Kali ini, aku akan bereskan semuanya sampai ke akarnya."Komisaris John mendekat, menatap Victor dengan tajam. "Bagaimana caramu memastikan itu? Kau punya rencana, kan?"Victor menyeringai, matanya menyipit penuh perhitungan. "Kelvi
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-16
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
56789
...
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status