Daniel dan Antonio sedang beristirahat di kamar masing-masing, namun tidak demikian dengan Eliza. Ia duduk di kursi ruang tengah, tatapannya kosong, tenggelam dalam pikirannya sendiri. Wajahnya menegang, memikirkan Diego dan semua kejahatan yang telah mereka lakukan. Tiba-tiba, ponsel milik Antonio yang tergeletak di meja berdering, memecah keheningan. Eliza meraihnya dan menjawab tanpa sepatah kata pun. Di seberang sana, terdengar suara laki-laki yang familiar. Suara itu dingin, terkesan penuh teka-teki. "Datanglah ke tempat di mana kau mencari bukti tentang pembunuhan pejabat pemerintah," ujar suara itu. Eliza tetap diam, tidak memberikan respon. Tapi suara itu seolah tahu siapa yang sedang mengangkat telepon. "Kau mendengarku, bukan? Datanglah sendirian, tuntaskan dendammu," lanjutnya, sebelum telepon terputus. Eliza perlahan meletakkan ponsel itu. Napasnya berat, pikirannya berkecamuk. Ia bangkit dari kursi, matanya melirik ke arah kamar Daniel dan Antonio. Suara dengku
Last Updated : 2025-01-21 Read more