Lahat ng Kabanata ng Tak Sudi Merajut Cinta Dengan Mantan: Kabanata 521 - Kabanata 530

675 Kabanata

Bab 521

Asisten itu buru-buru menjawab, "Baik! Saya akan segera ....""Sudahlah, biar aku sendiri saja yang pergi."....Nadine berdiri di samping meja kerja asisten. Tidak jauh dari sana, terdapat jendela kaca yang besar dengan pemandangan di luarnya. Dia berjalan ke depan jendela dan berhenti sejenak, lalu menatap ke bawah untuk melihat hiruk-pikuk jalanan yang dipenuhi kendaraan.Di depannya, terbentang jalanan komersial yang ramai. Di sisi kiri dan kanannya, berdiri gedung-gedung perkantoran mewah, dan lebih jauh ke depan lagi, tampak pemandangan sungai yang indah.Lokasi ini benar-benar sangat strategis.Saat awal mendirikan perusahaan, mereka tidak punya modal dan koneksi. Kantor mereka berada di atas ruang bawah tanah rumah kontrakan mereka. Tempat itu adalah sebuah apartemen dengan dua kamar dan satu ruang tamu.Meskipun sederhana, setidaknya memiliki jendela besar dan dapur kecil. Perusahaan rintisan itu sangat kecil. Selain Reagan, hanya ada lima karyawan yang semuanya bertugas dalam
Magbasa pa

Bab 522

Nadine tersentak sadar dan segera berbalik untuk menatap orang yang baru datang.Reagan berdiri di sana dengan setelan jas rapi. Tubuhnya tampak lebih kurus dari sebelumnya, pipinya sedikit lebih cekung. Saat Nadine menatapnya, Reagan juga memandangnya dengan penuh kerinduan.Nadine mengenakan sweter rajut berwarna krem, celana pensil hitam, dan mantel trench coat berwarna khaki. Rambutnya tergerai melewati bahu, tanpa diwarnai ataupun dikeriting. Di kakinya, dia mengenakan sepasang sneakers putih yang bersih dan polos."Halo." Nadine akhirnya membuka suara lebih dulu saat melihat Reagan hanya diam.Dulu mereka adalah pasangan yang sangat dekat. Kini, setelah sekian lama tidak bertemu, sapaan pertama yang keluar justru hanya sekadar sapaan formal.Saat itu juga, Reagan merasa terpukul. "Nad ... apa kita harus bersikap sekaku ini?"Nadine tersenyum kecil, tapi tidak menjawab. Hatinya perih, tapi dia tetap mempertahankan ekspresi tenang.Reagan merasa hatinya seperti disayat pisau. Namun
Magbasa pa

Bab 523

"Aku ingat kamu suka makan steik, tapi kamu malas motong, jadi lebih memilih nggak makan. Sejak saat itu, setiap kali kita makan di restoran, akulah yang selalu memotongkannya untukmu."Nadine menatap steik yang telah dipotong kecil-kecil di depannya. Ekspresinya tetap datar. Dia datang ke sini bukan untuk makan. Bisa duduk bersamanya di sini saja sudah merupakan batas toleransinya.Kali ini, dia tidak memberi Reagan kesempatan untuk kembali memotong pembicaraan. Dengan nada langsung dan tegas, dia menyampaikan tujuannya."Sekarang ini, semua proses administratif sudah hampir selesai. Yang kurang cuma surat persetujuan ini. Aku sudah membawanya hari ini. Bisa nggak kamu tandatangani?"Senyum di sudut bibir Reagan perlahan memudar. Tatapannya yang tadinya penuh kebahagiaan, kini berubah datar, lalu akhirnya dipenuhi dengan kekecewaan yang mendalam."Sesulit itukah temani aku makan?"Nadine mengerutkan kening. "Kenapa harus bahas ini sekarang?"Nadine merasa tidak habis pikir. "Kamu yang
Magbasa pa

Bab 524

Saat pandangan mereka bertemu, Reagan menatap dalam ke matanya. "Kamu tahu sendiri apa yang aku inginkan."Nadine mengernyit."Mudah saja, kembalilah padaku. Jangankan surat persetujuan, aku bisa ngasih apa pun yang kamu inginkan.""Nggak mungkin!" Jawabannya begitu tegas, tanpa keraguan sedikit pun."Nad ...." Reagan tertawa getir. "Aku tahu, di dalam hatimu, kamu pasti menganggapku rendah dan nggak tahu malu. Tapi aku benar-benar nggak bisa tanpamu ....""Bisa nggak kamu kembali padaku? Aku janji, mulai sekarang, hanya akan ada kamu. Semua yang nggak kamu suka, akan aku ubah. Kumohon kasih aku satu kesempatan lagi, ya?"Usai bicara, dia buru-buru ingin menggenggam tangan Nadine. Namun, Nadine menghindarinya dengan dingin."Aku nggak percaya ucapanmu sama sekali dan aku nggak akan pernah menyetujui permintaanmu." Dia merapikan dokumen dan pena yang tadi dia keluarkan. "Sepertinya aku salah datang hari ini. Kalau kamu nggak mau tanda tangan, ya sudah."Tanpa menunggu reaksi Reagan, dia
Magbasa pa

Bab 525

"Namanya juga tebak-tebakan lucu. Garing kadang-kadang juga berarti lucu."Pria ini benar-benar pintar mencari alasan untuk membenarkan dirinya sendiri. Namun, ekspresi santai Stendy tiba-tiba berubah serius. "Coba ceritakan. Ada masalah apa? Apa alasanmu sampai harus menemuinya?"Nadine merasa agak terkejut dengan pertanyaannya. "Kenapa kamu nanya begitu?""Kamu benci sekali sama dia. Nggak mungkin kamu duduk makan sama dia kecuali ada alasan mendesak. Bisa ceritakan dengan detail?"Nadine berpikir sejenak sebelum perlahan mulai menjelaskan.Stendy menyimpulkan, "Jadi, sekarang kamu butuh tanda tangannya untuk menyelesaikan semua prosedur?""Iya.""Kalau suruh seseorang asal tanda tangan, nggak bisa?"Nadine langsung menoleh dan menatapnya tajam."Uhuk!" Stendy berdeham, "Cuma bercanda."Nadine menghela napas. "Aku pikir kendala terbesarku adalah uang dan perizinan. Nggak kusangka ternyata kendala terbesar justru datang dari aku sendiri.""Dia menolak tanda tangan?""Iya."Ekspresi St
Magbasa pa

Bab 526

Tatapan Arnold menjadi agak muram.Stendy tetap tersenyum santai. "Kudengar Pak Arnold sibuk sekali sampai selalu menghabiskan sebagian besar waktu di laboratorium. Tapi, sepertinya hari ini kamu pulang cukup awal.""Kudengar?" Arnold menanggapi datar. "Dari siapa?"Hari ini, dia seharusnya mengajar kelas di Fakultas Ilmu Hayati. Namun, saat berada di kelas, dia hanya melihat Mikha dan Darius. Saat bertanya, dia baru tahu bahwa Nadine meminta izin kepada dosen pembimbing.Memang benar, pekerjaan di laboratorium sangat sibuk. Biasanya setelah mengajar, dia hanya sempat makan siang sebentar di kantin sebelum langsung kembali ke sana. Jarang sekali dia pulang sepagi ini.Namun, hari ini adalah pengecualian ...."Tentu saja dari Nad," jawab Stendy sambil tersenyum tipis.Ekspresi Arnold tetap dingin. "Kalau begitu, apa Nad ada bilang sama kamu, nggak boleh parkir di depan gang ini?""Oke, aku segera pergi." Stendy menyeringai kecil, lalu menekan pedal gas dan meninggalkan tempat itu. Namun
Magbasa pa

Bab 527

"Haha ... nggak kok, cuma punya sedikit pengalaman.""Aku ingin dengar."Kenta duduk santai di kursi di samping Reagan, lalu berkata, "Orang tua dulu bilang, di rumah harus ada nyonya, sementara di luar, kamu boleh bermain sesuka hati.""Di rumah, harus ada wanita yang mengatur kehidupan sehari-hari, berbakti pada orang tua, mendidik anak-anak. Tapi waktu menghadiri acara sosial, cukup bawa wanita muda dari luar saja.""Mereka bisa membantu minum anggur, menemani tamu, dan setelahnya, cuma butuh sedikit uang untuk menyelesaikan semuanya. Sangat efisien, bukan?"Reagan mengangkat alis. "Istrimu nggak keberatan?"Kenta terkekeh. "Dia mau keberatan gimana? Dia tinggal di rumah besar, pakai tas-tas bermerk dan produk kecantikan kelas atas. Apa pun yang dia inginkan, dia bisa beli dengan kartu kredit tanpa batas. Nggak usah bekerja, nggak usah pusing. Menurutmu, apa yang mau dikeluhkannya?"Reagan mengamati ekspresinya. "Gimana kalau suatu hari nanti dia minta cerai?""Nggak mungkin." Kenta
Magbasa pa

Bab 528

Nadine akhirnya setuju. Bukan karena hal lain, hanya karena satu kalimat, "Aku akan menandatangani dokumen itu."Reagan tersenyum tipis, lalu mengembalikan ponsel kepada Julia. Kemudian, dengan suasana hati yang jauh lebih baik, dia naik ke lantai atas.Julia menatap ponselnya dan bergumam dalam hati. 'Sudah lama sekali sejak terakhir kali Tuan tersenyum seperti itu.'....Keesokan paginya, Nadine terbangun bukan karena alarm, melainkan karena suara berisik. Belum sampai waktu biasanya bangun, ponselnya yang tergeletak di samping bantal sudah bergetar tanpa henti.Dengan mata setengah terpejam, dia meraihnya dan membuka layar. Puluhan pesan berturut-turut dari Reagan.Isinya? Sampah semua.[ Nad, kamu sudah bangun? ][ Aku mimpi tentangmu tadi malam. ][ Masih tidur? ][ Kamu ada kelas pagi ini? ][ Aku lihat jadwal Clarine, katanya kalian ada satu mata kuliah pagi ini. ]Dan banyak lagi pesan sejenisnya ....Nadine melirik sekilas tanpa ekspresi. Dia bahkan malas untuk membaca lebih l
Magbasa pa

Bab 529

Setelah berkata demikian, Nadine melangkah cepat melewati gerbang kampus dan meninggalkan Reagan yang hanya bisa tersenyum pahit di tempatnya."Aku juga nggak berniat macam-macam .... Apa aku benar-benar seburuk itu di matamu?"....Nadine mengikuti kelas seperti biasa. Setelah selesai, dia pergi ke laboratorium bersama Mikha dan Darius. Masih ada lima hari sebelum batas waktu penggunaan laboratorium berakhir.Mereka harus segera menyelesaikan tahap pertama eksperimen dan mengumpulkan data sebelum waktu mereka benar-benar habis.Namun, begitu tiba di laboratorium, mereka terkejut.Pintu laboratorium terbuka lebar. Di dalamnya, beberapa petugas kebersihan sibuk memindahkan barang-barang.Mikha langsung meledak. "Kalian ngapain?! Siapa yang suruh kalian masuk? Itu barang-barang kami! Kalian mau bawa ke mana?!"Mereka telah menghabiskan begitu banyak tenaga untuk mendirikan laboratorium ini. Membeli peralatan, membersihkan, mengatur tata letak, semuanya mereka lakukan sendiri. Bagi mereka
Magbasa pa

Bab 530

"Sialan!" Kaeso melompat-lompat di tempat, memegangi kakinya. Sambil melompat, dia terus mengerang kesakitan.Nadine memasang ekspresi terkejut. "Aduh, maaf. Tanganku terpeleset barusan. Tapi, dengan kulit mukamu yang setebal itu, harusnya nggak masalah kalau kena benturan sedikit, bukan?"Mikha yang melihat kejadian itu, langsung mengangkat sebuah meja.Ya, meja.Inilah keunggulan memiliki tenaga lebih besar. Dia langsung beraksi tanpa ragu!Kaeso terbelalak. "Ka ... kamu mau ngapain?!"Mikha menyeringai. "Aku lagi beresin barang-barang ...."Seketika, dia langsung melempar meja ke arah Kaeso. Kaeso yang masih kesakitan langsung melompat menghindar. Detik berikutnya, meja itu jatuh di tempat di mana Kaeso berdiri beberapa detik lalu.Kalau bukan karena cepat menghindar, dia mungkin sudah pingsan di tempat."Ka ... kalian ...."Kenapa mereka main fisik? Tidak ada etika sama sekali!"Permisi sebentar ...." Darius yang terdiam sedari tadi, langsung memelesat ke arah Kaeso, lalu ....Dia
Magbasa pa
PREV
1
...
5152535455
...
68
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status