All Chapters of Pewaris Tunggal II: Skandal Cinta Masalalu: Chapter 441 - Chapter 450

526 Chapters

Bab 441: Riona yang Penuh Misteri

Kadir pun akui, bertemu Rose semangatnya langsung bangkit alias move on dan bertekad akan terus dekati artis idolanya ini.Dia juga percaya, Ryan dan Rose tak ada hubungan spesial. Ryan pun lega, dia percaya dengan sahabatnya, apalagi Kadir sama dengannya, seorang ahli beladiri yang tangguh. "Kalau anak buah si Alex Soton datang, ku hajar ampai bonyok," kelekar Kadir.Rose pun dengan apa adanya bilang senang dengan Kadir, begitu mendengar alasan Ryan yang akan ke Banjarbaru. Rose janji kelak akan menemui Riona, agar wanita yang di sukai Ryan itu tak salah paham."Semoga kalian makin dekat dan bisa terus bersama--" Mendengar kalimat Ryan ini, tanpa sadar Rose dan Kadir serempak bilang aminnn. Kemudian Ryan pun terbang ke Banjarbaru ke esokan harinya.Dia carter mobil menuju ke Batupecah, tujuannya langsung ke rumah Riona, dia masih ingat alamatnya.Namun alangkah kagetnya Ryan, Riona dan ayahnya sudah tak tinggal di rumah mewah ini lagi. “Dulu rumah ini d gugat oleh mantan istri tu
last updateLast Updated : 2025-03-01
Read more

Bab 442: Putuskan Pulkam dan Jadi Guru

Ryan menatap lekat-lekat wajah remaja tampan kurus ini, namun karena fotonya ramai-ramai, yakni foto saat kelulusan, Ryan harus menajamkan mata menatap wajah remaja ini.“Namanya adalah…Chulbuy Affandi,” kata bu Desi dan membuat mata tajam Ryan membulat, tentu saja Ryan terkejut bukan main.“C-Chulbuy…kok nama depannya sama dengan nama ayahnya Topan dan Sandrina?” gumam Ryan tak sadar. Nama ujung tak membuat Ryan kaget, justru membuka misteri namanya sendiri.“Itulah yang ibu belum yakin, apakah Chulbuy yang ini sama nama dan orangnya dengan Chulbuy Hasim Zailani itu. Tapi rada aneh sih, masa iya Chulbuy yang ini adalah Chulbuy yang jenderal polisi berbintang 3 dan juga turunan taipan Brandon dan Brandi Hasim Zailani itu? Sebab seingatku, Chulbuy mantan suami ibumu ini berasal dari sebuah desa di pedalaman Batupecah!” sela Bu Desi.Setelah di rasa cukup berbasa-basi dengan mantan sahabat ibunya ini, Ryan pun permisi. Kembali bu Desi terharu dan bahagia, setelah Ryan tak ragu bagi-bagi
last updateLast Updated : 2025-03-01
Read more

Bab 443: Sekolah Direbut Preman

Hari ini tepat 2,5 bulan Ryan jadi guru…!“Hmm aneh, kenapa di depan sekolah pada ramai,” batin Ryan sambil menjalankan mobilnya menuju ke sekolahnya.Semua siswa dan para guru tak bisa masuk ke sekolahnya, di depan pintu gerbang berjejer 10 orang preman, menghalangi jalan semua siswa dan guru yang bermaksud masuk.Ryan pun buru-buru mendekat setelah memarkir mobilnya.“Ada apa ini, siapa kalian? Kenapa halangi siswa dan guru masuk ke lingkungan sekolah,” tanya Ryan pada 10 orang bertampang sangar ini.“Kamu siapa hahh?” bentak salah satu dari 10 orang ini.“Aku salah satu guru di sini,” sahut Ryan kalem.“Hei dengar pak guru ganteng, lahan sekolah ini milik tuan Alex Soton dan mau diambil alih untuk di bangun perumahan, real estate!” kata orang ini sambil mendongak menatap wajah Ryan.Mendengar nama ini yang di sebut, Ryan kaget sekali. Lagi-lagi manusia ini yang bikin masalah, pikirnya.Sang Kasek Suparman datang. “Maaf, tanah ini dulu sudah di hibahkan oleh ibu Cynthia Soton, ini su
last updateLast Updated : 2025-03-02
Read more

Bab 444: Jadi Pelipur Lara

Ryan menatap dada mereka, yang duduk di depan bernama Tria, dua orang yang duduk di jok tengah Puti dan Lira, ketiganya masih kelas 11 atau kelas II di SMU ini.Otak nakalnya sempat jalan juga, ketiga siswinya ini termasuk memiliki tubuh yang mengiurkan, apalagi usia mereka rata-rata sudah 17 tahunan.Namun Ryan buru-buru hilangkan pikiran mesum itu, mereka ini siswinya dan Ryan melihat ketiganya juga hanya dari keluarga sederhana.“Kalian mau ambil apa sih, kok mau masuk ke sekolah itu lagi?” tanya Ryan berbasa-basi sambil konsen ke setiran.“Hanya buku-buku pelajaran saja pa guru!” sahut Tria.“Ya udah biar saja, daripada kalian di ganggu para centeng itu, soal buku ntar bapak belikan yang baru saja,” janji Ryan, sekaligus beri nasehat.“Pa guru, bolehkah kami ambil les Bahasa Inggris di rumah bapak, soalnya kami paling lemah pelajaran itu?”Puti yang duduk di jok tengah tiba-tiba ajukan usul. Tanpa ragu Ryan iyakan saja keinginan 3 siswanya ini, tanpa mikir apa-pun.“Kenapa tak mula
last updateLast Updated : 2025-03-02
Read more

Bab 445: Hajar Para Centeng

"Apa membangun sekolah? Waah siap pa Ryan, dua hari lagi saya meluncur ke Desa Lohon menemui bapak bersama staf saya, sekaligus sketsa gambarnya.”Insinyur Yory, sang arsitek yang sebelumnya rombak rumah Ryan tanpa ragu menyanggupi permintaan Ryan, untuk bangun sekolah di lahan kosong ini.Yory tentu senang bukan main dapat job tanpa lelang dari Ryan.Tak tanggung-tanggung yang di bangun, 9 ruang kelas, satu ruang laboratorium, satu ruang kantor guru-guru dan 1 ruang perpustakaan, plus tempat ibadah di sepakati akan di bangun.Tak main-main, di lahan ini juga di bangun lapangan olahraga di tambah pagar sekeliling, total anggaran yang akan Ryan siapkan adalah…35-50 miliar.Inilah cita-cita Ryan, akan bangun sekolah swasta yang sangat bagus dan…semuanya di gratiskan kelak buat seluruh siswanya.Ryan juga siap menaikan gaji para pengajar berlipat-lipat dari yang ada sekarang. Ryan juga berencana akan siap membangun sekolah setingkat SD dan SMP di lahan ini kelak secara bertahap.Segala te
last updateLast Updated : 2025-03-02
Read more

Bab 446: Perang Batin..!

“Pakailah ini Tria, ceritakan apa yang terjadi hingga kamu hampir saja di perkosa para centeng sialan itu,” Ryan bertanya sambil serahkan baju kaos miliknya, sebagai pengganti baju Tria yang sobek.Sesaat Ryan harus palingkan wajah, karena bukit kembar putih yang membusung ini terlihat separunya, hampir saja puncaknya yang berwarna pink terlihat.Ryan sengaja bawa Tria ke rumahnya, karena rumah gadis cantik ini masih jauh, lagian saat Ryan lihat arlojinya, ini sudah lewat pukul 10.30 malam, rasanya kurang pantas antar sorang gadis cantik malam-malam.“Awalnya aku lewat di sana pa, karena mau ambil kue yang akan di jual ibu, pas lewat di jalan depan itu, mereka tiba-tiba menyeret aku ke sekolah itu dan berniat jahat, untung saja pa guru datang tepat waktu!” cerita Tria sambil minum air putih yang disediakan Ryan.Tria bilang sengaja lewat jalan itu, karena kalau memutar sangat jauh dan gelap, tak di sangka dia hampir saja celaka, andai Ryan tak cepat datang menolong.Tria juga cerita di
last updateLast Updated : 2025-03-03
Read more

Bab 447: Skandal dengan Siswi Sendiri

“Kamu…pernah bercinta kah Tria..?” bisik Ryan mulai terbawa suasana. Tanpa di duga Tria mengangguk.“Dulu dengan pacar…kami bablas, tapi hanya 2X, sakit soalnya, kan sama-sama nggak pengalaman, main sodor saja…nggak pake pemanasan!” sahut Tria tanpa malu-malu sambil tertawa perlahan.Ryan tersenyum dan dengan lembut mengecup bibir Tria.“Kita lakukan malam ini, tapi ini rahasia kita yaa?” bisik Ryan, Tria tentu saja mengangguk, ngapain juga cerita-cerita, pikirnya.Tria sampai kaget, saat tonjolan yang keras mulai menerpa perutnya, lalu turun di antara kedua pahanya.“Pa…itunya…sudah..?” bisik Tria senyum manis, seakan isyarat kalau pintunya sudah terbuka buat di masuki si pak guru tampan, yang rela tinggal di pedesaan, karena muak dengan kehidupan kota ini.“Iya…sudah nggak sabar nyari sangkarnya,” bisik Ryan senyum nakal, Tria hanya mendesah saja, karena Ryan sudah melumat bibir-nya yang merah alami ini.Dan kini si cantik ini mulai melenguh, saat ciuman Ryan mulai turun ke leher dan
last updateLast Updated : 2025-03-03
Read more

Bab 448: Bentrok Lagi dengan Anak Buah Alex Soton

Semenjak 10 orang centeng itu di hajar Ryan, pembangunan sekolah ini lancar, tidak ada lagi intmidasi dan juga material yang hilang di mega proyek besar ini.Ryan sudah melaporkan soal ini ke Bupati dan sejak saat itulah, sang bupati lalu minta polisi turut kawal pembangunan sekolah ini. "Tenang pa Ryan, kami akan kawal proyek itu, kami malah bersyukur, ada putra daerah seperti pa Ryan yang mau menyumbang hartanya buat kemajuan daerah ini," kata sang bupati ini.Ryan pun lega, kini dia tak khawatir lagi, anak buah Insinyur Yory pun kini bisa tenang kembali bekerja. “Hmm sudah ku duga, pasti 10 begundal yang ku hajar itu pelakunya, biar saja mereka cacat permanen, kaki mereka sengaja ku patahkan semua, agar kapok,” batin Ryan, tanpa rasa takut dengan pembalasan Alex Soton dan anak buahnya.Tak ada yang tahu, jiwa milisinya ibarat sebuah kekuatan terpendam yang bisa keluar sewaktu-waktu dalam diri Ryan.Hari ini Ryan ke Manado atau 3 hari setelah dia hajar anak buah Alex Soton dan ber
last updateLast Updated : 2025-03-03
Read more

Bab 449: Bintang Kampus

Kita tinggalkan dulu Ryan yang kini nasibnya sedang ditentukan Tuhan, nasib manusia memang tak yang tahu, begitu juga Ryan, musuhnya sudah yakin kalau pemuda nekat ini tewas dengan tubuh babak bundas.Kedua pahanya di tembak, badannya bonyok, bahkan tangannya patah. Musuhnya tak tanggung-tanggung menyiksa Ryan kali ini.Kita kembali dulu ke Jakarta, tepatnya di sebuah rumah supermewah, yang ada helipad di atap rumahnya dan garasi rumahnya yang bak showroom mobil-mobil mewah.Inilah rumah Komjen Chulbul Hasim Zailani, si Kabarharkam baru yang sempat jadi sorotan karena kekayaannya yang jauh mengalahkan kekayaan Kapolri, bahkan Presiden sekalipun.Yang di laporan LHKPN hanya…7 triliun, padahal aslinya berkali-kali lipat dari angka yang dilaporkan itu.Namun saat tahu siapa kakeknya, juga ayahnya semua orang kini maklum. Sebab Chulbuy turunan taipan dan tentu saja tak ada lagi yang curiga dengan kekayaannya tersebut.Tapi mulut nyinyir kembali mampir, melesatnya karir Chulbuy yang kini s
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more

Bab 450: Ke Manado Mendaki Gunung

“Tumben naik heli, masih ada waktu 15 menitan lagi nih?” pria berbadan yang kekar ini menyahut.“Dyehh si Bruno, si Topan, eike di buat patung yaahhh, kok nggak dianggap,” si ngondek ini langsung merajuk. Topan dan Bruno sahabatnya yang bertubuh kekar langsung tertawa melihat kelakuan sohib ngondek mereka ini.“Ahh eloo bansirrrr maunya di atas daun mulu,” cetus Bruno mengejek si Ngondek ini, yang diejek sudah kebal, dia hanya mencebi cuek.“Yu ahh ke kelas, Bruno, Eza eh Zeze susah amat nyebut nama kamu, kenapa nggak pakai nama asli aja sih, Parjo! Ingat loh ini dosen killer, bisa-bisa ngulang tahun depan kita,” potong Topan.“Eitss…jangan keras-keras donk wece, masa nama asli eike di sebut cih, rumpi banget sihh,” sahut Zeze alias Parjo sambil bergaya kenes, Bruno terkekeh saja. “Dasar mulut lenjehhh,” olok Bruno. Tiga sahabat ini terus berjalan menuju kelas, sapaan mahasiswa lain mereka balas dengan senyum.Tentu saja yang paling di tegur siapa lagi kalau bukan si bintang kampus
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more
PREV
1
...
4344454647
...
53
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status