All Chapters of Sebatas Wanita Penghibur sang CEO: Chapter 81 - Chapter 90

122 Chapters

Bab 81. Terus Berdebat

Tiba-tiba Reyhan tersadar sesuatu dan langsung berhenti di pinggir jalan, Mutiara pun melihat Papanya tiba-tiba berhenti di jalan membuatnya merasa heran." Ada apa Pa kok berhenti di sini?" tanya Mutiara." Dengar sayang nanti kalau Mama tanya kita dari mana, Mutiara bilang saja ya kalau kita dari jalan-jalan, ke pasar malam ke toko boneka, dan makan-makan," ucap Reyhan mencoba menjelaskan kepada Mutiara."Iya pa," ucap Mutiara." Dan satu lagi Mama tidak boleh tahu kalau hari ini kita jalan sama Tante Zahra, kalau Mama tahu soal Tante Zahra pasti Mama akan marah dan melarang mutiara bertemu dengan Tante Zahra lagi," ucap Reyhan Menjelaskan kepada Mutiara dan mutiara pun mendengar perkataan Papanya seperti itu langsung merasa bingung dan tidak tahu harus bagaimana." Mutiara tidak usah bingung, Bilang saja apa yang sudah Papa bilang tadi, Kak kalau mutiara ditanya Bilang saja kalau kita dari jalan-jalan beli boneka sama makan-makan," ucap Reyhan kembali menjelaskan kepada Mutiara."
last updateLast Updated : 2024-11-11
Read more

Bab 82. Meeting Bersama

"Mas aku belum selesai bicara, kenapa mas langsung main pergi saja, Mas pikir cuman Mas saja yang mau mengeluarkan kata-kata emosi aku juga mau, Kenapa Mas tidak pernah sadar sih, kalau aku ini wanita karir dan berprestasi aku juga mau dianggap sukses kepada semua orang dan bukan cuman tau minta uang sama suami aku mau semua orang itu tau bahwa wanita itu masih bisa bekerja setelah menikah bukan hanya mengurus rumah tangga saja, seharusnya Mas itu mengerti dengan perasaan aku," ucap Laras dengan nada keras dan emosi." Apa belum puas selama ini aku berikan izin untuk kamu kerja Sesuka Hatimu dan tidak melarang kamu melakukan apapun yang mau kamu lakukan, tapi walaupun kami sibuk bekerja sebagai seorang ibu kamu kamu tetap harus berpikir kan ada kamu kasihan mutiara kata dia masih kecil dan membutuhkan kasih sayang seorang ibu coba kamu pikirkan Apakah kamu sudah memberikan kasih sayang kepadanya sebagai seorang ibu, selama ini kamu hanya fokus bekerja dan bekerja, tidak pernah kamu pi
last updateLast Updated : 2024-11-12
Read more

Bab 83. Selalu Zahra

" Mbak Viola bikin kaget saja, jantungku hampir copot nih," ucap Zahra kaget." Lagian Kamu mikirin apa sih, sampai nga dengar aku panggil-panggil, makanya aku tepuk pun dah kamu, emang kamu melamun apa sih?" Tanya Viola." Aku memikirkan soal meeting tadi, Memangnya kamu sudah ada materi soal meeting sebentar?" tanya Zahra. " Materi apaan sih, Pak Reyhan kan kemarin tidak mengatakan soal materi dia hanya ingin mengadakan meeting kemungkinan ada sesuatu yang mau dibahas begitu Zahra," ucap Viola sambil tersenyum melihat Zahra yang merasa kebingungan. " Begitu ya Mba, maklum saja ya Mbak Soalnya aku kan belum pernah meeting bersama Pak Reyhan itu pun aku pertama kali meeting bersama Pak Dika, harap maklum aja soalnya ini pertama kali aku kerja dia bagian seperti ini, sebenarnya aku hanya sebagai OB di perusahaan ini, lalu Pak Dika mengangkat aku kerja di timnya ya itu tim pemasaran, jadi wajar saja kalau banyak yang tidak aku ketahui," ucap Zahra menjelaskan kepada Viola sambil mera
last updateLast Updated : 2024-11-13
Read more

Bab 84. Mempersiapkan Diri

Tidak lama kemudian sekitar lima belas menit makanan pun datang danereka berdua pun langsung memakanya.Saat mereka berdua menikmati makananya tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri mereka berdua."Boleh duduk disini tidak?" tanya seseorang."Zahra dan Viola pun mendengar suara itu langsung melihat ke arah seseorang tersebut." Pak Rian," ucap Zahra kaget."Apa Pak Rian," ucap Viola menatap Zahra."Ada apa Pak?" tanya Zahra. "Tidak ada apa-apa, aku boleh duduk disini, soalya kursinya sudah full," ucap Rian."Begitu ya Pak, mari silakan Pak, duduk disini saja pak," ucap Zahra menawarkan pak Rian duduk di kursi sebelah Viola." Terimakasih ucap," Rian dan langsung duduk di kursi sebelah Viola."Kalian pesan apa?" tanya Rian."Bakso pak," ucap Zahra sambil tersenyum."Ngapain sih orang ini nanya-naya, katanya cuman numpang duduk banyak tanya lagi," seru Viola dalam hati.Kok kalian pesan bakso sih, ini kan waktunya makan siang kenapa tidak pesan nasi," ucap Rian."Lagi pingin makan Ba
last updateLast Updated : 2024-11-14
Read more

Bab 85. Mengetahui Rian Adik Kandung Reyhan

" Untuk turun ke masyarakat kita akan menunggu informasi dari Pak Andre Kapan Beliau menyuruh kita untuk turun karedok untuk sementara ini Kita Sementara memproduksi produk kita dulu dan mengatur produk kita dulu setelah kita mengaturnya dan meyakinkan bahwa produk kita sudah layak untuk diturunkan di masyarakat barulah kita bisa turun untuk mempromosikannya, apa masih ada pertanyaan lain?" Tanya Pak Dika namun sudah tidak ada yang bertanya lagi. " Kalau sudah tidak ada pertanyaan lagi, kalian tinggal mempersiapkan diri kalian untuk turun ke masyarakat jika di antara kalian masih ada ya merasa ragu dan tidak percaya diri untuk turun silahkan bertanya kepada rekan kerja kalian ya sudah terbiasa, ini terutama kepada karyawan baru ya itu Zahra, Oh iya Zahra jika ada yang tidak kamu ketahui kamu bisa bertanya kepada rekan kerja kamu, karena Ini pengalaman pertama kamu jadi saya tidak mau kamu melakukan kesalahan jadi alangkah baiknya kamu bertanya kepada rekan kerja kamu Jika ada yang ti
last updateLast Updated : 2024-11-15
Read more

Bab 86. Rian Tidak Ingin Ada Yang Mengetahui Siapa Dirinya

"Kamu ini, bikin kaget saja," ucap Reyhan sambil menatap laptopnya."Apa yang kakak lakukan, kenapa kakak tidak memberitahukan aku lebih dulu kalau tim pemasaran akan diturunkan kebagian pemasaran seharusnya kak Reyhan memberitahuku lebih dulu akar tim kami bisa menyiapkan brosur kepada masyarakat, aku sama sekali tidak mengetahuinya, namun semua tim aku sudah mengetahuinya lebih dahulu," ucap Rain dengan nada emosi.Tiba-tiba Pak Dika datang dan langsung masuk ke dalam ruangan Reyhan dan Reyhan pun kaget."Sebenarnya ada apa ini?" tanya Reyhan.Pak Dika pun melihat Pak Reyhan langsung menghampirinya."Begini Pak Reyhan sesuai dengan perkataan bapak untuk menyampaikan kepada karyawan untuk mempersiapkan dirinya untuk turun memasarkan produk kita, namun sebelumnya saya tidak menyampaikan kepada Pak Rian, sehingga Pak Rian tidak terima, dan akhirnya kami kesini," ucap Pak Dika menjelaskan kepada Reyhan."Oke saya sudah mengerti permasalahanya," ucap Reyhan"Mengerti apa, apa ini yang d
last updateLast Updated : 2024-11-16
Read more

Bab 87. Pertemuan Yang Tak Disangka

Namun terlihat jelas di wajah Rian masih sedikit kesal kepada Pak Dika Atas kejadian tadi." Sudah Rian jangan marah terus nanti kamu cepat tua, Pak Dika saja sudah senyum-senyum masak Kamu yang jauh lebih mudah dari Pak Dika masih marah-marah nanti kalau kamu kelihatan tua dari Pak Dika loh," ucap Andre sambil tersenyum dan menggoda adiknya." Apaan sih, Siapa yang masih marah," ucap Rian dengan nada rendah." sudah ya saya harap masalah ini sudah kelar dan tidak diperpanjang lagi Setelah kalian kembali ke ruangan kalian masing-masing mengerti," ucap Reyhan" Mengerti Pak," ucap Dika." Mengerti kak," ucap Rian." Ya sudah kalau kalian berdua sudah mengerti kalian boleh kembali ke ruangan kalian masing-masing ucap Reyhan" Iya Kak," ucap Rian dan berjalan keluar dari ruangan Andre Begitu juga dengan Pak Dika keluar dari ruangan Andre dan mengikuti Pak Rian.Tiba-tiba Rian pun langsung menghentikan langkahnya dan Memutar Balik padanya dan melihat Pak Dika." Ada apa ya Pak Rian?" tany
last updateLast Updated : 2024-11-17
Read more

Bab 88. Sampai Dimana Hubungan Mereka

" Dia tampan nggak, kalau dia tampan Kenalin dong, kan betulan Aku sekarang lagi jomblo jadi mau cari pasangan ya setidaknya dia pengertian dan bukan tukang selingkuh," ucap Viola." Ya sudah deh nanti aku kenalin, kalau begitu aku tunggu di depan Jalan Raya aja ya soalnya bentar lagi dia datang dan dia biasanya Jemput aku di depan Jalan Raya sana ucapin sambil menunjukkan tempat biasa Rangga menjemputnya." Oke deh ucap Viola dan langsung masuk ke dalam mobil, sedangkan dini berjalan menuju Jalan Raya menunggu Rangga datang tidak lama kemudian Viola pun datang dan langsung turun dari mobil dan menghampiri Zahra yang masih berdiri menunggu Rangga." Sahabat kamu mana, kok belum datang?" tanya Viola." Masih di jalan Mungkin sebentar lagi dia sampai," ucap ZahraDan tidak lama kemudian sekitar 10 menit Zahra menunggu akhirnya Rangga pun datang dan langsung menghampiri Zahra yang sedang berdiri di depan Raya namun kali ini Reza melihat Zahra tidak sendiri ia melihat sedang berdiri denga
last updateLast Updated : 2024-11-18
Read more

Bab 89. Curahan Hati Zahra

Rangga pun melihat Zahra hanya diam langsung mendekatinya."Kenapa kamu hanya diam, tolong jawab perkataan aku Zahra?" tanya Rabgga.Lagi-lagi Zahra pun tidak menjawab pertanyaan Rangga membuat Rabgga semakin kebingungan."Ada apa sebenarnya Dini katakan kepada ku, jika memang ada sesuatu yang kamu sembunyikan katakan saja, jangan hanya diam," ucap Rangga terus menamai Zahra namun Zahra hanya bisa diam dan tak berani bicara apa-apa Rangga pun melihatnya semakin kebingungan." Ada apa sebenarnya Zahra, tolong Bicaralah Zahra kalau kamu hanya diam masalah tidak akan selesai tapi kalau kamu bicara aku pasti mencoba untuk membantu kamu menyelesaikan masalah yang kamu alami sekarang ucap Rangga sambil menatap Zahra" Sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan sama kamu," ucap Zahra berbicara gugup." Apa Zahra, Katakan saja apa?” tanya Rangg penasaran." Sebenarnya aku telah jatuh cinta sama pria lain dia adalah orang yang begitu sangat baik kepadaku dan dia selalu menolong aku selama ini, na
last updateLast Updated : 2024-11-20
Read more

Bab 90. Merasa Kebingungan Dengan Keputusannya Sendiri

"Kamu adalah wanita yang sangat baik Zahra, aku tidak mau pria itu hanya memanfaatkanmu, pria itu tidak pernah melakukan apa pun kan kepada mu?" tanya Rangga.Zahra mendengar perkataan Rangga seperti itu pun merasa bingung, karena atasannya itu telah merenggut kesuciannya, dan tidak mungkin ia mengatakan kepada Rangga yang sebenarnya, sehingga Zahra menutupinya dan tidak mengatakan yang, ia pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Rangga pun melihat Zahra menganggukan kepalanya langsung memeluknya begitu sangat erat."Syukurlah, aku sangat senang mendengarnya," ucap Rangga."Sebenarnya Bos aku begitu sangat baik, dia begitu sangat menghormati wanita, dan sangat patuh kepada orang tuanya dia dijodohkan dengan istrinya itu Bos aku sama sekali tidak menolak disebut hanya ingin membuat keluarganya bahagia, dia juga begitu sangat menghormati istrinya itu namun sayang istrinya tidak pernah menganggapnya, aku merasa kasihan kepadanya, dia pria begitu sangat sopan," ucap Zahra menceritakan
last updateLast Updated : 2024-11-21
Read more
PREV
1
...
7891011
...
13
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status