All Chapters of Kebangkitan Mafia yang Dikhianati : Chapter 61 - Chapter 70

107 Chapters

Bab 61 Mimpi yang Tak Berbatas

Setelah sukses mengadakan pertemuan dengan para pemuda dari berbagai kota, Ferdy dan Laras semakin yakin bahwa visi mereka bukanlah sekadar angan-angan. Pusat pelatihan yang mereka dirikan kini menjadi titik awal sebuah pergerakan besar, di mana generasi muda bersemangat untuk menciptakan perubahan positif di masyarakat. Tidak hanya di kota mereka, tetapi juga di seluruh negeri.Pagi itu, di ruang tamu rumah sederhana mereka, Ferdy dan Laras duduk bersama membahas rencana besar berikutnya. Laras membawakan secangkir kopi untuk Ferdy, yang terlihat begitu antusias menatap tumpukan kertas berisi proposal pengembangan program pelatihan. Mata Ferdy berbinar-binar, mencerminkan impian yang semakin nyata di depan mata.“Aku tidak pernah menyangka kita bisa sampai di titik ini, Laras,” ucap Ferdy penuh rasa syukur. “Dulu, aku merasa hanya bisa bermimpi. Tapi sekarang, semuanya menjadi begitu dekat. Kita benar-benar bisa membuat perubahan.”Laras tersenyum lembut dan duduk di samping Ferdy. “
last updateLast Updated : 2024-10-30
Read more

Bab 62 Menggapai Puncak Bersama

Kehidupan Ferdy dan Laras telah berubah drastis sejak mereka memulai perjalanan ini. Pusat pelatihan yang mereka dirikan di berbagai kota terus berkembang, dan dampaknya mulai terasa di seluruh pelosok negeri. Semakin banyak pemuda yang terinspirasi untuk mengubah hidup mereka, menimba ilmu, dan mengejar mimpi-mimpi yang sebelumnya hanya angan-angan. Nama Ferdy dan Laras semakin dikenal sebagai pasangan yang membawa perubahan nyata bagi generasi muda.Pagi itu, Ferdy dan Laras diundang untuk menjadi pembicara utama dalam sebuah konferensi nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah. Konferensi ini dihadiri oleh para pemimpin daerah, tokoh pendidikan, dan organisasi sosial dari seluruh penjuru negeri yang tertarik pada metode dan pendekatan yang mereka gunakan dalam membina generasi muda.Ketika mereka tiba di lokasi konferensi, sambutan yang mereka terima begitu meriah. Ruangan dipenuhi dengan sorakan semangat, dan ratusan mata memandang ke arah mereka dengan penuh harapan dan kekag
last updateLast Updated : 2024-10-30
Read more

Bab 63 Menyebarkan Warisan

Setahun setelah berdirinya sekolah, Ferdy dan Laras melihat dampak luar biasa yang dihasilkan. Banyak siswa dari angkatan pertama yang sudah mulai menunjukkan perubahan besar. Mereka bukan hanya lebih berpendidikan, tetapi juga lebih percaya diri dan penuh semangat. Melihat perubahan ini, Ferdy dan Laras menyadari bahwa mereka telah menciptakan sebuah gerakan, bukan hanya sekadar sekolah.Pada pagi itu, Ferdy mendapat telepon dari salah satu mantan siswa mereka yang kini menjadi pemimpin komunitas di daerahnya. Pemuda itu berterima kasih karena sekolah Ferdy dan Laras telah mengubah hidupnya, menginspirasinya untuk mendirikan komunitas sosial untuk membantu anak-anak dari keluarga miskin di kotanya. Mendengar kabar ini, Ferdy tersenyum puas dan penuh rasa syukur. Ia tahu, warisan mereka telah mulai menyebar.Laras, yang saat itu sedang duduk di sebelah Ferdy, ikut tersenyum. “Aku rasa ini saatnya kita memperluas sekolah ini ke daerah lain, Ferdy. Banyak sekali anak-anak di luar sana y
last updateLast Updated : 2024-11-04
Read more

Bab 64 Cahaya di ujung jalan

Setelah bertahun-tahun membangun sekolah-sekolah di berbagai daerah, Ferdy dan Laras melihat dampak besar yang dihasilkan dari jerih payah mereka. Ribuan anak yang dulunya tidak memiliki harapan kini mampu mengejar mimpi mereka, sebagian bahkan telah meraih kesuksesan dalam berbagai bidang. Beberapa mantan murid kini menjadi dokter, insinyur, pengusaha, dan guru yang kembali ke sekolah untuk mengajar.Namun, seiring bertambahnya usia, Ferdy dan Laras mulai merasakan kelelahan. Energi mereka tak lagi sekuat dulu, meski semangat tetap berkobar. Ferdy, yang kini rambutnya mulai memutih, terkadang merasa tubuhnya tak mampu lagi menanggung beban pekerjaan yang semakin berat. Laras pun tak jauh berbeda, meski ia masih tampak kuat di luar, namun ada kalanya ia menunjukkan tanda-tanda kelelahan yang tak bisa disembunyikan.Suatu malam, Ferdy dan Laras duduk di teras rumah mereka sambil menikmati secangkir teh hangat. Malam itu terasa sunyi, hanya ditemani oleh suara jangkrik yang berbisik di
last updateLast Updated : 2024-11-04
Read more

Bab 65 Melody Terakhir

Malam itu, udara terasa sejuk saat angin berembus lembut menyapu halaman rumah Ferdy dan Laras. Dari dalam rumah, terdengar alunan suara piano yang dimainkan dengan penuh perasaan oleh Laras. Itu adalah melodi kesukaan Ferdy, sebuah lagu yang penuh dengan kenangan masa lalu mereka. Setiap nada yang Laras mainkan seolah membawa kembali bayangan saat mereka pertama kali bertemu, jatuh cinta, hingga menghadapi segala suka dan duka bersama.Ferdy duduk di kursi goyang di teras, memejamkan mata sambil menikmati melodi tersebut. Suara piano itu membuatnya tenang dan damai, membawa ingatannya melintasi berbagai fase kehidupan yang telah mereka lalui bersama. Betapa beruntungnya dia memiliki Laras di sisinya, seorang wanita yang bukan hanya menjadi istri, tetapi juga teman hidup, sahabat, dan motivator yang selalu mendukungnya.Tiba-tiba, Raka datang ke rumah mereka membawa beberapa dokumen. Ia mengetuk pintu dengan perlahan, tidak ingin mengganggu suasana malam yang tenang itu. Laras menghen
last updateLast Updated : 2024-11-04
Read more

Bab 66 Penerus Cahaya

Sejak kepergian Ferdy, hidup Laras terasa berbeda. Ada ruang kosong yang tidak mudah diisi, namun ia tetap mencoba menjalani hari demi hari dengan hati yang tegar. Ia tahu, Ferdy akan menginginkan dirinya untuk melanjutkan semua yang telah mereka bangun bersama. Terutama sekolah yang menjadi salah satu warisan terbesar Ferdy, tempat ia mencurahkan seluruh hidupnya demi menciptakan masa depan yang lebih baik bagi banyak anak.Malam itu, Laras berdiri di depan jendela kamarnya, menatap bulan yang bersinar terang. Ia teringat kata-kata terakhir Ferdy yang masih melekat jelas di hatinya, pesan-pesan tentang kehidupan, keberanian, dan pentingnya untuk selalu berjalan maju. Laras menarik napas panjang, mencoba menguatkan dirinya. Ia menyadari bahwa tidak ada waktu untuk terus terpuruk dalam kesedihan. Masih ada tanggung jawab besar di pundaknya.Pagi harinya, Laras mengunjungi sekolah yang sudah beberapa minggu ini ditinggalkannya. Begitu ia tiba, semua guru dan staf menyambutnya dengan hor
last updateLast Updated : 2024-11-07
Read more

Bab 67 Kebangkitan Harapan Baru

Setelah peluncuran resmi Beasiswa Ferdy, suasana di sekolah berubah lebih semarak. Para siswa semakin antusias, dan harapan mereka yang dulu terhalang kini tampak seperti angin segar yang mengisi setiap sudut sekolah. Laras merasa lega, karena perjuangan Ferdy dalam menciptakan sekolah yang inklusif dan mendukung semua anak kini benar-benar terlaksana.Hari itu, Laras sedang memeriksa beberapa dokumen beasiswa ketika seorang siswa bernama Rina mengetuk pintu ruangannya. Rina adalah salah satu penerima Beasiswa Ferdy, seorang anak dari keluarga sederhana namun penuh semangat untuk belajar. Matanya bersinar ketika masuk ke ruangan Laras, menyiratkan rasa terima kasih yang tulus.“Tante Laras, terima kasih banyak atas beasiswa ini. Ini benar-benar membantu saya dan keluarga,” ucap Rina dengan suara bergetar menahan haru.Laras tersenyum lembut, mengangguk dengan penuh kasih. “Kamu tidak perlu berterima kasih pada Tante, Rina. Ini adalah kerja keras kamu yang pantas mendapatkan penghargaa
last updateLast Updated : 2024-11-07
Read more

Bab 68 Titik Balik yang Mengubah Segalanya

Saat tahun ajaran baru dimulai, Laras merasakan ada energi yang berbeda di sekolah. Para siswa yang tadinya minder kini semakin percaya diri, terutama mereka yang tergabung dalam program Beasiswa Ferdy. Program tersebut menjadi ikon baru di sekolah, menciptakan dampak positif yang dirasakan semua pihak.Suatu pagi, Laras duduk di ruangannya sambil membaca laporan mingguan dari setiap kelas. Tiba-tiba, Raka mengetuk pintu dan masuk dengan wajah bersemangat."Tante Laras, saya punya kabar baik!" serunya dengan antusias.Laras meletakkan laporannya dan tersenyum. "Apa kabar baiknya, Raka?"Raka mengeluarkan selebaran yang memperlihatkan bahwa sekolah mereka diundang untuk mengikuti kompetisi nasional dalam bidang inovasi pendidikan. Undangan ini merupakan hasil dari semua program pembinaan karakter dan beasiswa yang dijalankan di sekolah."Kita diundang untuk berbicara dan berbagi pengalaman tentang bagaimana kita menciptakan lingkungan belajar yang inklusif," jelas Raka. "Ini kesempatan
last updateLast Updated : 2024-11-07
Read more

Bab 69: Kebangkitan dan Harapan Baru

Suasana sekolah berubah sejak kemenangan di kompetisi nasional. Para siswa semakin bersemangat dalam belajar, para guru pun semakin antusias untuk memberikan yang terbaik. Semua pihak, mulai dari staf hingga orang tua siswa, merasakan efek positif dari pencapaian besar yang baru saja mereka raih. Laras merasakan setiap momen sebagai bukti bahwa perjuangan mereka bersama Ferdy benar-benar telah berbuah manis.Di tengah semua perkembangan ini, Laras tak pernah lelah mencari cara baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolahnya. Ia mengundang berbagai pihak untuk berkolaborasi, mulai dari komunitas pendidikan, pemerintah, hingga perusahaan-perusahaan yang peduli pada pendidikan.Suatu pagi, saat Laras baru saja tiba di sekolah, seorang tamu tak terduga datang. Pria paruh baya dengan setelan rapi berjalan menuju ruangannya. Laras menatap pria tersebut, merasa seperti mengenalnya, tapi tidak yakin dari mana. Pria itu memperkenalkan diri sebagai Pak Aditya, CEO dari sebuah perusaha
last updateLast Updated : 2024-11-11
Read more

Bab 70 Cahaya di Ujung Perjalanan

Setelah malam yang penuh renungan itu, Laras merasa menemukan kedamaian dalam dirinya. Hari demi hari, sekolah yang dulu terasa kecil kini berkembang menjadi sebuah tempat yang tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga semangat dan harapan. Para siswa berangkat dengan senyuman dan meninggalkan sekolah dengan impian besar yang mereka pupuk setiap harinya.Pagi itu, seperti biasa, Laras tiba di sekolah lebih awal dari yang lain. Matahari baru saja menampakkan sinarnya, dan udara masih terasa segar. Ia berjalan-jalan di sekitar taman kecil yang baru dibangun di sudut halaman sekolah, menghirup dalam-dalam aroma bunga dan tanah basah. Bagi Laras, setiap sudut sekolah ini memiliki kenangan dan harapan. Ia menatap pohon-pohon yang mulai tumbuh subur, mengingat saat-saat ia dan para siswa menanam bibitnya bersama beberapa bulan lalu.Di tengah keheningan itu, langkah-langkah kecil mendekat. Raka, yang telah menjadi rekan setianya selama ini, datang dengan senyuman. “Bu Laras, seperti biasa, d
last updateLast Updated : 2024-11-11
Read more
PREV
1
...
56789
...
11
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status