Home / Romansa / Tuan CEO, Aku Ingin Berpisah! / Chapter 91 - Chapter 100

All Chapters of Tuan CEO, Aku Ingin Berpisah!: Chapter 91 - Chapter 100

119 Chapters

Bab 91: Menggali Ingatan

Handphone yang terus berdering di meja nakas telah membangunkan Michelle dari tidurnya. Wanita itu tersentak terbangun, namun sayangnya disambut oleh rasa pusing yang menyiksa.Michelle tak memaksakan diri, lebih dulu dia bergerak tenang lewat cara menjernihkan pandangan mata. Kedua tangannya di kepala sedang memijat-mijat lembut sembari mengusir pusing yang menyiksa. Dengan cara serupa pula Michelle menggali ingatan akan keberadaannya.Matanya yang terbuka telah sempurna memindai ruangan kamar di mana dirinya berada. Mentari pagi yang menyapa di luar beserta kicauan burung turut serta memberitahu jika hari telah berganti.Samar-samar Michelle mengingat kejadian sebelum dia berakhir di ranjang tidurnya. Dia sedang menemani Roland menikmati sebotol wine di meja makan.Semula Michelle tak tergoda ketika Roland menyuguhkan segelas wine. Dia tahu batasan diri yang hanya mampu menikmati dua gelas minuman beralkohol. Lebih dari itu, bisa dipastikan Michelle akan tumbang dan tak berdaya.Teta
last updateLast Updated : 2024-10-09
Read more

Bab 92: Cemas yang Mencekam

Suara bel yang berbunyi tiba-tiba telah menyentak Michelle dari pemikirannya yang mencekam. Bersamaan dengan jantungnya tersentak kaget, tubuhnya sempat bergetar singkat. Michelle sempat lemas dan kehilangan saking cemasnya diri.Suara bel yang kembali membelai telinga menyadarkan Michelle. Sehingga dia tidak membuang waktu untuk membuka pintu.Apakah itu Leah? Apa Roland benar-benar tidak mengambil Leah?Pemikiran itu berputar ketika Michelle berjalan menuju pintu. Terlepas dari situasi yang tidak diketahui sebelum terbangun, Michelle berharap besar ingatannya itu keliru. Bahwa ketika mabuk dia tak memberitahu Roland perihal kebenaran Leah.“Hai, Michelle.”Mata Michelle membulat pada sosok tamu yang tersenyum menyapa di depan pintu yang dia buka. Saking terkejutnya, Michelle terpaku kaku menatap satu orang dewasa itu bersama sosok anak laki-laki di sebelahnya.“Maaf aku mengganggu pagi-pagi.” Dia—Valencia yang canggung menyapa Michelle.Bukan hanya itu, Valencia juga sama terkejutny
last updateLast Updated : 2024-10-11
Read more

Bab 93: Apa yang Kau Sembunyikan?

Valencia langsung berinisiatif membawa Leah beserta Axel ke kamar Leah. Keputusannya memisahkan kedua anak-anak itu sangat tepat demi tak melihat perdebatan orang dewasa yang tak bisa meredam emosi.“Bibi, apa Mommy dan Paman Roland itu musuhan?” tanya Leah menarik perhatian Valencia.Valencia yang berdiri memutuskan duduk di sebelah Leah—yang duduk di tepian ranjang. “Kenapa Leah bicara seperti itu?”“Aku sedih setiap kali melihat Mommy dan Paman Roland seperti itu. Seperti kemarin sewaktu meninggalkan acara ulang tahun Axel, Mommy dan Paman Roland juga bertengkar hampir mirip seperti itu. Padahal waktu aku ada di penthouse Paman Roland, Paman Roland bilang mau menjadikan Mommy sebagai pacarnya. Kenapa mereka jadi bertengkar setiap kali bertemu?”Valencia tidak terlalu terkejut mendengar cerita Leah yang berbicara naif. Walaupun tidak menjalin hubungan baik, dia mengetahui Roland akan berusaha memiliki pada hal-hal yang disukai. Dan melihat sikap Roland beberapa waktu belakangan, Vale
last updateLast Updated : 2024-10-11
Read more

Bab 94: Meminta Bantuan

Roland membiarkan Michelle melarikan diri dari pertanyaannya. Dia tak menahan Michelle yang mengunci diri di kamar dengan alasan ingin bersiap-siap.Roland merekam jelas di memori ingatannya mengenai semua perkataan yang Michelle ucapkan dalam keadaan mabuk. Dalam keterkejutan yang mengguncang mental dan pikiran, Roland sempat berulang kali bertanya pada Michelle yang sudah dipindahkan ke ranjang tidur.Di dalam pelukan Roland, Michelle yang mabuk dan mengantuk jelas-jelas mengatakan jika Leah adalah putri kandung Roland.Mengapa Michelle merahasiakan fakta itu? Mengapa Michelle mengumbar kebohongan mengenai sosok ayah Leah yang sudah meninggal sebelum Leah dilahirkan?Roland tak bisa tidur karena otaknya berpikir keras mencari jawaban. Pria itu menatap Michelle yang tertidur di pelukannya, berusa menyelami semua sikap Michelle yang selalu waspada terhadap dirinya.Roland terpaksa mengakui bahwa dia telah mengecewakan dan menyakiti Michelle enam tahun lalu. Sehingga Michelle memutuskan
last updateLast Updated : 2024-10-13
Read more

Bab 95: Salah Lawan

“Anda mau menjaga Leah?” di meja makan itu, Michelle mengulangi pernyataan Valencia.Valencia tersenyum dan mengangguk yakin. “Nyonya Alins dan Tuan Darrol sedang tidak berada di sini, kau juga akan bekerja. Leah tidak mungkin sendirian di rumah. Dan menurutku sangat tidak tepat menitipkan Leah di tempat penitipan anak.”Jujur saja, Michelle merasa lega pada Valencia memberikan penawaran itu. Selain dirinya yang tidak bisa menjaga Leah karena harus bekerja, Michelle tidak punya pilihan tempat di mana Leah akan dititipkan. Sehingga ketika Valencia memberitahukan niat baiknya itu, Michelle yang baru keluar dari kamar langsung duduk di sebelah Valencia.Namun, ada keraguan yang menghambat Michelle untuk menjawab setuju. Selain takut merepotkan Valencia, Michelle takut Roland bertindak sesuatu pada Leah.Dia menatap Roland yang duduk bersebrangan dengannya, memindai reaksi pria yang banyak diam dan sibuk dengan handphone di genggaman tangan.Melihat tingkah Roland yang mendesak, Michelle
last updateLast Updated : 2024-10-14
Read more

Bab 96: Yang Michelle Sembunyikan

Plak! Tangan Ella telah melayang kejam di pipi Jemmy yang memerah perih. Matanya yang melotot semakin kejam membidik, sementara dadanya telah naik-turun karena terengah-engah sesak.“Pria sialan! Tutup mulut menjijikkanmu itu!” Ella memekik kesal.Jemmy tertawa menghina kemarahan Ella, sementara tangannya mengelus-elus pipinya yang perih. “Wah ... sialan kau, Ella.”Ella yang ingin membuka mulut terkejut oleh Jemmya yang mendesakknya. Bukan hanya itu saja, kedua sisi rahangnya sudah tersakiti oleh tangan besar Jemmy yang mencapit kencang seperti ingin meremukkan tulang-tulang rahang Ella. Wanita itu dibuat tak berkutik ketika Jemmy menyudutkannya ke dinding sampai kepalanya terpaku kaku di dinding ruangan.“Beraninya kau menamparku, Wanita Sialan! Tcuih!”Spontan mata Ella terpejam ketika begitu kejinya Jemmy meludah ke wajahnya.“Aku memiliki semua video-video kau yang bertelanjang dan kenikmatan oleh batangku, Ella! Aku juga masih menyimpan bukti-bukti pesan ketika kau mengemis men
last updateLast Updated : 2024-10-14
Read more

Bab 97: Seperti Seorang Tersangka

“Selamat pagi, Nona Michelle.”Michelle terperangah, namun ekspresinya masih tetap tenang menatap wanita yang menyapa dan tersenyum ramah kepadanya. Bukan karena dia tidak mengenal, melainkan wanita itu adalah seorang administrator yang biasa duduk di meja tim kantor CEO.“Selamat pagi.” Michelle berusaha tenang menyapa sembari menghampiri wanita itu. “Apa kau menggantikan aku yang kemarin tidak masuk?” tanya Michelle berpikir positif atas keberadaan wanita itu.Suara telepon yang berbunyi di meja kerja telah menginterupsi mulut wanita itu. Michelle yang merasa meja itu adalah daerah tanggung jawabnya secara refleks bergerak cepat ingin mengangkat telepon.Namun, gerak wanita itu lebih cepat dari Michelle yang berakhir terkejut. Michelle sampai tak berkedip menatap wanita itu yang berbicara santun pada seseorang yang merupakan David.“Tuan David memintamu menemui beliau di ruangannya sekarang juga.”Seolah belum diberi jeda untuk berpikir, Michelle melayangkan tatapan bingungnya ke pi
last updateLast Updated : 2024-10-16
Read more

Bab 98: Bantuan

“Ini uang yang kau minta pagi tadi.” Ella melemparkan amplop cokelat berisikan uang pada Jemmy yang berbaring santai di sofa panjang.Matanya menatap kesal Jemmy tersenyum sumringah mengintip isi amplop cokelat itu. Rasanya ingin sekali Ella mencakar-cakar wajah Jemmy yang menunjukkan ekspresi begitu menjengkelkan.“Aku pikir kau tidak takut padaku,” ucap Jemmy yang tertawa mengejek menghitung uang di dalam amplop. “Ternyata kau masih manis dan penurut seperti dulu,” lanjutnya menatap Ella dengan tatapan menggoda.Ella mendesis kesal, sementara dari hidungnya telah keluar napas panas seperti uap. Di dalam hati, Ella sudah merutuk sikap tak tahu diri Jemmy.“Kau harus tepati janjimu!” Ella mengungkit dengan penuh penekanan. “Jika kau tidak menepati janji, aku juga akan menggeretmu ke neraka bersamaku!”Jemmy tertawa mengejek ancaman Ella yang seperti lelucon menyenangkan. Saking menyenangkannya, wajahnya sampai memerah dan matanya berair.“Baiklah, aku tidak akan membuatmu menggeret ak
last updateLast Updated : 2024-10-17
Read more

Bab 99: Kehidupan yang Lalu

~ Beberapa menit sebelumnya ~Mobil yang ditumpangi hampir tiba menuju bandara private jet di kota itu. Di kursi penumpang belakang Roland sedang menatap foto di layar handphone-nya, di mana foto itu adalah potret dirinya memeluk Leah yang tersenyum ceria sebelum akhirnya beranjak pergi dari kediaman mewah Valencia.Di balik ketenangan yang dingin, Roland masih menyimpan perasaan yang sama. Pria itu masih terkejut dan tak memercayai Leah adalah putri kandungnya.Roland tak ingin munafik jika ada sebuah emosi yang ingin menghakimi Michelle. Bahkan sempat terbersit ingin membawa Leah dan menyembunyikannya dari Michelle.Pemikiran itu runtuh ketika Roland melihat dengan jelas kegelisahan Michelle pagi tadi. Dengan kedua matanya Roland melihat Michelle yang berantakan dan tak bisa berpikir jernih sewaktu merasa kehilangan Leah.“Tuan, detektif swasta bayaran yang kita perintah menggali kehidupan Nona Michelle selama enam tahun ini sudah mengirimkan laporannya.”Roland melayangkan tatapan t
last updateLast Updated : 2024-10-21
Read more

Bab 100: Lembut dan Perhatian

Tiga menit sudah berlalu setelah Roland melayangkan ancaman kepada Michelle. Selama itu juga Roland berdiri di sebelah mobilnya yang terparkir di parkiran depan firma hukum itu.Mata abu-abunya menyorot ke arah pintu utama, di mana karyawan masuk dan keluar silih berganti sembari menatap sosoknya yang familiar dan rupawan. Yang tatapan mereka itu sama sekali tak dipedulikan oleh Roland. Karena tujuan utama Roland adalah menanti kehadiran Michelle.Selain itu, meski waktu sudah lewat dari ancamannya tak sedikit pun Roland berniat merealisasikan ancaman tersebut. Pria tampan berjas rapi itu hanya berniat membuat Michelle gelisah dan tak menolak keinginannya.Sorot mata yang redup itu perlahan menunjukkan sinaran cerah ketika menangkap kehadiran Michelle yang tergesa-gesa berjalan di lobby dalam. Bibir Roland berkedut, ingin mengulas senyuman manis tetapi terhalangi oleh getaran di dada.Di balik kesederhaannya, Michelle memiliki kecantikan alami yang terpancar jelas. Tak peduli pada pak
last updateLast Updated : 2024-10-22
Read more
PREV
1
...
789101112
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status