Home / Rumah Tangga / Kembalilah Padaku / Chapter 461 - Chapter 470

All Chapters of Kembalilah Padaku: Chapter 461 - Chapter 470

515 Chapters

Bab 461

Albert“Maafkan perilaku adikku, tapi tenang saja, aku akan berbicara padanya nanti,” kata Amber, putri Nancy, pada kami dengan sopan. “Aku sangat berterima kasih atas undangan kemitraan yang kalian berikan padaku, memercayai bahwa aku akan mengambil kesempatan ini dengan kedua tanganku.” Dia tersenyum pada kami dan kami semua pun balas tersenyum juga.“Cantik sekali, menggemaskan sekali,” komentar Fia.“Silakan nikmati pestanya. Sekali lagi, terima kasih banyak,” kata Nancy pada kami dengan senyum berterima kasih.“Berbincanglah dan nikmati hari ini, oke? Lalu, Jason, tolong jangan biarkan Tama mabuk. Kalau tidak, dia akan melakukan hal-hal bodoh lagi,” kata Juan, membuatku tertawa lagi. Lalu, dia, istrinya, dan putri barunya berjalan pergi, kembali ke meja mereka.Kami duduk lagi. Gumaman mulai terdengar di meja itu. “Seperti drama saja,” komentar Fia.“Ah, Juan pasti sangat mencintai Nancy untuk bersabar dengan anak sekasar dia,” komentar Melanie.“Yah, kita akan melakukan ap
Read more

Bab 462

Albert“Max? Apakah itu benar-benar kamu?” tanyaku, tercengang, seraya aku menghampiri dia. Sulit untuk memercayai sesuatu seperti itu. Baru beberapa minggu berlalu sejak aku terakhir melihat dia dan di sanalah dia, telah berubah sepenuhnya. Itu tidak dapat dipercaya.“Sebenarnya, kukira kamu akan memanggilku Adelia,” katanya, masih menatapku.Aku mengernyit. “Adelia?” Itu adalah nama yang dia gunakan sebelumnya, nama pemberiannya, dulu ketika dia masih seorang perempuan. Untuk apa dia menggunakannya sekarang? Apakah dia ingin berpura-pura bahwa semua waktu dia mengaku sebagai laki-laki tidak pernah terjadi? Ada apa dengan dia? Kenapa dia melakukan ini?“Apa maksudnya itu? Apakah kamu tiba-tiba memutuskan untuk berpakaian seperti seorang perempuan? Untuk Halloween atau semacamnya?” tanyaku, benar-benar terkejut.“Ini bukan sebuah fantasi, Albert. Aku memutuskan untuk kembali menjadi diriku yang sebelumnya,” katanya padaku.“Apa?” Itu tidak masuk akal sama sekali. Bagaimana bisa s
Read more

Bab 463

Melanie“Pesta ini benar-benar lezat, Langit memiliki daging yang begitu enak hingga membuat mulutku berair,” komentarku selagi aku dan yang lain memuji pestanya. Suamiku baru saja pergi ketika dia menjawab teleponnya, tapi dia ternyata membutuhkan waktu yang lama.Bukannya aku adalah wanita yang selalu menggila setiap kali suamiku berbicara dengan seseorang di telepon atau semacamnya, tidak seperti itu, tapi aku hanya mengkhawatirkannya. Lalu, karena hari ini adalah hari untuk bersenang-senang, berpesta, dan semacamnya, jika dia mengurus hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan, dia bisa menundanya untuk nanti lagi karena hari ini adalah hari untuk bersantai dengan teman-teman kami dan merayakan pernikahan Juan.Setelah beberapa saat, aku melihat ke tempat Albert berada beberapa detik yang lalu untuk menjawab teleponnya, tapi dia sudah tidak ada di sana. Kebingungan, aku melihat-lihat ke sekitar tempat itu untuk mencarinya, tapi aku tidak bisa menemukannya.“Apakah barangkali kamu
Read more

Bab 464

MelanieSuamiku dan aku meninggalkan tempat parkir itu sambil bergandengan tangan. Di suatu titik, aku menoleh untuk melihat apakah Max masih ada di sana. Dia sedang menatap kami dengan wajah kecewa. Aku tidak tahu apa yang ada di dalam benaknya. Dia pikir aku akan membuat keributan karena aku melihat dia mencium suamiku. Dia pikir aku akan berteriak pada suamiku dan menangis di hadapannya supaya egonya terpenuhi.Namun, dia benar-benar tidak tahu siapa yang dia hadapi. Tentu saja, aku sedikit segan hati ketika aku melihat mereka berciuman dan aku akan berbincang dengan suamiku tentang itu. Aku benar-benar kesal padanya karena itu, tapi terkadang akal sehat kami mencegah kami melalui banyak hal. Terkadang, berpikir sebelum bertindak sangat membantu.Mau aku menyelesaikan hal-hal bersama suamiku atau tidak adalah keputusan kami berdua, tapi aku tidak akan melakukan itu di hadapan Max. Tidak di depan dirinya yang berusaha begitu keras untuk memisahkanku dari suamiku. Maksudku, drama a
Read more

Bab 465

AnnaAda sesuatu dari pesta pernikahan yang kusukai. Itu karena hari para gadis yang ibuku berikan untukku dan dia setiap kali kami memiliki hal-hal penting untuk dilakukan. Jadi, dia dan aku menghabiskan seharian bersiap-siap dengan menghias kuku jari kami, memakai riasan wajah, memakai gaun dan sepatu yang kata orang-orang membuat kami terlihat memesona.Mungkin, itu juga ada hubungannya dengan pesta heboh yang orang tuaku sering hadiri, sangat berbeda dengan pesta-pesta anak-anak seumuranku. Di sana, para orang dewasa tersenyum dan berbincang dengan satu sama lain. Aku bisa terpesona melihat para wanita berpakaian dengan elegan dan segalanya. Mereka tampil dengan memesona dan indah.Aku suka membandingkan gaun-gaun yang dipakai oleh para wanita kelas atas dengan gaun yang ibuku dan aku kenakan pada saat itu. Beberapa dari mereka lebih heboh dan dibuat dengan lebih baik dibandingkan milik kami, tapi milik kami selalu yang terbaik dari semuanya dan paling cantik dari semuanya. Aku
Read more

Bab 466

Jadi, aku sangat terkejut dan tertarik oleh anak itu. Kenapa dia berbicara seperti itu? Apakah dia tidak menyukai Paman Juan? Siapa yang bisa-bisanya tidak menyukai Juan yang merupakan orang terkeren di dunia? Jika Paman Juan masih lajang suatu hari dan aku sudah berusia legal, aku akan memintanya untuk menikahiku.Ketika pertemuan kecil itu berakhir dan para orang dewasa kembali melakukan urusan mereka masing-masing, aku meninggalkan meja, menjauh dari orang tuaku, dan pergi ke kamar kecil. Aku adalah anak yang besar sekarang, jadi aku tidak membutuhkan ibuku atau orang dewasa untuk mengantarku ke kamar kecil.Ketika aku tiba di kamar kecil, aku bertemu dengan gadis cantik yang kutemui beberapa saat yang lalu. Dia sedang memperbaiki riasan wajahnya di cermin kamar kecil dan aku terpesona seraya aku mengamati dia melakukannya. Dia sangat lembut. Aku pasti akan meniru dia ketika aku sedang sendirian.“Apakah kamu tahu bahwa suatu hari kita akan menjadi saudara ipar?” tanyaku padanya
Read more

Bab 467

Enam tahun kemudianLauraKetika aku terbangun di pagi itu, hari masih sangat pagi. Jason sedang tertidur dengan damai di sampingku dan aku tersenyum melihatnya. Aku mencium dahinya dengan tenang, lalu aku berniat untuk menyelinap turun dari ranjang tanpa membangunkan dia, tapi dia menggenggam lenganku meskipun matanya masih terpejam.“Kamu mau ke mana? Jangan tinggalkan aku sendirian,” katanya, suaranya serak sehabis tertidur.Aku tertawa kecil sambil menggelengkan kepalaku. “Aku hanya akan membangunkan anak-anak, mereka harus berangkat sekolah,” jawabku padanya, tapi dia menggeram dan menarikku ke dalam pelukannya, menarikku di sekitar pinggangku dan mendekapku dalam pelukannya.“Jangan pergi dulu. Percayalah, aku lebih membutuhkanmu dibandingkan anak-anak,” katanya, memohon dan membuatku memeluknya.“Astaga, kamu banyak mau dan dramatis sekali,” kataku padanya sambil tertawa kecil dan aku memeluknya, meletakkan kepalanya di dadaku dan mengelusnya.“Aku tidak dramatis, aku ber
Read more

Bab 468

LauraBegitu aku meninggalkan kamar Stefan, aku pergi ke kamar Daniel yang berada persis di depan kamar yang baru saja kutinggali. Tidak seperti Stefan, Daniel masih tidur dan dia selalu tertidur dengan pintu yang terbuka. Jadi, mudah bagiku untuk masuk ke dalam sana dan pergi ke tempat tidurnya untuk membangunkannya.“Waktunya bangun, anakku,” kataku padanya seraya aku menghampirinya, mengusap rambutnya.“Oh, tidak … jangan sekarang! Sebentar lagi, Mama,” gumamnya, masih mengantuk.Aku tertawa pelan, merasa lucu bagaimana dia sangat cerdik di pagi hari. Itu mengingatkanku akan suamiku, yang, pada saat itu, masih tertidur dengan damai di bawah selimut.“Kuharap aku bisa membiarkanmu tidur sedikit lebih lama lagi, oke? Akan tetapi, kamu harus pergi sekolah,” kataku padanya sambil menarik selimut dengan lembut.Itu adalah rutinitasku selama beberapa tahun belakangan. Aku suka hadir di kehidupan anak-anakku. Aku tidak masalah membangunkan mereka dan memeriksa apakah mereka sudah sia
Read more

Bab 469

Laura“Mama, bolehkah aku memberitahumu sesuatu?” tanyanya setelah beberapa saat.Aku mendongakkan kepalaku untuk menatap wajahnya. “Tentu saja boleh, sayang,” kataku. Alisku secara otomatis berkerut. “Apakah ada yang salah?” Kekhawatiranku sebagai seorang ibu terpampang jelas.Dia tertawa kecil. “Tidak, tidak. Aku baik-baik saja,, tenanglah,” katanya. “Hanya saja, ada sesuatu yang terjadi di antara Ciko dan aku,” katanya seraya dia memainkan tali blusku, terlihat sedikit tidak nyaman.“Oh, Ciko?” kataku, agak bingung dengan apa yang harus kukatakan.Ciko adalah pacar putriku. Sebenarnya, mereka berdua telah mengenal satu sama lain sejak mereka masih sangat kecil di taman kanak-kanak. Pada saat itu, aku merasa perlu mengirimkan putriku ke penitipan anak supaya dia bisa belajar bersama anak-anak yang lain dan juga memberiku waktu supaya aku bisa mendedikasikan diriku untuk pekerjaan dan karierku dengan Hextec dalam beberapa tahun pertama aku bekerja di sana.Jadi, aku mengenal pas
Read more

Bab 470

LauraAda sesuatu yang ajaib tentang berbincang tentang hal-hal intim dan personal dengan seorang anak perempuan. Rasanya seakan-akan kami telah melahirkan sahabat kami, sebuah bagian dari kami yang tidak akan menghakimi kami untuk apa pun. Ditambah, kami akan merasa semua kisah kami dari masa lalu sangat menarik dan penuh petualangan. Anna pun seperti itu, dia suka mendengarkan aku berbicara tentang hal-hal yang kualami di masa lalu.“Jadi, bagaimana kali pertamamu?” tanyanya dengan cukup penasaran selagi kami berdua masih berbaring di ranjangnya pagi-pagi.“Aduh, jangan minta aku untuk memberitahumu itu. Itu sangat gila,” kataku. Kami berdua pun tertawa.“Kumohon, beri tahu aku, Ma. Aku perlu mengetahui segalanya. Semua rinciannya,” katanya dengan semangat, membuat kami tertawa lagi. Jelas sekali dia ingin merasa siap untuk momen spesial ini. Siapa lagi yang bisa menuntunnya lebih baik daripada ibunya? “Berapa usiamu ketika itu terjadi?”“Aduh, baiklah,” jawabku, menghela napas
Read more
PREV
1
...
4546474849
...
52
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status