Share

Bab 464

Author: Meminger
Melanie

Suamiku dan aku meninggalkan tempat parkir itu sambil bergandengan tangan. Di suatu titik, aku menoleh untuk melihat apakah Max masih ada di sana. Dia sedang menatap kami dengan wajah kecewa. Aku tidak tahu apa yang ada di dalam benaknya. Dia pikir aku akan membuat keributan karena aku melihat dia mencium suamiku. Dia pikir aku akan berteriak pada suamiku dan menangis di hadapannya supaya egonya terpenuhi.

Namun, dia benar-benar tidak tahu siapa yang dia hadapi. Tentu saja, aku sedikit segan hati ketika aku melihat mereka berciuman dan aku akan berbincang dengan suamiku tentang itu. Aku benar-benar kesal padanya karena itu, tapi terkadang akal sehat kami mencegah kami melalui banyak hal. Terkadang, berpikir sebelum bertindak sangat membantu.

Mau aku menyelesaikan hal-hal bersama suamiku atau tidak adalah keputusan kami berdua, tapi aku tidak akan melakukan itu di hadapan Max. Tidak di depan dirinya yang berusaha begitu keras untuk memisahkanku dari suamiku. Maksudku, drama a
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Kembalilah Padaku   Bab 465

    AnnaAda sesuatu dari pesta pernikahan yang kusukai. Itu karena hari para gadis yang ibuku berikan untukku dan dia setiap kali kami memiliki hal-hal penting untuk dilakukan. Jadi, dia dan aku menghabiskan seharian bersiap-siap dengan menghias kuku jari kami, memakai riasan wajah, memakai gaun dan sepatu yang kata orang-orang membuat kami terlihat memesona.Mungkin, itu juga ada hubungannya dengan pesta heboh yang orang tuaku sering hadiri, sangat berbeda dengan pesta-pesta anak-anak seumuranku. Di sana, para orang dewasa tersenyum dan berbincang dengan satu sama lain. Aku bisa terpesona melihat para wanita berpakaian dengan elegan dan segalanya. Mereka tampil dengan memesona dan indah.Aku suka membandingkan gaun-gaun yang dipakai oleh para wanita kelas atas dengan gaun yang ibuku dan aku kenakan pada saat itu. Beberapa dari mereka lebih heboh dan dibuat dengan lebih baik dibandingkan milik kami, tapi milik kami selalu yang terbaik dari semuanya dan paling cantik dari semuanya. Aku

  • Kembalilah Padaku   Bab 466

    Jadi, aku sangat terkejut dan tertarik oleh anak itu. Kenapa dia berbicara seperti itu? Apakah dia tidak menyukai Paman Juan? Siapa yang bisa-bisanya tidak menyukai Juan yang merupakan orang terkeren di dunia? Jika Paman Juan masih lajang suatu hari dan aku sudah berusia legal, aku akan memintanya untuk menikahiku.Ketika pertemuan kecil itu berakhir dan para orang dewasa kembali melakukan urusan mereka masing-masing, aku meninggalkan meja, menjauh dari orang tuaku, dan pergi ke kamar kecil. Aku adalah anak yang besar sekarang, jadi aku tidak membutuhkan ibuku atau orang dewasa untuk mengantarku ke kamar kecil.Ketika aku tiba di kamar kecil, aku bertemu dengan gadis cantik yang kutemui beberapa saat yang lalu. Dia sedang memperbaiki riasan wajahnya di cermin kamar kecil dan aku terpesona seraya aku mengamati dia melakukannya. Dia sangat lembut. Aku pasti akan meniru dia ketika aku sedang sendirian.“Apakah kamu tahu bahwa suatu hari kita akan menjadi saudara ipar?” tanyaku padanya

  • Kembalilah Padaku   Bab 467

    Enam tahun kemudianLauraKetika aku terbangun di pagi itu, hari masih sangat pagi. Jason sedang tertidur dengan damai di sampingku dan aku tersenyum melihatnya. Aku mencium dahinya dengan tenang, lalu aku berniat untuk menyelinap turun dari ranjang tanpa membangunkan dia, tapi dia menggenggam lenganku meskipun matanya masih terpejam.“Kamu mau ke mana? Jangan tinggalkan aku sendirian,” katanya, suaranya serak sehabis tertidur.Aku tertawa kecil sambil menggelengkan kepalaku. “Aku hanya akan membangunkan anak-anak, mereka harus berangkat sekolah,” jawabku padanya, tapi dia menggeram dan menarikku ke dalam pelukannya, menarikku di sekitar pinggangku dan mendekapku dalam pelukannya.“Jangan pergi dulu. Percayalah, aku lebih membutuhkanmu dibandingkan anak-anak,” katanya, memohon dan membuatku memeluknya.“Astaga, kamu banyak mau dan dramatis sekali,” kataku padanya sambil tertawa kecil dan aku memeluknya, meletakkan kepalanya di dadaku dan mengelusnya.“Aku tidak dramatis, aku ber

  • Kembalilah Padaku   Bab 468

    LauraBegitu aku meninggalkan kamar Stefan, aku pergi ke kamar Daniel yang berada persis di depan kamar yang baru saja kutinggali. Tidak seperti Stefan, Daniel masih tidur dan dia selalu tertidur dengan pintu yang terbuka. Jadi, mudah bagiku untuk masuk ke dalam sana dan pergi ke tempat tidurnya untuk membangunkannya.“Waktunya bangun, anakku,” kataku padanya seraya aku menghampirinya, mengusap rambutnya.“Oh, tidak … jangan sekarang! Sebentar lagi, Mama,” gumamnya, masih mengantuk.Aku tertawa pelan, merasa lucu bagaimana dia sangat cerdik di pagi hari. Itu mengingatkanku akan suamiku, yang, pada saat itu, masih tertidur dengan damai di bawah selimut.“Kuharap aku bisa membiarkanmu tidur sedikit lebih lama lagi, oke? Akan tetapi, kamu harus pergi sekolah,” kataku padanya sambil menarik selimut dengan lembut.Itu adalah rutinitasku selama beberapa tahun belakangan. Aku suka hadir di kehidupan anak-anakku. Aku tidak masalah membangunkan mereka dan memeriksa apakah mereka sudah sia

  • Kembalilah Padaku   Bab 469

    Laura“Mama, bolehkah aku memberitahumu sesuatu?” tanyanya setelah beberapa saat.Aku mendongakkan kepalaku untuk menatap wajahnya. “Tentu saja boleh, sayang,” kataku. Alisku secara otomatis berkerut. “Apakah ada yang salah?” Kekhawatiranku sebagai seorang ibu terpampang jelas.Dia tertawa kecil. “Tidak, tidak. Aku baik-baik saja,, tenanglah,” katanya. “Hanya saja, ada sesuatu yang terjadi di antara Ciko dan aku,” katanya seraya dia memainkan tali blusku, terlihat sedikit tidak nyaman.“Oh, Ciko?” kataku, agak bingung dengan apa yang harus kukatakan.Ciko adalah pacar putriku. Sebenarnya, mereka berdua telah mengenal satu sama lain sejak mereka masih sangat kecil di taman kanak-kanak. Pada saat itu, aku merasa perlu mengirimkan putriku ke penitipan anak supaya dia bisa belajar bersama anak-anak yang lain dan juga memberiku waktu supaya aku bisa mendedikasikan diriku untuk pekerjaan dan karierku dengan Hextec dalam beberapa tahun pertama aku bekerja di sana.Jadi, aku mengenal pas

  • Kembalilah Padaku   Bab 470

    LauraAda sesuatu yang ajaib tentang berbincang tentang hal-hal intim dan personal dengan seorang anak perempuan. Rasanya seakan-akan kami telah melahirkan sahabat kami, sebuah bagian dari kami yang tidak akan menghakimi kami untuk apa pun. Ditambah, kami akan merasa semua kisah kami dari masa lalu sangat menarik dan penuh petualangan. Anna pun seperti itu, dia suka mendengarkan aku berbicara tentang hal-hal yang kualami di masa lalu.“Jadi, bagaimana kali pertamamu?” tanyanya dengan cukup penasaran selagi kami berdua masih berbaring di ranjangnya pagi-pagi.“Aduh, jangan minta aku untuk memberitahumu itu. Itu sangat gila,” kataku. Kami berdua pun tertawa.“Kumohon, beri tahu aku, Ma. Aku perlu mengetahui segalanya. Semua rinciannya,” katanya dengan semangat, membuat kami tertawa lagi. Jelas sekali dia ingin merasa siap untuk momen spesial ini. Siapa lagi yang bisa menuntunnya lebih baik daripada ibunya? “Berapa usiamu ketika itu terjadi?”“Aduh, baiklah,” jawabku, menghela napas

  • Kembalilah Padaku   Bab 471

    LauraKetika aku meninggalkan kamar putriku, aku kembali ke kamarku, merasa sedikit mengantuk dan lelah. Aku suka merawat anak-anakku, tapi rutinitas ini mulai terasa melelahkan—bukannya aku mengeluh atau semacamnya.“Lihat siapa yang sudah kembali,” kata Jason begitu dia melihatku berjalan memasuki kamar. Dia sedang memainkan ponselnya, mungkin memeriksa berita atau sesuatu. Dia membuka selimut dan mengundangku. “Kemarilah. Kamu butuh pelukan dari suamimu,” katanya sambil tersenyum.Aku tertawa pelan dan mulai berbaring di atasnya dan memeluknya sambil meregangkan tubuhku. “Aduh, aku lelah sekali. Kurasa aku membutuhkan sore hari yang santai,” komentarku dengan mata yang terpejam dan hanya menghirup aroma suamiku seraya dia balas memelukku dan merapatkan dirinya padaku.“Aku setuju, kamu benar-benar membutuhkannya,” katanya dengan suara yang tebal dan tersendat. Aku berpikir untuk mengundang Fia, dia pasti akan senang.“Mungkin aku akan pergi bersama Fia ke spa nanti sore,” pikir

  • Kembalilah Padaku   Bab 472

    LauraJason masih mengeluh tentang Anna, berkata bahwa Anna sebenarnya tidak mencintai pacarnya karena dia tidak ingin memiliki momen intim ini bersamanya, jadi aku sedikit kebingungan karena itu. Jason dan aku masih di kasur, berbincang tentang anak-anak kami, dan hari itu belum lama dimulai.“Apakah menurutmu Anna tidak menyukai dia sampai sejauh itu?” tanyaku dengan suara yang lebih kecil.“Jangan salah paham denganku, sayang. Namun, kita semua pernah mengalaminya,” katanya. “Coba pikirkan, kenapa kamu memberikan dirimu padaku? Lihat, pada saat itu, kita bahkan belum berpacaran.”“Aku memberikan diriku padamu karena aku mencintaimu,” kataku padanya.“Nah. Jika tuan putri kita tidak bisa memiliki momen ini bersama anak itu, itu karena dia tidak mencintainya,” katanya sambil mengangkat bahu.“Namun, itu bisa juga karena Anna belum siap untuk itu. Kamu tahu bagaimana putri kita mendorong dirinya sendiri dengan terlalu keras dan selalu takut untuk membuat kesalahan,” kataku padany

Latest chapter

  • Kembalilah Padaku   Bab 515

    AnnaAku sedang bersandar di toilet kamar kecil itu, memuntahkan semua yang telah kumakan hari itu. Aku mual dan seluruh tubuhku gemetar, merasa sangat buruk. Aku seharusnya benar-benar tidak minum alkohol sebanyak itu.Lalu, aku mendengar ketukan di pintu bilik. “An, apakah kamu butuh bantuan?” Itu adalah Panca. Dia berada di sisi lain pintu, mengkhawatirkan aku.“Tunggu sebentar. Aku akan keluar,” kataku dengan suara yang tercekat. Aku menyiram toiletnya dan hampir pingsan di lantai. Saat itu sudah pagi. Panca dan aku sedang berada di dalam klub malam, mencoba bersenang-senang. Aku telah memintanya melakukan itu karena aku ingin melupakan masalah-masalah si*lanku, tapi rupanya aku tidak cukup kuat untuk minum alkohol sebanyak itu dalam sekali minum.“Kalau kamu butuh aku, teriak saja,” kata Panca lagi. Dia mengkhawatirkan aku.Aku menghela napas berat dan meninggalkan bilik, beranjak ke wastafel untuk mencuci wajahku. “Ini adalah kamar kecil wanita. Kamu tidak boleh ada di sini,

  • Kembalilah Padaku   Bab 514

    LauraAku duduk di ranjangku sambil memandang ponsel di tanganku. Aku sedang menelepon Anna lagi, setelah ratusan panggilan yang kucoba lakukan. Dia menolak menjawab semua panggilan teleponku. Ponsel dia di luar jangkauan, tapi aku tetap menelepon karena jika tidak, aku akan merasa benar-benar tidak berguna.Aku belum melakukan apa-apa sejak Anna pergi. Berhari-hari telah berlalu dan Anna belum pulang. Kami bahkan tidak bisa menemukan dia. Meskipun kami memiliki kuasa dan pengaruh yang besar, itu semua terlihat tidak berguna ketika berurusan dengan menemukan seseorang yang tidak ingin ditemukan. Tampaknya, Anna berusaha keras sekali untuk tidak ditemukan.Aku meletakkan ponselku di pojokan ranjangku dan menghela napas dengan bahu yang merosot ke depan, merasa sangat kehilangan arah. Ini tampaknya terlalu kejam. Cara putriku bertingkah tidak normal, setidaknya tidak bagi anak perempuan yang jatuh cinta dan pada umumnya membuat keputusan buruk atas nama cinta. Anna mungkin mencintai a

  • Kembalilah Padaku   Bab 513

    AnnaPanca dan aku harus meninggalkan hotel itu karena orang-orang yang dikirimkan ayahku sudah hampir sampai di pintu kami dengan niat untuk menangkap kami.“Bagaimana mereka bisa menemukan kita?” tanya Panca, gundah, seraya dia dan aku berlari pergi dari penginapan itu.Aku juga sangat kebingungan. Aku yakin kami tidak meninggalkan apa-apa. Kami berlari dan bersembunyi di balik sebuah gang, melihat bawahan-bawahan ayahku berlari ke arah yang berlawanan tanpa mengetahui bahwa kami ada di balik pojokan itu.“Apakan mereka akan kembali?” tanyaku, melihat orang-orang itu menghilang.“Jika mereka berhasil menemukan kita di sini, aku yakin mereka akan menemukan kita lagi,” ujar Panca. “Sepertinya ada yang kita lewatkan ….” Dia berpikir, lalu dia menoleh ke arahku dan mulai meraba-rabaku.“Hei! Apa yang kamu lakukan?’ tanyaku, terkejut dengan cara dia merogoh-rogoh tubuhku.“Pasti ada GPS pada dirimu. Itu akan menjelaskan segalanya,” katanya, meraih tasku, membuka ritsletingnya, dan

  • Kembalilah Padaku   Bab 512

    AnnaPanca dan aku berakhir harus pergi ke sebuah penginapan karena saat itu sudah larut malam dan orang-orang yang dikerahkan ayahku tersebar ke seluruh penjuru kota. Kami harus tetap bersembunyi dan menunggu orang-orang itu pergi supaya mereka bisa memberikan kami minuman agar kami bisa melanjutkan perjalanan kami.Ruangan itu biasa saja dengan dekor kasar dan dua kasur di tengah. Karena uang kami menipis, kami tidak bisa pergi ke tempat yang lebih baik. Bukan hanya itu, jika kami melakukan itu, kami bisa menarik perhatian. Begitu kami tiba di sana, Panca langsung mengintip melalui gorden jendela.“Bisakah kamu melihat mereka?” tanyaku, masih ketakutan. Ingatan tentang apa yang terjadi di taman masih segar di dalam diriku.“Sayangnya tidak,” jawab Panca sambil masih melihat-lihat. “Kita berhasil melarikan diri dari mereka. Namun, kita sebaiknya pergi dari kota ini sesegera mungkin.”Aku menghela napas sambil mengangguk dan duduk dengan berat di ranjang, merasa lelah dan kehabisa

  • Kembalilah Padaku   Bab 511

    Anna“Namaku tidak penting,” jawabnya, dengan ketenangan yang membuatku curiga. “Ayahmu menyuruhku untuk menjemputmu. Waktunya pulang.”Jantungku berdegup di dalam tulang rusukku. Bagaimana bisa ayahku menemukanku? Panca dan aku telah sangat berhati-hati hingga sekarang, kami tidak meninggalkan banyak petunjuk yang akan membuat dia atau siapa pun menemukan kami dengan mudah, tapi pria yang dikirimkan oleh ayahku ini mengatakan bahwa dia ada di sana untuk menjemputku pulang.“Dengar, pasti kamu salah orang, oke? Aku bukan orang yang kamu cari,” kataku pada pria itu, tetap waspada.“Ayolah, Nona Santoso,” jawab pria itu. “Ikutlah bersamaku. Keluargamu membutuhkanmu.” Dia mengulurkan tangannya dan mencoba menggenggam lenganku, tapi aku dengan cepat menghindarinya, menyembunyikan lenganku di balik tubuhku.“Sudah kubilang kamu salah orang. Aku bukan orang yang kamu cari,” kataku lagi, dengan cepat melihat ke arah Panca pergi. Aku telah meminta minum di waktu yang tidak tepat.“Untung

  • Kembalilah Padaku   Bab 510

    AnnaTamannya terang, disinari oleh ribuan lampu berwarna-warni. Aku melihat-lihat ke sekitar, terkagum oleh tempat itu. Aku tidak pernah pergi ke taman hiburan di malam hari dan suasana yang semarak membuatku seperti sedang berada di dalam film. Panca terlihat sama gembiranya seperti diriku, dengan mata yang berbinar dan senyuman lebar di wajahnya.“Jadi, apa rencananya?” tanyanya, menawarkan lengannya untukku seperti seorang tuan.“Bianglala,” jawabku dengan cepat. “Aku ingin melihat semuanya dari atas!”Panca tertawa dan membuat gestur dramatis dengan tangannya. “Sesuai keinginan Anda, Nona An!” candanya. Kami pun beranjak ke arah bianglala.Di samping kami, taman itu sangat ramai. Anak-anak tertawa dan berlari di mana-mana. Seorang penjual berondong jagung, mengenakan topi yang besar dan penuh warna, berteriak untuk menarik lebih banyak pembeli. “Berondong jagung panas, berondong jagung manis, berondong jagung asin! Ayo, ayo, jangan lewatkan!”Aku menatap Panca dan tertawa. “

  • Kembalilah Padaku   Bab 509

    Layla“Aku sedang membicarakan dirimu, Layla,” katanya. “Kembalilah padaku.”Aku terkekeh skeptis. “Apa yang kamu lakukan sekarang? Kenapa kamu mengatakan ini? Apakah kamu benar-benar ingin aku memercayai itu?” tanyaku, skeptis terhadap perkataannya.Maksudku, pernikahan kami sudah berjalan selama bertahun-tahun dan sepanjang waktu itu, aku melakukan segala hal yang bisa kulakukan untuk membuat dia menyadari bahwa ini adalah hal yang penting bagi kami berdua, untuk membuat dia sadar betapa aku mencintainya dan betapa aku bersedia untuk membuat dia bahagia, tapi dia tidak pernah mendengarkan aku. Kebalikannya, malah. Gideon membenciku dan memperlakukan aku seolah-olah dia membenciku.Aku harus menelan banyak hal dalam pernikahan itu untuk tetap berada di sisinya dan berjuang untuk kami berdua. Akan tetapi, begitu aku telah memutuskan untuk akhirnya melihat diriku sendiri dan meninggalkan hubungan yang tidak sehat itu, dia muncul dan mengatakan bahwa dia menginginkan aku kembali. Apa

  • Kembalilah Padaku   Bab 508

    LaylaKetika bel pintuku berbunyi dan aku pergi menjawabnya, aku mengernyit ketika Gideon Nalendra ada di pintuku. “Kamu? Apa yang kamu inginkan di sini?” tanyaku, lebih terkejut dibandingkan tertarik. Sejak aku bercerai dengannya, dia tidak pernah mendatangiku secara langsung, dia selalu mengirimkan seseorang untuk menjemput putranya dan kemudian mengembalikan dia dengan aman setelah beberapa hari, tapi dia tidak pernah datang secara langsung sebelumnya.“Em, hai, Layla,” gumamnya, masih berdiri di pintu apartemenku.“Papa!” Itu adalah Wira kecil yang berlari begitu dia melihat ayahnya di pintu.“Hei, petarung kecil!” seru Gideon, berjongkok untuk menggendong putranya dan memeluknya.“Aku senang sekali bertemu dengan Papa!” ucap anak itu dengan bahagia, memeluk ayahnya. Meninggalkan Surabaya adalah hal yang sulit, terutama karena anak itu sangat menempel dengan ayahnya, tapi dia masih terlalu muda untuk berada jauh dari ibunya bagiku untuk meninggalkan dia bersama Gideon, bukanny

  • Kembalilah Padaku   Bab 507

    AnnaRasanya seakan-akan dunia di sekitar kami menghilang. Panca dan aku sedang menjalani hari yang sempurna, yang mana segala hal tampak memungkinkan, yang mana tidak ada kekhawatiran, hanya kebahagiaan. Musik pop tahun 2000-an terputar dengan lembut melalui pengeras suara toko dan rasanya seperti musik pengiring untuk kisah kami yang mulai tertulis sendiri.Panca menggenggam tanganku dan menarikku ke area aksesori dengan senyuman konyolnya. “Lihat ini!” Dia mengambil sepasang kacamata besar dengan lensa bundar dan bingkai berwarna neon. Dia memasang itu di wajahnya dan membuat pose yang dilebih-lebihkan seolah-olah dia adalah seorang model papan atas. “Sempurna untuk tampilan futuristik, ‘kan?”Aku tertawa dan mengambil kacamata lain, hanya saja kacamata itu memiliki bingkai berbentuk hati. Aku memakainya di wajahku dan menatap Panca sambil tersenyum. “Sekarang iya! Kita siap untuk mendominasi dunia!”Dia tertawa dan mencium pipiku. “Tentunya dunia tidak akan sama jika kita memak

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status