Home / Romansa / Istri Kesayangan Mafia / Chapter 151 - Chapter 160

All Chapters of Istri Kesayangan Mafia: Chapter 151 - Chapter 160

191 Chapters

Membalaskan Dendam

Arkana dan kawan-kawannya harus berjalan cukup jauh untuk mengelabui para penjaga yang disewa Jhon.Judith tidak ikut turun dari mobil, ia bersama Doddy mencari tempat lain untuk mem-backup Arkana dan kawan-kawan dengan senjata runduk dari jarak beberapa meter.Mereka cukup mudah mendobrak pertahanan para penjaga sewaan Jhon di bagian depan.Kemudian satu persatu mulai masuk ke halaman rumah tanpa suara agar tidak menarik perhatian Jhon yang bisa membuatnya memiliki waktu untuk kabur.Arkana dan kawan-kawan menggunakan tangan kosong untuk melumpuhkan musuh dan sebisa mungkin tidak bersuara.Lusinan orang menjaga rumah Jhon, sebenarnya pria itu bodoh atau apa?Kenapa tidak lari ke Luar Negri untuk bersembunyi?Apa Jhon tidak tau siapa yang sedang dihadapinya?Arkana dan kawan-kawannya mengelilingi rumah tersebut dari segala penjuru.Tidak terbesit sedikitpun rasa takut atau khawatir dalam hati Arkana karena telah mengetahui kemampuan kawan-kawannya dengan sangat baik.Hingga salah satu
last updateLast Updated : 2024-07-01
Read more

Terbongkar

Kallandra terkejut saat pemilik yayasan di mana kampus Zara bernaung mengucapkan permintaan maafnya pagi ini karena peristiwa penculikan Zara kemarin sore.Beliau menanyakan bagaimana kondisi Zara saat ini yang tentu saja tidak bisa Kallandra jelaskan karena ia pun baru mengetahui penculikan Zara dari sahabatnya tersebut.“Kenapa Pa?” Rena-sang istri bertanya sambil menuang menu sarapan pagi sehat ke piring suaminya.Melihat sang suami tampak pucat pasi setelah menerima panggilan telepon membuat Rena khawatir.“Papa harus telepon Kana dulu, Ma ... sebentar.” Kallandra beranjak berdiri meninggalkan istrinya di meja makan.Namun sayang, berkali-kali Kallandra menghubungi Arkana tak satu pun panggilannya mendapat jawaban.“Pa ... Mama mau ke kantor Kana sekarang,” pamit Kallandra pada istrinya.“Paaa, sarapan dulu ... ada apa sih sebenarnya?” sergah Rena menahan kedua tangan suaminya.“Nanti Papa kabarin kalau semuanya udah jelas, Mama jangan jauh dari hape ya.” Rena mengembuskan napas,
last updateLast Updated : 2024-07-02
Read more

Menjelaskan

Ruangan itu sangat sepi, hanya ada Zara yang terbaring di atas ranjang hidrolik.Arkana menguatkan mental dan hatinya untuk menjelaskan kepada Zara tentang pilihannya, tentang dirinya yang tidak bisa memenuhi permintaan Zara yang diungkapkan ketika mereka dalam perjalanan ke rumah sakit.Arkana duduk di sisi ranjang, menyerongkan tubuhnya menghadap Zara.“Sayang,” bisik Arkana memanggil istrinya sambil menggenggam tangan yang tidak tertancap selang infus kemudian ia kecup bagian telapaknya.Seketika mata yang sembab dengan air mata itu mengerjap.Arkana diberitau Edward jika tadi Zara histeris ketika tersadar ternyata anaknya telah tiada.Dokter sampai harus menyuntikan obat penenang agar Zara berhenti menangis dan meronta.Zara membuka matanya, ia kembali menangis saat melihat Arkana tapi alih-alih memeluk suaminya—Zara malah memukul Arkana dan menamparnya.“Aku bilang pilih anak kita, apa susahnya memilih dia ... aku tau Kak Ar menginginkan anak, aku rela mati agar anak kita bisa hi
last updateLast Updated : 2024-07-02
Read more

Menanggalkan Nama Gunadhya

Entah bagaimana Narendra menerima kenyataan tentang anak ketiganya ini yang sungguh di luar dugaan.Mendengar cerita dari Edward-sang ayah mertua tentang Arkana membuat ia seakan tidak mengenali anaknya sendiri.Tapi satu yang ia yakini adalah dirinya telah gagal mendidik Arkana, ia telah gagal menjadi ayah yang baik bagi anak-anaknya.Narendra menutup wajahnya dengan kedua tangan, buliran kristal mulai mengalir tidak terbendung.Membayangkan bagaimana Arkana berada di dunia kelam penuh kekerasan hingga pernah mengalami koma selama beberapa hari.“Abang yang salah, semua ini salah Abang ... Abang minta maaf,” ucap Narendra tulus kepada sang papa-Kallandra dan mertuanya-Edward.“Semenjak kecil kita tau bagaimana keras dan nakalnya Kana ... semestinya Abang bisa memberikan perhatian lebih sama Kana, maaf ... Abang telah gagal, Pa.” Narendra tidak akan menyalahkan siapapun apalagi menyalahkan Arkana karena ini adalah tanggung jawabnya.Ia diajarkan untuk bertanggung jawab atas apa yang
last updateLast Updated : 2024-07-03
Read more

Saling Menguatkan

Ucapan bela sungkawa dari keluarga dan kerabat memenuhi aplikasi pesan di ponsel Zara.Kalimat-kalimat yang bermaksud untuk menguatkan Zara pun silih berganti dikirim keluarga besar Gunadhya dan para sahabat Arkana dan Zara karena tidak bisa menemui Zara untuk sementara.Mereka memaklumi jika Zara tidak ingin diganggu, wajar bila Zara ingin menenangkan diri dan karena itu Arkana meminta seluruh sahabat dan keluarganya untuk tidak menjenguk Zara dulu ke rumah sakit.Bahkan Maya, ibundanya Zara sendiri sering tidak dianggap ketika menemani Zara di rumah sakit.Putrinya itu lebih sering melamun, Zara tertekan. Kehilangan anak sudah menghantam mentalnya begitu kuat sekarang suaminya pun dalam masalah karena sosok lain dari dirinya telah terungkap dan diketahui para orang tua.Zara berpikir jika mereka juga pasti mengetahui alasan kenapa Arkana menjerumuskan diri ke lubang hitam itu yang tidak lain adalah karena mencarinya.Beberapa hari ini Zara membungkam mulutnya rapat-rapat, tidak mau
last updateLast Updated : 2024-07-03
Read more

Tentang Balas Dendam

Zara sudah diperbolehkan kembali ke kampus, desas-desus Zara yang diculik ternyata telah menyebar.Tapi hanya sebatas gosip tanpa bukti yang menyertai.Pihak kampus tidak bisa menahan berita itu karena Kallandra terlambat memintanya.Meski begitu banyak dari mereka yang tidak percaya karena beranggapan kejadian tersebut hanya ada dalam film-film action.Dalam kehidupan nyata, mereka berpikir untuk apa menculik wanita hamil? Tapi kehadiran Zara di kampus menjawab semuanya.Tidak ada perut buncit lagi, tubuh Zara kembali langsing.Sebagian dari mereka berpikir jika Zara telah melahirkan tapi beberapa teman yang baik memilih bertanya secara langsung dari pada menerka-nerka dan akhirnya mendapat jawaban jika Zara mengalami keguguran karena kandungannya yang lemah.Cerita sama yang diketahui keluarga Gunadhya beserta klien di perusahaan Arkana beserta seluruh karyawannya.Satu minggu Zara ketinggalan mata kuliah, sebagai cucu menantu dari penyumbang terbesar yayasan Universitas tempatnya
last updateLast Updated : 2024-07-05
Read more

Sosok Arkana Yang Kelam

“Kamu yakin mau ke rumah sakit?” Arkana mengecup pundak terbuka Zara dari belakang dengan kedua tangan melingkari perut wanita itu.“Kenapa memang?” Zara urung memakai kemeja dressnya karena sang suami mendekap erat.Keduanya menatap cermin besar di depan mereka dengan Zara yang hanya menggunakan pakaian dalam saja.“Kamu enggak akan—“ Arkana ragu melanjutkan kalimatnya, malah melesakan wajah ke leher Zara.“Enggak akan sedih, gitu maksudnya?” Zara menatap Arkana dari pantulan cermin.Pria itu sedikit mendongak. “Soalnya aku sedih, Yang ... aku jadi inget Arasha.” Sorot mata Arkana menyendu.“Tapi masa kita enggak dateng pas Bunga lahiran kaya sekarang, sebentar lagi Gita juga lahiran trus Caca lahiran anak ke empat ... kita harus terbiasa sama kondisi kaya gini” “Nanti kalau aku pengen nyulik bayinya gimana, Yang?” Zara terkekeh mendengar kelakar suaminya yang diucapkan dengan ekspresi serius.“Jangan diculik, itu bayi orang ... sabaaar, nanti juga kita dikasih lagi kok.” Zara ber
last updateLast Updated : 2024-07-05
Read more

Hari Kelulusan

Zara lulus lebih cepat, otak pintar dan dukungan penuh Edward lah yang menjadi penyebabnya.Bisa dibilang semenjak Zara masuk di semester kompetisi klinik hingga mempersiapkan ujian dan tugas akhir sebagai syarat kelulusan—intensitas komunikasi dengan Edward lebih besar ketimbang suaminya sendiri.Arkana selalu pulang malam dengan alasan pekerjaan tapi Zara tau jika suaminya mengunjungi Night Club dan menghabiskan setengah malam di sana sebelum akhirnya pulang ke rumah dengan keadaan mabuk.Zara tidak mempersalahkannya, selain ia pun sedang sangat sibuk menghadapi kelulusan juga karena ingin suaminya bisa sejenak melupakan hingga akhirnya menerima kepergian Arasha.Ia masih berpikiran jika Arkana terguncang mentalnya karena mengambil keputusan untuk membunuh anak mereka.“Kak ... bangun, mau anter aku wisuda enggak?” Zara mengguncang tubuh suaminya yang masih menggunakan kemeja dan celana kantor.Entah jam berapa Arkana pulang tadi malam dan dari bau alkohol yang tercium di tubuh suam
last updateLast Updated : 2024-07-05
Read more

Perubahan Dalam Diri Arkana

Setelah ceremony wisuda selesai, Arka masih menyempatkan diri berfoto dengan Zara.Satu buket bunga ukuran sedang tidak lupa ia berikan untuk istrinya tercinta.“Selamat ya sayang,” ucap Arkana kemudian mengecup bibir Zara di tengah-tengah halaman kampus dengan banyak orang berlalu lalang. Pria itu tidak pernah malu mengungkapkan cintanya kepada sang istri di depan banyak orang.“Kak, ih ... diliatin orang,” protes Zara seraya mendorong dada Arkana namun tangan kekar pria itu kadung melingkar di pinggang Zara sangat erat.“Pak Dod, tolong fotoin!” titah Arkana seraya memberikan ponselnya kepada Doddy.Doddy sang driver yang sekarang merangkap foto grapher pun melakukan kemampuan terbaiknya untuk mengabadikan momen tersebut.Arkana berhenti bercanda, ia merangkul pinggang Zara kemudian Doddy melakukan tugasnya.“Bun ... foto Bun,” ajak Arkana agar sesi ini cepat selesai karena klien telah menunggunya si kantor.Maya mendekat, berdiri di samping Zara lantas Doddy mengabadikannya.“Yang
last updateLast Updated : 2024-07-06
Read more

Masih Berharap

“Abaaaang, bayinya mau keluar!!” teriak Arshavina yang berdiri dengan kaki mengangkang dan banyak air mengalir di bagian bawah tubuhnya.Semua menoleh memusatkan perhatian kepada Arshavina dengan raut wajah tegang, termasuk pemain band yang sampai menghentikan permainannya musiknya.Beberapa detik semua terpaku masih mencerna apa yang Arshavina katakan tadi dan menghubungkannya dengan apa yang sedang mereka lihat saat ini.Detik berikutnya setelah menyadari apa tengah terjadi, kepanikan seluruh anggota keluarga menghasilkan suara riuh rendah yang memecah keheningan.Kama berlari memburu istrinya, para orang tua memerintahkan untuk melakukan ini dan itu membuat Kama bingung mana yang harus pertama kali ia lakukan tapi akhirnya Kama memutuskan menggendong Arshavina memasuki lift untuk membawanya ke rumah sakit Arkana yang berada tidak jauh dari lift langsung menyusul masuk ke dalamnya.Zara berlari menggunakan heels tujih senti sambil mengangkat gaun agar sempat memasuki lift sebelum p
last updateLast Updated : 2024-07-06
Read more
PREV
1
...
1415161718
...
20
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status