Home / Romansa / JEBAKAN CALON KAKAK IPAR / Chapter 71 - Chapter 80

All Chapters of JEBAKAN CALON KAKAK IPAR: Chapter 71 - Chapter 80

86 Chapters

BAB 70. Isi Flasdisk Yang Mencengangkan.

“Flashdisk? Flashdisk apa ini?” tanya Sesilia. “Lihatlah sendiri,” ucap Kevin lalu mengusap rambut Sesil seperti saat mereka masih kecil dulu.“Putarlah video itu, semoga kau bisa memutuskan sebuah keputusan yang terbaik. Apa yang tampak manis bagimu, jangan langsung kau telan. Tapi, apa yang pahit jangan juga langsung kau buang begitu saja.”“Kau harus belajar untuk dewasa Sesil. Pasangan pernikahan bukanlah sebuah obsesi untuk memilikiseseorang. Pernikahan mengenai hubungan sampai kau mati, bahkan kehidupan setelah kau mati.”“Jangan meniru apa yang sudah aku lakukan pada Felisha. Lihatlah, semua usaha ini jadi sia-sia saja kan? Aku hanya membuat satu korban baru dalam rumah tanggaku. Anakku akan menjadi korban dari kearoganan aku dalam menyikapi sebuah permasalan.”“Kau dan aku memiliki tabiat yang sama. Aku tidak mau kau menyesal di kemudian hari, saudaraku kecilku,” ucap Kevin sambil tersenyum dan mencium puncak kepalanya Sesil.Terhenyak sudah hati Sesil. Apa yang dik
last updateLast Updated : 2024-06-19
Read more

BAB 71. Aku Akui Kesalahanku.

Damian terdiam sejenak. Ia katupkan bibirnya dengan rapat sambil menatap Sesil dengan dingin. Kedua bola matanya yang berwarna biru tersebut tampak sangat sulit diartikan.Tapi, bagaimana pun Damian tahu Sesil bukanlah wanita yang bisa dipermalukan di depan banyak orang. Dia menganggukan kepalanya sejenak dan melihat hasil usahanya Sesil mengingat pengalamannya selama ini saat memperjuangkan Sesil, ada rasa geli di dalam hatinya.Damian merasa tidak menyangka Sesil mau berusaha berjuang kembali mendapatkannya. “Nona Khai, aku permisi dulu yah. Kita akan melanjutkan perbincangan kita, setelah aku menyelesaikan urusanku. Nanti, aku akan menghubungi anda,” pamit Damian seraya menaikkan sebelah alisnya.Adiba pun mengulum senyum dan menganggukan kepalanya dengan anggun. “Baiklah, Damian … jangan kau lupakan janjimu padaku. Sampai jumpa, Nona Sesil,” ucapnya sambil melambaikan tangannya.“Sampai jumpa,” balas Damian membalas lambaian tangannya Adiba. Tampak Adiba berjalan dengan anggun, me
last updateLast Updated : 2024-07-22
Read more

BAB 72. Jangan Mendekat

“Bisakah kau memaafkan aku, Damian?” lirihnya seraya menyeka air matanya dengan cepat.Sesil merasa situasi ini semakin menakutkan. Ia harus menunggu apa jawaban dari mantan tunangannya tersebut. Damian tampak masih tanpa ekspresi, ia bahkan belum memberikan tanggapan apapun untuk Sesil.Damian malah memilih untuk berdiri dari kursinya, berbalik memunggungi tubuh Sesil yang masih setia duduk di sofa sampai beberapa detik yang rasanya sangat lama bagi Sesil. Damian pun berbalik menatap tajam wajah Sesil dan mengganggukkan kepalanya.“Baiklah, aku memaafkanmu,” jawabnya dengan tegas dan datar.Mendengar jawaban Damian yang sangat kering tersebut membuat Sesil menautkan kedua alisnya. Ia menggeleng dengan lemah. “Hanya seperti itu saja?” tandas Sesil keheranan.Ia mengira, jika Damian akan mempersulitnya. Ia bahkan lebih berharap Damian akan marah padanya, mengutuki dirinya serta menunjukkan emosi yang masih menyiratkan bahwa Damian memiliki sebuah ra
last updateLast Updated : 2024-07-23
Read more

BAB 73. Jika Kau Mencintaiku, Maka Kau harus ...

“Damian, Please!”“Nope! Menjauh aku bilang!” Damian masih berkeras.Tubuh Sesil menegang dan menatap tidak percaya pada pria yang dicintainya itu. Padahal selama ini, Damian selalu ingin memeluk Sesil dan yang selalu mencintai Sesil berada di dekatnya.Sesil adalah sebuah kebahagiaan tersendiri bagi Damian dan Sesil tahu itu semua sudah berubah. Damian yang lama telah mati, ketika mengetahui fakta bahwa Damian tidak lagi ingin berhadapan dekat dengannya.Sesil semakin menyesal, ia merasa bahwa dirinya pasti sudah kehilangan pria yang selama ini menjadi sentral dalam hidupnya.“Tapi Damian, aku mohon. Aku berjanji, aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, aku akan lebih percaya padamu. Aku akan menghabiskan hidupku untuk percaya padamu Damian, izinkan aku untuk kita membuka lembaran yang baru,” tangis Sesil tidak terbendung.Hampir saja Damian tidak tahan dan ingin segera memeluk Sesil. Tapi, langkahnya terasa berat,ia masih menunggu p
last updateLast Updated : 2024-07-24
Read more

BAB 74. Round Two!

“Aku pun merasakan hal yang sama, Damian. Tidak ada pria yang dapat menggantikanmu di hatiku,” lirih Sesil kembali meneteskan air mata.Melihat hal tersebut, Damian langsung mengecup air mata Sesil di pipi kanan, lalu berpindah ke pipi yang sebelah kiri. Damian kembali mencium bibir Sesil dengan lembut, keduanya larut dalam romansa panas mereka.Kali ini bukan hanya sebuah kecupan singkat belaka. Tapi Damian melumat lembut bibir Sesil, bagian bawah ciumannya terbalaskan. Keduanya saling menyesap, menjelajahi bibir satu sama lain dengan ciuman yang tampak sangat dalam.Perasaan mereka menyeruak hebat, apalagi bagi Sesil, yang terdengar sedikit merinti ketika tangan Damian meremas buah dadanya dengan lembut.Sesil pun lantas mengelus tubuh Damian dan membuka kancing Damian satu persatu. Ia ingin menyentuh dada bidang serta perut yang sudah lama tidak ia sentuh. Kerinduan menuntun keduanya melangkah menuju ke sebuah sofa y
last updateLast Updated : 2024-07-25
Read more

BAB 75. Benarkah Keputusanku?

“Ah … apa, yang kau lakukan Damian?” desah Sesil sambil menelan salivanya.“Round two,” jawab Damian dengan suara seraknya sambil menyeringai dan kembali mencium bibir Sesil.Keduanya pun menghabiskan hari itu di dalam kantor Damian dengan bercinta sepanjang hari dan tidak memperdulikan dunia luar yang saat ini juga sedang tidak baik-baik saja.Dunia di mana Kevin menghadapi kenyataan, ia akan menjadi seorang ayah tunggal untuk menjaga anaknya. Dunia yang membuat Felysha bertindak bodoh, ia melupakan bahwa ia saat ini tinggal di kehidupan nyata. Bukan di kehidupan dongeng, putri dan pangeran seperti cerita yang ia dengar sebelum tidur di masa kecilnya dulu.Dunia yang tidak pernah menjadi tempat memuaskan dalam diri Clay. Pada saat ia sudah mendapatkan Felysha, keduanya pun memilih tinggal di London.Pikir Clay, ia sudah merasa cukup menang dan merasa puas dengan apa yang ia dapatkan. Tapi, yang terjadi dan ia rasakan
last updateLast Updated : 2024-07-26
Read more

BAB 76. Aku Suka, Saat Pasanganku Kesakitan!

Ada perasaan yang sangat berat dan sakit, sehingga membawa sensasi ngilu pada dirinya saat itu. “Tuhan, ada apa denganku? Kenapa, aku justru menyesal telah meninggalkan Mira dan Kevin? Apakah, langkahku ini salah?” batinnya berteriak.Saat ternyata ketika ia sudah bersama dengan Clay, sekalipun di dalam sebuah apartemen yang sangat mewah. Hatinya masih terasa sangat hampa. Felisha mengira jika ia pergi ke London bersama dengan Clay, dirinya akan merasa sangat bahagia, bahkan kegirangan sampai melupakan kehidupannya bersama dengan Kevin.Namun, semua itu tidak benar. “Apakah kebahagiaan yang ia dapatkan selama di Indonesia bersama Clay adalah kebahagiaan yang semu? Lantas, mengapa dengan bodohnya ia sampai menyusul Clay ke Bandung hanya untuk menghabiskan malam panas di atas ranjang?” Fely memejamkan kedua matanya.Fely berusaha meyakinkan dirinya, bahwa pilihan saat ini adalah yang terbaik. Bukankah selama ini ia selalu h
last updateLast Updated : 2024-07-27
Read more

BAB 77. Inilah Aku Yang Sebenarnya!

“Itulah maksudku, Fely. Aku hanya merasa puas jika lawan main ku merasa kesakitan dan aku memang menginginkannya.” Clay menatap Fely dengan tajam dan terkesan berwajah bengis.“Apa kau sudah gila?” pekik Fely sembari membelalakkan kedua matanya, tidak percaya mendengar apa yang baru Clay ucapkan.Spontan saja sebuah tamparan mendarat di pipinya Felysha dengan keras, sangat keras hingga membuat Fely menangis. Ia ingin meminta Clay berhenti menyiksanya seperti ini. Tapi, Clay sama sekali tidak memberikan kesempatan untuk Fely berkata-kata.“Apa kau bilang?” desis Clay kejam.“Kau katakan, aku gila? Hem? Itu yang baru kau katakan?!” tuntut Clay menatap lekat Felysha dan menatap tepat di wajahnya Fely.Namun, Fely sama sekali tidak berani menjawab apapun. Ia justru menangis dan gemetar ketakutan. Lalu Clay seketika berteriak histeris, hingga mmebuat tubuh Fely terjingkat dari tempatnya.“Kau
last updateLast Updated : 2024-07-28
Read more

BAB 78. Rasa Sakitmu Adalah Fantasi, bagiku!

Felysha pun kembali menangis dengan bibir yang bergetar. Ia memaksakan diri untuk dapat mengucapkan kalimat yang hendak diucapkannya dengan hati yang sudah remuk berkeping-keping.“Bukankah, kau mengatakan kau mencintaiku?” tangis Felysha dengan manatap kedua manik gelapnya Clay.Spontan Clay segera melepaskan leher Fely. Ia menatap Fely dengan tatapan yang berbeda, seolah sadar akan sesuatu yang telah salah.Mata Clay pun mengembun, ia ingin meminta maaf. Tapi, bibirnya segera terkatup rapat dan Clay memilih untuk segera keluar, meninggalkan Felysha.Pada saat itu juga, pecah sudah tangis Felisha. Ingin mengejar cintanya tapi justru hatinya dihancur sedemikian rupa. Fely langsung memeluk kedua lutut yang dirapatkannya di dadanya.“A-apa yang sudah aku lakukan?! Selama ini, seharusnya aku sudah bersyukur. Oh Tuhan, aku telah salah jalan … maafkan aku, Tuhan,” lirih Felysha dalam hatinya.“Maafkan aku juga
last updateLast Updated : 2024-07-29
Read more

BAB 79. Hilang Kontak

Ia usap wajahnya dengan kasar dan membanting pintu kamarnya. “Aku memang mencintaimu, Fely. Tapi, entah mengapa, pada saat aku mendapatkanmu. Rasanya, justru aku sangat membencimu.'' "Jika kau saja dengan mudahnya dapat meninggalkan Kevin dan anakmu. Maka suatu saat, kau tidak akan ragu meninggalkan aku ketika tau, bahwa aku adalah seorang masokis,” desis Clay lalu keluar meninggalkan apartemennya. Satu bulan sudah berlalu. Sejak Clay membanting ponselnya Felisha dan membuatnya hancur berkeping-keping, Feli sudah tidak diijinkan lagi olehnya memiliki ponsel. Jika Feli merindukan kedua orang tuanya, maka Clay akan mengijinkan Feli untuk menghubungi Hadi dan Betari melalui ponselnya. Dan, semua percakapan di bawah pengawasan Clay. "Clay, kenapa kau melakukan ini padaku? Aku hanya ingin sedikit privasi dengan menghubungi mamaku. Tidak bisakah, kau tinggalkan aku sebentar saat berbicara dengan mamaku?" tanya Feli dengan polosnya dan menahan getaran pada suaranya. Suara tawa sini
last updateLast Updated : 2024-07-30
Read more
PREV
1
...
456789
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status