Home / Romansa / Dosen Kampret itu, Suamiku!! / Chapter 71 - Chapter 80

All Chapters of Dosen Kampret itu, Suamiku!!: Chapter 71 - Chapter 80

328 Chapters

[71] Lucky Charms

“Pulang! Nggak mau tau, pokoknya pulang!”‘Ya nanti saya pulang Anya. Saya belum juga sampai di kampus..’“Sekarang Udin! Maunya kamu pulang sekarang!” Ucap Anya, penuh penekanan. Ia tetap merasa tidak tenang, walau ibu mertuanya sudah berkata jika perempuan itu hanya asal bicara.“Sini biar Ibu yang ngomong ke dia.”Anya memberikan telepon genggamnya ke tangan ibu mertuanya. Mungkin jika perempuan itu yang berbicara, Kamarudin akan mau menurut.“Din.. Eh, maksud Ibu, Kamaru.” Saking paniknya melihat kondisi menantunya, Miranti sampai salah berucap.“Kamu mending pulang dulu aja. Ini salah Ibu, Kam. Pulang dulu aja ya. Kasihan Anya.” Bujuk Miranti agar Kamarudin mau bergegas putar arah. “Nggak berhenti ini nangisnya dia, Kam.”Di ujung sana Kamarudin mengalah. Pria itu mengatakan akan segera kembali pulang ke rumah— membuat Miranti merasa lega me
last updateLast Updated : 2023-08-16
Read more

[72] Bersatunya Sepasang Insan [End S-1]

“Babe..” Anya berulang kali mengerjapkan kelopak matanya. “Barusan kamu manggil aku apa?” tanyanya untuk mengkonfirmasi sesuatu. Jika indera pendengarannya tidak sedang bermasalah, Kamarudin baru saja memanggilnya dengan panggilan lain— panggilan yang ditujukan untuk seorang pasangan. “Babe,” ucap Kamarudin. “Ulang!” Merasa belum yakin, Anya meminta Kamarudin mengulanginya sekali lagi. “Babe,” dan lucunya, Kamarudin juga menurut-menurut saja. “Kamu abis bikin kesalahan apa, Din?!” Sentak Anya bangkit dari kursi malasnya. “Hah?!” Ada perihal yang tidak Kamarudin pelajari dari hubungannya di masa lalu. Kamarudin yang hanya tahu mencinta tidak benar-benar mengenal pola pikir lawan jenisnya. Mungkin semua itu terjadi akibat laki-laki itu salah memilih pasangan. Michelin tidak akan marah ketika Kamarudin berubah-ubah, karena yang ditujunya adalah kehidupan nyaman, yang dirinya dapatkan dari kemurahan hati Kamarudin. Selagi Kamarudin dapat memenuhi seluruh keinginannya, Michelin tid
last updateLast Updated : 2023-08-17
Read more

[73] Born with a Bang

“Babe, are you okay? Mana yang sakit?”Andai saja sanggup, Anya ingin menyumpal mulut Kamarudin. At least kalau tidak bisa, tangannya ingin menguncir moncong suaminya.Sayangnya untuk menggerakkan anggota tubuhnya saja, Anya tak mampu. Seluruh tulangnya dihantam rasa nyeri yang tak berkesudahan. Punggungnya sakit, perutnya mulas dan kejamnya, pria itu justru menambahkan sakit pada kedua lubang telinganya.“Please, jangan diam aja, Babe. Say something. Saya takut.”“Wif..”“Shut your fucking mouth, Din! I swear, it hurts! Jadi jangan bikin aku nambah emosi!” Hardik Anya. Napasnya terdengar tak beraturan, seolah berpacu dengan rasa sakit yang hilang timbul menyerang tubuhnya.Suami yang mencintai istrinya itu tutup mulut. Ia tak berani lagi mengganggu Anya. Kekhawatirannya ia pendam sendiri, tapi semua itu tak lepas dari pengamatan suster yang dikhususkan untuk memantau persalinan Anya.Wanita itu tersenyum. Mungkin pasangan muda yang baru memiliki anak pertama mereka— batin si suster.
last updateLast Updated : 2023-08-18
Read more

[74] Balada Orang Tua Baru

Kamarudin menelan salivanya. Jakunnya bergerak naik-turun, menyaksikan pemandangan indah dihadapannya saat ini. Air liurnya seakan sulit untuk ditelan masuk ke dalam kerongkongan.“Heh! Biasa aja liatnya! Kamu kayak nggak pernah ngerasain aja!” Sembur Miranti sembari meraup wajah putra ke-2-nya itu.Tingkah Kamarudin saat ini sangat memalukan. Bisa-bisanya anak itu memasang wajah mesum di depan ibu mertuanya. Miranti yang tengah menggendong cucu lelakinya saja sampai ilfeel sendiri.“Mungkin Udin terpesona liat Anya nge-asiin baby Kamasea, Mbak.” Ucap Sasmita, maklum. Mama Anya itu duduk disamping putrinya, menunggu cucu perempuannya menyelesaikan jatah minumnya.“Jadi tambah keliatan cantiknya kan, Din?” Goda Sasmita sembari mengerlingkan sebelah matanya.“Iy—iya, Mah.”Sial!Sejujurnya ini bukan kali pertama Kamarudin melihat Anya memberikan asi pada kedua anak mereka. Ia sudah pernah melihatnya di rumah sakit, usai anak-anak mereka dipindahkan ke ruang perawatan.Mungkin saat itu i
last updateLast Updated : 2023-08-19
Read more

[75] Balada Orang Tua Baru (2)

Bukti kelelahan secara fisik tak dapat ditutupi. Anya dan Kamarudin sama-sama memiliki kantung mata yang menghitam, lengkap dengan beberapa kerutan yang tampak di sekitar kelopak mata keduanya.Baru dua hari menjadi orang tua baru dan mereka rasanya ingin mengibarkan bendera putih ke seluruh penjuru kota Jakarta.Keduanya menyerah!Ternyata tidak mudah mengurus dua bayi sekaligus. Keduanya hampir tak memiliki waktu untuk terlelap, meski itu sekejapan mata.Penderitaan keduanya pun tak hanya berhenti disana. Selain kesulitan untuk mengistirahatkan diri, mereka juga harus menjadi sosok berhati dingin tatkala mengisi bahan bakar tenaga. Semua itu dilakukan karena si kembar selalu menangis saat hendak diletakkan ke dalam boks mereka.“Nggak kuat lagi, Din. Depresot ini lama-lama,” ucap Anya lirih. Kedua bayi yang dirinya lahirkan sungguh menguji iman. Kalau saja bukan dirinya yang bertaruh nyawa, sudah Anya titipkan mereka ke panti asuhan. Tunggu mereka sedikit besar, lalu ia bisa mengamb
last updateLast Updated : 2023-08-20
Read more

[76] Jo said, ‘Papa Caboel!’

Anya menghembuskan napas. Ia merasakan kelegaan yang luar biasa saat si kembar akhirnya memejamkan mata.‘I’m free!’ batin Anya, bersorak. Untuk sesaat ia bisa mengistirahatkan diri dengan merebahkan punggungnya.Anya tak tahu kapan anak-anaknya akan terjaga. Berhubung mereka sedang terlelap, ia harus menggunakan kesempatan dengan baik.“Mau patah rasanya gara-gara duduk mulu!”Kamarudin menatap Anya dengan tatapan kasihan. Dibandingkan dirinya, Anya-lah yang bekerja sangat keras untuk kedua anak mereka. Waktu istirahatnya jauh lebih sedikit.“Cari babysitter aja, mau?” tawar Kamarudin.Anya merotasikan bola matanya. Sebenarnya usulan Kamarudin cukup bagus, hanya saja pada kasus si kembar, seorang suster tidak akan membantu.“Kayak anak kamu bisa dipegang orang lain aja loh, Din.”— dan hal inilah yang menjadi alasan mengapa keberadaan babysitter tidak akan meringankan kerja keduanya dalam mengasuh si kembar.“Terus gimana ya? Aku nggak tega liat kamu begini, Babe.” Sebagai suami, meli
last updateLast Updated : 2023-08-22
Read more

[77] The Real Berproses

“Bosen,” keluh Anya. Wanita yang memposisikan diri disamping anak kembarnya itu merasa bosan. Rutinas yang hanya itu-itu saja mulai terasa monoton baginya. Anya membutuhkan penyegaran disela-sela aktivitasnya sebagai seorang ibu anyaran.Tiga setengah bulan telah berlalu sejak Anya melahirkan. Anak-anak kini tak sesulit ketika keduanya baru dilahirkan. Josephin dan Kamasea jauh lebih manusiawi. Mereka tak lagi menangis setiap kali membuka mata.Perkembangan positif itu membuat Kamarudin kembali menekuri tanggungjawabnya sebagai pengganti papa Anya di perusahaan. Dunia Anya yang semula berisikan empat orang, harus berkurang satu personil pada jam kerja.“Cil, Mama juga pengen keluar tauk. Kalian juga nggak sih?” tanya Anya, berinteraksi dengan kedua anaknya.Anya iri pada Kamarudin. Suaminya itu bisa kesana kemari. Meski Kamarudin keluar rumah untuk urusan pekerjaan, setidaknya dia meninggalkan kediaman dan melihat-lihat sekitar. Selain ingin cuci mata, Anya juga ingin menghirup polus
last updateLast Updated : 2023-08-22
Read more

[78] Anya Minta Ditendang

Libur telah tiba..“Horay!”Anya memekik senang saat Kamarudin mengamini ajakannya untuk berbelanja ke pusat perbelanjaan. Namun kesenangan itu tidak bertahan lama karena, “tapinya nggak hari ini ya, Babe.”“KOK?”“Alexiz katanya mau main. Dia bawa oleh-oleh buat Jo sama Sea.”Bahu Anya merosot jatuh. Lenyap sudah kebahagiaannya. Tiket menuju kewaran yang beberapa ini ia dambakan, harus terbakar karena kedatangan sosok tamu tak diundang.“Alexiznya nggak bisa besok aja?!”Jari-jari Kamarudin yang tengah memainkan tangan mungil Kamasea, terhenti dan menggantung di udara.“Sepengen itu, Babe?!” Biasanya kamu kalau pengen sesuatu belinya online.”“Bukan belanjanya, Udin.” Anya tampak frustasi. Ia sudah berbicara panjang kali lebar, tapi Kamarudin rupanya tak sepenuhnya menyimak curahan hatinya.“Apa dong?”“Huft,” Anya menarik napas dalam-dalam. Percuma saja diulang, hanya akan membuang-buang tenaga. Mereka juga tak akan pergi shopping hari ini.“Udah-lah,” pasrahnya menerima kekalahan.
last updateLast Updated : 2023-08-23
Read more

[79] It’s okay! Ada Papa Disini

Membuat si kembar tampil maksimal merupakan sebuah keharusan. Anya tidak tahu apakah hal tersebut juga dilakukan oleh ibu-ibu lain di luaran sana. Bagi Anya putra dan putrinya haruslah menjadi objek yang mendapatkan seluruh perhatian. “Uh, anak-anak Mama nggak ada lawan. Valid pokoknya. No debat, no kecot!” seloroh Anya, memandangi anak kembarnya. Sebut Anya sebagai budak cinta anak-anaknya. Ia tak masalah dengan sebutan itu. Di dunia ini tidak cinta yang lebih besar dari milik seorang ibu. Yah, kecuali golongan ibu-ibu durjana. Pasti ada diantara milyaran manusia sosok yang seperti itu. Di Televisi saja banyak siaran yang memberitakan tentang dibuangnya para bayi tak berdosa. Sungguh miris. Padahal melahirkan pun tidak mudah. Nyawa sudah menjadi taruhan, tapi mengapa mereka tetap tega membuang darah daging sendiri. Jika tidak mau memiliki anak, seharusnya mereka menggunakan proteksi berlapis-lapis. “Wajib diabadiin nih!” Memotret si kembar memang menjadi hobi baru Anya. Galeri po
last updateLast Updated : 2023-08-23
Read more

[80] Ketika Suami-Istri Satu Frekuensi

Kemenangan telak jelas berada ditangan Anya. Sebagai penguasa segala elemen kehidupan di bumi, ibu muda beranak 2 itu berhasil mengalahkan sahabat suaminya.Hoho-Hoho!Tentu saja semua terjadi bukan atas kekuatannya sendiri. Kemenangan tersebut ada berkat bantuan tak kasat mata Kamarudin.Dibalik diamnya suami Anya itu, matanya menyorot tajam Alexiz— Mengirim sinyal ancaman, dimana sahabatnya tak dirinya perkenankan untuk melakukan serangan balasan. Alexiz yang berotot harus rela menjadi samsak hidup sang ibu muda.Betapa malangnya Alexiz. Sahabat yang dahulu selalu bersikap netral, kini mengikrarkan diri sebagai budak cinta pasangan hidupnya. Kamarudin lebih memilih Anya— wanita yang bahkan baru satu tahunan ini mendampingi dirinya.Beruntung tangis Kamasea menginterupsi kebrutalan ibunya. Jika saja bayi cantik itu tidak menangis, Kamarudin Hasan akan benar-benar kehilangan sahabat karibnya.Pasalnya, Anya sudah seperti kerasukan arwah tentara perang. Pukulannya tak melambat sedetik
last updateLast Updated : 2023-08-25
Read more
PREV
1
...
678910
...
33
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status