“Babe, are you okay? Mana yang sakit?”Andai saja sanggup, Anya ingin menyumpal mulut Kamarudin. At least kalau tidak bisa, tangannya ingin menguncir moncong suaminya.Sayangnya untuk menggerakkan anggota tubuhnya saja, Anya tak mampu. Seluruh tulangnya dihantam rasa nyeri yang tak berkesudahan. Punggungnya sakit, perutnya mulas dan kejamnya, pria itu justru menambahkan sakit pada kedua lubang telinganya.“Please, jangan diam aja, Babe. Say something. Saya takut.”“Wif..”“Shut your fucking mouth, Din! I swear, it hurts! Jadi jangan bikin aku nambah emosi!” Hardik Anya. Napasnya terdengar tak beraturan, seolah berpacu dengan rasa sakit yang hilang timbul menyerang tubuhnya.Suami yang mencintai istrinya itu tutup mulut. Ia tak berani lagi mengganggu Anya. Kekhawatirannya ia pendam sendiri, tapi semua itu tak lepas dari pengamatan suster yang dikhususkan untuk memantau persalinan Anya.Wanita itu tersenyum. Mungkin pasangan muda yang baru memiliki anak pertama mereka— batin si suster.
Last Updated : 2023-08-18 Read more