Home / Romansa / Dosen Kampret itu, Suamiku!! / Chapter 91 - Chapter 100

All Chapters of Dosen Kampret itu, Suamiku!!: Chapter 91 - Chapter 100

328 Chapters

[91] Biar Anteng, Hamilin Aja Lagi!

“Susu anak-anak, Din! Papa kirain ada urusan penting apa, tahunya lagi pacaran sama mamanya si kembar!”“Suudzon aja, Papa. Siapa yang pacaran coba!” sangkal Anya.“itu tadi, sepuluh menit. Dikira Papa nggak pernah muda kali!”“Sebentar, Pah. Kamaru buatin dulu susunya anak-anak.”“Kamu habis nangis, Sayang?” tanya Tanu sembari mengamati wajah putrinya. “Udin bikin kamu kesel?”“Nggak kok. Bukan Udin. Pembimbing aku, Pah! Rese banget udah bau tanah juga.”Sejahat-jahatnya Anya, di depan keluarga sendiri, ia tak pernah lagi membully Kamarudin. Ia ingin Kamarudin sama dicintainya dengan dirinya di keluarga pria itu.“Kan Papa udah bilang, beli aja ijazahnya. Bisa diatur kok itu. Nggak tega Papa liat kamu stress begini. Untung ada Udin. Coba suami kamu bukan dia. Waduh! Papa nggak bisa bayangin deh.”Nilai Kamarudin sangat tinggi di keluarga Anya. Selain karena sosoknya yang patut diacungi jempol, kedekatannya dengan anak-anaknya pun dipuji. Kamarudin selalu bisa diandalkan. Entah itu un
last updateLast Updated : 2023-09-02
Read more

[92] Please, Anya Nggak Mau!

“Heum, kamu bentar lagi sampe? Udah makan siang?” tanya Anya pada si penelepon yang tidak lain adalah Kamarudin. “Kalau gitu ketemuan di resto sushi biasanya aja ya. Aku juga laper nih.” “Love you too,” ucap Anya membalas ucapan terakhir Kamarudin sebelum pria itu menutup sesi panggilan mereka. “Makan yang mentah-mentah lagi, Mbak Anya?” Anya menatap Surti sebelum terkekeh. Terakhir mengajak Surti berbelanja, ia memaksa wanita itu untuk memakan sashimi. “Nanti saya pesenin yang mateng buat kamu,” ucapnya sembari memasukan ponsel apel gigitnya ke dalam tas. Sebelum berangkat ke pusat perbelanjaan, Anya memesan ojek online untuk menjemput Surti. Ada beberapa barang yang memang ingin perempuan itu berikan pada asisten rumah tangganya. “Surti mau yang mie boleh, Mbak?” “Kamu pasti liat dari fyp Tok-Tok lagi ya?” Anya sering memperhatikan Surti saat perempuan itu beristirahat. Kegiatannya tidak jauh dari membuka aplikasi yang beberapa tahun ini digunakan oleh masyarakat Indonesia.
last updateLast Updated : 2023-09-04
Read more

[93] Wah, Nggak Bener ini!

Anya memborong berbagai macam alat tes kehamilan. Setiap brand perempuan itu beli. Anya bahkan turun langsung. Kepanikan yang tampak pada diri Anya sempat membuat petugas apotek salah paham. Mereka mengatakan hal-hal yang menurut Anya sangatlah konyol. “Memangnya mereka bilang apa sampe kamu bete begini?” “Mereka bilang jangan digugurin! Nyebelin banget! Aku kan belum tentu hamil!” “Nah, itu kamu tahu Babe. Ya udah jangan dianggep. Sekarang mau coba yang mana dulu?” “Katanya yang itu sering dibeli. Coba pake itu. Kalau garisnya dua, ganti yang lain.” “Jadi kamu baru mau berhenti kalau garisnya satu?” tebak Kamarudin dan diangguki oleh kepala Anya. Ia terlalu mengenal Anya. Untuk itu-lah dirinya mengajukan pertanyaan yang jawabannya saja bahkan sudah dirinya ketahui. Kamarudin memijat keningnya. Jika setiap alat tes menunjukkan dua garis, bukankah tandanya sang istri memang hamil?! “Pipis kamu emangnya cukup buat itu semua?” Pundak Kamarudin bergetar. Sial! Ia ingin sekali tert
last updateLast Updated : 2023-09-04
Read more

[94] Papa Tukang Modus

“Babe! Finaly kamu sadar.” Pekik Kamarudin, melihat Anya telah membuka mata. “Aku khawatir banget liat kamu pingsan.” Dibantu Kamarudin dan ibu mertuanya, Anya pun duduk dan menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang. “Padahal kamu yang bikin aku pingsan,” gerutu Anya, menyalahkan Kamarudin. “Apa?!” sentak Miranti, hebat. Ibu Kamarudin itu termakan oleh kata-kata menantunya. “Jadi kamu yang bikin mantu Ibu semaput, Kam?” Secara tidak langsung, tuduhan tersebut bisa dikatakan benar. Jika saja Kamarudin tidak menghamili Anya, maka perempuan itu tidak akan jatuh pingsan. Namun ibunya pasti menangkap lain maksud dari kata-kata sang istri. Kamarudin tak ingin mendapatkan kesialan di hari bahagianya. Untuk itu, “Kamaru nggak ngelakuin apa-apa, Bu. Anya pingsan gara-gara tahu dia hamil,” jelasnya tak ingin disalah pahami. “Bener itu, Nya? Kamu nggak ditempeleng Kamaru, kan?” Habis Surti, terbitlah Nyonya Miranti Hasan. Para wanita yang kesehariannya menonton drama lokal sungguh suli
last updateLast Updated : 2023-09-05
Read more

[95] Nah Loh! Gimana Cara Jelasinnya!

“Din, jam berapa?” “Sembilan, Babe. Kalau masih ngantuk tidur lagi aja.” Anya menggelengkan kepalanya. “Kamu nggak kerja?” tanya Anya. Biasanya Kamarudin tidak lagi berada di rumah di jam-jam seperti ini. Jam kerjanya dimulai pada pukul delapan pagi. “Ambil libur, kan mau anter kamu ke dokter kandungan.” Oh, iya! Anya hampir lupa kejadian semalam. Ia hamil anak ketiga mereka dan hari ini rencananya mereka akan memeriksakan keadaan si jabang bayi bersama ibu mertuanya. “Anak-anak mana? Nggak kamu jemput?” “Tadi pagi aku kesana, ternyata malah ada Mama, Papa sama Tante Soraya.” “Mereka ngapain ke sini? Papa juga kok nggak ke kantor?” “Ibu udah ngasih tahu mereka tentang kehamilan kamu, Babe,” sahut Kamarudin memberitahu. Ia sendiri pun tak menyangka jika dirinya kalah cepat dari sang ibu. Alexiz yang akhir-akhir ini tak berhubungan dengannya saja turut mendengar kabar kehamilan sang istri. Pria itu mengucapkan selamat melalui chat. “Kamu ngapain sih? Biasanya aku bangun langsun
last updateLast Updated : 2023-09-05
Read more

[96] Anya— Si Iblis Penggoda

“Papaaa!!” Josephin dan Kamasea langsung bangkit saat melihat wujud sang papa. Mereka berlarian memeluk kedua kaki Kamarudin. Kamarudin berjongkok, menyamakan tingginya dengan si kembar. “Jagoan, Princess... Seharian ini nakal nggak sama Mbak Surti?” Keduanya menggelengkan kepala, kompak. “Dak kakal! Ceya intel.” “Bwang uga,” timpal Josephin tak ingin kalah dari sang adik. “Pinternya..” Kamarudin memberikan reward dengan mengusap puncak kepala keduanya. Si kembar ditinggalkan karena rumah sakit tidak baik untuk mereka. Imunitas keduanya tidak seperti orang dewasa. Jadi untuk menghindari hal-hal yang tidak inginkan, keduanya dititipkan pada Surti. “Mama ana?” tanya Josephin. Anak itu terus memandangi pintu kamar. “Mama lagi ngobrol sama Tante Flo. Sebentar lagi juga masuk. Jo kangen ya?” “Iya. Anen, Mama.” “Kalau Sea kangen Mama nggak?” “Ikit,” jawab anak itu dengan jari kecilnya yang membentuk sebuah cubitan.” “Banyaknya sama siapa?” “PAPA!!” seru Kamasea semangat. Ia sa
last updateLast Updated : 2023-09-06
Read more

[97] Ibu Mertua Auto Darah Tinggi

“Udin, No! I want more!” Ya Tuhan! Demi keselamatan calon anak mereka, ia sudah sekuat mungkin menjaga kontrol dirinya. Kedua tangannya bahkan tak berani merengkuh tengkuk sang istri dan wanita itu malah merengek menginginkan lebih. “Mama, Sayang. Inget anak kita.” “Again, please..” “Udin..” Kamarudin tak bergeming. Jika Anya terlarut, ialah yang seharusnya menjadi satu-satunya pengendali. “Honey..” Bulu roma Kamarudin berdiri. Anya tak melepaskannya. Sang istri jelas mengetahui titik lemahnya. “Kalau pelan-pelan pasti nggak apa-apa,” ujar Anya lembut, selembut belaian bulu angsa terbaik. Bibirnya menyerang tengkuk Kamarudin. Mendaratkan kecupan-kecupan basah untuk menggoyahkan tekad suaminya. “Anya..” “Yes, I’am.” Kamarudin meremang. Jawaban serupa desauan yang Anya tiupkan pada lubang telinganya membuat sekujur tubuhnya memanas. Ia adalah lelaki normal yang mencintai istrinya. Sentuhan fisik seperti sekarang ini jelas membangkitkan hasratnya. “Anak-anak tidur.. Surti si
last updateLast Updated : 2023-09-06
Read more

[98] Deep Talk

Anya memandangi tempat tidur Josephin dan Kamasea. Kedua anaknya tertidur pulas setelah bermain bersama papa mereka.“Kenapa?” tanya Kamarudin mendekat. Laki-laki itu memeluk tubuh Anya dari belakang. “Kok mandangin merekanya begitu, heum?”“Mereka masih terlalu kecil nggak sih, buat tidur sendiri?”Meski tidur disatu kamar, si kembar berada di ranjang yang berbeda. Hal tersebut tidak dapat didefinisikan sebagai tidur bersama dengan orang tua, karena pada nyatanya mereka tak bergelung di atas ranjang yang sama.“Mereka kalau mau tidur, kita harus ngelonin dulu, abis itu baru dipindahin. Kayak nggak efisien aja, Pah. Kenapa kita nggak beli ranjang yang lebih gede, terus mereka tidurnya bareng kita?”“Mama maunya gitu?”Anya menganggukkan. Sembilan bulan lagi perhatian kepada keduanya akan semakin berkurang. Ia dan Kamarudin pasti disibukkan dengan kehadiran adik mereka. Anya tidak ingin para kakak cemburu pada adiknya. Mungkin tidur bersama bisa dijadikan alternatif untuk menunjukkan j
last updateLast Updated : 2023-09-08
Read more

[99] Kamaseaaa!

Seseorang akan seperti terlahir kembali ketiga rantai yang membelit tubuhnya terlepas. Anya kini sedang merasakannya. Beban dipundaknya seakan terangkat usai dirinya memutuskan resign. Harga sebuah kebebasan memanglah mahal, tapi itu semua setara dengan kelegaan yang Anya rasakan. Ia hanya perlu mengusahakan agar kelak di masa depan, tak ada sesal yang mengikuti keputusannya. “Kapan ya, terakhir kali aku bangun tidur full senyum gini? Kayaknya udah lama banget deh, Din.” “Papa, Sayang,” ucap Kamarudin mengoreksi panggilan sang istri. Mereka harus terbiasa supaya anak-anak tidak kebingungan nantinya. Kamasea atau pun Josephin bisa mencontoh keduanya. Hal itu tentu saja tidak baik dilakukan oleh seorang anak kepada orang tuanya. “Anak-anak belum bangun, mau mandi bareng?” tawar Kamarudin. “Ho-ho-ho! Arigatou gozaimasu!” Anya menangkupkan telapak tangannya didepan dada. “Aku mau ke dapur, buat bikinin suami aku kopi sama susunya anak-anak.” Kamarudin memegang bisep kirinya, “ah,” le
last updateLast Updated : 2023-09-08
Read more

[100] Ketika Kamarudin Ngidam

“Mas Kamaru ngirim supir?”“Iya, Mbak Anya. Katanya orang suruhan asistennya Mas Kamaru.”Padahal Anya bisa menyetir mobil sendiri— itulah mengapa sampai saat ini ia tidak merekrut supir pribadi.“Ya udah nggak apa-apa. Tolong dibikinin kopi. Suruh tunggu soalnya saya masih siap-siap.”Anya tidak memerlukan banyak orang di rumahnya. Bagi Anya, Surti dan satu satpam yang dipekerjakan oleh ibu mertuanya saja sudah cukup. Ia kurang bisa mempercayai orang lain.“Apa aku nambah orang ya?”Jika dipikir-pikir kembali, kerja Surti terhitung berat. Perempuan muda itu harus membersihkan seluruh rumah, memasak, mencuci pakaian.  Semua urusan di dalam rumah, Surti-lah yang mengerjakannya. Dia juga terkadang harus  menjaga anak-anak.“Nanti aku minta ke Mama sama Ibu deh.”“Hayo..”Suara kecil Josephin menginterupsi Anya. Kepalanya meneng
last updateLast Updated : 2023-09-09
Read more
PREV
1
...
89101112
...
33
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status