Home / Romansa / Dosen Kampret itu, Suamiku!! / Chapter 61 - Chapter 70

All Chapters of Dosen Kampret itu, Suamiku!!: Chapter 61 - Chapter 70

328 Chapters

[61] Angel-Angel!

“KALINGGA! Masih nggak kamu lepasin perempuan muda itu?”Dalam posisi rebahannya, Kalingga mengangkat kedua tangannya ke atas kepala. “Bu, ini kecelakaan!” Ucapnya melakukan klarifikasi.“Tante— Anya dorong saya.” Flora yang telah menarik diri pun melakukan hal serupa. Menurutnya kesalahpahaman ini harus segera diluruskan. “Kalau saya nggak didorong, saya nggak akan jatoh terus..”“Ssstt! Jelasinnya di dalem aja. Kasihan menantu Tante, kecapean berdiri.” Sahut Miranti memotong penjelasan Flora. Ibu Kamarudin itu lantas mendekati Anya, membantu sang menantu berjalan. Tangannya dengan setia memegangi lengan Anya.“Kalingga, berdiri kamu! Bawa masuk temennya mantu Ibu!” Titah Miranti kala melewati keduanya. “Beneran rencana kamu, Sayang? Uh, kamu! Demi Mas Kalingga, rela berkorban sampe sebegininya. Ibu jadi tambah sayang,” sambungnya, yang masih dapat terdenga
last updateLast Updated : 2023-08-06
Read more

[62] Udin Chicken

“Babi Bunting! Gue udah sampe kayak gini, bisa-bisanya lo masih sanggup ngemil! Bener-Bener ya lo, Nyam!”Kamarudin memperhatikan wajah kakaknya. Laki-laki itu tampak begitu terkejut melihat perangai Flora. Siapa pun pasti tidak akan mengira jika gadis secantik Flora, ternyata sama bar-barnya dengan Anya. Tampangnya memang sangat menipu, tidak seperti Anya dan Angel yang terang-terangan menunjukkan bagaimana wajah asli mereka.“Anya!” Panggil Kamarudin, membuat si empunya nama memutar kepalanya. “Kamu nggak merasa harus menjelaskan sesuatu?”“Jelasin apa? Kamu pasti udah tau kan!”“Kamu!”Kalingga menahan sang adik dengan meremas pundak Kamarudin. “Sudah, Kamaru. Nggak perlu diperpanjang. Biar ini jadi urusan Mas dan teman istri kamu.”Menyalahkan Anya juga akan percuma. Titik terberat masalah berada pada ibu mereka. Anya hanyalah berperan sebagai pintu pemb
last updateLast Updated : 2023-08-07
Read more

[63] Suami Tak Berperi Ke-Istrian!

SIBUK! UDIN DILARANG MASUK!Kalimat tersebut tertulis di atas sebuah kertas yang menempel pada daun pintu kamar Kamarudin dan Anya.“Istrimu di dalem beneran lagi belajar ya, Kamaru?”“Sepertinya, Bu.” Ucap Kamarudin menjawab pertanyaan sang ibu.Sejak pagi menjelang, Anya sudah mengusirnya dari kamar. Wanita itu berkata tidak ingin diganggu sampai ujian mata kuliahnya selesai diadakan.“Duh, mantunya Ibu rajin banget. Nggak salah pilih Ibu, Kam.” Puji Miranti, senang. Menantunya tidak hanya cantik, tapi juga memiliki semangat juang yang tinggi dalam meraih cita-citanya. “Kamu udah kasih kisi-kisinya, kan?”“Semua materi sudah Kamaru share ke mahasiswa, Bu. Mereka kalau merhatiin pasti bisa ngerjainnya.”“Bagus.. Bagus.. Biar nggak sia-sia mantu Ibu belajarnya. Ibu mau minta Mbak bikinin cemilan. Nanti kamu yang anterin ke Anya.” Ujar Mir
last updateLast Updated : 2023-08-08
Read more

[64] Si Anak Konglomerat

“Oh, My God! Aku nggak salah liat?”Anya mencubit layar untuk memperbesar kolom pdf yang dirinya unggah. Matanya hanya tertuju pada bagian mata kuliah yang dirinya incar.Sejak keluarnya indeks penilaian (IP), Anya tak memperdulikan mata kuliah lain yang ia ambil. Tujuan utamanya terletak pada bidang yang suaminya ampu.“Din..”“Apa?” tanya Kamarudin sembari meletakkan Lego terbaru yang ingin dirinya susun.“Kamu nggak ngantuk waktu isi ini? A loh, Din! Beneran?”Apakah Anya serius menanyakan pertanyaan konyol seperti ini? Satu setengah bulan lalu, ia ingat sekali betapa marahnya wanita itu. Dia bahkan menolak pulang bersama karena ia menyuruh semua mahasiswa mengumpulkan contekan mereka.“Kamu nggak seneng dapat A?”“Gila! Ya seneng-lah! Tujuan aku ngulang buat ini!” Ucap Anya.“So?”“Kirain kamu bakalan ng
last updateLast Updated : 2023-08-09
Read more

[65] Kesempatan Tak Datang Dua Kali!

Sesungguhnya tidak ada perbedaan berarti, dari pindah atau tidaknya Kamarudin dan Anya. Ibu Kamarudin tetap seperti momok mengerikan yang membayang-bayangi kehidupan putranya. Pagi sekali wanita itu sudah berada di dapur, mengakuisisi kediaman anak keduanya. Membawa para art terbaiknya untuk memasak.“Selamat pagi anak kesayangan, Ibu.”Sesungguhnya tidak ada perbedaan berarti, dari pindah atau tidaknya Kamarudin dan Anya. Ibu Kamarudin tetap seperti momok mengerikan yang membayang-bayangi kehidupan putranya. Pagi sekali wanita itu sudah berada di dapur, mengakuisisi kediaman anak keduanya. Membawa para art terbaiknya untuk memasak.“Selamat pagi anak kesayangan, Ibu.”Seandainya saja ibunya bukan ketua penyamun, Kamarudin akan sangat senang dijadikan anak kesayangan ibunya. Sayangnya, Kamarudin tahu, sikap manis ibunya ini memiliki niat terselubung.Apalagi jika bukan untuk membuatnya kesal sampai mati berdiri.&ldqu
last updateLast Updated : 2023-08-10
Read more

[66] Pret!

“Mau sampai kapan kamu begini?”Anya memutar tubuhnya.Apa maksudnya?! Tiba-tiba datang menghampiri lalu menanyakan sesuatu yang tidak jelas.Kamarudin ini sedang mencari perkara atau bagaimana?!“Menggoreng telur adalah hal yang sangat mudah, Anya. Kenapa melakukan hal sesimpel itu saja kamu harus meminta bantuan orang lain?”What the hell! Ngajak ribut lagi si kampret!“Aku emang nggak bisa!” Ucap Anya. Ia tidak pernah melakukannya. Sebagai nona muda yang memiliki banyak pelayan, bahkan untuk menyalakan kompor gas saja ia tidak bisa. Memasak bukan keterampilan yang harus dirinya kuasai saat menjadi anak Tanu Handoyo.“Kalau begitu, kamu harus belajar. Sebentar lagi kamu akan jadi mama, Anya!”“Come on! Buat apa ada ART, Udin?!” Masalah sekecil ini kenapa harus diributkan. Kamarudin memang menyebalkan. Ada saja hal yang pria itu jadikan bahan pertika
last updateLast Updated : 2023-08-11
Read more

[67] Anya's fear

“Jadi kamu sudah setuju?”“Ya, Pah. Saya ingin mencobanya,” jawab Kamarudin setelah menganggukkan kepalanya. Ia sudah mempertingkan segala konsekuensi dari pilihannya. Setidaknya, ia tak akan mengusik hasil kerja keras kakaknya jika bergabung di perusahaan milik papa mertuanya.Kamarudin tahu diri. Selama dirinya hidup, ia bahkan tak pernah sekali pun membantu sang ayah. Itulah mengapa dirinya tak memiliki minat untuk menerima tawaran Kalingga selama ini. Perusahaan itu berkembang dibawah kepemimpinan Kalingga. Suatu tubuh tidak mungkin bisa terus berjalan baik jika mempunyai banyak kepala.“Baiklah kalau kamu setuju. Ingat! Papa nggak pernah maksa kamu loh, ya, Din?!”Rongga-rongga dada Kamarudin menyerap udara yang masuk dari kedua lubang hidungnya. Secara teknis memang tidak pernah ada pemaksaan. Tanpa disadari oleh kebanyakan orang, dorongan tersebut tercipta menjadi sebuah tuntutan alamiah, hasil terbe
last updateLast Updated : 2023-08-12
Read more

[68] Jadi Begitu Ceritanya…

“Kamu dimana?”Ketika membuka matanya tadi, Anya tak menemukan keberadaan Kamarudin di kamar mereka. Biasanya meski ia tertidur, pria itu akan membangunkannya atau setidaknya meninggalkan pesan melalui asisten rumah tangga.Pria itu juga tidak berada di rumah ibu mertuanya. Ia sudah mengirim asisten rumah tangga untuk mencari Kamarudin disana. Namun ibu mertuanya mengatakan jika Kamarudin tidak berkunjung malam ini.“Kenapa ada suara musik kenceng banget?”Anya meremas bed cover yang melapisi ranjangnya. Mungkin kah Kamarudin kembali pada kebiasaan lamanya?— Sekelumit pemikiran negatif itu bersarang dalam benak Anya.Tak bisa Anya pungkiri, kegiatan panas mereka berawal dari pertemuan tak sengaja keduanya di sebuah kelab malam. Ia tak bisa mengingat kejadian beberapa bulan lalu disaat mereka bertemu. Dirinya terlalu mabuk untuk mengetahui bagaimana cara dosennya dapat membawanya ke apartemen pria itu.
last updateLast Updated : 2023-08-13
Read more

[69] Poor You, Kamaru!

“Ud-diin..”Kamarudin bergidik ngeri. Panggilan mendayu dari mulut Anya membuatnya takut. Perempuan itu pasti memiliki keinginan yang sulit untuk dikabulkan.“Din, liat ke aku dong.”“Anya, jangan peluk-peluk. Kamu kenapa sih?!”“Pengen peluk kamu..”Aw— mengerikan! Anya tidak pernah seperti ini sebelumnya.“Anya, ponsel dan dompet saya ada di atas nakas.” Ucap Kamarudin. Lebih baik Anya segera mengambil kedua barang itu agar penyiksaannya cepat berlalu. Perilaku Anya ini membuat jantungnya berdetak tak karuan.“Buat apa? Aku nggak lagi pengen belanja online kok.”“Terus mau apa? Makan? Order dulu saja pake ponsel saya. Saya masih ada pekerjaan.”Sebelum masa liburan kuliah selesai, Kamarudin harga segera dapat bernegosiasi dengan pihak yayasan. Tidak mudah untuk mengundurkan diri ditengah kontrak kerja mengingat d
last updateLast Updated : 2023-08-14
Read more

[70] Jangan Tinggalin Aku

“ANYA!”Kamarudin terbangun dengan peluh membasahi tubuhnya. Deru napasnya bergerak sangat cepat, seolah seluruh emosi yang dirinya rasakan di dalam mimpi, merupakan suatu kejadian yang nyata terjadi. Kamarudin bahkan hampir tak bisa membedakan mimpi atau kenyataan jika saja tak melihat foto pernikahan mereka tergantung di dinding kamar.“Hanya mimpi,” monolog Kamarudin. Salah satu tangannya menyugar rambut ke belakang.Sungguh mimpi yang sangat mengerikan. Baru semalam Anya membicarakan tentang karakternya yang perempuan itu nilai buruk, lalu ketika terlelap mimpi menyeramkan menghampirinya.Kamarudin bermimpi keduanya mengalami cekcok besar. Sikap dan sifatnya yang katanya menyebalkan itu menjadi dalang mengapa Anya memutuskan ingin berpisah darinya. Hal yang begitu Kamarudin sayangkan, disana, Anya sama sekali tak mau memberikan dirinya kesempatan ke-2 untuk berubah. Pintu maaf istrinya ditutup rapa
last updateLast Updated : 2023-08-15
Read more
PREV
1
...
56789
...
33
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status