All Chapters of Kukembalikan Suami Pada Mertua Munafik: Chapter 71 - Chapter 80

123 Chapters

Keluhan Ibu Dani

Shafira dan Bagas segera masuk ke dalam kamarnya. Dani beralih menatap ibu yang tertunduk di hadapannya. "Jelaskan padaku, Bu! Mengapa Ibu tega melakukan itu pada mereka?"Dani berusaha tetap mengontrol emosi dan suaranya, agar Fira dan Bagas tidak merasa terkejut lagi. "Maafkan Ibu, Nak. Kamu harus tahu, bahwa perubahan ini juga sangat tiba-tiba dan Ibu perlu waktu untuk menyesuaikan diri. Sudah lama Ibu tidak mengurus anak kecil. Shafira dan Bagas sangat aktif dan juga sering rewel, membuat Ibu merasa kelelahan dan kewalahan mengasuh mereka," jawabnya. "Bu, namanya juga anak kecil, wajar kalau mereka seperti itu. Apalagi mereka baru saja berpisah dari mamanya. Ibu juga sudah bersedia untuk merawat mereka saat aku bekerja, bukan?" tanya Dani. "Iya, Nak. Ini memang salah Ibu. Ibu gak bisa mengendalikan diri saat berhadapan dengan mereka. Ulah mereka sering memancing kemarahan Ibu dan membuat kesabaran Ibu habis. Tapi Ibu janji akan berubah, Nak. Ibu akan berusaha untuk lebih sabar
last updateLast Updated : 2023-06-16
Read more

Pertemuan Annisa dan anak-anaknya

Akhir pekan itu, Dani berusaha mencurahkan waktu dan perhatiannya untuk Shafira dan Bagas. Dahulu saat akhir pekan Dani dan Annisa sering mengajak Shafira dan Bagas berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan atau makan di luar. Dani mencoba mengembalikan kebahagiaan itu untuk anak-anaknya. "Fira, hari ini Papa libur. Ayo kita pergi jalan-jalan!" kata Dani. Shafira tersenyum dan matanya berbinar karena menyangka mereka akan pergi bersama Annisa seperti dahulu. "Apa kita akan pergi bersama mama?" tanya Shafira. "Bukan, Sayang. Kita pergi bertiga saja. Atau ajak nenek ikut dengan kita?" kata Dani. Raut wajah Shafira seketika berubah, matanya berkaca-kaca seperti hampir menangis. "Fira cuma mau pergi bersama mama," rengek Shafira. Dani menghela nafas panjang, ia berusaha tidak terpancing emosi saat meladeni putri kecilnya itu. "Mama sedang sibuk, Nak," jawab Dani. "Papa sudah telepon mama? Coba Fira yang telepon mama. Mama pasti mau pergi bersama kita. Fira mau bermain dan makan es kri
last updateLast Updated : 2023-06-17
Read more

Pertemuan Annisa dan anak-anaknya (2)

Annisa memilih diam, tak menjawab lagi perkataan Dani itu. Ia tidak mau memancing kemarahan Dani kembali dan memperkeruh suasana. Annisa takut Dani akan merubah pikirannya dan membawa Shafira dan Bagas lagi. Dani langsung melangkah pergi, meninggalkan kios itu. Kios itu kini hanya menjadi saksi bisu, bahwa di situ pernah ada kebahagiaan, cinta, dan kehangatan di antara mereka. Sekarang yang ada hanyalah kenangan yang akan selalu hadir mewarnai langkah Annisa. Annisa masih mengingat ucapan Dani, yang akan membangun istana untuk keluarga kecil mereka. Sebuah rumah yang penuh kehangatan, tempat mereka berbagi cinta, suka dan bersama. Dani dan Annisa pernah bermimpi untuk menyaksikan anak-anak mereka bertumbuh besar, menua bersama dan merajut hari-hari nan indah. Namun semua impian itu menguap bahkan sebelum sempat diraih. Annisa berbalik dan menatap kedua anaknya, yang terpenting baginya saat ini adalah bisa bersama dengan mereka. Setiap detik terlalu berharga saat dirinya bisa bersam
last updateLast Updated : 2023-06-17
Read more

Kabur

Malam itu Annisa tak ingin memejamkan mata. Annisa memikirkan hal yang sama dengan Shafira tadi. Jika ia tertidur atau memejamkan mata, waktu akan berlalu dengan sangat cepat. Ia tidak rela melepaskan kembali anak-anak yang sangat disayanginya. Shafira dan Bagas adalah nafas hidup Annisa saat ini. Sepanjang malam sampai menjelang pagi, Annisa hanya memandangi wajah Shafira dan Bagas dan berulang kali menciumi mereka. Tanpa terasa air mata Annisa mengalir, ia berusaha agar suara tangisnya tidak terdengar. Namun Karina bisa mengerti perasaan Annisa, ia membuka matanya perlahan dan menatapnya dengan iba. "Nis, ada apa?" tanya Karina. "Aku gak mau kehilangan mereka lagi, Rin. Apa kamu punya cara supaya aku tetap bisa bersama dengan anak-anakku?" jawab Annisa. "Seharusnya kamu bicarakan baik-baik dengan Dani, Nis," kata Karina sambil bangun perlahan dan duduk. "Aku sudah mencobanya, Rin. Tapi Mas Dani tetap bersikeras akan tetap mengasuh mereka. Bahkan Mas Dani gak mau memberi waktu
last updateLast Updated : 2023-06-18
Read more

Dani ingin menjemput Shafira dan Bagas

Karina segera menelepon kedua orang tuanya dan menjelaskan tentang kedatangan Annisa yang mendadak. Orang tua Karina sempat terkejut, karena tidak menyangka hidup rumah tangga Annisa masih terus dirundung masalah. Sekalipun ia sudah bercerai dengan suaminya, Annisa belum bisa hidup dengan tenang. Apalagi mantan suami dan mertua Annisa melarangnya untuk bertemu dengan anaknya sendiri. Setelah itu, Karina segera kembali ke kios Annisa. Hari mulai pagi, dan karyawan Annisa sudah datang untuk bekerja. Karina menjelaskan pula pada karyawan itu, semua masalah yang terjadi dan keputusan Annisa untuk pergi dari kota ini. Karina meminta karyawan itu untuk merahasiakan kepergian Annisa dari mantan suaminya. Karyawan yang telah mengenal Annisa dengan sangat baik itu berjanji akan menjaga rahasia. Sinar mentari perlahan mulai menembus celah jendela kereta api. Annisa memeluk kedua buah hatinya yang tersenyum ceria. Ini pengalaman pertama bagi Shafira bisa pergi menggunakan kereta api. Ia dan Ba
last updateLast Updated : 2023-06-18
Read more

Kemarahan Dani

Hampir dua jam berlalu, Dani melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Ia mendesah, tak terhitung berapa kali ia melihat ke arah pintu. Dani berdiri, lalu berjalan bolak-balik dengan gelisah.Karyawan Annisa melirik Dani, sebentar lagi pasti kemarahan Dani akan meledak seperti bom waktu. "Lama sekali Annisa. Apa kamu yakin mereka cuma ke pusat perbelanjaan?" tanya Dani dengan tatapan menyelidik. "I-iya, Mas," jawabnya dengan wajah mulai pucat karena takut. Dani mencoba menghubungi Annisa, tapi nomor ponsel mantan istrinya itu tidak dapat dihubungi. "Kenapa ponselnya tidak aktif? Apa mereka pergi bersama Karina?" tanya Dani. "Saya gak tahu, Mas," jawab wanita itu tanpa memandang mata Dani. Tidak ada pilihan lain, Dani mencoba menghubungi Karina. Panggilan telepon itu tersambung, namun Karina tidak menjawabnya. Dani mendengus kesal, ia kembali berjalan keluar dari pintu kios dan mencoba melihat ke arah jalan. "Kemana mereka? Kenapa tidak menjawab teleponku? Apa Annisa
last updateLast Updated : 2023-06-19
Read more

Ibu Dani diperas

"Apa kamu selalu membela Annisa dan menutup mata atas semua kesalahan yang ia perbuat? Buktinya sudah ada dan nyata. Annisa memang berselingkuh dengan Surya. Apa kamu juga merasa kecewa dan patah hati dengan Surya, sehingga memilih menyangkal fakta yang ada? Gak ada gunanya mengungkit masa lalu untuk membenarkan perbuatan Annisa dan memojokkan aku," kata Dani. "Ah, terserah kamu saja! Kebenaran pasti akan terungkap dan kamu pasti akan menyesal nanti!" ucap Karina. Sejenak Dani terdiam dan menatap Karina, lalu memilih pergi dari tempat itu. Ia sudah mencari ke sudut ruangan lain dan tetap tidak menemukan Annisa, Shafira, dan Bagas di situ. Dengan langkah gontai Dani pulang ke rumah ibunya. Ia masih mencoba menghubungi Annisa, tetapi tidak tetap tidak mendapat jawaban. "Loh, mana Shafira dan Bagas?" tanya Ibu Dani sambil meletakkan segelas teha manis di hadapan Dani. Ibu Dani melihat wajah Dani kusut dan menyimpan kekesalan yang dalam. "Bodoh! Seharusnya aku tidak membawa anak-ana
last updateLast Updated : 2023-06-19
Read more

Mencari uang sepuluh juta

Dani melihat kedua preman itu pergi meninggalkan rumah ibunya. Rasa penasaran singgah di hatinya. 'Apa urusan apa kedua orang itu dengan ibu? Mengapa mereka meminta uang pada ibu?'Ibu Dani berdiri dan merutuk kesal, ia meremas tangannya sendiri dengan gelisah. "Sial! Beraninya mereka memeras aku, padahal aku sudah membayar upah mereka. Bagaimana kalau mereka mengatakan semuanya pada Dani?" gumamnya. "Siapa mereka, Bu?" tanya Dani. Ibu tersentak dan langsung berbalik, ia sangat panik ketika menyadari Dani ada di tempat itu. Ibu Dani terdiam dan berpikir, apakah mungkin putranya itu sudah mendengar percakapan mereka? "Oh.. Mm.. Itu" kata Ibu Dani sembari berpikir dengan cepat. "Apa, Bu? Wajah mereka menyeramkan dan sekilas tadi Dani mendengar mereka mengancam Ibu," kata Dani. "Apa yang kamu dengar tadi, Nak?" tanya Ibu Dani. "Dani gak mendengar semuanya dengan jelas, Bu. Ibu ada masalah apa?" selidik Dani. Ibu Dani menarik nafas lega, ia melihat sepertinya Dani tidak menaruh r
last updateLast Updated : 2023-06-20
Read more

Tempat baru Annisa

Annisa dan kedua anaknya sudah menginjakkan kaki di Surabaya. Sudah bertahun-tahun ia tidak berkunjung ke kota pahlawan itu. Sebelum menikah, ia pernah datang ke rumah Om Danu dan Tante Marsya. Saat itu Karina juga masih bersekolah di kota kelahirannya itu.Perjumpaan terakhir antara Annisa dengan kedua orang tua Karina adalah saat ia menikah dengan Dani. Meskipun jauh, mereka rela datang ke acara pernikahan Annisa dan dengan tulus mendoakannya. Annisa yang selalu berusaha menutupi aib rumah tangganya memang tidak pernah banyak bercerita pada saudara atau keluarga besarnya. Hanya Karina yang paling mengetahui segala persoalan yang Annisa hadapi. Pada akhirnya keluarga besar Annisa mendapatkan kabar bahwa Annisa bercerai dengan Dani. Semuanya merasa terkejut, karena selama ini menyangka Annisa bahagia dalam pernikahannya. Saat itu Tante Marsya menelepon Annisa dan berusaha menghiburnya. Ketika Karina menghubungi orang tuanya dan menceritakan kondisi Annisa, mereka merasa prihatin da
last updateLast Updated : 2023-06-20
Read more

Rahasia Terbongkar

Sore itu Dani baru saja keluar dari kantornya dan hendak pulang ke rumah. Langkahnya terhenti ketika dua orang pria menghadangnya. Dani mengangkat wajahnya dan menatap dua pria bertubuh kekar itu. Ia langsung bisa mengingat bahwa dua orang itu adalah yang kemarin menemui ibunya. 'Mengapa mereka mencari aku? Sebenarnya ada apa ini? Aku merasa ibu ketakutan dan tidak jujur padaku,' pikir Dani. "Pak Dani," sapa seorang pria berkumis. "Iya, ada apa ya?" tanya Dani. "Ikut kami sebentar!" kata pria itu."Mau kemana kita?" Dani menatap mereka dengan penuh tanya. Kedua pria itu, langsung mengapit Dani dan memegang tangannya dengan kuat. Belum sempat Dani menolak atau berusaha menghindar, mereka sudah memaksa Dani naik ke sepeda motor. Pria besar dan berkumis itu mengemudikan sepeda motor, sementara Dani duduk di belakangnya. Di bagian paling belakang, pria lainnya duduk sambil memegang bahu Dani, agar ia tidak bisa pergi kemanapun. Kedua pria itu membawa Dani ke sebuah tempat yang sep
last updateLast Updated : 2023-06-21
Read more
PREV
1
...
678910
...
13
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status