All Chapters of Istri Sementara untuk Tuan Terkutuk: Chapter 31 - Chapter 40

144 Chapters

Hukuman sebelum kemenangan

Happy Reading. Lama terdiam karena pembicaraan yang membuat Lycus kewalahan menghadapi Damara. Akhirnya Damara memecah keheningan. "Sebarkan informasi mengenai keberadaanku!" ucap Damara, tanpa menatap ke arah Lycus. Sedang Lycus tersenyum sinis. Tak mengerti dengan jalan pikir Damara. "Kau ingin membunuhku?!""Ini perintah!" balas Damara tanpa dosa. "Kau yang memilih berada di pihak yang jahat, kalau begitu konsekuensinya!"Mendengar itu membuat Lycus terdiam. Jujur, hatinya hancur. Telinganya panas, karena nonanya belum bisa mencintainya sama seperti Dia—Damara, mencintai Arron."Kalau kau ingin membuatku menghilang dari disisimu, aku tidak pernah setuju!" Damara tersenyum sinis. Akhirnya Lycus mengerti, kalau mengikut yang jahat itu salah. "Sebagai gantinya, akan sebarkan atas namamu!" ucap Lycus tak kalah sinis. "Pada Arron!""Dengan begitu, perintahmu terlaksana. Dan aku tetap berada disisimu!""Kau ingin memojokkanku? Kalau begitu lihatlah bagaimana seorang Faycon menghilang
last updateLast Updated : 2023-04-14
Read more

Rencana kedua iblis

Happy Reading. Di penjara. Lycus menarik kerah baju Damara yang terluka dengan tatapan penuh kekecewaan. "Kau tahu akan seperti ini! MENGAPA KAU SEPERTI ITU?!"Akan tetapi, Damara hanya tersenyum membalas Lycus. Membiarkan pria itu melampiaskan rasa kesalnya pada dirinya, yang benar-benar luar biasa pengkhianat. "Aku akan baik-baik saja!""KAU KURUNG, TIDAK ADA MAKANAN, PENUH LUKA DAN TIDAK ADA HARI ESOK. Ba-bagaimana kau bisa berkata kalau kau baik-baik saja. "Arron…""Dia tidak punya pilihan!""Damara!""Ayolah Lycus jangan cengeng seperti lemon!" Di saat seperti ini, Damara hanya ingin menghiburnya. Sampai suara langkah kaki, mendekat ke arah sel penjara. Lycus buru-buru bangkit. Tapi ternyata itu hanyalah Arron, kali ini Damara bangkit. Meski rasanya, tubuhnya tak bisa bangkit lagi. Lycus tahu aura membunuh yang keluar dari dalam diri Arron, itu sebabnya—ia memutuskan untuk meninggalkan tempat tersebut. Sebab ia tahu kalau Arron juga Emosi! "Arron…."PLAKKK! Tiba-tiba saja,
last updateLast Updated : 2023-04-15
Read more

Istri jahat kesayangan rasa sakit

Happy Reading. Fajar menyapa, hakim telah siap begitu juga dengan tali gantung yang ada di belakang Damar. Dari bawah sini, Damara melihat ke arah Arron dan Lycus yang sedang menatapnya bersama dengan tuan Mycana. Anehnya, para warga juga hadir. Dan mereka menatap ke arah Damara dengan tatapan sendu juga kasihan. "Apa, hanya perasaanku saja?" pikirku, membatin. Menatap ke arah depan, dalam keadaan seperti tahanan dengan rantai yang mengikat tangan dan kakinya yang penuh luka siksaan. "Damara Eos Thalesacena, kamu dibebaskan."Deg! Mata Damara sontak membelalak dengan sendirinya, lantas. Ia menelan salivanya, menoleh ke arah Arron yang menatapnya dengan tatapan datar dan Lycus yang terlihat tersenyum. 'Ini tidak benar!' Pikir Damara lagi. Ia mengepalkan tangannya kuat. "BEBASKAN PUTRIKU!"Putrinya. Mendengar itu, membuat Damara tak bisa membendung air matanya, bukan karena senang tapi karena rencananya gagal. Arron…ia pasti penyebab semua ini. Harusnya Arron lah yang tersudut sa
last updateLast Updated : 2023-04-17
Read more

Kemesraan seindah kematian

Happy Reading. Di pangkuan Arron, Damara menatap ke arah leher Arron dengan tatapan tajam. Lalu tangan yang melingkar pada leher Arron itu, tiba-tiba saja mengambil posisi mencekik. Bukannya waspada, Arron justru tersenyum sinis. Sembari mengelus puncak kepala Damara dengan sayangnya, menatap manik mata Damara yang mulia berubah warna. "Mengapa, aku ingin sekali membunuhmu!" ungkap Damara tanpa ekspresi, mengelus manja leher Arron. Sebelum tatapan keduanya bertemu. "Jantungmu yang berdetak itu….""Kau mau mencabutnya istriku?"Sebuah pisau muncul dari tangan Arron, yang berikan pada istri jahatnya saat ini dengan santai. Tanpa waspada. Melihat itu, membuat Damara tersenyum sinis. Lantas…mengambil pisau yang ada pada tangan Arron dengan senyuman yang mengembang dari dua sudut bibirnya. "Benar ya…""Apapun untukmu, Damara!" ujar Arron memberi izin. Mengangkat dengan satu tangannya, Damara hendak menusuk Arron. Sampai, pintu terbuka. Dan membuat Damara membeku dalam posisi yang san
last updateLast Updated : 2023-04-19
Read more

Yang mencintai kehancuran

Happy Reading. Esok harinya, Damara terlihat sedang mengikuti Lycus yang sedang bolak balik dengan kacamata dan daftar kebutuhan pesta. Yang diadakan festival besar. Tentu saja—sebab ulang tahun kota, diadakan 18 tahun sekali. Tepatnya, saat gerhana matahari. Yang merupakan hari kekalahan Faycon, hari yang paling dibenci oleh Damara. Tetapi ia, harus tinggal di kota ini dan dikekang oleh Arron. "Aku mohon, Lycus. Bantulah aku!"Tetapi Lycus malah menunjukan senyuman tak tulusnya pada Damara. "Saya masih marah loh pada Anda, nona ku tercinta. Istri Arron, putri tuan Mycana!"Yang membuat Damara menatapnya tak suka. "Kau sengaja membuatku kesal Lycus? Kalau begitu aku akan membunuhmu!"Lycus tertawa. Menatap Damara sinis. Mendekat, lalu berbisik padanya. "Tentu saja. Akan ku berikan dengan senang hati, tetapi sebelum itu. Pikirkanlah cara mendapatkan kemampuanmu kembali, Nona!" DEG! Damara terkejut dengan bada suara Lycus yang terdengar horor. Tetapi saat Lycus tersenyum padanya….
last updateLast Updated : 2023-04-22
Read more

Membunuhmu dengan pesona

Happy Reading. Malam harinya. Kota Hilike dalam sekejap Mata, berubah menjadi terang benderang. Setiap rumah di hias, jalanan, dan anehnya lagi. Semua orang menggunakan gaun dan pakaian terbaik mereka dengan senyuman. Yang membuat seorang wanita cantik dengan gaun merah panjang terlihat begitu muram. "Jangan tampilkan wajahmu itu!""Aku ingin sekali membakar kota ini," berbalik menatap ke arah Arron yang sedang memanggilnya saat ini. "Oh, lihatlah betapa tampannya suamiku ini!" nada suara Damara malah dibuat seperti menggoda Arron. Sedang Arron hanya menatap pakaian yang digunakan Damara. Begitu terbuka, sampai menampilkan belahan buah dadanya. Pahanya juga terlihat lewat potongan gaun, yang sengaja Damara buat. "Kau menggunting gaunmu?""Ya. Seksi bukan!""Kau ingin aku memakanmu saat ini Damara?" tanya Arron dengan tatapan tajamnya. Tidak sesuai dengan warna pakaian Arron, yang berwarna hitam keunguan. Padahal, Arron sudah menyiapkan semuanya. "Dimana pakaian kuberikan?""Itu te
last updateLast Updated : 2023-04-23
Read more

Kecantikan penuh bahaya

Happy Reading. Di pesta, orang-orang tak henti-hentinya menatap ke arah Damara juga Arron. Serta Lycus yang terlihat bersama-sama, seperti kombinasi yang sangat sulit untuk dikalahkan. "Bagaimana bisa mereka terlihat luar biasa?" Beberapa tamu yang hadir, bahkan menelan saliva mereka kasar. Takjub, juga iri pada posisi Damara yang berhasil mendampingi Arron cukup lama—mengingat siapa itu Arron dulu. Tapi mereka tak marah. "Iri, tapi kalau bukan karena Damara. Mungkin Tuan Arron kita itu, akan menjadi Tuan muda yang haus akan darah pengantin.""Jantung, lebih tepatnya."Mereka mengangguk-anggukan kepalanya, tersenyum. Menikmati pesta, juga Festival yang sedang berlangsung dengan damai. ***Disisi lain, Damara terlihat cukup kesal. Semakin kesal saat mendengar, melihat, dan merasakan kebahagiaan di sekitarnya. Arron yang tak mau jauh dari istrinya itu, terus saja menempel. Menggandeng pinggang Damara posesif, seakan memperingatkan semua mata-mata kaum Adam untuk berhenti menatap D
last updateLast Updated : 2023-04-25
Read more

Ketika kesalahan mengejar kematian

Happy Reading.Damara menatap tajam anak kecil yang sedang memegang barang berharga miliknya saat ini. lantas, Damara mengulurkan satu tangannya pada anak itu. "Kembalikan!" titah Damara.Sedang anak kecil itu, malah menatap hiasan rambutku. Sebelum menatap Damara dengan senyuman palsu—sama menyebabkannya dengan milik Lycus."Selamat, tinggal"DEG!Aku terkejut, saat kabur dengan membawa senjataku."Ayah bisa belikan yang baru, Arron juga mampu melakukannya. Biarkan saja, kan cuma…"Tapi belum sempat melanjutkan kata-katanya, Damara malah pergi dengan mengejar anak itu.Sampai ke dalam ruangan pesta, bahkan sampai ke luar ruangan. Jalanan Hilike yang ramai.Hosh!Hosh!Hosh!Damara kelelahan, ia kesulitan mengejar anak itu tanpa kekuatan Fayconnya. Di tengah jalan, Damara tersungkur karena tak kuat lagi.Tapi disampingnya, muncul sosok yang melewatinya. Melesat, mengejar anak itu. "LYCUS!" Pria itu tersenyum singkat pada Damara untuk membantu wanita itu. "Syukurlah!"Tapi saat langkah
last updateLast Updated : 2023-04-27
Read more

Milikku yang berharga dalam kegelapan!

Happy Reading.Dengan rasa takut penuh kebanggaan, mereka bersujud tepat di depan Lycus. Di area yang cukup sepi, memohon agar diselamatkan. "Tuan. Tolong kami, a-ada wanita. Bu-bukan, monster!" Mereka bahkan tak bisa berkata-kata dengan baik.Tersenyum. Lycus meminta mereka untuk berdiri, "te-terima kasih…."Tepat saat Damara sampai, mereka menatap bengis ke arah Damara. Penuh seringai jahat, merasa bahwa kemenangan ada pada di tangan mereka saat ini.Sedang Damara, melempar jubahnya ke sembarang arah sembari membersihkan sisa-sisa debu pada pakaiannya. "Astaga, jubah itu mengotori pakaianku!" ucap Damara dengan santainya."Dia, wanita itu monster. Dia jahat!" Karena berada dekat dengan perbatasan, jadi para Faycon yang mencoba untuk masuk malah mengeram di belakang 4 orang dan Lycus."Tenanglah anak-anak!" "Anak-anak?" ulang beberapa pria itu terkejut, saat melihat Damara yang berbicara dengan para Faycon. Dan…DEG! Mereka membulatkan mata mereka lebar, saat melihat para Faycon tu
last updateLast Updated : 2023-04-29
Read more

Bersama atau Mengakhiri

Happy Reading.Menara tertinggi Hilike. Dari tempat yang setinggi ini, Damara bisa melihat seluruh kota yang malah semakin ramai. Ditemani langit yang semakin gelap, bintang dan dan bulan."Ck! Kota kalian merayakan hari bangsaku, aku membencinya. Aku ingin meratakan tanah ini menjadi tanah darah!"Arron yang mendengar, hanya tersenyum sinis di samping Damara. Menarik pinggang istri jahatnya itu lebih dekat dengannya. Kemudian berbisik, "kau membutuhkan warna lain? Tetapi tidak gratis?"Damara tersenyum sinis. "Aku tidak punya uang." "Bayarlah dengan hatimu.""Tapi tidak punya belati untuk membela…."Arron semakin bersemangat. Sebab yang ada dalam pikiran Damara hanyalah sesuatu yang kejam, bahkan pada dirinya sendiri. Menarik dagu Damara. "Damara!" "Ya?"Melihat mata Arron, Wanita itu tersenyum berdesis sebelum mengalungkan tangannya pada leher Arron. Menatap prianya itu dengan tatapan menggoda, "jangan bohong ya?""Perintahkanlah!""Lepaskan para Faycon.""Tentu saja, Damara." Se
last updateLast Updated : 2023-04-30
Read more
PREV
123456
...
15
DMCA.com Protection Status